NovelToon NovelToon
Cinta Di Rak Diskon

Cinta Di Rak Diskon

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rizky_Gonibala

Raka Dirgantara, Pewaris tunggal Dirgantara Group. Tinggi 185 cm, wajah tampan, karismatik, otak cemerlang. Sejak muda disiapkan jadi CEO.
Hidupnya serba mewah, pacar cantik, mobil sport, jam tangan puluhan juta. Tapi di balik itu, Raka rapuh karena terus dimanfaatkan orang-orang terdekat.
Titik balik: diselingkuhi pacar yang ia biayai. Ia muak jadi ATM berjalan. Demi membuktikan cinta sejati itu ada,
ia memutuskan hidup Miskin dan bekerja di toko klontong biasa. Raka bertemu dengan salah satu gadis di toko tersebut. Cantik, cerewet dan berbadan mungil.

Langsung saja kepoin setiap episodenya😁

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rizky_Gonibala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Dengan Ayah Raka

beberapa hari setela kejadian Intan mempiting leher Tiar dan temannya, Intan bekerja seperti biasa.

tapi sejak kemarin berbagai macam omongan yang dia ia dengar semakin menjadi-jadi dan liar.

Intan ingin sekali menyumpal mulut-mulut sampah itu, tapi ia mencoba untuk tetap bersabar sekuat mungkin.

"Sabar Intan, sabar. dua laki-laki bertulang sidat yang kamu piting belum keluar rumah sakit. Sabar yah!" Guman Intan sambil mengatur nafas dalam-dalam.

"Selamat pagi mbak Intan?" Ucap Siffa menyadarkan Intan dari lamunannya.

"Pagi Mbak, Mbak kenapa?, kok jalannya ngeker gitu, jatuh yah?" Tanya Intan yang melihat gaya berjalan Siffa seperti menahan penderitaan.

"Nggak apa-apa, biasalah tadi shubuh suami aku minta jatah, jadinya ngeker gini deh." Jawab Siffa sambil tersenyum tapi juga seolah menahan perih

"Mbak udah nikah yah?" Tanya Intan

"Iya dong, kenapa? Keliatan kayak belum nikah yah?" Ucap Siffa

"Ia, aku baru tahu, emang kalau udah nikah terus suami minta jatah gaya jalan bisa ngeker gitu yah?" Tanya Intan penasaran dengan wajah yang polos

"Yah nggak juga sih! Cuma suami aku aja yang suka minta gaya baling-baling bambu doraemon, hehehe!" Jawab Siffa.

"Kok aku jadi takut nikah yah!" Ucap Intan

"Siapa yang mau nikah?" Suara Gusti terdengar dari samping telinga Intan.

"Ah itu, Mbak Siffa katanya udah nikah, terus ngasih jatah ke suami sampe jalannya ngeker gitu." Jawab Intan polos

"Kenalin, Gusti" Ucap Gusti sambil menyodorkan tangannya. "Suami Sah Siffa."

"Hah, ini beneran?" Tanya Intan Kaget

"Iya Mbak Intan, Gusti itu suami aku!" Timpal Siffa yang sedang mencari posisi duduk yang nyaman.

"Ini serius kan, kok aku nggak tau yah." Ucap Intan menatap Siffa

"Mbak kan nggak perna nanya, kita udah nikah jauh sebelum mbak pinda kerja kesini." Jawab Siffa.

"Tapi kan Gusti-" Ucap Intan terpotong

"Aku Mualaf Mbak, nama lengkap itu Moh.Maulana Gusti." Jawab Gusti sembari berjalan menuju meja kerjanya

"Namanya gabungan yah? Emang bisa yah?" Tanya Intan Lagi

"Bisa mbak, asal saling cinta aja" Ucap Siffa

"Kalau mbak gimana, udah nikah?" Tanya Siffa

"Belum dong?" Jawab Intan Cepat

"Tapi pacar punya dong?" Tanya Gusti

"Pacar yah, Kayaknya sih punya." Jawab Intan sembari mengingat Raka, sosok pria yang sampai saat ini tidak ia ketahui keberadaannya.

Siffa dan Gusti saling menatap setelah melihat raut wajah Intan yang tiba-tiba berubah seolah tidak bertenaga lagi.

...*********...

"Mbak kapan kita bisa Meeting lagi buat kelanjutan proyek itu?" Tanya Gusti

"Jam satu siang yah, berempat aja, karena Tiar masih di rawat." Jawab Intan

"Mbak belum tau yah?, Tiar sama Darma udah di pecat." Ucap Siffa

"Baguslah, kalau gitu. Biar nggak ngerusuh dalam proyek." Ucap Intan santai.

...********* ...

"Oke, Tan. Bismillah. Lo bisa. Lo hebat." gumamnya sambil mengepalkan tangan sendiri di depan dada. Karena akan meeting lagi untuk kelanjutan proyeknya.

"Eh... pagi," sapa Intan sopan pada seorang wanita.

Perempuan itu melirik dan menilai Intan dari atas ke bawah sebelum menjawab, "Pagi. Kamu kepala devisi pengembangan proyek administrasi perusahaan baru yah?"

"Iya. Salam kenal." Jawab Intan

"Sinta," jawabnya singkat, tak menunjukkan ketertarikan lebih.

Intan lalu melanjutkan pekerjaannya seperti biasa, Tak lama, beberapa pegawai lain mulai berdatangan, termasuk satu laki-laki berambut klimis dengan dasi kuning terang dan aroma parfum menyengat.

"Mbak Sinta! Aduh kukumu cantik bener hari ini. Kaya orang kaya beneran deh," celetuk si pria dengan gaya lebay.

Sinta tertawa. "Duh Rendy, lo tuh emang jago ngegombal. Lo juga ganteng banget, udah kayak aktor Korea."

Intan yang mendengar itu hanya bisa tersenyum. Tapi seiring waktu, ia menyadari bahwa kedua orang itu bukan sekadar saling sapa. Mereka... tukang gosip ulung , karena Intan mendengar langsung pembicaraan mereka gosipin karyawan wanita lain yang jadi Ani-ani padahal dia itu gendut dan pendek.

...********...

Jam 01:45 setelah makan siang, Intan dan timnya meeting di salah satu ruangan devisi administrasi.

meeting siang itu membahas anggaran dan keefesiensian softwarenya nanti bagi perusahaan.

meeting itu berjalan lancar, semuanya timnya setuju dengan ide-ide yang di berikan Intan. Mereka bahkan tidak percaya bahwa Intan bisa memberikan kontribusi besar bagi proyek tersebut.

...********...

Hari pun berlanjut, Intan masih sering melihat Siffa datang ke kantor dengan ngeker, Intan juga kerap mendengar bisik-bisik di balik layar. Setiap kali ada karyawan baru, gonta-ganti baju, telat datang, atau bahkan hanya beli lauk dua macam di warung, semua jadi bahan obrolan Sinta dan Rendy, termasuk gaya berjalan Siffa.

"Eh liat tuh si Tami, kemarin katanya janjian dinner sama cowok, padahal suami orang! Astaghfirullah... tapi cakep sih." Ucap Sinta

"Eh tapi lo udah tau belum? Bos HRD kita katanya nikah siri loh. Sama sekretarisnya yang itu... yang suka bawa bekal, pantasan gajinya gede."

Intan cuma bisa diam. Ia tahu kalau ikut nimbrung, pasti suatu saat akan jadi korban gosip juga.

Sayangnya, meski berusaha menjaga jarak, Intan tetap tak luput dari sasaran.

"Eh Sin, lo liat kunciran rambut si Intan deh. kayak bocil jaman SMA yang gak tau dandan." Ucap Rendy

Lalu tiba-tiba terdengar suara dari kejahuan.

"Kalau kalian berdua tidak mau bernasib sama seperti Tiar dan Darma yang sampai saat ini masih di rawat di rumah sakit, mending diam." Ucap Vanya.

"Hahahaha, mereka aja yang lemah, lawan kutu air aja keroyokan. Mana nggak menang lagi!" Ucap Rendy sambil tertawa

Intan yang mendengar itu pun mukanya memerah, dia melirik Siffa dan Gusti, mereka berdua hanya memberi menggelengkan kepala seolah berkata jangan.

Tapi Intan salah mengartikan itu.

"Iya ya ampun, bajunya juga kadang kusut. Tapi mukanya manis sih. Kasian juga, katanya sebatang kara ya? Nggak punya siapa-siapa. Makanya dijadiin kepala devisi pengembangan proyek baru, apa jangan-jangan." Timpal Sinta

"Janga-jangan wanita bertubuh mungil ini simpanan Pak Bobi lagi." Ucap Rendy

"Service enak kali." Tamba Sinta

Intan yang mendengar itu secara langsung berusaha mengatur nafasnya agar tetap tenang.

Sementara itu Raka menyaksikan Intan, wanita yang ia cintai di bully hanya lewat layar smartphone miliknya.

"Sabar Intan, kamu pasti bisa. Selama mereka nggak ngusik kamu secara langsung biarin aja." Ucap Raka di balik layar.

Tapi baru saja ucapan itu selesai, hal yang dia takutkan terjadi.

Rendy menendang kursi Intan hingga membuat dada Intan terbentur kuat di meja kerjanya.

Baru juga Intan mau berdiri, Sinta menjambak rambutnya dan menempelkan wajahnya atas meja kerja.

Semua pegawai kantor yang melihat kejadian itu, lari dari ruangan itu karena tidak mau menjadi saksi dan di pecat.

"Kamj fikir, kamu hebat, merasa jagoan, merasa kuat setelah ngalahin Tiar dan Darma dan ngebuat mereka di rawat di rumah sakit." Bisik Sinta di telinga Intan.

"Plakkk" Suara tamparan keras mendarat mulus di wajah sinta, yang membuat tangannya juga terlepas dari Intan.

Intan menoleh, ternyata itu adalah Siffa.

"Phakkkkk" Suara buku album bertemu pipi Rendy terdengar, Intan menoleh lagi itu adalah Gusti.

"Nggak usah ikut campur yah!" Ucap Sinta seolah mau membalas tamparan Siffa.

Tapi langsung saja Intan menarik rambut Sinta yang ternyata palsu, kepalanya botak di penuhi bentol-bentol berwarna merah kecoklatan dan terkelupas.

Sinta yang menyadari rambut palsunya terlepas. Berteriak sejadi-jadinya karena menahan malu.

Rendy pun yang melihat hal itu seakan tidak percaya, teman gosipnya selama ini ternyata tidak secantik seperti pujiannya.

Sinta terduduk di atas lantai, Intan lalu memegangi pipi kanan Sinta, lalu menampar pipi kirinya berkali-kali hingga Sinta pingsan dan mulutnya mengeluarkan darah, sementara pipinya membengkak.

Rendy yang baru mau menjambak Intan, seketika merasakan tendangan syurga milik Intan tepat mengenai selangkangannya, hal itu membuat Rendy terduduk menahan sakit.

"Rasain nih!" Ucap Gusti

Lalu menendang wajah Rendy hingga dia terjungkal di atas lantai dan tak sadarkan diri.

"Mbak, kayaknya kali ini kita bakalan beneran di pecat deh." Ucap Siffa

"Aku pasrah mbak, yang penting orang yang nginjak harga diri aku udah rebah." Ucap Intan lalu berjalan menuju meja kerjanya.

Intanpun kembali bekerja seperti biasa seolah tidak terjadi apa-apa.

Pak Bobi yang sampai disana pun hanya menggelengkan kepala, tanpa mengucapkan sepata katapun.

"Angkat mereka." Ucap Pak Bobi memerinta Security Perusahaan.

...********...

"Ini yang menghajar mereka atlet MMA kali yah?, bisa nggak sadar gini." Ucap sala seorang security

"Nggak usah banyak bacot, kerja aja." Jawab temannya.

...********...

Intan lalu teringat masa kecilnya, hidup berpindah-pindah dari satu rumah saudara ke rumah lainnya, sering dianggap beban. Tapi ia tumbuh jadi perempuan yang kuat. Ia tak akan goyah hanya karena ocehan kecil. Tapi saat ia dewasa, terkadang memang harus melawan kerasnya hidup dunia.

Intan meletakkan gelas plastiknya ke atas meja dan mengejar Sinta dan Rendy yang sudah di bawah pergi oleh security.

"Maaf ya, Mbak Sinta, Rendy... Aku udah buat kalian babak belur, Aku sadar, dan aku tahu diri. aku bukan dari keluarga kaya. Aku tahu bajuku biasa. Tapi aku kerja disini karena aku memang pantas dan bisa bekerja. Aku nggak minta di puji. Aku cuma mau kerja cari uang buat menyambung hidup. Jadi tolong, hargai sedikit usaha orang. Karena kalian nggak tahu perjuangan selama ini. Jangan seenaknya menilai hidup orang sesuka hatinya kalian." Ucap Intan lalu berbalik kembali bekerja.

Sinta dan Rendy hanya terdiam mendengarkan ucapan Intan, Mereka tak menyangka Intan akan berbicara seperti itu. mereka lalu di bawah mobil ambulance ke rumah sakit.

Tepat saat itu, sebuah mobil hitam mengilap berhenti di depan kantor. Dari dalamnya keluar seorang pria dengan setelan jas abu gelap dan tatapan dingin. Semua orang langsung menunduk hormat.

"Pak Direktur dari pusat datang!"

Lalu tak lama Pak Bobi datang menyambut sembari menjabat tangan dengan senyuman manis.

"Nggak usah senyum-senyum!" Ucap Ayah Raka

"Maaf pak." Ucap Pak Bobi sambil menunduk

Mereka lalu masuk dan menuju ke ruangan eksekutif.

"Langsung saja, saya sudah mendengar beberapa hari lalu ada sebuah insiden di perusahaan ini." Ucap Ayah Raka

"Iya pak, tapi itu hanya salah paham antar karyawan saja. Dan masalahnya sudah selesai." Jawab Pak Bobi

"Baguslah. Tapi masalah apa hingga membuat dua karyawan sampai masuk rumah sakit?" Tanya Ayah Raka

"Maaf pak, dua karyawan laki-laki membully seorang wanita, Namanya Intan. Dia kepala devisi pengembangan proyek administrasi perusahaan yang baru di pindahkan dari kantor pusat dari jakarta, Intan menghajar dan mempiting leher dua karyawan itu." Jawab Pak Bobi.

"Intan.....namanya seperti tidak asing." Guman Ayah Raka. Lalu mengambil Hp membuka galery foto dan memperlihatkan sosok wanita di kayar itu pada Pak Bobi

"Ini orangnya." Tanya Ayah Raka sambil memperlihatkan foto Intan yang mengenakan seragam toko kelontong bersama Raka yang lalu dia ambil saat mengunjungi Raka.

"Iya benar pak." Jawab Pak Bobi

"Hahahahahahaha....Dunia ini sangat kecil." Ucap Ayah Raka sambil tertawa. "Saya ingin bertemu dengan Intan."

Pak Bobi yang melihat ekspresi Ayah Raka tertawa membuat dia berfikir bahwa Intan bukan seorang wanita sembarangan. Bahkan Direktur pusat pun mengenalnya.

"Pak Bobi....kamu tau, Dia (Intan) menghajar 3 pria dia kantor pusat hingga 2 di antaranya cacat permanen. Saya fikir perkelahian antar pria, tapi setelah saya selidiki ternyata itu adalah perkelahian satu wanita versus tiga pria." Ucap Ayah Raka sembari tersenyum

"Saya panggilkan Intan Pak." Ucap Pak Bobi lalu keluar dari ruangan eksekutif itu.

Pak Bobi berjalan cepat menuju meja kerja Intan.

"Intan...Intan...Mana dia?" Ucap Pak Bobi tergesa-gesa

"Iya pak,,,ada apa yah?" Ucap Intan sembari berdiri dari meja kerjanya.

"Ikut....ikut saya sekarang, Pimpinan pusat mau bertemu dengan kamu." Ucap Pak Bobi.

Semua Karyawan yang ada di ruangan itu saling tatap. Termasuk Siffa dan Gusti.

"Iya Pak." Ucap Intan Lalu mengikuti Pak Bobi dari belakang berjalan menuju ruang eksekutif.

"Semoga kita tidak dalam masalah." Ucap Gusti pada Siffa.

"Semoga!" Jawab Siffa singkat.

...*******...

"Silakan duduk." Ucap Ayah Raka pada Intan "Pak Bobi, saya mau bicara empat mata dengan Intan."

"Baik pak, kalau ada apa-apa saya di depan ruangan." Ucap Pak Bobi lalu keluar lagi.

Semua karyawan melihat Pak Bobi mondar mandir di depan ruangan eksekutif itu, raut wajahnya cemas penuh ketegangan.

"Siapa Intan ini sebenarnya. Apa dia Anak-, Ah, tidak mungkin setahu saya anaknya laki-laki tunggal." Guman Pak Bobi.

...*******...

"Maaf pak, saya Intan kepala dev-." Ucap Intan terpotong

"Saya kenal kamu, sangat kenal jauh dari perkiraan kamu. Kamu tau siapa saya?" Tanya Ayah Raka.

"Iya pak saya tahu, bapak Direktur utama pemiliki PT.Dirgantara Corp." Jawab Intan.

"Lalu?" Tanya Ayah Raka lagi

"Ehmmmmm" Suara Intan

"Sepertinya anak ini tidak tahu kalau saya Ayah dari pria yang dia pacari." Guman Ayah Raka sambil tersenyum.

"Ah, tidak usah fikirkan, saya hanya mau menanyakan perkembangan proyek yang sedang kamu kerjakan." Ucap Ayah Raka.

Intan pun menjawab pertanyaan itu, mereka lalu mengobrol panjang lebar sekitar pekerjaan. Tidak terasa suda dua jam mereka mengobrol.

"Intan, saya senang ternyata kamu wanita yang penuh energik, semangat, tidak pantang menyerah. Pertahankan dan semoga proyek kamu bisa segera selesai." Ucap Ayah Raka lalu menjabat tangan Intan.

"Iya pak, terimakasih banyak suportnya." Jawab Intan sambil tersenyum. Dalam benaknya seperti perna melihat Ayah Raka tapi dia lupa itu dimana, atau hanya fikirannya saja.

Merekapun keluar dari ruangan eksekutif. Pak Bobi yang menunggu di depan ruangan menyapa Ayah Raka.

"Pak Bobi...Tolong bantu Intan menyelesaikan proyeknya agar cepat selesai." Ucap Ayah Raka.

"Pasti pak, pasti!" Jawab Pak Bobi sembari menunduk

Intan dan Pak Bobi lalu mengantarkan Ayah Raka ke lobi.

"Intan...Semoga kamu bisa cepat bertemu dengan dia." Ucap Ayah Raka sambil tersenyun lalu masuk ke mobil.

Intan yang mendengar kata-kata itu tidak mengerti maksud dari ucapan Ayah Raka.

Setelah mobil itu menghilang dari pintu keluar perusahaan Pak Bobi menghela nafas panjang.

"Intan kamu sebenarnya siapa." Tanya Pak Bobi sembari melirik wajah Intan

"Maksud Bapak?" Tanya Intan lagi.

"Sudahlah, Hari ini sudah banyak hal yang membuat saya seolah mau mati." Ucap Lak Bobi.

"Pak, saya masuk dulu, masih ada pekerjaan yang belum selesai." Ucap Intan dan berlalu pergi meninggalkan Pak Bobi.

Suara Handphone pak Bobi berbunyi.

"Hallo pak." Ucap Pak Bobi.

"Ayah saya ngapain di perusahaan? apa dia bertemu Intan? Apa yang mereka bicarakan? Apa Intan Baik-baik saja?" Ucap Raka terdengar keras di telinga Pak Bobi.

"Anu Pak, Bapak bertemu Intan, tapi saya tidak tau apa yang mereka bicarakan di ruang eksekutif, saya di minta Bapak untuk menunggu di depan ruangan. Soal Intan dia baik-baik saja." Jawab Pak Bobi.

"Syukurlah. Ayah saya?" Tanya Raka lagi

"Bapak sudah pergi pak." Jawab Pak Bobi, lalu suara telepon di matikan terdengar

"Siapa sebenarnya Intan ini, kenapa Pak Raka dan Ayahnya sama-sama mengenal Intan." Guman Pak Bobi.

...*******...

Saat ini di kediaman Dirgantara.

"Ayah ada?" Tanya Raka pada Security rumah

"Ada Mas, Bapak baru sampai." Ucap Security

Raka pun menggeber mobil sportnya masuk ke halaman rumahnya yang luas.

"Ayah....ayah!" Teriak Raka

"Nak, kamu datang, kenapa teriak-teriak seperti itu." Suara Ibunya terdengar.

"Bu, mana ayah?" Tanya Raka.

"Ada apa, datang-datang seperti orang gila." Ucap Ayah Raka di ruang tamu yang sedang duduk sembari melihat-lihat harga saham perusahaan di layar tablet.

"Ngapain ngajak Intan ketemuan, jangan buat Raka kembali berontak, Raka kembali biar Ayah dan kalian semua tidak mengusik kehidupan Intan." Ucap Raka sembari menahan Air matanya.

"Intan!" Tanya Ibu Raka.

"Tenang saja, Ayah bertemu dengannya hanya membahas soal pekerjaan. lagipula anak itu tidak tahu kalau yang sedang bicara dengannya adalah ayah dari pria yang dia cintai." Jawab Ayah Raka tenang.

"Maksud Ayah?" Tanya Raka.

"Yah, Dia tidak tau kalau Ayah ini adalah ayah kamu." Jawab Ayah Raka lagi sambil meletakan tablet dan melepas kacamatanya.

"Raka, Sepertinya wanita itu sangat suka berkelahi. Kamu tahu, tadi sore ayah baru menerima kabar bahwa dia sudah dua kali membuat keributan di perusahaan, termasuk di kantor pusat."

"Maksud Ayah?"

"Kamu fikir Ayah tidak tau kalau kamu sengaja memindahkan Intan ke kantor cabang di bandung setelah dia menghajar tiga pria seniornya hingga masuk rumah sakit, terus kamu buat dia menjadi kepala devisi pengembangan proyek administrasi." Ucap Ayah Raka sambil tersenyum sinis.

Raka hanya terdiam.

"Nak, Apa benar yang katakan ayah kamu?" Tanya Ibunya.

"Anak itu tidak akan menjawab, lagi pula dia pasti akan membela Intan apapun yang terjadi. Untuk saat ini Ayah akan membiarkan kamu, dan Ayah juga melihat sepertinya Intan kamu itu seorang gadis pekerja keras." Jawab Ayahnya lalu pergi meninggalkan Raka bersama dengan Ibunya.

malam itu Hati Raka di penuhi banyak pertanyaan.

Bersambung.

1
ⒶⓏⓇⒶ
preetttt 🤧🤧
ⒶⓏⓇⒶ
hehhh deg degan ngapa lagunya nona Ambon pica pica 😂😂😂
❤︎♏︎་༘🦂
Thor, ini namaku jadi karakter ini??? 😭aku request jadi art Mas Raka lho padahal. Biar bisa mulung kartu-kartu mas Raka yang dibuang😭🤣🤣 Kenapa jadi cewek dengan spek bella hadid gini Thor😭🤣 Jadi insecure
❤︎♏︎་༘🦂: 🙂‍↔️🙂‍↔️🤣
total 2 replies
❤︎♏︎་༘🦂
🙈 kenapa gua jadi genit Thor 😭🤣🤣
ⒶⓏⓇⒶ: aku blm lanjut baca keasikan main GC 🤣🤣🤣
total 4 replies
ⒶⓏⓇⒶ
nama panjangnya Meridian ya Thor 🤣🤣🤣
Rizky_Gonibala: nanti bakalan ada tuh😅😅👍👍👍
total 3 replies
Rizky_Gonibala
kayaknya ada😅😅
ⒶⓏⓇⒶ
wahhh... aku yg perempuan gak tau kalo bulu mata ada ukuran nya 😂🙈
Rizky_Gonibala
kayak ada tuh😅😅😅
Rizky_Gonibala
🤣🤣🤣🤣🤣
ⒶⓏⓇⒶ
jangan kan drakula, kuyang pun aku terima kalo kayak Raka 😆👻
ⒶⓏⓇⒶ
untung aku gak makan gorengan sm intan, kan gak lucu ditanya malaikat kenapa masuk neraka? makan gorengan dari intan 😫😭
ⒶⓏⓇⒶ
logout dari bumi 😭💔
❤︎♏︎་༘🦂
jangan pernah menggantung harapan pada siapapun. Biar gak kecewa. Andalkan diri kamu sendiri 🙃
❤︎♏︎་༘🦂
mbah??? Thor yang bener aja dah, typo kah ini😭😭😭 ngapa jadi mbah, thorrr😭
❤︎♏︎་༘🦂
kehilangan emang ketakutan terbesar untuk orang yang pernah kehilangan sebelumnya. I feel you intan 🥀
❤︎♏︎་༘🦂
😭😭Artis k-pop gatuh😭 Sejak kapan kim Jong-un jadi artis k-pop, Intan 😭
ⒶⓏⓇⒶ
😍🙈
ⒶⓏⓇⒶ
mie soto rasa oyo bungkusnya warna apa Thor 👻
Rizky_Gonibala: warna putih susu😅😅😅
total 1 replies
ⒶⓏⓇⒶ
awokawok /Facepalm/
ⒶⓏⓇⒶ
othor ngaco bgt 😭 tikus dikasih nama Kim Jong un 🤣🙈
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!