NovelToon NovelToon
Pembalasan Sang Duchess.

Pembalasan Sang Duchess.

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi Wanita
Popularitas:28.1k
Nilai: 5
Nama Author: flowy_

Carmila harus menghadapi kenyataan pahit: suaminya membawa selingkuhan ke rumah, yang tak lain adalah sahabatnya sendiri. Pengkhianatan dari dua orang terdekatnya ini menghancurkan hati Carmila yang selama ini telah berjuang menjadi istri dan nyonya istana yang sempurna.

Dalam keterpurukannya, Carmila bertemu dengan Pangeran Kedua Kekaisaran, dan tanpa ragu mengajukan sebuah hubungan kontrak dengannya.

Apakah Pangeran Kedua itu akan menerima tawarannya, atau menolak secara dingin? Keputusannya akan menentukan arah permainan balas dendam Carmila, sekaligus membuka pintu pada skandal dan intrik yang tak terduga.

Revisi berjalan yaa!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon flowy_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rasa bersalah

Selama ini, Carmilla tidak pernah merasa canggung dengan ayahnya. Ayahnya adalah sosok yang sangat hangat, dan di depan beliau, Carmilla hanya bersikap manja layaknya putri bungsu. Namun, setelah perceraian, bertemu di meja makan keluarga membuatnya merasa lebih canggung dari biasanya.

"Ayah, lama tidak bertemu."

Ayahnya menjawab. "Kau sudah pulang... Ayah sudah mendengar semua beritanya."

Carmilla merasa tidak nyaman dengan tatapan sang ayah, dan tepat saat itu suara seseorang memecah keheningan.

"Carmilla, kau sudah turun? Apa beres-beresnya sudah selesai?"

Lysander muncul di ambang pintu, sama menyebalkannya seperti sejak siang. Ketika Carmilla sedang sibuk merapikan barang, kakaknya itu terus menanyai ini dan itu tanpa henti, sampai akhirnya ia menyeretnya keluar dari kamar.

Kini, seolah tidak terjadi apa-apa, Lysander buru-buru duduk di tempatnya lalu menepuk kursi di sebelahnya.

"Cepat kemari dan duduk! Ada banyak sekali yang harus kita bicarakan."

"Ya."

Meski kakaknya menyebalkan, kehadirannya saat ini cukup membantu mencairkan suasana yang sempat canggung. Carmilla tersenyum tipis dan duduk di kursi sebelahnya.

“Coba ceritakan dari awal, kenapa semua ini bisa terjadi?” Lysander langsung bertanya begitu makanan di sajikan.

“Awalnya aku ingin sekali pergi ke Kediaman Duke Hamilton waktu itu,” lanjutnya dengan nada kesal. “Tapi pekerjaan menumpuk, jadi tidak bisa seenaknya meninggalkan wilayah.”

Sebagai pewaris, Lysander sedang mempersiapkan diri menggantikan ayah mereka. Ayahnya dulu adalah bangsawan pertama yang membuka jalur dagang besar-besaran, jadi ada banyak urusan yang harus diurus dan diteruskan — hal yang kini menjadi tanggung jawab Lysander.

“Intinya sederhana,” ucap Carmilla tenang. “Valerian dan Seraphina berselingkuh, lalu kami bercerai. Dan aku pulang. Selesai.”

Lysander menghentak meja dengan gagang garpu, dan wajahnya langsung memerah.

“Aku sudah curiga dari awal, kalau bajingan itu memang tidak beres. Dari tatapannya saja sudah kelihatan dia bukan orang baik.”

Nada suaranya mereda sedikit, meski amarah masih jelas terlihat di matanya.

"Karena dulu kau sangat mencintai bajingan itu, aku tidak bisa melarang pernikahanmu... Tapi kakak yakin akan ada masalah seperti ini. Dan syukurlah sekarang kau sudah kembali."

Carmilla hanya tertawa pelan, seolah tidak tahu harus menanggapi bagaimana.

Setelah semua urusan perceraian selesai, ia bahkan sempat bertanya pada dirinya sendiri.

'Sebenarnya, kenapa dulu aku bisa sampai jatuh cinta pada Valerian?'

“Ngomong-ngomong, soal Pangeran Kedua… Apa skandal itu benar?” Lysander bertanya dengan tatapan tajam.

Carmilla hanya mengangguk pelan.

“Setelah mengetahui perselingkuhan Valerian dan Seraphina… secara kebetulan aku bertemu dengannya.”

Ia kembali menceritakan pertemuan pertama mereka—kisah yang sudah puluhan kali diceritakan pada banyak orang, bahkan sampai ke persidangan sebagai saksi.

Walaupun sedikit canggung karena orang mengira ia menjadi selingkuhan sang pangeran, Carmilla tetap merasa keluarga berhak mengetahui semuanya dengan jelas.

Lysander mendengarkan sambil memperhatikannya lekat-lekat, “Begitu ya... Apa dia memperlakukanmu dengan baik?”

“Sangat baik, jadi jangan khawatir.”

Walaupun semua ini hanya hubungan kontrak, senyum tipis tetap muncul di bibir Carmilla.

'Karena perceraian sudah selesai, sekarang aku harus memberitahu tentang silas'

Pikiran itu melintas saat Carmilla hendak kembali melanjutkan makan.

Namun sebelum garpu menyentuh makanan, sepotong steak yang sudah dipotong rapi tiba-tiba jatuh ke piringnya.

"Makanlah yang banyak, Carmilla. Kamu pasti sangat menderita di sisi bajingan tak berguna itu."

Ayahnya yang sejak tadi hanya diam dan mendengarkan, akhirnya bersuara.

Anehnya, melihat sepotong daging yang diletakkan ayahnya di piring, perasaan hangat tiba-tiba menyeruak.

"Kenapa kamu menangis Carmila?" ujar sang kakak.

Carmilla buru-buru menyeka air matanya yang tiba-tiba menetes. "Aku minta maaf... waktu Ayah melarang pernikahan itu, pasti ada alasannya. Rasanya semua ini terjadi karena dulu aku terlalu keras kepala.”

Saat itulah, ia menyadari perasaan aneh yang selama ini menekan batinnya. Rasa bersalah.

Semua itu terasa seperti kesalahan yang tak bisa di hindari… seandainya dulu ia tidak memaksa pernikahan itu terjadi.

Isakan nya semakin sulit di kendalikan. Lysander mengulurkan saputangan, lalu menepuk lembut punggung adiknya. "Sudahlah, jangan menangis."

“Kau sudah kembali saja, itu sudah cukup.” Lysander menarik napas panjang. “Tidak ada seorang pun di sini yang menganggap mu gagal. Jadi jangan menyiksa diri dengan pikiran seperti itu.”

......................

Malam itu, Carmilla akhirnya bisa tidur nyenyak. Ia bahkan memimpikan ibunya—sosok yang sudah meninggal sejak ia masih kecil.

Yang Carmilla tahu, ibunya tewas dalam kecelakaan kereta kuda. Ia juga tidak mengingat banyak detail kematian ibunya.

Sesekali, di masa-masa berat, ibunya muncul dalam mimpi. Seakan datang hanya untuk menenangkan.

Dan kali ini, ibunya kembali hadir.

Dalam mimpi, sang ibu mengenakan gaun putih.

‘Carmilla, putriku yang cantik. Kemarilah.’

‘Ibu…?’

Di dalam mimpi, Carmilla kembali menjadi anak berusia lima tahun. Bergaun putih serasi dengan gaun ibunya, ia berlari ke arah sang ibu dengan rambut peraknya yang terurai.

Saat ia membuka mata, ruangan masih di selimuti kegelapan, tetapi di luar jendela, fajar sudah mulai muncul.

'Ternyata hanya mimpi.'

Carmilla baru menyadari hal itu, lalu bangkit dari tempat tidurnya.

Tok tok.

Terdengar suara ketukan di balik pintu, dan sesaat kemudian, pintu kamar Carmilla terbuka perlahan, dan seorang wanita berdiri di ambang pintu.

"Nona Muda?"

"Astaga, Emely?" Carmilla langsung mengenali sosok tersebut.

Wanita berambut cokelat dengan bintik-bintik di wajah itu tak lain adalah Emely, pelayan pribadi yang menemaninya sejak kecil.

"Nona Muda! Kabar kedatangan Anda ke mansion ternyata benar!"

"Emely. Ya ampun, kau sedang apa di sini?"

Meskipun penampilannya berantakan, Carmilla langsung bangkit dan menghampiri Emely untuk memeluknya erat.

Emely adalah sosok yang menempati ruang khusus dalam hidupnya. Mungkin karena Carmilla tumbuh tanpa ibu sejak kecil, keterikatannya pada wanita itu terasa seperti hubungan kakak beradik. Elina pernah menjadi teman bermain, sekaligus orang yang paling telaten merawatnya.

“Aku sempat bertanya-tanya ke mana kau menghilang. Kupikir kau berhenti bekerja,” ucap Carmilla sambil melepaskan pelukan.

“Kemarin aku sedang libur. Dan… sebenarnya aku ingin membuat kejutan saat Nona pulang,” jawab Emely dengan senyum malu-malu.

Mereka memang hampir tidak bertemu selama tiga tahun terakhir — sejak Carmilla menikah. Biasanya, seorang wanita bangsawan diperbolehkan membawa pelayan pribadi dari keluarganya setelah menikah.

Namun, Valerian tidak mengizinkan Carmilla membawa pelayan mana pun. Alasannya, hal itu bisa menimbulkan masalah keamanan bagi Keluarga Duke.

1
Bragi's Poem
kayaknya bakal seru aku titip jejak buat lanjut baca
Osie
laaahh udah pisah ma pelakor tr apa nak balik sm carmilla??? heellliloo valerian ente sehatkan🤣🤣🤣🤣
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘRaihanun『⃟𝐉
Sudah jelas kan... sudahlah biarkan para pengkhianat berkumpul dengan sesamanya, tinggalkan saja mereka
🦋⃞⃟𝓬🧸🏡⃟ªʸᗷᖇOKEᑎᕼEᗩᖇT💔ᑎOᒪ
semangat, Thor. sehat & sukses selalu.
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ õΓἶპ
Itu bukan keraguan lagi... itu kepastian...
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘreedha
☠️⃝🖌️M⃤
Setelah dibantu ayah mertua eh balasan malah pengkhianatan..
Sofisudjai Sofi
syafakillah ka..semoga cepat pulih dan sehat kembali
d tggu update nya
lady parasol: terimakasih ka 🤍
total 1 replies
Osie
jazakumullah thir sayang..semoga cepat sembuh n bisa beraktivitas lagi..semangat sehat yaaaa/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
lady parasol: terimakasih kaka 🥹🤍
total 1 replies
Osie
lah valerian masuk jebakan batman kayaknya 🤣🤣
Osie
iyuuuhh valerian menjijikkan
Osie
mantap eleanor itu baru perempuan tangguh sat set langsung surat cerai melayang
Osie
moga alistair jodoh carmila
Osie
good aku suka wanita tangguh..carmila hempaskan sp ke akar akarnya hingga valerian tdk bisa bangkit lagi
Susari Iskandar: hrs cerdik & mandiri utk menjadi wanita sukses
total 1 replies
Osie
carilah sekla8 pengkhianat tetap pengkhianat..cermin yg retak takkan bisa mulus lagi..misi pembalasan hrs segera direncanakan carilah jgn ksh celah tuh valerian utk sok manis
Osie
carilah balaslah secanyik mungkin. dua pengkhianat itu sp mereka g bisa lg berdiri dgn tegak
Sulati Cus
carmila hrsnya belajar dr Elanor g pk acara selingkuh buat aliansi kerjakan ae sendiri setelah cerai baru bls cari pria diatas mantan😄
Sulati Cus
suka bgt dg gaya elanor Badas satset
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
waah bacanya berasa kayak berada di masa kerajaan deeeh
自殺 𝐕ᷜeᷭlᷤyͥᥒͫ' 𝐂huu 𐙚 ˚
mampir /Doge/
🍒⃞⃟🦅☕︎⃝❥~`•suami aku`•~⧗⃟ᷢʷ
semangat lanjutannya/Chuckle/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!