Doni berselingkuh dengan sepupuku sendiri, tanpa rasa malu mereka memutus kan untuk bertunangan, dan parah nya lagi. Ayah Sherina yang membiayai pertunangan mereka.
malam itu Sherian memutus kan untuk menghibur diri di sebuah Club malam dan membuka kamar VVIP .
karena sebelum masuk ke Dalam planet Diskotik, Sherina menampar seorang pria yang memaksa ingin menemani nya.
Tidak sengaja pria itu memergoki Sherina sudah mabok berat, pria itu masuk dan ingin balas dendam dengan memasuka obat perangsang berbentuk Pil yang dimasukan kan ke dalam mulutnya dengan Paksa.
Sherina terus melawan tapi kalah tenaga.
Kebetulan Skala baru selesai meeting dan melihat Sherina di paksa oleh pria tersebut. Tidak tahan melihat ulah Pria itu, Skala langsung menghajar nya dan membawa Sherina pulang kr Apartemen nya.
dan Aneh nya, Skala kembali bisa tidur nyenyak ketika Sherina berada di samping nya.
Akibat kecelakaan 6th yang lalu, Skala tidak pernah bisa tidur seperti Insomnia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wulan Setya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Draft
Lagi lagi Skala membuat suasana di meja makan menjadi canggung dan tegang serta tidak nyaman.
Seketika membuat Oma tersedak,
"Sayang..jangan bercanda gitu dong.." Hayu kembali mencoba mencair kan suasan, agar seolah perkataan Skala hanya bualan belaka.
Suasana kentara sekali tidak nyaman,
seperti ada sesuatu tapi tidak bisa dijelas kan
Hayu mencoba meraih tangan Skala namun di tolak.
Begitu dengan Kevin, Langsung menegak air putih. Hidung nya sudah mencium aroma peperangan.
"Saya ke toilet dulu Oma.." Sherina sudah tidak tahan lagi dengan Skala.
Sherina menarik nafas nya dalam dalam lalu memantul kan dirinya di depan Cermin.
Memejam kan sejenak mata nya.. hari ini terasa berat.
"Sayang!" tiba tiba Skala memeluk nya dari belakang
"Skala!" Sherina terpelonjak kaget, marah dan benci tidak terbandung lagi. Memberontak agar Skala melepas kan diri nya.
"Lepas! jangan kurang ajar!!" kata Sherin penuh amarah, melihat diri mereka dalam pantulan cermin.
"Gak akan! Sayang...kamu kembali lagi?? Aku sudah memaaf kan mu..kita mulai dari awal lagi ya?? Kita pulang ke rumah kita.." tukas Skala dengan nada bergetar, sambil mengecupi bagian belakang telinga Sherin
"Skala! Lepas!! Semua sudah berakhir!!" Sherin memperjelas dengan nada penuh kebencian.
"Tidak! Kamu boleh marah, tapi kamu gak boleh perli lagi dari ku..." Kini Skala semakin menjadi jadi menggigit tengkuK Sherin
Suara nya terdengar menakut kan, membuat nya begidik ngeri
Membuat nya menggelinjang dan marah,merasa di leceh kan.
"Jangan kurang ajar kamu Skala!! Saya Teriak sekarang!!" Sherin berhasil membalikan badan dan menampar pipi Skala.
"Plaakkk!!" Skala tersenyum licik, lalu mengelus pipi nya
Emosi nya mulai tak terkontrol, langsung mengangkat tubuh Sherina di dudukan di atas westafel dengan kasar.
Wanita cantik itu terus memberontak , Membuat Emosi Ska semakin tak terkontrol
"HEMMMPPPPPP!!" melumat bibir Sherin penuh gairah, meletak kan telapak tangan Sherina ke area bagian bawah nya dengan kasar.
Tidak ada celah sedikit pun untuk kabur, Bagaimana jika ada orang yang melihat perbuatan mereka???
Skala benar benar keterlaluan,memperlakukan kan seperti wanita malam.
"Kak Nana!! Kak.. dimana? Masih di dalam toilet kan??" Teriak Alam mencari nya.
Membuat Sherina kalang kabut,bagaimana jika Alam melihat ini semua..
apa yang harus ia kata kan
"Jawab sana.." Perintah Skala dengan tak tahu malu nya. Melepas kan Mulut nya.
"Kak..Kaka Nana gak.apa apa.kan?" Alam.kembali memanggil nya,
Gagang pintu terlihat mulai memutar, bagaimana jika pintu ini terbuka??
Sherina benar benar benar takut, bayang kan saja jika mereka mengetahui nya.. Pasti mereka akan menganggap diri nya perempuan Amoral yang tidak tahu malu..
"Nikmati saja.. Atau Kamu mau mereka tahu tentang kita?" Skala kembali mengancam sambil menggigit leher nya.
"Skala kemana Lam??" terdengar juga suara Hayu bertanya pada Alam yang juga mencari nya,
Kelewatan, kenapa Skala merendah kan ku seperti ini. Wajah Sherin mulai memucat.
"Keluar sekarang...bikang saja tidak dengar,kamu sedang menerima telfon..sisa.m nya biar aku yang urus!" Skala menurun kan tubuh Sherin.
Nafas nya Sherin terdengar memburu
" Badjingan!!" umpat nya bersungut sungut.
"Kemanapun kamu pergi, aku akan menemukan mu! ingat! Kamu hanya miliku!" Gertak Skala sambil mencengkeram erat bahu Sherin sebelum pergi.
"Alam!!" Pekik Sherin saat membuka pintu, seolah kaget melihat Alam dan Hayu sudah berada di drpan pintu toilet.
"Mana Skala!! Jangan jangan kamu main gila sama dia!!" Memang Frontal perempuan ini, langsung pada inti nya tanpa berbasa basi.
"Saya gak tahu!"
"Jangan bohong kamu!!" Hayu langsun main masuk nyelonong ke dalam
Sherin sudah tidak punya hati, tamat lah riwayat nya malam ini, semua akan terbongkar.
"Kak Sherin kenapa jadi pucat gitu.." tanya Alam.memperhatikan dengan seksama.
"Oh..kakak lagi kepikiran aja, sama info dari kantor.. Sorry tadi kakak sakit perut, terus ada telfon dari kantor.. Saking serius nya, Kaka gak dengar kalau ada orang disini" jelas nya.
"Kemana Skala!" tanya Hayu lagi dengan ketus, setelah tidak menemukan Skala di dala..
"Apa gak ada tempat lain untuk berkumpul! Sejak kapan Toilet lebih nyaman dari meja makan!!" tiba tiba Skala dari arah kamar utama.
"Skala!!" Hayu langsung mendekat.
"Syukur lah..tadi aku nyariin kamu.." tambah nya lagi.
Semakin membuat hanyu menjadi muak..
Skala pergi begitu saja seolah tidak pernah terjadi apa apa, Manipulatif sekali manusia ini.
"Emang gitu tante Hayu..bikin muak aja!" kata Alam.
Sheri hanya mengelus pundak Alamdan kembali mengajak nya ke meja makan.
Suasana disana masih menegang, bagaimana tidak.. Setelah kepergian Sherina, Skala juga ijin untuk meninggal kan meja makan.
"Skala..darimana??" tanya Oma penuh selidik, sorot mata nya memencar kan kecurigaan.
"Tiba tiba kepalaku sakit! Aku ke kamar minum obat d..istirahat sebentar" jawab nya santai dan kembali duduk.