- sinopsis -
Luo Bing He berpindah dunia ke dunia novel yang telah ia baca sebelum ia meninggal. Ia pun menjadi tokoh pendukung pada komik itu dengan tambahan System overpower body dari dewa kematian.
"Aku Luo Bing He pasti bisa menjadi nomer 1 di alam semesta ini"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Raisa Chandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Si Lampor Jadi Guru
SI LAMPOR JADI GURU
Lalu Luo Bing He pun mengangkat tubuh bocah perempuan tersebut lalu ia pun membawanya ke tempat tidur di gubuk tersebut.
Setelah itu Luo Bing He pun menuju ke tempat Luo Jing Hu berdiri yang sedang menunggunya dari tadi.
"Kau apakan anak perempuan itu? kok dia sampai bisa pingsan?" tanya Luo Jing Hu kepada Luo Bing He setelah Luo Bing He di hadapannya.
"Aku memberikan roh beladiri lampor, itu adalah roh beladiri spesial yang akan mengajari anak perempuan itu menjadi kultivator hebat" jelas Luo Bing He menjawab pertanyaan dari Luo Jing Hu.
Memang Luo Bing He sebelumnya telah memodifikasi roh beladiri lampor menjadi memiliki ingatan dari seorang dewa, namun hanya tentang kultivasi dan teknik beladiri serta ke-4 pekerjaan utama saja.
Ia pun juga memerintahkan kepada roh beladiri lampor itu untuk mengajari semua hal yang ia pahami dan melindungi kepada anak perempuan inangnya saat Luo Bing He membaringkan anak perempuan tersebut.
"Sudahlah, sebaiknya sekarang kita lanjutkan perjalanan ke ibu kota" ajak Luo Bing He kepada Luo Jing Hu yang di iyakan oleh Luo Jing Hu.
Lalu akhirnya Luo Bing He dan Luo Jing Hu pun melanjutkan perjalanan mereka melewati hutan kematian lagi dengan berjalan kaki bersama menuju ke ibu kota di benua timur ini.
Mereka pun juga beberapa kali membunuh hewan spiritual yang menganggu perjalanan mereka.
Hewan-hewan itu pun juga di serap oleh Luo Jing Hu dengan teknik pemberian dari Luo Bing He saat mereka berada di ruang dimensi sebelumnya.
Beberapa jam kemudian, matahari mulai terbenam. Luo Bing He dan Luo Jing Hu pun telah sampai di kota sedang bernama kota permata bulan.
Mereka memutuskan untuk singgah di kota tersebut selama semalam untuk makan malam dan menginap di penginapan di kota permata bulan tersebut.
"Untuk masuk ke kota permata bulan kalian harus membayar 15 keping perak dulu per-orangnya" ucap salah seorang penjaga gerbang kota permata bulan.
Lalu Luo Bing He pun mengambil 15 keping perak yang ia minta dari Capella Van yang berada di ruang dimensi.
Setelah memberikan 15 keping perak kepada para penjaga gerbang kota permata bulan tersebut, mereka pun di persilakan untuk masuk ke dalam kota yang cukup ramai tersebut.
Kota permata bulan ini cukup ramai dan wilayahnya pun juga luas, suasananya sama seperti kota besar pada zaman dulu di dunia kita.
"Permisi tuan, saya mau bertanya di mana letak penginapan terdekat dari sini?" tanya Luo Bing He kepada salah satu warga setempat dengan sopan dan ramah.
"Penginapan terdekat, anda tinggal lurus saja lalu belok kiri dan lurus sedikit lagi nah di situlah penginapannya" jawab warga setempat yang di tanyai sebelumnya oleh Luo Bing He.
Setelah berterima kasih kepada warga setempat tersebut, Luo Jing Hu dan Luo Bing He pun segera menuju ke penginapan sesuai arahan dari warga setempat tadi.
Lalu beberapa menit kemudian Luo Bing He dan Luo Jing Hu pun telah sampai di depan penginapan yang telah di tunjuk oleh warga setempat tadi.
Penginapan itu cukup ramai dan memiliki nama "penginapan permata biru" yang merupakan penginapan terbaik di kota permata bulan.
*----*----*----*
#Dari Author
Hello semua pembaca yang telah membaca karya ku ini, mohon ya untuk dukung author dengan like setiap bab yang kalian baca kalau kalian suka, komentar, tambah ke favorite biar gak ketinggalan baca bab baru ku dan vote ya.
harap d pertimbangkan komen dari reader.