NovelToon NovelToon
QUEEN MAFIA

QUEEN MAFIA

Status: tamat
Genre:Komedi / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: yuni rahayu devi

Ini karya pertamaku...

Ada seorang gadis bernama Alsaqueen Azkira Argawijaya mempunyai sifat baik, ramah, murah senyum, manja, dan jail kesemua orang tapi itu DULU. Sekarang namanya Alqueena Azkiya Argawijaya sifatnya sekarang kejam, dingin, datar, dan dia gak akan segan-segan membunuh orang yang telah bermain-main dengan dia mau itu cewek, cowok, tua, muda, anak-anak, maupun bayi. Tapi sifat itu tidak berlaku dengan paman, tante, abang angkat, dan juga sepupu gue.

Dia berubah karena ibunya meninggal dibunuh oleh seorang wanita berumur yang hampir sama dengan ibunya dibantu juga oleh anak perempuannya.
.
.
.
Kalau gak nyambung maaf baru belajar

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yuni rahayu devi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tantangan

Masih dalam kondisi yang sama mereka mematung melihat wajah Al dengan hidung yang mengeluarkan darah.

"Al" gumam Nyonya Zahra pelan dia sedih melihat wajah Al yang seperti itu.

"Al gak apa-apa, Bunda, Ayah, Mama, Papa gak apa-apa kan?" tanya Al lembut tapi dengan muka datarnya.

"Kita gak apa-apa tapi kalian yang kenapa-kenapa" ucap Tuan Rian.

"Kita gak apa-apa" ucap Al dkk dan Satria bersamaan dengan nada lembut.

"Lebih baik kita masuk bus supaya cepat sampai rumah masing-masing" ucap Kevin mengalihkan pembicaraan.

"Iya bener, kalian masuk bus masing-masing!" ucap Satria tegas kepada siswa/siswi, semua siswa/siswi lalu masuk kedalam bus yang tadi mereka tumpangi.

"Ayo Bunda, Ayah, Mama, Papa kita masuk bus" ucap Al lembut.

"Luka kalian gimana?" tanya Nyonya Laila.

"Nanti kita obatin" jawab Chandra.

"Bang tolong amankan mereka" ucap Al kepada Riko.

"Iya pasti, makasih ya Al, Chan, Vin, Sat kalian selalu nolongin kepolisian" ucap Riko.

"Gak masalah" jawab Al dkk dan Satria.

"Yasudah kalau begitu saya pamit dulu" ucap Riko lalu pergi dari sana.

"Ayo kita masuk bus kalau lama-lama disini bisa-bisa kita jamuran" ucap Kevin.

"Kamu ini lagi luka gitu bisa-bisanya bercanda" ucap Nyonya Selvi.

"Supaya gak terlalu tegang" ucap Kevin.

"Ayo kita masuk, nanti mereka kita obati didalam bus" ucap Tuan Rian.

"Iya kasian mereka masa disuruh berdiri terus" ucap Tuan Adi.

"Mereka udah nolongin kita masa kita tega gak nyuruh mereka duduk didalam bus" ucap Tuan Fikri.

"Kalau mau tanya-tanya lagi nanti pas acara olimpiade" ucap Tuan Bima.

"Ayo mereka bukan jemuran basah yang harus kena sinar matahari, kasian kepanasan" ucap Tuan Yuda.

"Yasudah ayo kita masuk" ucap Nyonya Zahra.

"Kalian obatin mereka ya" ucap Nyonya Laila kepada Rizky dkk dan Naila dkk.

"Siap" jawab Rizky dkk dan Naila dkk kompak.

Mereka lalu masuk kedalam bus, lalu duduk ditempat duduk yang sebelumnya mereka duduki.

"P3knya mana?" tanya Nyonya Zahra.

"Ada nih" jawab Tuan Rian memberikan kotak p3k kepada Nyonya Zahra. Nyonya Zahra mengambilnya lalu memberikan kepada Rizky.

"Ky nih obatin tuh luka Al, Bunda mau ngobatin Chandra" ucap Nyonya Zahra memberikan kotak tersebut kepada Rizky lalu berjalan kearah Chandra untuk mengobati luka Chandra. Luka Kevin diobati oleh Nyonya Laila sedangkan Satria diobati oleh Nyonya Reva.

"Sini gue obatin luka lo" ucap Rizky melihat wajah Al, dengan tangan yang sudah memegang kapas.

"Gue bisa sendiri" ucap Al ingin mengambil kotak p3k dari tangan Rizky tapi Rizky dengan cepat menghalangnya.

"Gue aja, udah jangan bandel deh" ucap Rizky memaksa.

"Serah" ucap Al malas.

"Gitu dong" ucap Rizky lalu mulai membersihkan luka Al.

Setelah membersihkan wajah Al, Rizky lalu mengambil kapas baru lalu menuangkan alkohol kekapas tersebut.

"Tahan ini mungkin sedikit perih" ucap Rizky yang dapat jawaban deheman dari Al.

Rizky lalu mulai mengobati luka Al, wajah Rizky dan wajah Al sangat dekat, Rizky mengobati Al dengan lembut, Al yang diobati oleh Rizky masih dengan muka datarnya tidak berubah sama sekali, padahal dia sedang diobati menggunakan alkohol tapi perih seperti itu seperti tudak terasa untuk Al.

"Kalau orang yang diobatin Rizky pasti mukanya merah karena malu dengan senang eh yang ini datar aja mukanya"batin Kevin menggoda.

"Udah merah ini karena darah"batin Al membalas.

"Mukanya jangan datar-datar atuh neng"batin Chandra.

"Serah guelah bambang"batin Al.

"Itu si Rizky kalau udah ngobatin luka lo dia pasti natap lo"batin Satria.

"Dasar buaya lo"batin Al.

"Gue bukan buaya tapi gue manusia serigala+vampire"batin Satria.

"Al sakit gak?" tanya Rizky sambil mengobati luka Al.

"Gak" jawab Al lalu dia memegang tangan Rizky yang sedang ada diwajahnya dan menekannya.

"Eh nanti sakit" ucap Rizky menghentikan apa yang Al lakukan.

"Gak, udah buruan" ucap Al datar.

"Sabar napa" ucap Rizky lalu mengobati Al kembali.

Setelah mengobati luka Al yang ada dibagian wajah, Rizky lalu membereskan kotak p3k tersebut dan menyimpannya dibawah kursi, setelah menyimpan kotak p3k Rizky lalu melihat ke arah Al.

"Itu punggung lo gimana?" tanya Rizjy khawatir.

"Gak gimana-gimana masih ada ditempatnya" jawab Al cuek sambil melihat kearah Rizky.

"Gue tau tu punggung masih ada ditempatnya, maksud gue sakit gak kan tadi lo jatuh dari atas bus" ucap Rizky kesal.

"Gak" jawab Al singkat.

"Masa gak sakit lo bohong ya?" tanya Rizky.

"Gak sakit" jawab Al cuek dan datar.

"Bohong lo kita kerumah sakit aja biar diperiksa sama dokter" ucap Rizky.

"Gak usah" jawab Al singkat.

"Tapiii" ucap Rizky terpotong karena Al lamgsung berbicara membuat Rizky diam.

"Kalau lo maksa gue kerumah sakit, gue pukul semua dokter supaya gak meriksa gue" ucap Al mengancam dengan wajah datar dan dinginnya.

Glek

"Eh jangan dong yaudah gak usah kerumah sakit" ucap Rizky takut.

Setelah itu tak ada percakapan lagi diantara mereka berdua, Chandra, Kevin dan Satria mereka terus tertawa didalam hati membuat Al kesal. Al berdiri lalu melempar mereka bertiga dengan cemilan membuat mereka semakin senang.

"Makasih loh" ucap Chandra, Kevin, dan Satria menangkap cemilan keripik kentang.

"Bisa diem gak"batin Al dia sekarang sudah duduk kembali dengan wajah datarnya.

"Gak" batin Chandra, Kevin, dan Satria bersamaan.

"Udah sampai mansion gue hajar juga lo bertiga"batin Al.

"Jangan dong kasihanilah kita, liat kita sudah babak belur seperti ini"batin Satria mendramatis.

"Iya Al sakit, ini sangat menyakitkan bagi kami"batin Kevin ikut mendramatis.

"Jangan hajar Caca Al hajar mereka saja"batin Chandra.

"Eh lo harus ikut dong"batin Kevin.

"Bener kita dihajar lo juga harus dihajar"batin Satria.

"Gue gak mau"batin Chandra.

"Udah diem berisik tau gak"batin Al.

"Tapi mereka gak ngerasa berisik Al"batin Kevin.

"Yaiyalah kita ngomong lewat batin Maimunah"batin Satria.

"Nama gue Kevin, enak aja dibilang Maimunah"batin Kevin.

"Maimunah teh saha?"batin Al dan Chandra bersamaan.

"Tetangga"batin Satria.

"Hahah udah mending kita diem ntar singa bisa-bisa ngamuk"batin Kevin.

"BANG KE"batin Al berteriak membuat Chandra, Kevin, dan Satria terkejut.

"Haduh berisik"batin Chandra.

"Diem tuh udah keluar bisa-bisa kita ditelan hidup-hidup sama si Al"batin Kevin.

Lalu mereka semua diam tak ada yang bersuara Naila dkk dan Rizky dkk(-Rizky) memilih tidur karena perjalanan kesekolah hampir 1 jam.

Tak terasa mereka akhirnya sampai disekolah banyak para orang tua menjemput anak mereka masing-masing. Sedangkan Al dkk, Rizky dkk, dan Naila dkk masih ada didalam bus, para orang tua dan Satria sudah turun untuk menemui yang lainnya.

Rizky dkk(-Rizky) dan Naila dkk masih tidur dibus, Al dkk dan Rizky hanya diam saja sesekali membangunkan mereka.

"Woi kebakaran api tolong" ucap Kevin sambil menepuk-nepuk kursi yang ia duduki.

"Oh kebakaran" ucap mereka semua dengan nyawa yang masih belum terkumpul.

"Apa kebakaran!?" tanya Rizky(-Rizky) dan Naila dkk sedikit memekik.

"Suttt berisik" ucap Rizky.

"Bangun kita udah sampai sekolah" ucap Rizky lagi.

"Perasaan gue baru pejam mata udah nyampe aja" ucap Fatur.

Al dkk yang tak ingin mendengar omongan mereka langsung turun dari bus tanpa sepatah kata pun.

"Eh kok tinggalin kita sih" ucap Risa.

"Udah ayo turun" ucap Dion.

"Tunggu dulu nyawa gue belum kekumpul" ucap Putra.

"Ayo" ucap Putra lagi.

Mereka turun dari bus dengan membawa koper masing-masing. Setelah turun mereka disuruh berkumpul karena akan diberi pengumuman, setelah pengumuman itu selesai siswa/siswi bubar untuk pulang kerumah masing-masing.

Rizky dkk dan Naila dkk masih ada disana karena orang tua mereka masih ada yang harus diurus, sama seperti Sifa dkk mereka masih ada disana sambil mencari perhatian kepada Rizky dkk. Al dkk sedang menjauh sebentar dari mereka karena ada urusan, lalu mereka datang lagi ketempat tadi.

"Sayang aku takut" ucap Sifa manja kepada Rizky, ia ingin memegang lengan bawah Rizky tapi dengan cepat dia menghalangnya.

"Jangan panggil gue sayang!" ucap Rizky tegas.

"Ih kok kamu gitu sih aku lagi takut nanti kalau aku dibawa sama mereka gimana?" tanya Sifa manja dengan suara yang diimut-imutkan membuat yang mendengarnya ingin muntah.

"Gue gak peduli!" ucap Rizky tegas.

"Kok kamu jahat sih" ucap Sifa manja tapi tidak digubris dengan

"Sayang aku takut banget tadi apa lagi badan mereka besar-besar semua" ucap Salma kepada Dion manja.

"Gak peduli, gak usah lebay deh jadi orang dan jangan panggil gue sayang!" ucap Dion tegas.

"Kan aku cewek pasti takutlah" ucap Salma.

"Tuh si Al cewek berani!" ucap Dion sinis sambil menunjuk Al yang sedang duduk dikursi dengan menimpa kaki kanannya dengan kaki kirinya dan menonton kejadian itu.

"Itukan beda" ucap Salma manja tapi tidak dijawab lagi oleh Dion.

"Sayang" ucap Rere manja kepada Putra.

"Jangan panggil gue sayang!" ucap Putra tegas.

"Heh lo bukan siapa-siapa Putra jadi jangan deketin dia!" ucap Naila geram.

"Lo gak berhak ngatur-ngatur gue untuk gak nyuruh gue deketin Putra, emang lo siapanya Putra?" tanya Rere sinis.

"Gue adiknya Putra, jadi gue berhak ngatur siapa yang boleh deket-deket sama Putra" ucap Naila bangga.

"Jangan ngaku-ngaku deh" ucap Rere.

"Dia memang adik gue, dia adik satu-satunya gue yang paling gue sayang, dia perempuan kedua yang paling gue sayang dan gue cinta" ucap Putra merangkul bahu Naila.

"Yang pertama siapa pasti akukan?" tanya Rere manja.

"Gak sudi!, perempuan yang pertama gue sayang dan cinta pastinya Ibu gue" ucap Putra.

"Terus aku keberapa?" tanya Rere.

"Gak akan pernah terjadi jadi jangan berharap" ucap Putra sinis.

"Kok kamu gitu" ucap Rere memanyunkan bibirnya tapi tak dihiraukan oleh Putra.

"Fatur sayang" panggil Nisa manja.

"Jangan panggil gue sayang gue gak sudi dipanggil sayang sama lo!" ucap Fatur tegas.

"Kamukan kesayangan aku pasti aku panggil sayanglah" ucap Nisa.

"Tapi lo bukan kesayangan gue" ucap Fatur sinis.

"Terus siapa kesayangan kamu biar aku habisin dia" ucap Nisa.

"Lo gak perlu tau" ucap Fatur.

"Aku harus taukan aku calon pacar kamu" ucap Nisa tapi tak dijawab lagi oleh Fatur.

Orang tua Rizky dkk dan Naila dkk berjalan mendekati mereka semua, sama seperti Satria dia ikut menghampiri mereka semua.

"Ini pasti gara-gara lo mereka ngejauhin kita!" ucap Sifa sambil menunjuk Al yang sedang duduk santai disebelah Chandra dan Kevin, Rizky dkk dan Naila dkk masih berdiri. Orang tua yang mau menghampiri mereka semua lalu berhenti berjalan.

"Berhenti, kita liat apa yang akan terjadi" ucap Tuan Rian. Semua orang berhenti berjalan, Tuan Doni dan Ana pun ikut berhenti melihat apa yang akan dilakukan oleh anaknya.

"Iya gara-gara lo Dion membandingkan gue dan bilang gue lebay gara-gara gue takut dengan kejadian tadi" ucap Salma.

"Kalian juga sama dasar gatel" ucap Sifa kepada Naila dkk.

"Eh ngaca dulu kalau mau ngomong kayak gitu" ucap Naila sinis.

"Yang dari tadi mencoba deketin merekakan kalian, lah kok kita yang disalahin" ucap Rosa.

"Kelakuan kalian yang membuat mereka gak mau sama kalian" ucap Risa.

"Jaga mulut lo semua dasar murahan!" ucap Sifa geram.

"Lo berani-beraninya ya sama kita" ucap Rere.

"Lo gak tau siapa kita?" tanya Nisa.

"Tukang bully disekolah" ucap Naila dkk.

"Kalian" geram Salma.

"Benerkan?" tanya Naila.

"Ini pasti gara-gara lo mereka berani sama kita!" ucap Sifa menaikkan nada suaranya sambil menunjuk wajah Al.

"Turunkan tangan lo" ucap Kevin datar dan dingin sambil menghempaskan tangan Sifa.

"Dan turunkan nada bicara lo" ucap Chandra yang lebih datar dan dingin dari Kevin.

"Gue mau tantang kalian bertiga" ucap Sifa tersenyum meremehkan.

"Apa?" tanya Kevin cuek dengan wajah datar.

"Datang kesekolah ini malem-malem terus kalian masuk gudang yang ada diujung sekolah" ucap Sifa.

"Lo gila ya" ucap Rizky dkk dan Naila dkk, teman teman Sifa pun terkejut tapi mereka tetap diam.

"Boleh, dan kalian harus ada disini juga, kita pasang CCTV dan penyadap suara supaya kalian bisa liat apa yang terjadi" ucap Kevin santai.

"Eh gak usah diikutin, katanya sekolah ini kalau malam serem apa lagi digudang" ucap Fatur.

"Gak peduli, malam jumat nanti tepat malam jumat nanti adalah malam jumat kliwon jadi akan lebih seru" ucap Kevin membuat mereka merinding.

"Vin jangan" cegah Putra tapi tak dihiraukan oleh Kevin.

"Ok, kalian harus diam digudang itu selama 30 menit dengan pencahayaan 1 lilin" ucap Sifa.

"Kalian semua harus ikut, hari kamis jam 11 malam kalian harus udah ada disini" ucap Kevin kepada Sifa dkk.

"Gue ikut" ucap Naila.

"Gue juga" ucap Rizky dkk, Rosa dan Risa.

"Kalian akan liat kita lewat laptop" ucap Kevin.

"Kalau kita berhasil kalian bakal digangguin semua jenis makhluk halus" ucap Al datar sambil menunjuk Sifa dkk.

"Kalau kita gak berhasil kita bakal mati disana didalam gudang itu" ucap Al datar dingin dan cuek.

"Kata-kata itu gak akan bisa dicabut, anggap itu sebagai taruhannya" ucap Al lagi.

"Pasti kalian gak akan berhasil" ucap Salma meremehkan.

"Kita lihat aja nanti" ucap Al dkk kompak.

"Jika kalian digangguin sama makhluk halus jangan datang sama kita dan meminta untuk mencabut taruhan kita" ucap Chandra datar.

"Gak akan pernah terjadi" ucap Sifa.

"hari kamis jam 11 malam kalian harus udah ada disini, jam 12 malamnya kami jalan kearah gudang" ucap Kevin.

"Ok kalian diam disana selama 30 menit" ucap Sifa.

"Gak masalah pakai 1 lilinkan oklah bagus juga" ucap Kevin santai.

"Jika kami berhasil, Al akan dirasuki salah satu hantu yang ada disana dan datang kekalian semua bilang kalau kami berhasil" ucap Chandra.

"Tapi kalian pasti gak akan berhasil" ucap Sifa meremehkan.

"Kita berkumpul disini, ditaman ini" ucap Kevin.

"Ok" ucap Sifa.

"Kalian yakin?" tanya Naila yang dijawab deheman oleh mereka.

Para orang tua datang menghampiri mereka dan mengajak mereka pulang, Al dkk sebenarnya diajak pulang juga oleh keluarga Rizky tapi mereka menolak mereka bilang masih ada urusan, jadi mau tidak mau mereka pulang tanpa adanya Al dkk.

***Bersambung***

1
Mrs. Kan
Selama aku baca novel tentang MAFIA baru kali ini MAFIA nya sholat 😭😭
Shabrina
Bagus sih tapi masih banyak typonya
Dede Mila
jejak
Amelia Amel
Thor perut gw sakittttt
Shabrina
Next
Yura Safira
keren
anu naninu
hmm keren
Nitaaaaaaaa
😍
Tataaaaaaaaaaa
.
Ratna Henita
tlng season 2 ny thor
Ratna Henita
knp episode main d ulang trus thor
Nayyira
lanjulanjutt
Nayyira
lanjut
Libra3
lebih tepatnya bawa para ART atau mereka ke tempat yang aman,,
kalau disimpan keknya rada ganjal
Qayum Dan Qasih
lanjut thor
Yoni Hartati
makanya kenapa ikut2 an ngerepotin kan .makanya mikir riz kamu itu cuman merepotkan dan dijadikan kelemahan. mestinya jodohnya al jgn orang yg lemah mestinya yg kuat jgn riz jodohnya
Yoni Hartati
bodoh amat rizk,km ikut al jd beban .apa tdk mikir?
Shelvia Amanda Dika: benar itu kak
total 1 replies
Yoni Hartati
nyusahin ini nama nya rizky. apa tdk pikir km cuman beban .
Yoni Hartati
mereka kok suka banget ngikuti al? apa mereka tdk sekolah?
Sri Aisyah
gak asing telinga denger tiba tiba " brakkkkkk" 😉😉😀😀😀
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!