NovelToon NovelToon
Rahasia Suamiku.

Rahasia Suamiku.

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Pelakor / Romansa
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Deche

Ani Almira mendapatkan kabar dari pihak kepolisian bahwa Fardan suaminya mengalami kecelakaan tunggal. Namun, ketika kecelakaan itu terjadi Fardan tidak sendirian. Ani terkejut ketika polisi mengatakan penyebab kecelakaan suaminya. Ani tidak menyangka Fardan begitu tega kepadanya.
Ardi Akram seorang perwira menengah di kepolisian. Ia merasa kecewa dengan apa dilakukan oleh Nadira istrinya. Ia mengajak Ani untuk balas dendam atas perbuatan Fardan dan Nadira. Ani menolak untuk melakukan balas dendam. Namun, berkat bantuan Ardi rahasia masa lalu Fardan terungkap.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deche, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nita Marah.

Keesokan hari seperti biasa Ani pergi ke rumah sakit untuk melihat kondisi suaminya. Ani masuk ke dalam ruang ICU tempat suaminya dirawat. Fardan terbaring di tempat tidur dengan mata terpejam. Tangan kiri Fardan terpasang infus. Sedangkan di tangan kanan Fardan dipasang alat yang dihubungkan ke monitor.

      Ani duduk di sebelah tempat tidur. Ia memegang telapak tangan Fardan. “Mas, mengapa Mas begitu tega kepada Ani? Mas bilang, Mas belum ingin mempunyai anak karena keadaan ekonomi kita masih pas-pasan. Tetapi tanpa sepengetahuan Ani, Mas sudah memiliki anak dari wanita lain,” kata Ani sambil mengusap tangan Fardan. Air mata Ani menggenang di pelupuk mata.

      “Anak itu bernama Malika. Ia anak yang cantik, pintar dan menggemaskan. Pasti mamahnya sangat cantik sekali, hingga Mas Fardan tidak mau melepaskannya. Ani sangat iri dengan Ibu Nadira. Ibu Nadira bisa memiliki anak dari Mas Fardan, sedangkan Ani dilarang hamil sama Mas Fardan,” lanjut Ani.

      “Ani tidak akan tahu tentang anak itu kalau Pak Ardi tidak memperkenalkan Malika kepada Ani.” Air mata Ani sudah tidak terbendung lagi.

      “Mengapa Mas Fardan begitu tega kepada Ani? Apa salah Ani kepada Mas Fardan?” Ani pun menangis tersedu-sedu.

      Tiba-tiba ada tangan menyentuh bahu Ani. Ani menoleh ke samping. Nita berdiri di samping Ani. “Mama.” Ani mengusap air mata di pipinya dengan telapak tangan.

      Nita menatap wajah Ani dengan raut wajah yang sulit diartikan. “Anak siapa yang kamu katakan tadi?” tanya Nita.

      “Bukan anak siapa-siapa, Ma. Ani hanya menceritakan tentang anak kecil yang kemarin Ani temui,” jawab Ani dengan tenang. “Ani, Mama sudah mendengar semuanya,” ujar Nita.

      Seorang suster masuk ke dalam ruangan ICU.  Ia menghampiri Nita dan Ani. “Maaf, Bu. Yang berkunjung ke ruangan ICU tidak boleh lebih dari satu orang,” kata suster mengingatkan Nita dan Ani.

      “Baik, Suster,” jawab Ani. Suster pun meninggalkan ruang ICU.

      “Kita bicara di luar.” Nita keluar dari ruang ICU. Terpaksa Ani mengikuti Nita. Mereka berjalan menuju ke ruang tunggu. Di sana ada Aldo yang sedang fokus pada telepon seluler.

      Nita mendekati Aldo. “Pa.” Nita memanggil Aldo. Aldo mengalihkan pandangannya dari telepon seluler, ia menatap wajah Nita yang duduk di sebelahnya. “Ada apa, Ma? Mama sudah melihat kondisi Fardan?” tanya Aldo.

      “Nanti saja melihat kondisi Fardan. Sekarang ada yang harus kita bicarakan dengan Ani,” jawab Nita.

      Aldo menoleh ke Ani. Ani berdiri sambil menundukkan kepala. Ia merasa ada sesuatu yang telah terjadi. Aldo berdiri dari tempat duduk. “Ayo kita pergi dari sini.” Aldo pun meninggalkan ruang tunggu. Nita dan Ani mengikuti Aldo.

      Aldo, Nita dan Ani mencari tempat sepi untuk mereka bicara. Rumah sakit tempat Fardan dirawat sangat luas, sebesar satu kelurahan. Pasti ada tempat sepi yang bisa mereka jadikan tempat untuk bicara. Hingga mereka menemukan koridor sepi dari lalu lalang.

      “Kita bicara di sini,” Aldo duduk di tempat duduk yang berada di koridor. Nita duduk di tempat duduk di sebelah Aldo, sedangkan Ani masih berdiri.

      “Ani, kamu duduk juga!” Aldo menunjuk ke kursi kosong. Ani duduk di kursi kosong. Kursi itu terselang beberapa kursi dari Nita. Ani duduk menghadap ke Nita dan Aldo.

      “Sekarang kamu ceritakan semuanya kepada Mama dan Papa!” kata Nita. Ani pun menceritakan semuanya yang ia tahu kepada orang tua Fardan.

      Nita terkejut mendengar cerita Ani. “Kamu jangan percaya sama polisi itu! Dia hendak menghancurkan rumah tangga kalian. Bisa saja dia bohong. Mungkin sampel yang ia ambil bukan dari sampel Malika tetapi sampel orang lain. Lagi pula belum tentu anak itu anak Fardan,” kata Nita dengan sedikit emosi.

      “Ma, untuk apa dia berbohong kepada Ani?” tanya Aldo dengan sabar. “Dalam hal ini nama dia sudah tercoreng akibat perbuatan istrinya.”

      Nita menoleh ke Aldo. “Ia iri dengan kebahagiaan anak kita. Mungkin Nadira suka selingkuh dengan banyak laki-laki,” jawab Nita.

      “Jangan suka berprasangka buruk kepada orang lain! Nanti kita berdosa,” ujar Aldo.

      “Lebih baik kita identifikasi DNA Fardan dan Malika. Agar kita tahu kebenarannya,” lanjut Aldo. “Ani tahu kantor suami Nadira?” tanya Aldo.

      “Tidak, Pa,” jawab Ani. Walaupun ia sering berbicara dengan Ardi, tetapi Ani tidak pernah menanyakan alamat kantor Ardi.

      “Kalau nomor telepon suami Nadira?” tanya Aldo. “Tidak, Pa.” Ani terpaksa berbohong, biar orang tua Fardan yang mencari nomor telepon Ardi. Kalau perlu mereka mencari ke orang tua Nadira. Mereka pasti tahu di mana rumah tua Nadira.

      “Kalau hasilnya tidak cocok, kita bisa menggugat polisi itu atas pencemaran nama baik kan, Pa?” tanya Nita.

      “Iya, Ma,” jawab Aldo. “Tetapi kalau hasilnya cocok, Ani bisa menggugat Fardan. Fardan bisa di penjara. Ada undang-undangan untuk menjerat suami yang selingkuh,” lanjut Aldo.

      “Begitukan, Ni?” tanya Aldo kepada Ani.

      Ani mengangguk, “Iya, Pa,” jawab Ani dengan mantap.

      Nita terkejut dengan ucapan Aldo. “Kok begitu, sih, Pah? Anak kita masih dalam keadaan koma. Kok mau dituntut?” tanya Nita dengan wajah memerah dan kedua tangan dikepal.

      “Kalau begitu tidak usah identifikasi DNA segala. Biarkan saja, tidak usah dicari kebenarannya!” kata Nita dengan kesal.

      “Itu hak Ani sebagai istri Fardan, Ma. Dia yang sudah dirugikan oleh Fardan. Nama baiknya tercoreng akibat ulah Fardan,” ujar Aldo.

1
falea sezi
uda di selingkuh in ampe punya anak masih cinta🤣🤣 cwekk ooonnnnn
sunaryati jarum
Baru mampit
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!