Hans seorang pemuda yang giat belajar. Berteman dengan dua orang Andika dan Febri.Mereka seperti saudara saling membantu dan menolong.
Tiba-tiba persahabatan itu sedikit tergoyahkan setelah datang seorang gadis jelmaan.Dia adalah cucu angkat dari nenek yang ditolong oleh Hans dan gadis yang sudah lama hilang.
Bagaimana persahabatan mereka selanjutnya,nantikan karyaku yang kedua ini
Nantikan detik-detik terkuaknya misteri Gedung Tua ini.
Terimakasih sudah membaca novelku yang kedua ini kritik dan saran dangat author harapkan agar menjadi naskah yang sempurna
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Utiks, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bonus part 1
Hans sekarang sudah menjalani kembali hari- harinya dengan baik sebagai seorang pelajar . Demikian juga dengan ketiga sahabatnya.Mereka kembali belajar dengan baik di sekolah tanpa mengingat lagi masa lalu yang membuatnya berperang dengan dunia lain. Walaupun itu sangat sulit ia lakukan karena memang ia mempunyai kelebihan dari dari manusia normal lainnya.
Persahabatannya dengan pak Mardi juga tidak putus. Kini pak Mari sudah mempunya keluarga baru yaitu nenek Asih yang lupa ingatan. Membuat pak Mardi tidak lagi hidup sendiri. Hasil membuat kerajinan dari olahan kayu dapat menunjang penghidupannya.
Bahkan dengan adanya nenek Asih ia lebih semangat untuk bekerja. Hasil kerajinan pak Mardi kini mulia banyak dilirik masyarakat. Bahkan Hans yang juga memiliki hoby yang sama ikut memasarkan produk kerajinan kayu itu.
Untuk membuat kerajinan pak Mardi mendapatkan Bahan kayu secara gratis dari orang-orang yang tidak menggunakan kayunya.
Terkadang ia pergi ke hutan yang letaknya beberapa kilometer dari rumahnya. Hal ini dilakukan ketika mendapatkan pesanan barang yang sedikit banyak. Bukan dengan menebang sembarangan tapi meminta ijin kepada mandor hutan untuk meminta kayu yang tidak di pergunakan.
Seperti pagi itu datang seorang pelanggan ke rumahnya meminta di buatkan suvenir pernikahan dari kayu dalam jumlah yang banyak. Karena bahan yang kayunya tinggal sedikit maka ia pergi ke hutan untuk mendapatkan bahan yang lebih banyak.
" Nenek aku tinggal dulu ya buat cari kayu ke hutan "
Nenek Asih yang belum dapat bicara mengangguk .Nenek Asih sudah bisa melakukan aktifitas di dapur walaupun masih terbatas memasak sederhana. Kelihatannya memorinya juga hilang sehingga tidak bisa mengingat apapun yang menimpa dirinya.
Mimi selalu datang menemani nenek ketika pak Mardi pergi ke hutan dan menghilang ketika pak Mardi sudah ada di rumah. Hal itu pernah menjadikan Pak Mardi curiga karena setiap ia pergi ke hutan rumah selau bersih dan makanan selalu siap saat ia pulang. Pernah ia bertanya pada nenek Asih tapi tidak dijawab bahkan dengan bahasa isyarat seolah tidak tahu itu dan akhirnya pak Mardi membiarkannya.
Pak Mardi menjalankan sepedanya menuju pinggiran hutan. Pesanan suvenir dari seseorang harus cepat ia selesaikan karena tanggalnya mendesak.
Sampainya di tepi hutan ia mencari mandor hutan untuk mm minta ijin mencari kayu yang sudah patah dan tidak terpakai. Jenis kayu di hutan itu sangat bagus banyak yang berjenis kayu jati maupun kayu mahoni. Jenis kayu yang sangat cocok untuk membuat macam-macam suvenir seperti gantungan kunci dan benda kecil lainnya yang terbuat dari kayu.
" Pak aku mau minta kayu yang tidak terpakai dimana ya ?"
" Oh Pak Mardi sudah lama tidak ke sini. Silahkan pak di sebelah sana di bawah pohon besar itu kemaren ada yang patah tertiup angin kencang" ucap mandor hutan itu menunjuk arah kayu yang di maksudkan.
Pak Mardi memberikan sebungkus rokok untuk diberikan pada mandor itu alih- alih sebagai ucapan terimakasih sudah di berikan kayu untuk dibawanya pulang.Setelah beberapa membersihkan kayu dari ranting dan daun-daun yang menempel kayu itupun dipotong-potong agar ia bisa membawanya pulang.
" Terimakasih pak lain kali saya ke sini lagi "
Mandor itupun mengangguk dan mengijinkan pak Mardi pulang ke rumahnya. Sepanjang perjalanan ke rumah pak Mardi sedikit melamun membayangkan akan mendapatkan uang lebih dan akan memberi nenek Asih makanan yang sedikit mahal. Karena selama ini mereka hidup dan makan seadanya. Yang penting bisa mengisi perut setiap hari.
"Nenek aku sudah pulang "
Nenek Asih membukakan pintu membantu pak Mardi membawa kayu masuk kedalam rumah menuju ke ruang belakang. Karena di sanalah tempat kerjanya pak Mardi selama ini. Beberapa saat berlalu pak Mardi merasakan lapar menuju meja makan di dapur. Melihat makanan yang sudah tersedia siap santap. Curiga tidak , karena percuma ia menanyakan pada nenek tentu tidak akan di jawab .
" Ayo nenek makan juga temani aku "
Mereka makan bersama , tidak ada keanehan sepanjang hari itu sampai dengan pak Mardi membereskan kayu kayu yang baru saja di bawanya dari hutan Sejenak istirahat karena lelah berbaring di belakang rumahnya yang sekarang di beri kursi panjang kayu bisa di buat tidur sesaat. Kerena terkadang nenek atau Hans datang dan istirahat sambil melihat pak Mardi membuat kerajinan itu.
Baru saja memejamkan matanya terdengar suara memanggil namanya dengan merdu " Pak Mardi kemarilah lihat apa ini "
" Siapa kamu ?"
" Tidak perlu tahu kemarilah dan pegang ini "
Suara itu datang tanpa wujud dan menuntun pak Mardi mendekati tempat datangnya suara yang merdu itu. Bdannya gemetar menahan rasa takut. Apalagi sekarang dia merasakan asing dan tidak mengenal tempat yang ditunjuk suara tadi. Perlahan mendekatinya dan ... meong ... 😺☕kucing melompati tubuhnya dan membuatnya terbangun dari tidurnya.
**Apa yang sedang terjadi ? aku ternyata mimpi apakah ini sebuah isyarat atau petunjuk ? tapi apa ya Tuhan aku sudah tua jangan sampai aku mengalami hal yang membuatku tidak bisa berpikir cerdas. **
Bangun dari tidurnya dan ternyata hari sudah menjelang magrib .Pak Mardi segera membersihkan diri dan melaksanakan ibadah. Ya sejak berteman dengan Hans dan kawan-kawannya dia jadi lebih khusuk mendekatkan diri pada Tuhan. Merasa umurnya sudah tua dan jika sudah tiba saatnya ia akan siap menghadapinya.
Bagi pak Mardi persahabatan dengan Hans dan teman-temannya adalah berkah untuknya. Bagaimana tidak sekarang saja ia sudah memiliki teman walaupun hanya seorang nenek, tapi bisa membangkitkan gairahnya untuk hidup lebih lama. Mereka semua membuat dirinya bangkit dari keterpurukan dan putus asa. Menyadari bahwa keluarganya sudah tidak ada di sampingnya semua.
Seminggu sekali Hans dan teman-temannya main atau sekedar menjenguknya. Hans yang paling sering ke rumah karena mau belajar membuat kerajinan dari kayu. Anak itu memang hampir tidak pernah melalukan hal-hal yang negatif. bahkan sering membantu orang yang membutuhkan pertolongan.
" Assalamu'alaikum pak Mardi "
" Wa'alaikumsallam "
Hari itu Hans berjanji akan datang ke rumahnya untuk belajar membuat kerajinan. Dan sekaligus membantu pak Mardi karena ada pesanan dalam jumlah banyak. Pak Mardi sendiri selalu memberi sedikit hasilnya kepada Hans walaupun ditolak tetap dipaksa dengan ancaman tidak mau mengajarinya lagi.
" Ayo langsung ke belakang ! "
Hans mengikuti langkah pak Mardi ke ruang kerjanya. Sampai di belakang ia melihat tidak sengaja bayangan pada tumpukan kayu yang terletak di sisi dinding. Merasa tidak menganggunya Hans mendekati pak Mardi yang mulai merancang bahannya.
Dalam penglihatan Hans bayangan itu bergerak mendekatinya. Hans tetap diam dan tidak memberitahukan kepada pak Mardi. "Itu kayunya ambil yang bentuk kotak ,trus pindahkan ke sini dan buat pola gambarnya "
Pak Mardi terus mengarahkan Hans untuk mempraktekkan olahan kayunya. Sedangkan Hans konsentrasinya sedikit pecah dengan hadirnya bayangan tadi.
" Pak saya ambil minum dulu ya "
Setelah sekian lama bekerja Hans masuk ke dalam rumah mengambil minuman.Merasa bayangan itu trus saja mengikutinya akhirnya berhenti " mau apa kamu ? siapa kamu ?"
Sepi bayangan itu tidak menjawab ,akhirnya Hans keluar setelah mengambil minuman dan melanjutkan pekerjaannya. Pak Mardi merasakan sikap Hans yang tidak seperti biasanya. Sedikit-sedikit menoleh kearah sampingnya yang kosong seolah ada yang sedang mengganggunya.
" Hans ada yang menganggumu ?"
" Tidak pak, Cuma banyangan yang gak Jelas "
Tiba-tiba muncul sosok gadis cantik yang sangat mereka kenal yaitu Mimi, jelmaan dari kucing yang diselamatkannya dulu. Hans dan pak Mardi kaget tidak menyangka Mimi akan muncul setelah beberapa waktu lalu sempat menghilang.
"Mimi?? kamu disini? "
Hans yang melihat Mimi berjalan mendekatinya. Mimi yang malu diam ditempat dan menunduk. Ingin berucap kata pada teman barunya itu kalau dia rindu berjumpa dengannya. Bermain dan berpetualang bersama
***
Terimakasih 📖✒💖😄
tetap semangat thorr.💪
Thanks thorr udah mau mampir🙏🤗😁