NovelToon NovelToon
Terjebak Dalam Pernikahan CEO Dingin

Terjebak Dalam Pernikahan CEO Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / CEO / Trauma masa lalu
Popularitas:9.7k
Nilai: 5
Nama Author: HaluBerkarya

Aurin Josephine— tidak pernah menyangka, niatnya kabur dari perjodohan yang diatur paman dan bibinya justru menyeretnya ke dalam pernikahan tak terduga dengan pria asing, malam itu.

Gallelio Alastar, seorang CEO dingin yang mati rasa, mengubur perasaannya bersamaan dengan istrinya lima tahun lalu. Pernikahan itu tidak pernah ia inginkan. Bahkan terasa seperti pengkhianatan pada janji yang pernah ia berikan.
Namun di rumah yang sama, di bawah satu atap yang terasa asing, Aurin mulai mengenal sisi lain pria itu.

Dan untuk pertama kalinya, ia bertekad… membuatnya jatuh cinta lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HaluBerkarya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34. Canggung.

Aurin terpaku menatap rumah besar yang jauh lebih besar daripada rumah Gallelio yang ia tempati selama ini. Rumah utama keluarga Alastar tersebut didesain begitu megah dengan arsitektur yang menawan. Siang ini, setelah menjemput Geanetta dari sekolah, Ayuna membawa kakak iparnya ke rumah tersebut atas permintaan Mama Amanda, sekaligus agar Aurin tidak merasa bosan di rumah.

Wajah gadis itu tidak bisa berbohong. Decak kagum tak pernah luput dari ekspresinya. Langkah kakinya terasa sangat ragu saat melangkah masuk, namun Geanetta terus menarik tangannya agar ia tidak perlu merasa sungkan.

"Sayang, kalian sudah datang," Mama Amanda yang mengenakan apron di tubuhnya datang dari arah dapur untuk menyambut menantunya yang baru pertama kali berkunjung ke rumah mereka.

Aurin tersenyum lembut. "Mama lagi apa?" tanyanya menatap sang mertua.

"Mama sedang membuat roti, Sayang," jawab Mama Amanda hangat, kemudian bergantian mencium pucuk kepala Geanetta dengan penuh kasih sayang.

"Aku juga bantu ya, Ma," tawar Aurin terlihat antusias, jiwa kerjanya seketika bangkit.

"Eh, tidak usah, Sayang. Duduk saja di sana bersama Ayuna. Lagipula ini sudah mau selesai, Mama juga dibantu sama mbak-mbak di dapur," ujar Mama Amanda lembut.

"Aku juga mau bantu, Oma!" seru Geanetta.

"Aku juga!" ikut Ayuna tidak mau kalah.

Mama Amanda sampai mengernyitkan keningnya heran melihat tingkah kedua orang itu. "Tumben kalian mau ikut membantu," ujarnya menyindir halus.

"Ayolah, Ma. Jangan memperburuk citra kami berdua di depan Kakak Ipar. Gini-gini kami rajin loh, iya nggak, Anet?" ujar Ayuna meminta dukungan dari keponakannya.

"Iya!" jawab Anet bersemangat.

Mereka semua tertawa bersama sebelum akhirnya melangkah ke dapur dan mengenakan apron masing-masing.

Dapur mewah Alastar mendadak berubah berantakan karena ulah dua manusia yang lebih layak disebut sebagai pengacau daripada orang yang tadi bilang ingin ikut bantu. Geanetta dan Ayuna sibuk sendiri bermain tepung, membuat wajah mereka berdua putih layaknya bayi yang dibedaki tebal. Ruangan itu menjadi sangat ramai oleh suara tawa dan derap langkah kaki yang saling kejar-kejaran, diselingi suara Mama Amanda yang sesekali memberi peringatan.

Sedangkan Aurin memilih memperhatikan dengan detail cara mertuanya membuat roti. Dari cara mengolah adonan hingga wangi karamel yang mulai menyeruak menusuk hidung, ia amati dengan saksama. Beberapa kali ia juga mengambil alih adonan, mencoba pekerjaan baru yang terasa terlalu menyenangkan untuk dilewatkan.

"Aku harus banyak belajar dari Mama," ujar Aurin yang kini sudah tidak lagi sekaku saat awal mereka bertemu. Wanita di sebelahnya telah menjadi sosok ibu yang selalu berbicara dengan penuh kelembutan kepadanya.

"Dan Mama akan dengan senang hati mengajari kamu, Sayang," jawab Mama Amanda sembari tersenyum.

Sementara itu di luar rumah, Ezra memarkirkan motornya di halaman. Cowok itu kemudian melangkah masuk ke dalam rumah dengan langkah lebar. Saat tiba di depan pintu, suara tawa Ayuna dan Anet sudah terdengar memenuhi ruangan, membuat cowok itu tersenyum hangat.

Prang!!!

"Awuhhhh!" Baru saja berniat melangkah ke arah dapur, sebuah wadah aluminium melayang dan tepat mengenai wajah tampan cowok itu, membuat sang empunya langsung meringis kesakitan.

"Hahahaha!!" Tawa Ayuna menggelegar keras.

Sedangkan Geanetta yang menjadi pelaku utama pelemparan sudah berlari bersembunyi di balik punggung Aurin. Gadis itu sendiri masih sibuk dengan adonannya dan belum sempat menoleh ke arah sumber keributan.

"Anet, kema—"

Kalimat Ezra seketika terhenti saat tatapannya menangkap sosok gadis yang berdiri di sisi mamanya. Aurin akhirnya menoleh, dan untuk beberapa detik berikutnya, pandangan mereka berdua bertemu dalam keheningan.

"Sayang, kamu sudah pulang?" tanya Mama Amanda.

Ezra tidak menjawab. Ia terus berjalan mendekat dengan ekspresi wajah yang berubah total. Tatapannya tidak lagi sehangat saat ia baru tiba di ambang pintu tadi, ketika ia masih berharap bisa bermain dengan Geanetta. Suasana dapur mendadak berubah menjadi dingin dan canggung. Aurin hanya melirik sebentar sebelum akhirnya memutuskan pandangan dari cowok tampan itu.

Begitu pula dengan Ezra. Ia hanya menyalami tangan mamanya, kemudian berbalik arah sembari membawa tas yang masih tersampir di bahu menuju kamar.

"Yaaaa, Om nggak jadi marah?" teriak Geanetta dari belakang, berlari kecil berusaha mengejar Ezra yang sama sekali tidak menoleh.

"Itu anak kenapa lagi? Wajahnya dingin banget," ujar Ayuna heran karena tidak biasanya melihat Ezra bersikap ketus seperti itu.

Mama Amanda hanya menggelengkan kepala sebelum melanjutkan pekerjaannya. Sementara Aurin, gadis itu mendadak menjadi lebih banyak diam.

...----------------...

Brak!!

Pintu kamar ditutup dengan kasar. Ezra melemparkan tas sekolahnya ke atas ranjang begitu saja.

"Kenapa? Kenapa kamu harus datang, Au?" ujarnya frustrasi sembari menarik rambutnya sendiri.

Ia merasa masih belum bisa menerima kenyataan bahwa gadis cantik yang tadi berdiri di sisi mamanya di dapur adalah istri dari kakaknya sendiri.

"Dan kenapa dari semua kemungkinan terburuk yang aku bayangkan, kenyataannya adalah kamu yang menjadi istri kakak aku? Kenapa?"

Ezra menarik kasar kursi belajarnya, lalu duduk menatap selembar foto Aurin bersama dirinya yang sengaja ia cetak sejak lama.

Teman? Setidaknya status itu masih jauh lebih bisa ia terima saat Aurin menolaknya dulu, daripada status mereka yang sekarang sebagai kakak ipar dan adik ipar. Sungguh, sampai kapan pun Ezra tidak akan pernah menganggap gadis itu sebagai kakak iparnya. Sialnya, kedatangan Aurin ke rumah ini justru kembali membuat hatinya yang masih kecewa dan marah terasa semakin terluka.

'Tidak bisa, Ezra. Aku tidak mau pacaran. Aku mau fokus belajar saja,' jawaban gadis itu kembali terngiang di benaknya.

Memori itu membawa Ezra kembali pada waktu dulu, saat ia dengan berani mengumpulkan niat dan mengesampingkan pertemanan dekat mereka demi mengutarakan perasaannya. Ia hanya ingin dianggap lebih dari sekadar teman oleh Aurin. Sialnya, Aurin adalah orang pertama dan satu-satunya yang berani menolak dirinya, sementara di luar sana banyak cewek lain yang justru mengincar posisinya.

'Aku tidak akan mengganggu belajar kamu, Aurin. Pacaran bukan berarti tidak bisa fokus pada pelajaran,' ujar Ezra kala itu, merasa alasan fokus belajar yang dilontarkan Aurin sangat tidak masuk akal.

'Tidak untuk sekarang. Kita berteman saja ya? Aku mau hubungan pertemanan kita tidak terganggu,'

Saat itu Ezra hanya tersenyum dan memilih untuk tidak memaksa. Setidaknya ia sudah berani menyatakan perasaan, dan ia mencoba memaklumi penolakan Aurin. Selagi gadis itu masih memberikan ruang, masih menganggapnya sebagai teman, dan tidak bersikap asing setelah hari itu, Ezra bersedia menerimanya.

"Apa pernikahan kamu dan kakak bahagia, Au?" gumamnya, menertawakan kekalahannya sendiri yang terasa begitu getir.

Kenapa orang yang bahkan tidak berjuang sama sekali yang justru berhasil mendapatkan Aurin? Pertanyaan besar itu terus berputar di kepala Ezra saat ini, menuntut jawaban yang tidak akan pernah ia temukan.

"Om... Om kenapa?"

Suara cicitan kecil itu membuat Ezra tersentak. Ia buru-buru memasukkan foto di tangannya ke dalam laci meja lalu menoleh, mencoba mengulas senyum tipis ke arah keponakannya yang tahu-tahu sudah berdiri di ambang pintu.

"Tidak apa-apa, Anet," jawabnya berusaha terdengar biasa saja.

"Bohong, Om sedih ya karena Anet lempar wadah tadi?" tanya gadis kecil itu dengan tatapan bersalah.

"Oh, jelas! Sekarang kemari kamu, Om belum balas!" ujar Ezra sengaja mengalihkan suasana. Ia mulai melangkah mendekati gadis kecil itu yang langsung bersiap-siap untuk mengambil langkah seribu ke luar kamar.

"Tidak!!! Ampun, Om!" teriak Geanetta histeris. Namun ia kalah cepat, tubuh mungilnya seketika melayang ke udara begitu Ezra menggendongnya tinggi-tinggi ke atas, memecah ketegangan yang sempat menyelimuti kamar itu.

"Tidak!! Omaaaa, tolongin!!" teriak bocah itu histeris, yang justru membuat Ezra semakin enggan menurunkannya.

Tawa renyah cowok itu akhirnya pecah melihat wajah Geanetta yang sudah nyaris menangis karena ketakutan. Setelah puas menjahili keponakannya, barulah perlahan Ezra menurunkan tubuh mungil itu ke lantai.

"Itu balasannya!" ujar Ezra sembari menjentik pelan dahi Geanetta.

Sebelum bocah itu sempat melayangkan protes, Ezra sudah kembali menggendongnya dengan nyaman, lalu melangkah keluar kamar untuk turun ke lantai bawah. Ia mencoba mengenyahkan rasa sakit hati dan kecanggungan yang datang secara bersamaan di dalam dadanya. Bagaimana pun juga, mulai sekarang ia harus bisa membiasakan diri dengan kenyataan ini.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Ila Wati
thour lumutan nunggu up nya jangan lama²😭😭😭😭😭
Anne Soraya
lanjut
chbyy
ada yang gengsian😂
Ila Wati
thour semangat up dat nya😍
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
ughhh bawelnyaa🫠
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
mendusel dusel yaa🫠🫠 medok banget🤣
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
hahahaha rasakannn🤣🤣🤣
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
aink ngakak
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: Sekali-kali ngasih efek jera🤣
total 1 replies
Adinda
Aurin lanjutkan sekolahmu
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: Iya kak, sekarang lagi belajar dari rumah dia🤭
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
sialan dasar duda mecum🫠
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
awas loh pas liat langsung ngga bisa nahan
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
mana mau ngaku si Gel itu kalau dia cemburu
Ila Wati
thor semangat abdet nya
Adinda
lanjut thor
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
Hilih sayang sayang🤣
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
anjayyyy sayang ngga tuh🤣 mulai kemakan omongan mu sendiri kau Gel
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: Emang omongan pria gak bisa di percaya/Facepalm/
total 1 replies
Ariany Sudjana
kalau cinta bilang bos, nanti menyesal lho, kalau Aurin di ambil laki-laki lain 😄😄🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: Gallel: Saya belum moveon
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
lah memang cantik kok😑
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: Masukkkkkkkk
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
emang santik... kenapa loe
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: Ya jangan tebar pesona begitu kan bisa.. /Facepalm//CoolGuy/
total 1 replies
Ariany Sudjana
ada yang jealous tapi ga mau ngaku 😄😄
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: 🤣🤣gengsi kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!