ini novel ketiga ku..
novel ini lebih menguras emosi, berisi tentang perjodohan dan berakhir dengan perselingkuhan..
merasa sama-sama nyaman dan saling membutuhkan sehingga menimbulkan keterikatan..
Nayla yang terus disiksa fisik maupun batin oleh suaminya akhirnya menemukan tambatan hati, hanya saja lelaki tersebut telah memiliki istri..
sedangkan Edward yang merasakan kehampaan rumah tangganya serta perselingkuhan istri nya berkelana mencari cinta sejati, tetapi terhalang restu orang tua??
bagaimana kisah cinta mereka...
baca terus novel-novelku yang lain, tolong like dan vote terus ya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zian hafiz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
tersesat
Nayla segera pulang kerumah untuk mengganti pakaiannya dan melihat keadaan Kayla...
" buk, tadi pak Edward mencari ibu" ucap mbak sari
" lalu dia kemana sekarang mbak?" tanya Nayla
" dia pergi lagi buk, setelah tau ibu tidak pulang kerumah" jelas Sari
" mbak...saya titip Kayla dulu ya, saya nanti pulangnya agak malam karna ada urusan" terang Nayla
Nayla pergi menaiki taksi online yang dipesan nya,menuju arah pantai, setibanya disana Nayla duduk termenung sendiri, tak terasa hari sudah sore air mata Nayla terus menetes tiada henti, perasaan kecewa, kesal, marah dan merasa bodoh telah dipermainkan oleh Edward
Nayla memang tipe wanita keras kepala yang lebih percaya pada apa yang dilihat nya dibandingkan dengan apa yang didengarkan nya...
Nayla sengaja mematikan ponselnya saat masih di kantor tadi,dia takut Edward melacak keberadaan nya,,tidak terasa hari sudah semakin gelap Nayla masih menelusuri sisi pantai,terkadang dia memekik melepaskan beban berat nya
jam pun berputar menunjukan pukul 9 malam,Nayla beranjak ingin pulang ke apartemen Alan yang masih ditempati nya,saat hendak pulang Nayla tak sengaja bertemu dengan Dhika mantan suami nya...
" Nay...." sapa Dhika mendekati Nayla
" mas Dhika..."
" kamu dengan siapa kesini Nay? dimana Kayla?" tanya Dhika dengan nada lembut
" aku sendiri mas,Kayla dirumah bersama pengasuhnya,aku ada keperluan disini" elak Nayla
" ayo Nay,aku antar pulang" tawar Dhika
" tidak usah mas aku bisa sendiri,lagian aku mau mampir dulu ketempat teman ku" tolak Nayla
" ayo lah Nay,anggap aku sahabat mu" bujuk Dhika
Nayla yang melihat perubahan Dhika tak menaruh curiga sedikit pun, akhirnya dia menerima ajakan Dhika
saat diperjalanan Dhika mengarahkan mobilnya kearah pantai yang sepi.
" kita mau kemana Mas,ini bukan arah jalan pulang ketempat ku" ujar Nayla
Dhika memberhentikan mobilnya di pinggir pantai yang sepi
" Nay..aku ingin bicara padamu dari hati kehati"
" maaf...ini sudah malam mas,sebaik nya besok kita atur jadwal bertemu" tolak Nayla halus
" Nay...aku ingin kita kembali, aku akan melakukan apapun yang kamu mau Nay? aku akan berusaha menjadi suami yang baik, menafkahi mu lahir dan batin" ucap Dhika
" aku tidak ingin kembali lagi pada mu mas,tolong mengerti aku" ujar Nayla memohon
" kenapa Nay,apa kamu sudah mendapatkan penggantiku? pekik Dhika
Nayla menggeleng takut melihat tatapan Dhika dan mencoba memeluk paksa Nayla,Nayla memberontak,pekikan kuat keluar dari mulut Nayla
" tidak ada gunanya kamu memberontak Nay,disini tidak ada orang, aku sudah memintamu baik-baik tapi kau tak menghiraukan ku,aku tak ingin kau dimiliki oleh orang lain" hardik Dhika
" aku mohon mas lepas kan aku, mungkin kita sudah tak berjodoh mas,tolong...kasian Kayla dirumah menungguku" mohon Nayla dengan wajah memelas
Dhika yang tak menghiraukan lagi ucapan Nayla,kini otak dan pikirannya hanya di isi oleh hawa nafsu untuk menguasai tubuh Nayla
Nayla sekuat tenaga memberontak dan menendang kuat Dhika yang sudah menaiki paksa tubuhnya,saat Dhika mengeram kesakitan Nayla membuka pintu mobil,lalu lari sekuat tenaga jauh dari Dhika menelusuri hutan yang ada di pinggir pantai..
sekuat apa pun tenaga Nayla berlari tetap saja tenaga nya kalah kuat dari Dhika, Dhika dapat meraih tangan Nayla yang sudah berlari jauh memasuki hutan
" mau lari kemana kamu Nay" ucap Dhika menampar pipi Nayla dan menyeret Nayla untuk keluar dari hutan,tapi makin mereka berjalan terasa makin jauh untuk keluar, mereka tersesat di dalam hutan, Dhika sedikit panik karna hari sudah larut mereka belum juga menemui jalan keluar.
" ini semua gara-gara kamu Nay,coba kamu menuruti saja kemauan ku pasti kita tidak akan tersesat disini.." ujar Dhika
Nayla yang telah lemah tak dapat lagi menjawab ucapan Dhika,seketika tubuh Nayla ambruk diatas tanah...
" Nay....Nay...sadar Nay" pekik Dhika
" bagaimana ini, disini terlalu gelap...bagaimana jika ada binatang buas, aku tidak mungkin meninggalkan Nayla sendiri disini" Ucap Dhika
Dhika membopong Nayla kearah batang besar dan menyandarkan Nayla pada sisi batang, Dhika menghidupkan api unggun menggunakan ranting pohon dan daun kering, untung Dhika selalu membawa korek api didalam kantong celana nya, karena Dhika seorang lelaki perokok...
setelah menghidupkan api unggun Dhika menyandarkan tubuhnya juga pada pohon besar disebelah Nayla, Dhika berusaha memejamkan matanya untuk tidur..