Ini adalah kisah seorang pengusaha sukses yang bernama Aryan Bram Wijaya, yang menyamar sebagai pelayan Restoran untuk mengejar cinta seorang wanita cantik.
Karena ia ingin mencari wanita yang benar benar tulus mencintainya, bukan cinta dengan hartanya saja.
Sampai pada akhirnya ia bertemu dengan wanita karir yang cantik yang bernama Calista Mahendra, mereka sering bertemu dan menghabiskan waktu bersama.
Wanita itu sangat mencintai Aryan tanpa memandang statusnya yang hanya sebagai pelayan.
Tapi disisi lain Louis Mahendra ayah Calista sangat tidak menyukai pelayan tersebut, dia tidak mau kalau anaknya hidup susah dengan lelaki yang tidak tepat.
Akankah cinta mereka berakhir bahagia? ikuti terus ceritanya ya.
mohon dukungannya semua.🙏🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putry Wulan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 34
Aryan telah sampai di halaman rumahnya, thomas langsung turun untuk membukakan pintu mobil.
"Thom besok kamu datang pagi pagi ya". ucap aryan sambil turun dari mobilnya.
"Iya siap tuan".
*
*
Aryan pun masuk ke dalam rumahnya, ia langsung menaiki tangga dan menuju kamarnya, setelah sampai di kamarnya ia langsung beranjak menuju bathroom untuk membersihkan diri.
Setelah membersihkan diri ia langsung memakai setelan piyama nya.
Tok tok tok
Terdengar suara ketukan pintu, Aryan pun segera membukakan pintunya, terlihat bibi mauren seorang pelayan di rumah Aryan berdiri di ambang pintu.
"Ada apa bi?" tanya Aryan.
"Tuan besar dan nyonya sudah menunggu tuan muda untuk makan malam".
"Ohh iya bi nanti saya menyusul".
"Iya tuan saya permisi dulu". Bi mauren beranjak meninggalkan Aryan yang masih berdiri di ambang pintu.
Aryan beranjak dan duduk di tepi ranjang, sambil mengusap wajahnya. "Huhh malas sekali harus makan bersama wanita itu".
Tapi karena Aryan masih menghormati papahnya, ia pun beranjak untuk turun dan menuju ke ruang makan , dan ternyata di situ juga ada arnes.
"Hahh tumben sekali manusia dingin itu mau makan bersama, biasanya juga tidak mau" gumam Aryan dalam hati, kemudian ia pun menarik kursi untuk duduk.
"Yan gimana hubungan kamu sama Calista?". Tanya papahnya.
"Mmm baik pah, besok rencananya aku mau melamar dia dan semuanya juga sudah aku siapkan, dan semuanya harus ikut".
"Mamah pasti ikut sayang" seru Calina.
"Hahh apa apaan dia memanggilku seperti itu, bikin muak saja" gumam Aryan dalam hati.
"Kamu juga harus ikut ya Arnes" lanjut Calina sambil menatap Arnes.
Arnes berdiri dari duduknya. "Maaf mungkin aku tidak bisa" ia pun langsung beranjak meninggalkan ruang makan.
"Huhhh dasar anak itu selaluu saja tidak mau" gumam Calina dalam hati.
"Pah mamah juga mau ke kamar dulu ya". Ucap Calina dan berdiri dari duduknya, kemudian beranjak menuju kamarnya.
"Sudah lah biar papah sama mamah saja yang menemani kamu nanti" ucap papah sambil mengelus pundak Aryan.
"Iya pah, tapi besok Aryan berangkat terlebih dahulu untuk mengecek tempatnya, nanti aku kirim lokasinya".
Papah menganggukan kepalanya. "Ya kamu atur saja".
Mereka melanjutkan makan malamnya, setelah selesai makan mereka pun langsung beranjak menuju ke kamarnya masing masing.
**********
Malam pun berlalu kini mentari mulai menampakkan cahayanya dari ufuk timur.
Pagi ini Aryan bangun lebih awal, dia juga sudah membersihkan dirinya, dia masih menggunakan kimono mandinya, dia sedang bingung memilih baju yang akan di pakainya.
"Huhh pakai yang mana ya" sambil memilih milih baju yang ada di lemarinya.
Dan pada saat itu ponselnya berdering tanda notifikasi chat Wa, Aryan pun segera meraih ponselnya yang di atas ranjang, dan membuka chat yang masuk.
"Aryan aku pakai dress warna biru tua ya". Chat dari Calista untuk Aryan.
Seketika Aryan pun langsung kembali ke lemarinya, dan mengambil setelan tuxedo berwarna biru tua, ia segera memakainya.
Ia pun langsung keluar dari kamarnya, dan menuruni tangga, ia segera bergegas menuju halaman rumah, disitu sudah ada Thomas yang menunggunya.
"Silahkan tuan" ucap Thomas dengan hormat seraya membukakan pintu mobil belakang.
Thomas pun langsung masuk dan duduk di kursi kemudi, ia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
Saat di jalan raya terlihat lampu merah menyala, Thomas langsung menghentikan laju mobilnya.
Aryan sedang memandangi sekelilingnya, matanya pun tertuju pada sosok lelaki yang baru saja keluar dari supermarket yang ada di sebelah kiri jalan, dia Membawa belanjaan yang sangat banyak.
"Lohh itu kan bang Arnes, untuk apa dia belanja sebanyak itu?". Ucap Aryan tanpa mengalihkan pandangannya dari Arnes.
"Mungkin untuk saudaranya tuan, atau untuk papahnya mungkin" ucap Thomas memberikan jawaban.
"Ya tapi katanya dia sudah tidak punya saudara, dan papahnya juga katanya sudah meninggal, ahh sudah lah bukan urusanku juga".
Lampu hijau sudah menyala, Thomas pun melajukan mobilnya kembali.
*********
Kediaman Mahendra.
Calista dan juga orang tuanya juga sudah bersiap, untuk berangkat ke tempat yang lokasinya sudah di kirim oleh Aryan.
Mereka pun masuk kedalam mobil yang sudah terparkir di halaman rumahnya.Calista dan mamah nya duduk di jok belakang, sementara papahnya duduk di depan bersama supir.
"Mah aku cantik kan?" tanya Calista sambil terus mengaca dengan ponsel nya.
Mamah membelai rambut Calista dengan sayang. "Kamu selalu cantik sayang".
Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang meninggalkan halaman rumah, menuju ke tempat tujuan.