NovelToon NovelToon
Aku Hamil Anak Raja Vampir

Aku Hamil Anak Raja Vampir

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:327
Nilai: 5
Nama Author: Latief_ayra

hiduplah seorang penyihir cantik yang bernama Elizabeth bertemu dengan raj vampir .dan dia diam" mngandung ada vampir . sampai dia Terusir oleh ayahnya sendiri .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Latief_ayra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

eps 34

Di Istana , Keluarga yang Akhirnya Bersatu

Sinar bulan purnama menembus jendela kaca raksasa di ruang tengah istana, menyinari wajah-wajah yang kini tenang setelah badai panjang yang melanda. Di sana, di ruangan yang luas dan hangat itu, ketiganya akhirnya bisa duduk berdampingan.

Elizabeth, Draven, dan Leon , sebuah keluarga yang selama lima tahun terpisah oleh takdir, kini kembali menyatu.

Leon duduk tepat di tengah-tengah, kedua tangannya menggenggam tangan ibunya di satu sisi dan tangan ayahnya di sisi lain. Matanya yang jernih berbinar-binar, seolah tak percaya bahwa mimpi yang ia harapkan selama ini akhirnya menjadi kenyataan.

"Ibu... Ayah..." bisik Leon pelan, matanya beralih dari satu ke yang lain, senyum lebar merekah di bibirnya. "Kita benar-benar bersama sekarang? Tidak akan ada yang memisahkan kita lagi?"

Elizabeth menunduk, air mata bahagia menetes lembut di pipinya. Ia mengusap lembut kepala putranya, lalu menatap wajah Draven . pria yang dulu hanya ia temui sekali di bawah sinar bulan, namun menjadi awal dari segala perjuangan dan cinta yang tak terduga.

"Tidak ada lagi yang akan memisahkan kita, sayang," ucap Elizabeth dengan suara bergetar namun mantap. "Ibu janji. Dan ayahmu juga... ayahmu tidak akan membiarkan siapapun menyakiti kita lagi."

Draven yang sejak tadi diam memandangi keduanya, kini meremas lembut tangan kecil Leon di genggamannya, lalu beralih menatap Elizabeth dengan pandangan yang lembut namun penuh tekad yang tak tergoyahkan.

Mata merah sang raja vampir itu kini tidak lagi dingin dan tajam, melainkan hangat , hangat oleh cinta yang baru sepenuhnya ia sadari, namun sudah terikat sejak malam pertemuan mereka yang penuh rahasia itu.

"Maafkan aku..." ucap Draven perlahan, suaranya dalam namun penuh penyesalan yang tulus. "Maafkan aku karena membuatmu menanggung semuanya sendirian selama lima tahun ini. Maafkan aku karena terlambat datang melindungimu... dan melindungi Leon.

Tapi mulai detik ini, tidak ada satu pun makhluk di dunia ini , manusia, penyihir, maupun vampir , yang akan berani menyentuh sehelai rambut pun dari kalian berdua. Nyawa dan kekuatanku, semuanya ada untuk kalian."

Elizabeth menatapnya lama, lalu perlahan senyum tipis terukir di bibirnya. Luka di hatinya mungkin belum sepenuhnya hilang, namun di hadapan ketulusan dan perlindungan yang begitu besar, dinding pertahanannya yang kokoh pun meleleh perlahan.

"Aku masih butuh waktu, Draven..." ucapnya jujur, namun nada bicaranya tidak lagi penuh kemarahan seperti dulu. "Lima tahun tidak bisa terhapus dalam sekejap mata. Tapi... aku percaya padamu. Demi Leon... dan demi kita."

Mendengar itu, Draven tersenyum , senyum langka yang jarang pernah dilihat orang lain, lembut dan sepenuhnya milik mereka berdua.

Leon bersorak kegirangan, lalu melompat memeluk leher ayahnya erat, kemudian memeluk ibunya dengan sekuat tenaga kecilnya. "Keluarga! Kita sudah jadi keluarga lengkap!" serunya riang, tawa renyahnya bergema di seluruh ruangan, membawa cahaya dan kehangatan yang belum pernah ada di istana yang dingin itu selama berabad-abad.

Malam itu, mereka duduk bersama hingga larut malam. Leon bercerita dengan semangatnya tentang segala hal . tentang hutan tempat ia tumbuh, tentang mimpi-mimpinya, tentang keinginannya belajar terbang sejauh-jauhnya bersama ayahnya. Draven mendengarkan setiap kata dengan penuh perhatian, sesekali menanggapi dengan jawaban yang membuat mata Leon semakin berbinar.

Sementara Elizabeth menyaksikan keduanya, menyadari bahwa di hadapannya bukan lagi sekadar penguasa kegelapan yang ditakuti seantero benua, melainkan seorang ayah yang baru saja menemukan harta paling berharga dalam hidupnya.

Ketika Leon akhirnya tertidur pulas di sofa, kepalanya bersandar di pangkuan ibunya, Draven berbisik pelan:

"Aku akan menjaga kalian berdua lebih dari nyawaku sendiri. Biar seluruh dunia menentang, biar asosiasi penyihir datang menyerang, biar Carmilla dan ayahnya berniat jahat lagi... aku tidak akan membiarkan siapapun merenggut kebahagiaan ini dariku."

Elizabeth menatapnya, dan untuk pertama kalinya sejak semuanya bermula, ia merasa benar-benar aman. Seolah-olah beban berat yang ia pikul sendirian selama bertahun-tahun kini terbagi dua, ditopang oleh bahu yang kuat dan teguh di sebelahnya.

"Terima kasih, Draven," ucapnya lembut. "Terima kasih sudah menemukan kami."

Draven mengulurkan tangannya, menyentuh pipi Elizabeth dengan lembut—sama lembutnya seperti cara ia menyayangi Leon.

"Bukan aku yang menemukan kalian, Elizabeth. Kalianlah yang menemukan aku... dan mengubah seluruh hidupku. Selama berabad-abad aku hidup sepi dan dingin, tak tahu apa yang kurang. Sampai akhirnya kau datang... dan membawakan cahaya ke dalam kegelapan yang selama ini ku kuasai."

Malam itu, istana yang dulu sunyi dan mengerikan bagi banyak orang, kini dipenuhi kehangatan yang tak terlukiskan. Di sana, di bawah naungan sang raja vampir, penyihir yang dibuang, dan anak berdarah emas yang dicari seluruh dunia . sebuah keluarga akhirnya tumbuh bersama, siap menghadapi apa pun yang akan datang, dengan cinta yang mengikat mereka tak terpisahkan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!