Arabella, putri keluarga kaya yang tidak diakui oleh keluarganya lagi. Tunangannya direbut oleh seorang wanita miskin…
Ketika, wanita miskin itu menikah dengan tunangannya. Dirinya hampir dilecehkan oleh beberapa preman yang dikirim tunangannya.
Terpaku dalam dendam merasa dunia ini tidak adil. Sebuah ingatan tiba-tiba masuk ke dalam kepalanya.
“Ini adalah dunia novel yang sudah mencapai ending? Dan aku adalah antagonisnya…” gumamnya tertawa dalam tangisan.
Seorang antagonis yang tiba-tiba memiliki kesadaran. Dirinya sudah tidak terikat plot lagi, karena cerita telah mencapai ending…
“Aku akan membalas mereka, ini awal dari permainan membalas dendam…”
"Aku akan menjadi senjatamu untuk membalas dendam." Diluar dugaan pria gila yang seharusnya mencintai protagonis mengulurkan tangan untuk membantunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cinta Karna Cinta
Helen, Itulah nama sekretaris dari Arabella. Wanita itu masih mengintip dari jendela kecil yang berada pada desain pintu ruangan Angel.
Lebih tepatnya dirinya tidak mengintip secara langsung. Tapi menempelkan kamera handphonenya pada kaca transparan itu.
Helen menelan ludah berkali-kali, dirinya memang tidak menempelkan kepalanya pada kaca. Tapi dari handphonenya dapat merekam betapa panas adegan itu.
Betapa beringas dan indah tubuh pria di dalam sana. Ini bagaikan menonton adegan film dewasa.
“Pantas saja Nona arabella menyuruhku merekam hal seperti ini. Apa dia tidak tahu aku itu jomblo?” Gumam wanita itu dengan suara kecil. Melihat dari layar handphonenya, Bagaimana meja kerja berantakan. Lalu kemudian pindah ke sofa, pindah ke dekat jendela. Benar-benar astaga…
Ketika kedua orang itu, mulai menjerit manja, pertanda mengakhiri kepuasan mereka hari ini. Dengan cepat pula, Helen melarikan diri.
Tugasnya hanyalah merekam apa yang ada di dalam sana. Ternyata di dalam sana ada adegan yang begitu liar.
Dengan cepat Helen berjalan, keringat dingin mengucur di pelipisnya. Wajahnya memerah, dirinya benar-benar sial mendapatkan tugas seperti ini dari majikannya.
Benar-benar berjalan dengan cepat, tujuannya adalah ruangan arabella. Video dengan durasi 20 menit sudah direkam olehnya.
Hingga pada akhirnya.
Brak!
Suara benda terjatuh terdengar. Cakra berdiri di hadapannya, pria itu membantu Helen memungut handphonenya.
“Lain kali hati-hati. Pasang matamu baik-baik.” Ucap Cakra hendak melangkah pergi. Entah apa tujuannya datang ke perusahaan ini.
Helen mengepalkan tangannya, walaupun ini adalah improvisasi. Tapi kalau Angel dan Julian, tertangkap basah dengan pakaian yang tidak rapi di ruangan Angel. Sudah pasti akan terjadi pertempuran besar.
“Tuan Cakra! Tunggu!” Helen berusaha untuk menghentikannya.
Cakra menghela nafas kasar, langkahnya terhenti melihat sekretaris dari mantan pacarnya.”Ada apa?” Tanyanya.
Helen menelan ludah berkali-kali, kemudian bertanya.”Anda mau ke mana?”
“Tentu saja menemui mantan tunanganku yang selalu mengganggu hidupku. Arabella…” pria yang memang datang ke tempat ini untuk urusan bisnis. Mengingat kerjasama antara kedua perusahaan.
“Apa tidak sebaiknya Anda mengunjungi Angel terlebih dahulu. Dia terlihat merindukan anda.” Helen berusaha bertindak normal, Tapi tetap saja gerak-geriknya terlihat tidak normal. Benar-benar mengundang kecurigaan.
“Kalian pasti menyembunyikan sesuatu. Apa arabella melakukan trik busuk lagi!?” Suara ketegasan darinya, menghela nafas berkali-kali mengingat tingkah laku mantan tunangannya.
“Bukan itu! Jangan ke ruangan nona arabella! Pergi ke ruangan Nona Angel terlebih dahulu!” Helen berusaha menarik tangan Cakra. Tanpa izin dari arabella, Bagaimana mungkin dirinya memperlihatkan rekaman ini. Masalahnya arabella tipikal orang yang begitu perfeksionis, semua harus dilakukan sesuai prosedur dan izin.
“Aku tidak akan pergi ke ruangan Angel. Lebih baik pergi ke ruangan arabella. Kenapa!? Ada yang kalian sembunyikan!?” Suara bentakan dari Cakra.
“Tentu saja tidak! Tapi kalau Anda ke ruangan Angel sekarang, Anda masih belum terlambat untuk menemukan kenyataan bahwa—” Helen kembali menghentikan kata-katanya sendiri.
Bagaimana dirinya dapat mengatakannya, tanpa melihatnya secara langsung, pria ini pasti akan mengamuk dan mengatakan dirinya pembohong.
Cakra mengangkat sebelah alisnya semakin curiga. Sekretaris ini terus-menerus menghalanginya.
Dirinya mendorong sang sekretaris hingga tersungkur di lantai. Tapi wanita bernama Helen itu begitu tegar, kembali berusaha menyeret Cakra ke ruangan Angel.
“Arabella pasti sedang menemui tamu penting kan!? Dia sudah menghancurkan kerjasama antara dua perusahaan. Aku akan memberikan pelajaran padanya!” Pria itu masih tetap melangkah, Helen masih tetap menariknya.
“Ruangan Nona arabella nanti saja! Sekarang yang lebih penting ruangan Nona Angel!” Wanita itu berusaha lebih keras lagi. Hingga sampai di depan pintu lift.
Cakra yang benar-benar kesal karena diganggu. Pada akhirnya mengangkat tubuh Helen bagaikan pikulan beras.
“Tuan muda Cakra turunkan aku!” Suara teriakan Helen.
“Berisik! Kamu sengaja menghalangiku ke ruangan arabella. Pasti karena ada sesuatu di ruangan arabella kan!?” Bentakan Cakra kepada Helen.
“Aku mengetahui sesuatu di ruangan Nona Angel, tapi aku tidak boleh mengatakannya. Tolong tuangkan Nona Angel dulu…” Helen ingin menangis rasanya, dirinya benar-benar sial. Pria ini memang sulit diajak kompromi.
Hingga pada akhirnya pintu ruangan arabella terlihat. Barulah Cakra menurunkan Helen. Wajah Cakra tersenyum menyeringai, memikirkan apa yang ada di dalam sana. Sudah pasti kelemahan besar seorang arabella yang…
Ketika pintu dibuka, sosok wanita itu benar-benar terlihat. Duduk di kursi kerjanya, menggunakan masker yang begitu tebal. Tangannya bergerak di atas keyboard, seperti memasukkan beberapa data. Sedangkan di sebelahnya sebuah handphone berdiri menggunakan penyangga dalam keadaan menyala.
“Kamu belum selesai bekerja?” Suara seorang pria video call dari seberang sana.
“Belum, ini aku sekalian maskeran. Nanti malam biar bisa fresh ketemu denganmu. Nanti kita belajar bercinta lagi. Muah…” arabella memonyongkan bibirnya.
“Muah!” Suara seorang pria yang sedang melakukan video call dengan arabella.”Kamu yang tutup teleponnya duluan.”
“Tidak mau, kamu yang tutup teleponnya duluan.” suara manja dari Arabella.
“Kamu saja…”
“Kamu saja…”
“Ya sudah…kita Kiss dulu, lalu tutup teleponnya bersamaan.” Sang pria memberikan usul.
“Setuju!” Ucap arabella antusias.
Arabella kembali memonyongkan bibirnya ke arah handphone.
“Muah!”
“Muah!”
Barulah handphonenya dimatikan oleh wanita itu.
Cakra yang melihatnya tidak dapat berkata-kata. Walaupun dirinya tidak tahu siapa yang dihubungi oleh arabella. Jadi ini alasan Helen tidak mengizinkannya ke ruangan Arabella?
Tapi saat menjalin hubungan dengannya, arabella tidak pernah semanis ini. Wanita itu selalu menempel dan merayu, membuatnya terlihat menjijikan. Tapi sekarang…orang seperti Arabella dapat mesra dengan pria lain?
“Arabella! Kamu tidak punya etika!? Siapa yang kamu hubungi!?” Bentak Cakra.
“Pria yang dijodohkan denganku oleh kakek. Orangnya tinggi, ganteng, kaya, bertanggung jawab, dan menyayangiku. Satu hal lagi yang paling penting, orang ini, tidak akan mengirimkan preman untuk melecehkanku.” Sebuah sindiran yang begitu telak dan mutlak.
Hal yang membuat Cakra tidak dapat melawan atau berkata-kata. Ada rasa sakit yang aneh dalam dirinya.
Bagaimana bisa Sang mantan, malah move on dengan cepat.
“Arabella, Aku ingin membicarakan hal serius denganmu.” Pria itu pada akhirnya memulai pembicaraannya.
“Katakan saja…aku sibuk. Sibuk perawatan supaya nanti malam bisa lebih cantik. Ngomong-ngomong, aku baru tahu kalau ciuman itu enak.” Kalimat yang diucapkan oleh Arabella tidak tahu malu.
“Kamu sudah sampai sejauh itu dengannya?” Tanya Cakra dengan pikiran teralih sejenak.
“Baik kita bicarakan nanti saja, Ada hal penting yang ingin aku tanyakan padamu. Apa kamu yang meminta pada kakekmu Untuk menghentikan kerja sama perusahaan keluargaku dengan perusahaan keluargamu?” Pria itu menatap penuh amarah, mengingat begitu banyak kerugian perusahaan yang harus ditanggung olehnya.
“Tuan Cakra…satu hal yang harus dikoreksi dan digarisbawahi. Perusahaan ini bukanlah perusahaan keluargaku. Tapi perusahaan kakek yang hanya akan diwariskan padaku…karena perjodohan kita batal, maka kerjasama antar kedua perusahaan juga tidak harus dilanjutkan kan?”
pacaran lagi dengan si dia
😅😅😅
seruuu ini 🤣🤣
cuma...???
🫣🤣🤣🤣
kasiaaaan
mampus makan tu angel mu