NovelToon NovelToon
Penyesalan Yang Terlambat

Penyesalan Yang Terlambat

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Penyesalan Suami / Single Mom
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Amak Mpis

"Rain, ini aku Bintang suamimu, kamu boleh menghukumku dengan cara apapun tapi tolong jangan pura-pura melupakan aku, aku sudah sangat menyesali perbuatanku dulu sama kamu."

"Bukan aku yang pura-pura tidak mengenalmu tapi aku memang tak kenal siapa kamu bahkan bertemu kamu saja baru dua kali ini."

Penyesalan itu memang terkadang datang terlambat tapi apa jadinya jika sosoknya kembali datang setelah 4 bulan Bintang kehilangannya, akankah Bintang masih bisa menerima kenyataan jika orang didepannya ini bukan orang yang selama ini dia rindukan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amak Mpis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kecemburuan Bintang

Alvin dan Dirga saling pandang, mereka sama-sama tak ada yang mau menjelaskan bahkan sekedar menjawab iya dan tidak saja mereka sangat enggan sampai ketegangan itu teralih saat ada suara pintu terbuka. Mereka menatap pintu yang tak kunjung menunjukkan siapa yang membukanya. 

Perasaan lega terpancar dari Alvin dan Dirga setelah melihat siapa yang masuk, tapi berbeda dengan mereka berdua, Black menatap lekat seorang wanita paruh baya yang masuk dengan senyum mengembangnya sambil menenteng beberapa kantong plastik. 

‘Untung banget bunda datang tepat waktu, setidaknya ini bisa mengalihkan perhatian Black untuk sementara,’ batin Alvin. 

“Pin, ini siapa? Kok gue belum pernah lihat tante ini?” Bisik Black. 

“Halo sayang, kamu kaget pasti ya? Kamu bingung juga siapa tante? Sudah gak usah bisik-bisik sama anak ganteng tante, nanti kamu naksir.”

“Tante, bundanya Alvin?”

“Iya, bunda kamu juga, biasanya kamu panggil tante juga bunda kaya Pin, cuma kalau kamu mau panggil tante gak apa-apa, saya paham kok.” Marsya tampak santai, dia memang sudah diberi tahu tentang kondisi Black dan apa saja yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan. 

Marsya membuka bungkusan plastik yang didalamnya berisi kotak makan berisi makanan kesukaan Black yang khusus Marsya buat untuk Black. 

“Makan dulu yuk, kamu pasti lapar, gak usah urusin mereka, biarkan mereka diem-dieman yang penting sekarang kamu makan ok, ini tante sengaja masak buat kamu, khusus.” Marsya menyendokkan sup dan nasi lalu menyuapkan pada Black, dan entah kenapa mulut Black langsung terbuka menerima setiap suapan Marsya. 

“Tante, apa dulu saya sering minta tante masakkan ini buat saya?”

“Lumayan, apa lagi kalau kamu sakit, tanpa disuruh juga saya sering memasakkan kamu sup ini.”

“Ga, kayaknya habis ini gue akan jadi anak tiri lagi kaya dulu.”

“Anak bunda kan emang Black bukan kamu, kamu anak ayah bukan anak bunda,” Jawab Marsya sambil tersenyum meledek. 

“Sukurin lo Pin, Terima nasib habis ini lo akan jadi anak tiri.” Ledek Dirga. 

Black masih menatap lekat wajah Marsya, dia masih tak menyangka ada seorang ibu yang jauh lebih menyayanginya dibanding dengan Alvin anaknya sendiri. 

“Black, sayang, kamu kenapa? Jangan paksa jika kamu belum bisa mengingat siapa tante.”

“Boleh saya peluk tante?” Marsya menaruh kotak makannya dan memeluk Black, mendekapnya sangat erat, dekapan yang hanya bisa Black rasakan pada nenek Ayu dan sekarang dia mendapat dekapan lain yang lebih hangat dan menenangkan. 

“Boleh saya kembali memanggil bunda?” Tanya Black masih sambil memeluk Marsya. 

“Boleh sayang, kamu boleh memanggil saya bunda, sampai kapanpun kamu akan tetap menjadi anak bunda, apapun keadaan kamu, sampai kapanpun kamu akan tetap jadi anak bunda. 

‘Sampai kapanpun pelukan tante Marsya adalah pelukan paling menenangkan untuk Black, dan pelukan yang slalu Black rindukan karena dari kecil dia tak pernah bertemu bundanya dan hanya tante Marsyalah sosok ibu yang selalu ada buat Black,’ batin Dirga. 

“Sudah ya, sekarang kamu bisa anggap saya bunda kamu lagi, bunda juga akan pastikan kalau kamu akan selalu bahagia, kalau sampai mereka berdua gak bisa jagain kamu biar bunda yang jagain kamu.”

“Bunda, sebentar lagi bunda akan punya cucu, mereka pasti sangat senang punya oma kaya bunda.”

“Halo sayang, jangan nakal di dalam ya, oma tunggu kalian disini. Oh iya usia kandungan kamu sudah berapa bulan Black?”

“Dua puluh dua minggu, lima bulan setengah.”

“Sehat-sehat cucu oma.” Marsya mengelus perut Black dan direspon oleh sikecil di dalam dengan tendangan.

“Dia menendang bunda.” Marsya tampak sangat senang saat mendapat tendangan itu begitupun dengan Black, Alvin dan Dirga. 

Tanpa mereka sadari jika di depan pintu ada seorang cowok yang sedang mengintip. 

“Sayang, ayah disini juga menunggu kamu, ayah sangat ingin menyentuh kalian seperti oma kalian, tapi karena kesalahan ayah kini ayah tak bisa mendekati kalian, maafkan ayah.” Bintang menangis melihat kedekatan Black dengan Marsya, dia cemburu, dia juga ingin merasakan tendangan dari buah hatinya. 

“Kak, gue yakin Black bukan orang yang akan memisahkan lo dengan anak lo, meski untuk bersatu menjadi suaminya gue juga gak yakin tapi untuk peran lo sebagai  ayah gue jamin Black akan mengijinkan lo untuk melakukannya.”

“Xa, apa gue masih bisa memberikan apa yang seharusnya gue berikan sebagai suami dan ayah, walau bagaimanapun status gue masih suami Black yang wajib memberinya nafkah.”

“Untuk hal ini biar gue yang tanyakan sama Black dan yang lain karena gak mungkin jika lo yang nanya.”

“Iya.” Bintang masih terus mengintip dari luar, dia sudah cukup bahagia bisa melihat Black dan anaknya dari jauh, meski tak bisa dipungkiri jika hatinya tetap merasa cemburu tapi dia juga sadar kalau ini semua terjadi gara-gara kesalahannya. 

“Balik yuk, teman lo sudah pada dibawah, nanti kalau mereka datang dan lo masih disini bisa ketahuan Black kalau lo ngintip.” Bintang hanya mengangguk meski hatinya masih ingin memandangi Black. 

Hexa mendorong kursi roda Bintang kembali ke kamarnya sebelum ketiga teman Bintang sampai di atas. 

“Xa, lo beneran gak tahu urusan apa yang harus Kevin kerjakan sampai lama sekali bahkan gue masuk rumah sakit saja dia gak ada kabar, gak datang gak apa tapi setidaknya ada kabarnya?”

Hexa menghentikan kursi rodanya dan diam mematung setelah mendengar pertanyaan Bintang. “Gue gak tahu, tapi dari apa yang gue dapatkan semua aman dan hanya urusan perusahaannya saja.”

“Lo yakin, gak biasanya tu anak hilang tanpa kabar, dulu awal-awal dia pergi masih ada kabarnya tapi sekarang hilang tanpa kabar.”

“Sejauh yang gue tahu semua aman, sudah lo gak usah mikirin Kevin, pikirin kesehatan lo, lo masih punya tugas buat meluluhkan hati Black sebelum anak kalian lahir, masih ada waktu tiga bulan setengah buat lo berjuang.”

“Iya lo benar, eh itu mereka datang cepat masuk nanti Black tahu kalau gue sudah tahu dimana kamarnya.” Hexa mendorong kursi roda sedikit cepat sebelum ketiga temannya curiga. 

‘Tang, urusan Kevin biar gue yang urus, lo fokus sama Black saja, gue gak mungkin membuat lo jadi hilang fokus andai lo tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Kevin,’ batin Hexa sambil membantu Bintang kembali ke kasurnya. 

Andra, Resta dan Jems masuk dengan muka sedikit ditekuk. “ Kenapa muka kalian ditekuk gitu? Ada apa?” Tanya Bintang. 

Hexa menatap ketiga orang di depannya dengan tatapan dingin sebagai isyarat jika tak ada kejujuran yang harus kalian berikan, karena saat ini kebohongan adalah yang terbaik. 

“Gak ada apa-apa, kita cuma kesel tadi kesini bawa buah dan makanan buat lo tapi dijalan malah dikejar orang gila jadi jatuh berserakan, jadi kita gak bawa apapun kesini,” Jawab Resta berharap Bintang percaya. 

“Kalian ini kaya sama siapa aja, kalian datang tinggal datang gak usah bawa apapun gue juga sudah senang.”

“I-iya,” Jawab Resta kikuk. 

‘Kenapa gue merasa semua orang sedang menutupi sesuatu yang besar dari gue, apa yang sebenarnya tidak gue ketahui? Apa ini bersangkutan dengan hilangnya Kevin?”

Ada hal yang memang tak seharusnya kita ketahui karena itu hanya akan membuat kita semakin jatuh ke dalamnya. 

BERSAMBUNG. 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!