NovelToon NovelToon
Xiao Yun : Anak Tanpa Qi

Xiao Yun : Anak Tanpa Qi

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Fantasi Timur / Kultivasi Modern
Popularitas:9.8k
Nilai: 5
Nama Author: Mr.Mounyenk

Di Benua Tianxu, setiap orang terlahir dengan kemampuan menyerap Qi untuk berkultivasi. Namun Xiao Yun, bocah yatim dari Desa Kabut, lahir tanpa memiliki Qi sedikit pun dan hidup sebagai bahan hinaan seluruh desa.
Setelah kakek angkatnya meninggal, Xiao Yun bertahan hidup seorang diri dengan mencari tanaman obat di Hutan Terlarang. Hingga suatu hari, sebuah kecelakaan membawanya ke Lembah Iblis — tempat ia bertemu roh petapa kuno bernama Luo Hai.
Tanpa disadari siapa pun, di dalam tubuh Xiao Yun tersegel kekuatan kuno bernama Nadi Kekosongan, kekuatan terlarang yang bahkan ditakuti langit.
Dari bocah tanpa Qi yang dipandang sampah, Xiao Yun memulai perjalanan untuk mengguncang dunia kultivasi.

{ Update setiap hari }

Mohon dukungannya 👍🏻⭐🔁

Terima kasih 🙏🏻

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr.Mounyenk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34 — Mengenal Dunia Kultivator

Mentari pagi kembali menyinari Kota Batu Hitam dengan cahaya yang hangat. Setelah menyelesaikan urusannya menjual hasil buruan sehari sebelumnya, Xiao Yun tidak lagi memiliki urusan yang mendesak. Sesuai saran Luo Hai, ia memutuskan menggunakan waktunya untuk mengenal kota ini lebih jauh sebelum melanjutkan perjalanan menuju Lembah Langit.

Seusai menikmati sarapan sederhana di penginapan, Xiao Yun keluar dan berjalan mengikuti jalan utama yang membelah Kota Batu Hitam. Berbeda dengan hari pertama ketika seluruh perhatiannya tersita oleh kemegahan kota, kali ini ia berjalan lebih santai sambil mengamati kehidupan masyarakat di sekitarnya dengan saksama.

Di sepanjang jalan, berbagai toko telah membuka usahanya sejak pagi. Pandai besi terdengar sibuk menempa logam hingga percikan api beterbangan. Di sisi lain, para tabib melayani orang-orang yang datang membeli obat atau mengobati luka akibat berburu. Aroma makanan hangat bercampur dengan bau logam panas dan ramuan herbal memenuhi udara, membuat seluruh kota terasa hidup.

Semakin jauh ia berjalan, Xiao Yun semakin menyadari bahwa Kota Batu Hitam bukan hanya tempat tinggal masyarakat biasa. Di berbagai sudut jalan, ia mulai melihat semakin banyak orang yang membawa pedang, tombak, ataupun senjata lain di pinggang mereka. Cara berjalan mereka berbeda dari orang biasa, lebih tenang sekaligus penuh percaya diri.

Sebagian mengenakan pakaian sederhana seperti pemburu, tetapi ada pula yang memakai jubah panjang dengan lambang yang tidak dikenali Xiao Yun. Meskipun mereka hanya berjalan melewati keramaian, orang-orang di sekitar secara naluriah memberi jalan tanpa diminta.

Xiao Yun memperhatikan pemandangan itu dengan penuh rasa ingin tahu.

"Guru, apakah mereka semua kultivator?" tanyanya.

Luo Hai menganggukkan kepala.

"Sebagian besar benar. Kota Batu Hitam adalah kota perbatasan. Banyak kultivator singgah di sini sebelum menuju pegunungan, hutan, atau wilayah lain untuk berburu maupun menjalankan misi."

Tatapan Xiao Yun terus mengikuti salah seorang pria berjubah abu-abu yang melintas tidak jauh darinya. Langkah pria itu tampak ringan, tetapi setiap pijakannya terasa mantap.

"Mereka terlihat berbeda dari pemburu biasa."

"Itu karena mereka telah menempuh jalan kultivasi," jawab Luo Hai dengan tenang. "Semakin tinggi kultivasi seseorang, semakin besar pula perubahan yang terjadi pada tubuhnya. Kecepatan, kekuatan, daya tahan, bahkan umur mereka akan meningkat sedikit demi sedikit."

Xiao Yun mendengarkan dengan penuh perhatian.

Meski dirinya juga seorang kultivator, ia baru benar-benar memasuki dunia tersebut dalam waktu yang belum lama. Banyak hal yang masih belum dipahaminya.

Saat mereka terus berjalan, Xiao Yun melihat dua orang kultivator sedang berbincang di depan sebuah kedai. Dari percakapan singkat yang sempat terdengar, mereka membahas hasil perburuan, bahan hewan iblis, dan perjalanan menuju beberapa wilayah pegunungan di luar kota.

Xiao Yun tidak ikut mendekat. Ia hanya mendengar sekilas sambil terus melanjutkan langkahnya.

"Guru, ternyata kehidupan para kultivator tidak jauh berbeda dengan para pemburu."

Luo Hai tersenyum tipis.

"Pada dasarnya mereka sama-sama mempertaruhkan nyawa. Perbedaannya hanya terletak pada tujuan. Pemburu mencari nafkah untuk bertahan hidup, sedangkan kultivator mengejar kekuatan agar mampu melangkah lebih jauh di jalan Dao."

Jawaban itu membuat Xiao Yun terdiam beberapa saat.

Ia mulai memahami bahwa menjadi seorang kultivator bukan berarti hidup akan menjadi mudah. Justru jalan yang harus ditempuh tampaknya jauh lebih berbahaya.

Mereka terus menyusuri berbagai jalan di dalam kota. Xiao Yun melihat bengkel pandai besi yang khusus membuat senjata, toko pakaian perjalanan, kedai makanan, hingga tempat penjualan hewan tunggangan. Setiap tempat memiliki kesibukannya masing-masing.

Sesekali tampak beberapa pemburu yang baru kembali dari hutan membawa hasil buruan mereka. Di sisi lain, rombongan pedagang bersiap meninggalkan kota dengan iring-iringan kereta yang dipenuhi barang dagangan.

"Pantas saja Kota Batu Hitam begitu ramai," gumam Xiao Yun.

Luo Hai mengangguk.

"Letaknya berada di jalur perdagangan dan berbatasan dengan kawasan pegunungan. Banyak orang datang dan pergi setiap hari. Tempat seperti ini menjadi titik pertemuan berbagai kalangan."

Xiao Yun mengamati semua itu dengan saksama. Semakin lama berada di kota, semakin luas pula pengetahuannya mengenai dunia luar.

Saat melewati sebuah persimpangan, ia melihat beberapa anak muda seusianya tengah berlatih mengayunkan pedang kayu di halaman sebuah perguruan kecil. Wajah mereka dipenuhi semangat, sementara seorang pria paruh baya mengawasi setiap gerakan mereka.

Xiao Yun berhenti sejenak untuk melihat.

Luo Hai ikut memperhatikan sebelum berkata, "Tidak semua orang dapat langsung memasuki sekte besar. Banyak yang memulai langkah dari perguruan kecil seperti itu sebelum mencoba mengikuti ujian masuk sekte."

Xiao Yun menganggukkan kepala pelan.

Perjalanan yang akan ditempuhnya menuju Sekte Langit Purba ternyata masih sangat panjang. Namun, ia sama sekali tidak merasa gentar. Sebaliknya, tekad di dalam hatinya justru semakin kuat.

"Aku akan terus menjadi lebih kuat," ucapnya pelan.

"Itulah yang harus kau lakukan," balas Luo Hai. "Dunia kultivator menghormati kekuatan. Selama kau terus berkembang, jalanmu akan semakin luas."

Menjelang siang, Xiao Yun kembali berjalan menyusuri jalan utama Kota Batu Hitam. Kini ia tidak lagi merasa asing seperti saat pertama kali memasuki kota. Sedikit demi sedikit, ia mulai memahami bagaimana kehidupan masyarakat biasa dan para kultivator berjalan berdampingan di tempat ini.

Meski baru melihat sebagian kecil dari dunia luar, pengalaman yang diperolehnya hari itu semakin membuka wawasannya. Ia menyadari bahwa perjalanan menuju puncak Dao masih sangat panjang, dan Kota Batu Hitam hanyalah langkah awal sebelum memasuki dunia kultivator yang sesungguhnya.

Mentari pagi baru saja menyinari Kota Batu Hitam ketika Xiao Yun meninggalkan penginapan sederhana tempatnya bermalam. Jalan-jalan utama mulai dipenuhi para pedagang yang membuka lapak, sementara para pengembara dan pemburu berlalu-lalang dengan tujuan masing-masing. Dibandingkan hari pertama saat memasuki kota, kini langkah Xiao Yun jauh lebih tenang. Ia tidak lagi terpaku pada kemegahan bangunan atau ramainya keramaian, melainkan mulai memikirkan tujuan sebenarnya datang ke Kerajaan Yan Utara.

Tujuannya bukan sekadar melihat dunia luar.

Ia harus menjadi lebih kuat.

Untuk itu, ia membutuhkan sebuah sekte.

Luo Hai yang melayang di sampingnya mengangguk pelan seolah memahami isi pikiran muridnya.

"Sudah saatnya kau mulai mencari informasi tentang sekte-sekte di wilayah ini."

Xiao Yun mengangguk kecil.

"Itu juga yang kupikirkan, Guru."

Keduanya kemudian berjalan menuju kawasan yang lebih ramai. Di sepanjang jalan tampak berbagai papan pengumuman yang dipasang di depan kedai, rumah dagang, maupun aula milik para pemburu. Sebagian berisi permintaan pengawalan, sebagian lagi menawarkan pekerjaan berburu atau mengumpulkan tanaman obat.

Namun perhatian Xiao Yun tertuju pada beberapa lembar pengumuman lain yang memuat lambang-lambang berbeda.

Sebagian bergambar pedang.

Sebagian bergambar awan.

Sebagian lagi menggunakan simbol api atau gunung.

"Apa itu lambang sekte?" tanya Xiao Yun.

"Sebagian benar," jawab Luo Hai. "Namun kebanyakan hanyalah cabang kecil atau kelompok kultivator yang mencari murid. Sekte yang benar-benar kuat tidak akan merekrut dengan cara seperti itu."

Xiao Yun mengangguk sambil terus mengamati setiap lambang yang terpampang.

Ia belum memahami perbedaan di antara mereka, tetapi ia tahu bahwa dunia kultivator jauh lebih luas daripada yang selama ini dibayangkannya.

...BERSAMBUNG...

1
💜⃞⃟𝓛 🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣѕ⍣⃝✰
Rekomendasi
bang dul
terlalu banyak cerita perburuan binatang roh, ceritanya jauh dari dari intrik2 kehidupan manusia jadi terlalu sunyi dan monoton🙏🙏
Andi Akhasay: coba baca ceritaku kak
total 2 replies
Aman Wijaya
tambah lagi updatenya Thor 💪💪💪💪
Aman Wijaya
jooooz Xiao Yun lanjut terus aksimu
Aman Wijaya
semangat xiao Yun
Aman Wijaya
lanjut terus
Aman Wijaya
mantab Thor ceritanya lanjut terus semangat semangat semangat
Aman Wijaya
bikin penasaran Thor ceritanya lanjut terus semangat semangat semangat
Aman Wijaya
gaaas njeduk terus Thor lanjut
Aman Wijaya
lanjut 💪💪💪
Aman Wijaya
gaaas terus Thor semangat semangat
vanillastrawberry
aku padamu Mr😍
asri_hamdani
Sepertinya tidak ada paragraf yang menceritakan kemunculan tanda hitam tersebut
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: terima kasih koreksinya🙏🏻
kesalahan teknis auto koreksi keypad nya menyala,jeleknya keyboard handphone. 😅

segera di revisi.
total 1 replies
asri_hamdani
Sepertinya ada paragraf yang kurang.🤔
asri_hamdani
Ada yang aneh. Apa sebabnya dia jatuh kedalam jurang 🤔. Kesandung kelereng atau terpeleset 🤔?
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: ada yg tertinggal di notepad sudah di revisi kak.

makasih sudah di koreksi 🙏🏻
total 1 replies
Jojo Shua
up
Jojo Shua
7
Arinto Ario Triharyanto
muter-muter terus Thor, tinggal pake warisan, satset satset beres
Arinto Ario Triharyanto
lama, muter-muter mulu
💜⃞⃟𝓛 🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣѕ⍣⃝✰
ujian nya adalah pilihan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!