NovelToon NovelToon
RAHIM BAYARAN EMMA TAYLOR

RAHIM BAYARAN EMMA TAYLOR

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak
Popularitas:51.8k
Nilai: 5
Nama Author: Reny Rizky Aryati, SE.

Emma Taylor terpaksa harus melunasi hutang pamannya kepada seorang pria asing kaya raya yang tinggal di rumah besar Anggrek Residen.

Jatuh tempo pembayaran sudah sangat dekat bagi paman Broeri untuk membayar hutang tersebut namun dia tidak mempunyai uang sepeser pun saat dia ditagih oleh pria asing kaya raya itu yang bernama Noah Jones.

Terpaksa Emma yang harus menanggung hutang tersebut kepada Noah Jones pemilik rumah Anggrek Residen.

Karena Emma Taylor juga tidak mempunyai uang buat melunasi hutang paman Broeri maka dia dipaksa membayar dengan rahimnya.

Bagaimana nasib Emma Taylor selanjutnya, sanggupkah dia melunasi hutang milik paman Broeri Goldman atau dia memilih melarikan diri.

Mari kita simak kelanjutan kisah ini dalam novel berjudul Rahim Bayaran Milik Emma.

Salam buat semua pemirsa 🎂

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reny Rizky Aryati, SE., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33 Perjalanan Menuju Pesta Yang Mengguncang

Senyum nakal Noah Jones mengembang tipis di sudut bibirnya saat dia memandang wajah Emma Taylor bersemu merah.

Terdengar suara tawa kecilnya seperti sengaja mengejek Emma.

"Kau benar-benar lucu, Emma..." bisiknya seraya menelanjangi lekuk leher Emma yang jenjang.

"Apanya yang lucu ? Apaan sih ?" elak Emma malu-malu dan berusaha menghindari tatapan Noah Jones ke arahnya.

"Apaan bagaimana maksudmu ? Yah kalau aku bilang lucu, ya, tetap lucu, tidak ada jawaban lainnya." sahut Noah Jones setengah menggoda Emma yang terlihat malu-malu kepadanya.

"Tidak lucu..." ucap Emma seraya mendorong dada Noah Jones agar menjauh dari pandangannya. Namun dengan tanggapnya, Noah menangkap cepat kedua tangan Emma saat akan menyentuh dadanya.

Lagi-lagi keduanya saling berhadapan lekat satu sama lainnya, pandangan mereka beradu kembali.

"Jangan hindari aku, Emma. Karena aku tahu kalau kamu sengaja menggindari aku." kata Noah Jones mencibir Emma.

"Untuk apa aku menghindarimu, yang benar saja, jangan mengada-ada, tuan Jones." sahut Emma berusaha berkelit.

"Coba lihat aku. Tatap kedua mataku dalam-dalam sekarang !" ucap Noah Jones lalu menarik ujung dagu milik Emma hingga bibir mereka saling bersentuhan.

Emma terkesiap kaku, pandangan matanya tertuju lurus ke arah Noah Jones, dua tangannya bergetar pelan ketika bibirnya bersentuhan dengan bibir Noah Jones.

Noah menarik pelan ujung dagu Emma hingga kedua bibir Emma merekah terbuka.

"Kau sengaja memakai lipstik merah agar aku tergoda mencium mu kan Emma..." bisik parau suara Noah Jones.

Emma bereaksi cepat, menggelengkan kepalanya.

"Tidak..." lanjut Noah dengan nada menekan kuat.

"Ya..." sahut Emma disertai anggukkan kepala cepat.

"Ya, apa ?" kejar Noah Jones menyeringai dingin.

"Seperti tuan Jones bilang..." ucap Emma.

Noah Jones menyapu bibir Emma dengan pandangan matanya lalu tersenyum tipis.

"Kau memang pintar berkelit bahkan membuatku yakin hal itu bahwa kamu wanita polos, Emma..." ucap Noah sembari menggertakkan gerahamnya kuat-kuat.

"Memangnya aku berkelit apa, aku benar-benar tidak memahami ucapan mu, tuan Jones." sahut Emma.

Kening Emma berkerut rapat, pandangannya berubah bingung, tak memahami maksud ucapan Noah Jones.

Buru-buru Emma menarik lepas genggaman tangan Noah Jones dari ujung dagunya, menahan nafas dalam-dalam.

"Cukup sudah, tuan Jones. Jangan buat aku kebingungan tak mengerti, jelaskan saja padaku terus terang agar aku mengerti maksud ucapanmu ini." tegas Emma mulai kesal.

Tatapan Emma tampak lain, ia tahu kalau Noah Jones hendak cari gara-gara dengannya namun Emma menyadari bahwa ini cuma permainan.

Emma menahan dirinya supaya tidak terbawa emosi atau terpengaruh oleh sikap Noah Jones, ia memilih bersikap biasa saja saat menanggapi sikap Noah padanya.

Ia melipat kedua lengannya ke depan dada seraya tersenyum samar.

"Ya, ampun, tuan Jones. Tidak mungkin kamu menginginkannya disini, kita masih di dalam mobil sekarang menuju perjalanan ke rumah nenek anda." balas Emma antusias.

"Apa ?!" sontak dua alis Noah Jones naik ke atas pelan, pandangannya berubah lain, seperti menangkap sesuatu dari maksud ucapan Emma barusan.

Emma mendekatkan wajahnya ke arah Noah Jones hingga wajah mereka berjarak seinci lalu berkata.

"Tuan... Aku tegaskan kembali padamu sekali ini saja, aku tahu bahwa kamu ingin kita segera intim layaknya sepasang suami istri, tapi kita tahu kalau kita dalam perjalanan penting yang tidak bisa ditunda."

Kedua mata indah Emma mengerling cepat lalu membesar bulat sempurna. Ia lanjutkan lagi ucapannya.

"Mana mungkin kita lakukan sekarang, bukankah waktu kita sedikit sekarang dan sebentar lagi kita sampai di rumah nenek anda. Lantas bagaimana caranya untuk berbagi kesenangan itu, tuan Jones yang terhormat ?"

Kali ini giliran Emma meringis paham, ekspresinya berubah seperti dia sengaja ingin menggoda Noah Jones.

Namun sikapnya itu justru ditanggapi oleh Noah Jones dengan sikap tegas, ia segera menarik dua tangan Emma.

Emma tersentak balik, ganti dia yang dilanda cemas oleh perlakuan Noah Jones. Awalnya dia bermaksud mempermainkan perasaan Noah Jones karena dia tahu jika Noah tidak terlalu suka digoda olehnya.

"Ehk... ?!" ucap Emma terbelalak kaget ketika dirinya dibaringkan kasar oleh Noah Jones ke atas kursi mobil. "A-apa maumu ???"

Emma gelagapan akan sikap Noah Jones padanya, dan hanya bisa berbaring terdiam dengan menatap laki-laki tampan itu.

"Apa mau ku sekarang ?" balas Noah Jones.

"I-iyya..." sahut Emma kuatir karena posisi Noah Jones berada di atasnya saat ini.

"Mau ku..." bisik Noah Jones di dekat telinga Emma sembari tersenyum tipis. "Tentunya kamu sudah tahu apa keinginanku sekarang, Emma..."

Noah Jones menarik kuat-kuat kedua tangan Emma hingga mendekat kepadanya lalu tertawa renyah.

"Aku suka cara mu mempermainkan diriku secara terang-terangan bahkan aku paling suka cara mu goda aku, Emma." ucap Noah.

"A-aku..." sahut Emma panik lalu menoleh ke arah kursi sopir. Spontan saja dada Emma berdegup kencang serta pikirannya berkecamuk hebat sedangkan kedua tangannya gemetaran.

"Kenapa ? Apa yang kamu takutkan sekarang, Emma ?" tanya Noah Jones melirik cepat.

"Disini ada sopir, kita tidak berdua-duaan saja, tidak mungkin kita melakukan hal yang tidak pantas di sini sekarang, tuan Jones." sahut Emma semakin cemas bahkan kalut.

"Kau ingin kita berdua-duaan saja kalau begitu kita lakukan sekarang seperti kata mu, Emma." kata Noah Jones datar.

Noah Jones memalingkan muka ke depan, sambil berkata pada sopir.

"Turunkan tirai pembatas mobil sekarang !" perintahnya.

"Siap, tuan Noah." sahut sopir lalu sedetik kemudian tampak tirai pembatas mobil turun perlahan-lahan, menutupi bagian depan mobil.

"Tu-tunggu sebentar..." sahut Emma gugup, ia berusaha melepaskan genggaman tangan Noah Jones kepadanya. Dan mencoba duduk tegak akan tetapi usahanya ditahan oleh Noah sehingga Emma terbaring kembali ke atas jok kursi mobil.

Noah Jones merenggangkan kedua paha kaki Emma terbuka agar dia bisa leluasa bergerak di sana. Lalu tertawa senang melihat ekspresi Emma yang berubah kalut.

"Apa yang kamu tunggu sekarang ini, Emma ?" tanya Noah Jones dingin. "Bukannya kamu sudah tidak sabaran menunggu momen berharga ini."

"A-apa ?!" sahut Emma gelagapan berusaha bangun, tapi usahanya di cegah oleh Noah Jones.

"Kenapa masih bertanya, lakukan, ya, lakukan saja, tidak usah bersandiwara lagi. Bukannya ini yang kamu inginkan ?" tegas Noah Jones merangsek maju sembari mendekap Emma erat-erat.

"Tu-tunggu, Noah... ada yang perlu kita bicarakan lagi soal ini, jangan tergesa-gesa, masih banyak waktu buat kita lakukan hal ini." ucap Emma menggeliat pelan di bawah tubuh Noah Jones, menolak perlakuan Noah Jones yang menginginkan keintiman di antara mereka saat ini.

"Tapi... Sayangnya, aku sudah tidak sabaran lagi harus menunggu lama hal ini, Emma. Kita bisa lakukan sekarang di mobil selagi masih punya kesempatan melakukannya." kata Noah dengan di sengaja.

Noah Jones melirik pelan ke arah jam tangan miliknya, lalu menoleh kembali kepada Emma Taylor yang terbaring diam di bawahnya.

"Mari kita lakukan sekarang, sayang ku, Emma !" bisik Noah Jones sembari menelan salivanya pelan, terasa tenggorokkan nya kering karena menahan gairah nya.

"Ti-tidak, Noah. Kita tidak bisa lakukan itu di sini sekarang. Aku tidak mau melakukan nya, aku malu." sahut Emma segera menarik dirinya menjauh dari Noah, terburu-buru bangun dan duduk tegak.

Sorot mata nya berubah cemas, tubuh nya gemetaran panik sedangkan kedua tangan nya menggenggam erat-erat bagian atas gaun Mid Length purple-nya yang agak turun.

Kepala Emma menggeleng pelan, raut wajah nya berubah pias serta pucat pasi menahan rasa malu yang membakar diri Emma atas perlakuan Noah Jones.

"Tidak, Noah." ucapnya sekali lagi dengan kepala menggeleng kembali. Tidak untuk saat ini, sebab aku tidak bisa lakukan hal itu di depan orang lain."

Emma beringsut pelan, buru-buru memperbaiki sikap duduk nya, sambil menutupi bagian depan gaunnya yang agak terbuka, memperlihatkan lekuk indah dadanya.

Pandangan Emma tertunduk dalam, tampak keringat membasahi kening nya.

"Emma..." bisik Noah Jones sembari menepiskan helai rambut Emma yang menjuntai jatuh di leher jenjang Emma.

Emma beringsut kembali, menggeser letak duduk nya agak menjauh dari Noah Jones hingga bersandar pada kaca mobil, dengan kepala masih tertunduk gelisah, melihat kegelisahan sikap Emma, tentu saja Noah Jones semakin menyukai hal itu. Karena dirinya merasa menang atas Emma Taylor.

1
Tina Andara
next👍
kura kura ninja
👍👍👍
kura kura ninja
gak enak juga ya hidupnya Emma meskipun dicintai ugal-ugalan tetap gak bebas
kura kura ninja
paman sendiri jadi rival nih
kura kura ninja
rival sendiri ternyata keponakannya sendiri
kura kura ninja
ya dah... ada penyakitnya juga nih PL nya...
kura kura ninja
wah... dibayar segitu pun saya mau, gak kerja alias pensiun dini nih👍
kura kura ninja
napa gak lari saja kan ada kesempatan tuh🙏
kura kura ninja
luar biasa
kura kura ninja
dari judulnya dah bikin penasaran
Yuniar Farah
seru nih ceritanya
Yuniar Farah
waduh waduh em🤭
Yuniar Farah
mantap
Yuniar Farah
nunggu endingnya nih gimana rahimnya dipakai sama noh
Yuniar Farah
cie cie cie...kan gak jadi kepaksa em
Yuniar Farah
makanya emma jangan kebanyakan minuman jadinya mabuk deh 🍾🥂
Yuniar Farah
gak jadi kepaksa lagi nih ceritanya🤭
Yuniar Farah
ada juga nih pemeran watak antagonis
Yuniar Farah
gak kebayang deh 🤭
Yuniar Farah
dih yang lagi kasmaran 🌷🌷🌷🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!