"Aku alergi pada wanita. Kau paham sekarang?" -Nick Kyler-
"Aku tidak percaya! Mana ada alergi seperti itu?" -Bianca Arthur-
Nick Kyler, seorang pria kaya yang memutuskan untuk menyepi di sebuah pulau, setelah kisah cintanya bersama Bellinda kandas.
Penyakit "alergi pada wanita" yang dialami oleh Nick juga menjadi salah satu alasan Nick pergi dari hingar-bingar kehidupan kota metropolitan. Nick hanya ingin menyepi dan hidup sendiri dalam ketenangan
Namun, semua niat Nick menjadi terusik saat tiba-tiba seorang gadis datang dan tersesat di pulau miliknya.
Bianca Arthur, seorang desainer yang tak sengaja tersesat ke pulau pribadi Nick saat sedang berlibur.
Sifat Bianca yang manja dan kekanakan kerap membuat Nick emosi dan menimbulkan perseteruan diantara mereka.
Apakah rasa benci Nick pada Bianca akan berubah menjadi sebuah rasa cinta?
Apakah penyakit "alergi pada wanita" yang dialami Nick akhirnya sembuh setelah pertemuan Nick dengan Bianca?
Lalu, siapakah sebenarnya Bianca Arthur?
Rahasia apa yang disembunyikan Bianca dari Nick?
Masih bagian dari "Suami Bayaran Nona Bellinda"
Cerita tentang Nick Kyler yang alergi pada wanita karena trauma masa lalu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bundew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MAAF
Bee's Gallery.
"Gaun yang untuk putri Pak Mentri sudah siap?" Tanya Bianca pada salah satu karyawannya.
Bianca sedang memeriksa pekerjaan para karyawannya di butik.
"Hanya tinggal memasang hiasan di bagian dada, Nona," jelas salah satu karyawan menunjukkan gaun yang dimaksud oleh Bianca.
Segera Bianca memeriksa detail gaun tersebut.
"Jangan dulu dipasang! Besok putri Pak Mentri baru akan melakukan fitting," titah Bianca yang langsung disambut anggukan oleh karyawannya.
"Hari ini kalian tidak perlu lembur. Segera bereskan semuanya dan kalian boleh langsung pulang," ucap Bianca lagi sebelum berjalan ke arah pintu keluar butik.
"Baik, Nona," jawab karyawan Bianca serempak.
"Aku akan pulang duluan," pamit Bianca yang sudah membuka pintu utama butiknya.
Bianca baru saja melangkah keluar, saat wanita itu mendapati seorang pria yang berdiri di depan butik miliknya.
Seorang pria dengan penampilan yang lumayan berantakan. Hanya mengenakan celana jeans dan kaus lengan panjang berwarna putih yang sangat pas di tubuhnya.
Sesaat Bianca tertegun dan mematung di tempatnya, karena melihat wajah itu.
Apa Bianca sedang bermimpi?
Atau memang dia benar-benar datang sekarang?
"Nick?" Gumam Bianca masih mematung di tempatnya.
Nick mengendikkan bahu, memasang senyuman tips, lalu segera mendekat ke arah Bianca dan memeluk wanita itu dengan sangat erat, seolah sedang meluapkan semua rasa rindu di dadanya.
"Aku merindukanmu, Bee," gumam Nick seraya mencium puncak kepala Bianca.
"Maafkan aku, Nick! Maafkan aku," Bianca tidak tahu kenapa dirinya malah menangis tersedu-sedu sekarang.
Bukankah seharusnya Bianca merasa bahagia, karena akhirnya Nick menyusul ke kota dan menemuinya?
Tapi rasa bersalah mendadak memenuhi relung hati Bianca karena dirinya sudah berbohong pada Nick dan membuat pria itu kecewa.
"Kenapa kamu menangis?" Tanya Nick bingung.
Pria itu menangkup wajah Bianca dan menghapus airmata yang kini sudah memenuhi wajah wanita tersebut.
Bianca hanya menggeleng-gelengkan kepala karena kini lidahnya terasa kelu. Tidak tahu harus berucap apa pada Nick.
"Pekerjaanmu sudah selesai?" Tanya Nick lagi yang langsung dijawab Bianca dengan
sebuah anggukan.
"Ayo pulang!" Ajak Nick seraya merangkul Bianca dan membimbing wanita itu untuk masuk ke dalam mobil Bianca yang terparkir di depan butik.
"Pulang? Pulang ke pulau?" Tanya Bianca bingung.
Wanita itu sudah masuk ke dalam mobilnya sendiri dan duduk di samping kursi pengemudi.
"Pakai sabuk pengamanmu!" Perintah Nick tanpa menjawab pertanyaan Bianca.
Nick segera menutup pintu mobil, mengitari mobil dan masuk melalui pintu yang satunya. Nick sudah duduk di belakang kemudi.
"Kau masih ingat cara mengemudi?" Tanya Bianca khawatir.
Bukankah pria ini sudah setahun lebih tidak mengemudi?
"Kita akan cari tahu," jawab Nick seraya menipiskan bibirnya.
"Nick!" Bianca terlihat khawatir. Wanita itu memegang tangan Nick yang sudah akan melajukan mobilnya.
"Biar aku saja yang mengemudi!" Pinta Bianca sedikit memaksa. Wanita itu bahkan sudah melepas sabuk pengamannya dan bersiap untuk pindah posisi.
"Silahkan duduk di pangkuanku!" Nick menepuk pahanya sendiri dan tersenyum nakal pada Bianca.
Ck!
Bianca berdecak tidak percaya.
"Nick aku serius!"
"Aku lebih serius lagi!" Sahut Nick yang nada galaknya sudah kembali.
Tapi Bianca menyukainya, meskipun kini Bianca harus merengut.
"Duduk saja di kursimu, pakai sabuk pengaman, dan biarkan aku mengemudi dengan konsentrasi!" Cecar Nick yang ganti mendelik ke arah Bianca.
Bianca hanya menghela nafas dan akhirnya kembali memakai sabuk pengamannya.
"Dasar galak dan tukang perintah!" Gumam Bianca bersedekap kesal.
"Aku dengar itu, Nona! Dan aku akan memberimu hukuman!" Sahut Nick sebelum menekan pedal gas dengan kakinya.
Mobil Bianca sudah melaju mulus di jalanan kota, berbaur dengan mobil dan kendaraan lain. Entah akan kemana, Nick membawa Bianca pergi.
****
Bianca kembali harus terperangah saat Nick membelokkan mobil ke basement gedung apartemennya.
Apa?
Apa Nick tinggal di gedung apartemen ini juga?
"Kau tinggal disini juga, Nick?" Tanya Bianca to the point.
"Kau yang tinggal disini. Apartemenku beberapa blok dari sini dan sedang dibersihkan. Jadi aku akan menumpang di apartemenmu malam ini," bisik Nick yang sudah mendekatkan wajahnya ke arah Bianca.
"Kau masih mesum!" Bianca memukul bahu Nick.
"Kau yang mengajariku!" Sergah Nick mencari pembenaran.
"Ayo turun! Kau berhutang banyak penjelasan kepadaku!" Ajak Nick yang sudah membuka pintu mobil.
Bianca memutar bola matanya sebelum ikut turun dan mengekori Nick yang sudah masuk ke dalam lift di lantai basement.
"Bagaimana kau bisa tahu alamat butik dan apartemenku?" Tanya Bianca yang kini bersedekap dan sudah masuk ke dalam lift.
Hanya ada Nick dan Bianca di dalam lift.
"Tidak ada yang tidak bisa diketahui oleh seorang Nick Kyler," jawab Nick ikut-ikutan bersedekap.
"Sombong sekali!" Gumam Bianca berdecak berulang kali.
"Kau lebih sombong dariku dan sangat pandai menipuku!" Sergah Nick menatap tajam ke arah Bianca.
Pria itu mendorong Bianca hingga merapat ke dinding lift dan mengunci wanita itu dengan tubuh besarnya.
"Aku sudah minta maaf, oke!" Cicit Bianca berusaha membela diri.
"Aku belum memaafkanmu!" Nick semakin merapatkan tubuhnya ke arah Bianca dan memangkas jarak diantara mereka.
Ya ampun!
Apa pria ini akan memperkosa Bianca di dalam lift?
Dasar Nick mesum!
Ting!
Suara lift yang menandakan kalau mereka sudah sampai di lantai tujuan, membuat Bianca menghela nafas lega.
Selamat sudah Bianca dari pria mesum yang membuatnya gila ini.
Nick segera menarik tangan Bianca dan mempercepat langkahnya untuk segera menuju unit apartemen Bianca.
"Apa kau tahu password apartemenku juga?" Tanya Bianca berkelakar.
"Aku pasti akan membukanya sedari tadi, kalau aku tahu," sahut Nick seraya bersedekap, menunggu Bianca yang sedang mengetikkan password.
"Silahkan masuk, Tuan Nick Kyler!" Ucap Bianca lebay setelah berhasil membuka pintu apartemennya.
Baru saja Bianca menutup dan mengunci pintu, tiba-tiba Nick sudah menarik tubuh Bianca dan mendorongnya hingga merapat ke dinding.
Ouh, ya ampun!
"Nick-" Bianca belum sempat berteriak atau mengomel saat Nick sudah menghujani bibirnya dengan ciuman bertubi-tubi seolah sedang melampiaskan gairahnya yang mungkin terasa ingin meledak.
Pria ini benar-benar mesum ternyata.
"Nick!" Bianca menahan tangan Nick yang sudah meremas gaunnya dan mungkin siap untuk menariknya hingga sobek.
"Jangan rusak gaunku!" Bianca mendelik ke arah Nick.
"Maaf!" Cengir Nick sebelum menarik gaun sifon itu dengan sekuat tenaga, hingga akhirnya koyak tak berbentuk.
Dasar Nick sialan!
.
.
.
Dahlah!
Kondangannya mundur ternyata gaees 😅😅
Simpan dulu kado dan bajunya.
Gak jadi tamat 😅😅
Sebenarnya karya ini konfliknya cuma ringan sih nanti. Gak bakal ada pelakor apalagi pebinor 😂
Kalo adegan manisnya Bianca-Nick agak aku banyakin yang baca eneg nggak kira-kira?
Terima kasih yang sudah mampir.
Dukung othor dengan like dan komen di bab ini.
perkosa aja pas Nick tidur 🤣🤣🤣
geregetan sama nick