NovelToon NovelToon
Lovely Savage! (Bodyguard Kesayangan)

Lovely Savage! (Bodyguard Kesayangan)

Status: tamat
Genre:Komedi / Action / Cinta Seiring Waktu / Raja Tentara/Dewa Perang / Karir / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 5
Nama Author: Wachid Tiara

Aarav Baskara Darma, seorang jaksa yang harus menyewa jasa bodyguard untuk melindunginya dari teror yang terus saja menghampirinya, setiap dia berhasil menyelesaikan satu kasus. Dia tidak menyangka jika bodyguard cantik itu selalu bisa menarik perhatiannya, hingga hatinya merasa nyaman dengannya dan perlahan-lahan mulai menyukainya, walaupun gadis itu sangat dingin dan bahkan kejam padanya, dia juga sangat mata duitan. Dan jelas selalu saja membuat Aarav dengan mudahnya naik darah.

Bagaimana perjalanan kisah manis mereka?

Yuk! ikuti ceritanya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wachid Tiara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 34

.

34

.

Sementara Erza, dia sudah sampai di area parkir gedung kejaksaan negeri. Dia melihat Liam yang sedang duduk santai sembari menatap layar ponselnya. Dia juga sambil meminum minuman dingin yang ada di tangannya.

"Tuan Liam..." Erza tersenyum manis pada Liam yang segera memasukkan handphonenya ke saku celananya.

"Kamu sudah kembali? Apa sudah selesai?" tanya Liam.

"Iya, terimakasih banyak tuan Liam..." Erza mengulurkan tangannya mengembalikan kunci mobil Liam.

"Sama-sama Erza... tapi ngomong-ngomong kamu pergi kemana? Apa aku boleh tahu?" tanya Liam.

"Oh... Tentu saja, aku baru saja menemui temanku. Dia mentraktirku makan bakso jumbo mercon. Dan rasanya sangat enak. walaupun itu sangat pedas. Itu benar-benar terasa membakar lidahku, dan juga bibirku terasa panas, apa lagi perut ku... benar-benar menyiksa. tapi rasanya benar-benar membayar semuanya itu." jawab Erza dengan begitu bersemangat.

Liam tersenyum lebar melihat itu.

'Dia sangat polos...' ucapnya dalam hatinya.

"Erza... Apa itu pertama kalinya kamu memakan bakso seperti itu?" dengan cepat Erza menganggukan kepalanya.

"Benar. Aku biasanya hanya memakan bakso berukuran sedang, dan itu tidak sebesar dan sepedas yang aku makan tadi. Rasanya benar-benar seperti aku bisa menyemburkan api seperti naga." jawab Erza.

Liam tertawa geli mendengar bagaimana Erza begitu antusias menceritakan semuanya padanya.

"Aku juga tidak pernah makan yang seperti kamu katakan itu, bagaimana jika lain kali ku mengajakku ke tempat itu, aku juga sangat penasaran dengan seperti apa bentuk dan rasa dari bakso yang sepertinya membuat mu sangat bahagia seperti ini. Apa boleh?" lagi-lagi Erza menganggukkan kepalanya dengan cepat.

"Tentu saja, asalkan kamu mau mentraktirku makan satu porsi di sana." jawab Erza.

Liam lagi-lagi tertawa geli melihat bagaimana tingkah menggemaskan Erza saat ini.

"Pantas saja Aarav sangat menyukaimu...." gumamnya

"Huh?" Erza mendengar samar-samar Liam mengatakan sesuatu.

"Bukan apa-apa... Maksudku, aku bahkan ingin mentraktir mu sampai kamu mengatakan 'aku menyerah' seperti itu." jawab Liam yang segera mencari pembicaraan yang tepat untuk menjawab rasa ingin tahu dari Erza.

"Oh... Jangan menyesal nantinya..." Erza tersenyum lebar dan terlihat begitu manis, itu membuat Liam juga tidak bisa menahan dirinya untuk tidak tersenyum melihatnya.

"Erza... Jadi, kapan kamu bisa mengajakku ke sana?" tanya Liam.

"Emmm.... coba kupikir dulu..." Erza harus mencari waktu yang tepat untuk itu. Dia juga tidak mau nantinya Aarav justru akan menghancurkan rencana indahnya itu.

"Bagaimana jika saat hari Minggu besok. Aku libur." jawab Erza, "Tapi aku tidak bisa menjamin jika Tuan Aarav dan tuan Adrian tidak datang menemuiku. Mereka sudah mengatakan padaku jika saat hari Minggu mereka akan makan siang di tempatku." Erza benar-benar tidak bisa mencari waktu yang tepat.

"Baiklah... Aku tidak akan memaksamu. Kamu bisa mencari waktu yang tepat untuk itu. Aku juga tidak mau jika Aarav sampai marah karena aku mengganggu pekerjaan mu." jawab Liam.

"Iya... tuan Liam sangat pengertian. Sama seperti tuan Adrian..." jawab Erza.

"Memangnya Aarav tidak pengertian padamu?" tanya Liam sengaja memprovokasi Erza. Karena dia melihat Aarav yang sedang berjalan keluar bersama dengan Olivia.

"Dia? Dia sama sekali tidak bisa mengerti diriku! Dia hanya bisa berkata-kata pedas... Aku jauh lebih suka pada tuan Adrian yang lembut dan penuh pengertian. Dia juga sangat manis..." jawab Erza dengan ekspresi wajahnya yang malu-malu.

"Ekhem!" Erza terkejut bukan main saat dia mendengar suara deheman yang sama sekali tidak asing.

Erza tersenyum lebar pada Aarav yang ternyata sudah ada di belakangnya. Namun senyumnya perlahan-lahan mulai menghilang saat dia melihat Aarav ternyata bersama dengan Olivia. Mereka berdua bahkan bergandengan tangan.

"Kamu membicarakan hal buruk tentang ku di belakang ku huh?!" tanya Aarav pada Erza yang kini hanya menatapnya dengan malas.

Liam tertawa diam-diam, dia benar-benar ingin tahu bagaimana Erza akan menghadapi situasi seperti sekarang ini.

"Lalu? Apa yang akan kamu lakukan?!" tanya Erza dengan begitu menantang.

Liam menghentikan tawanya, dia tidak menyangka jika Erza akan mengatakan hal seperti itu.

"Apa yang kamu bicarakan... Aku tidak masalah dengan itu." jawab Aarav seraya memberikan senyuman manisnya.

Melihat itu Erza hanya menatapnya dengan malas, sedangkan Olivia segera melepaskan tangannya dari genggaman tangan Aarav.

"Oliv..." Aarav mencoba untuk berbicara dengan Olivia, tapi sepertinya Olivia sudah tidak ingin berbicara dengannya.

"Aku harus segera pulang!" jawab Olivia.

Erza melihat wajah kesal Olivia yang telihat jelas, walaupun begitu dia tahu jika Aarav tidak akan pernah menyadari itu.

Aarav adalah tipe pria yang sama sekali tidak peka. Dia harus benar-benar di jelaskan agar bisa mengerti semuanya.

Erza tersenyum menyeringai melihat itu.

"Kenapa nona Olivia terburu-buru? Sepertinya nona Olivia tidak suka dengan sikap mu padaku tuan Aarav. Mungkin dia ingin kamu lebih tegas padaku. Kamu terlalu memanjakan ku." ucap Erza.

Olivia menatap tajam pada Erza yang hanya memberikan senyuman yang justru terlihat menantangnya.

"Apa aku salah nona Olivia?" tanya Erza lagi.

"Aku tidak peduli dengan itu Erza... Bagaimana sikap Aarav padamu, aku juga tidak peduli. Kamu adalah orang miliknya. Dia mau bersikap bagaimana terhadap dirimu aku juga tidak peduli. Dan jika kamu mau bersikap bagaimanapun juga tidak ada hubungannya dengan ku... Walaupun benar Aarav mungkin terlalu memanjakanmu, aku juga tidak akan ikut campur dengan itu." jawab Olivia.

"Kamu dengar itu tuan Aarav... Nona Olivia mengatakan jika kamu terlalu memanjakan ku. Karena aku adalah anak buahmu, dia jadi tidak bisa menegur sikapku. Bukankah begitu intinya nona Olivia? ucapan seorang pengacara selalu berbelit-belit, tapi karena aku memang sangat pintar, jadi aku bisa memahaminya dengan sangat baik." jawab Erza seraya memperlihatkan senyuman yang begitu lebar pada Olivia.

Melihat wajah kesal Olivia saat ini, Liam benar-benar ingin tertawa. Sikap dingin dan terkesan acuh yang selalu saja Olivia tunjukan, saat ini benar-benar di hancurkan begitu saja oleh Erza.

Sementara Aarav masih terdiam. Dia belum mengatakan apapun lagi walaupun Erza sudah mengatakan banyak kata-katanya.

"Terserah padamu saja. Ayo Liam! Antar aku pulang!" jawab Olivia.

"Nona Olivia... Bagaimana dengan mobilku? Ini adalah mobil baru yang di belikan tuan Aarav untuk ku, aku baru kemarin mendapatkannya." tanya Erza yang sengaja ingin membuat Olivia semakin kesal padanya.

Olivia dan Liam terkejut mendengar itu. Mereka berdua tidak menyangka jika Aarav akan sampai membelikan mobil mahal untuk Erza.

Begitu juga dengan Aarav yang sepertinya juga terkejut saat Erza mengatakan semua itu tadi

"Aku hanya memberikan dia sedikit hadiah, karena kerjanya sangat bagus." ucap Aarav pada semuanya.

Olivia menghela nafasnya, dia benar-benar kesal pada Aarav saat ini. Dia sudah menyukai Aarav sejak dulu, tapi Aarav sepertinya begitu bebal untuk mengetahui perasaannya padanya. Terlebih saat itu Meli juga mengejar Aarav setengah mati. Dia sama sekali tidak ingin berebut untuk mendapatkan hati Aarav yang saat itu juga merupakan sahabatnya. Terlebih saat itu Erza sudah mulai selalu ada di samping Aarav, bahkan tidak ada satu kesempatan pun untuk bisa mendekatinya. Karena sepertinya seluruh dunia Aarav sudah di penuhi oleh Erza. Bahkan sikap Aarav yang begitu mengalah dan sangat memanjakan Erza, itu membuatnya semakin tidak suka dengan Aarav dan juga Erza.

Dia tidak pernah membenci keduanya, hanya saja dia memang tidak suka dengan cara Aarav memanjakan seseorang yang hanya sekedar supir baginya. Sikap Aarav benar-benar sangat berbeda pada Erza... Itulah kenapa Olivia selalu kesal padanya karena alasan itu.

Itu sebabnya dia mencoba untuk menjauh, dia memilih untuk mengalihkan perhatiannya pada Liam, dan kini dia juga sudah mulai nyaman bersama dengan Liam, walaupun Liam juga tidak tahu jika Olivia sedang merubah haluan hatinya padanya. Tapi lagi-lagi Liam juga sepertinya sangat suka dengan Erza. Dia melihat bagaimana Erza berbicara dengan begitu bersemangat dan sampai membuat Liam tersenyum begitu lebar padanya. Itu membuatnya merasa kesal, itu sebabnya dia menggenggam tangan Aarav berniat untuk membuat Erza kesal. Tapi dia sendiri yang kini di buat kesal oleh Erza.

Olivia sebenenrnya sangat menyukai sikap Erza yang apa adanya dan bebas, tapi itu juga yang membuatnya merasa sangat iri padanya

"Akuakan menggantinya dengan yang baru. Bukankah aku sudah mengatakan hal itu padamu tadi..." jawab Olivia.

"Aku hanya memastikannya saja. Jangan kesal..." Erza tersenyum pada Olivia yang juga kini memperlihatkan senyumannya.

"Aku tidak kesal Erza... Kamu masih terlalu muda. Itu sebabnya kamu belum bisa memahami setiap kata-kata yang orang dewasa katakan." jawab Olivia.

"Iya... Aku juga menyadari hal itu... Biar bagaimanapun kalian memang jauh lebih tua dariku. Aku bahkan baru akan berusia 19 tahun bulan depan. Jadi aku memang harus mendengarkan ucapan nona Olivia yang memang sudah tua..." jawab Erza.

Liam tidak bisa menahan dirinya untuk tidak tertawa saat dia mendengar bagaimana Erza dengan jelas mengatakan pada Olivia jika dia itu sudah tua.

"Ha ha ha..."

Olivia melotot pada Liam yang segera menghentikan tawanya.

"Oops... Aku hanya merasa perutku benar-benar geli." ucap Liam

"Ayo pulang!" Olivia membuka pintu mobil Liam, dia segera masuk kedalamnya dan duduk dengan kesal.

"Aku pulang dulu..." ucap Liam pada Erza dan juga Aarav.

"Iya tuan Liam... hati-hati... Jangan ngebut-ngebut. Jika kamu ingin mengebut, aku bisa menjadi lawan yang cocok untukmu." jawab Erza.

"Wow! Aku akan menantangmu lain kali... Sekarang, aku pulang dulu." Liam melambaikan tangannya pada Erza yang juga segera melambaikan tangannya.

"Hati-hati!" teriak Erza dengan begitu bersemangat.

Liam tersenyum lebar mendengar itu, "dia benar-benar sangat lucu dan lugu." ucapnya.

Olivia hanya bisa menggigit bibir bawahnya dengan kesal, dia bukan membenci Erza, tapi justru sangat ingin bisa seperti Erza yang dengan mudahnya menarik perhatian dari orang lain. Hanya saja dia tidak tahu caranya untuk melakukan semuanya itu.

Erza dan Aarav melihat mobil Liam yang sudah perlahan-lahan melaju meninggalkan mereka berdua.

"Erza!" Erza terkejut saat mendengar suara Aarav yang terdengar marah.

Erza juga melihat wajah Aarav yag benar-benar terlihat marah padanya.

"Ada apa?" tanya Erza.

"Jangan pernah memprovokasi Olivia lagi kedepannya! Aku tidak suka itu! Aku tidak peduli dengan sikap mu padaku, tapi jika kamu membuat Olivia kesal lagi seperti tadi, aku benar-benar tidak akan pernah bisa memaafkannya!" tatapan Aarav begitu tajam. Ucapannya juga begitu keras dan penuh ancaman.

.

1
~Daf r r
p
~Daf r r
hahhaha aarav Erza versi 2
~Daf r r
kok Erza jadi kek gini gk suka gw sama sikap Erza seakan gk menghargai perjuangan aaravv
Junae Daenk Ady
erza emang best..jdi semangat bacanya
desakpadna
ga ad otak emnk ish gk mikir aj gk paham bahasa manusia cih😩😁
desakpadna
wah gk jera🥴bz" jd musuh erza lama"
desakpadna
bangke sama" koplak😂😂 jd bengek😂
desakpadna
tante bellan lebih savage😂🤣
desakpadna
gila mama mertua lebih savage girl🤣😂🤭
desakpadna
erza koplak😁😁
desakpadna
kok nyesek dsni lebih skit Adrian prgi dr pd aarav nyesek ny bnget" emnk hub perasaan rumit n kompleks bkin gk karuan efeknya dalem bngt😔
desakpadna
ank gada akhlak😁
desakpadna
kok sakit perut bacanya ya part mreka jd kocak, oliv jd bego mendadak😁
desakpadna
cb ad visual Bimo oliv penasaran😁
desakpadna
bodoh kesel jengkel jd satu gk guna otak pinter tp bodoh😩gak ad otak jd ny d situasi kaya gtu
desakpadna
yg diem" it yg bhya menghanyutkan wlo kelihatan dr luar cantik anggun sesuai kriteria tp asli ny bli kejut gk nyangka pny pemikiran gtu, gada rasa syukur😩 aarav emnk bodoh
desakpadna
sakit jiwa breng😂
desakpadna
jd yg bos siapa😂
desakpadna
asem ngakak sumpah pen nampol zi aarav 😂😂😂
Ahlam Khoiry Al-adil
bingung di bilang kecewa tpi..mau nya erza sama Aarav saja..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!