NovelToon NovelToon
Penghujung Hati

Penghujung Hati

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintamanis / Romansa-Percintaan bebas / Tamat
Popularitas:151.6k
Nilai: 5
Nama Author: catatan kecil di sudut buku

Spin off Hati Untuk Arya
.
.
Ari putra wongso, mencintai seorang perempuan bernama Karina, namun tanpa sepengetahuannya sang kekasih mencintai sahabatnya sendiri. Ari selalu merasa Karina tak mencintainya,namun ia memilih bertahan dan berharap Karina akan mencintainya. Namun di penghujung jalannya ia menemukan sebuah jalan buntu. Rasa percaya dirinya runtuh karena takut tak bisa membahagiakan orang yang ia cintai.

Sementara Airil Karina Yatri menantang Ari untuk melangkah ke jalan yang serius, ia berjanji akan mencintai Ari setelah mereka resmi menjadi sepasang suami istri. Namun Ari gugup untuk melangkah, tak yakin cinta bisa tumbuh semudah Karina mengatakannya.

Kehadiran seorang janda bernama Vanessa aulia putri memberi warna berbeda bagi laki-laki yang tengah dilanda rasa kesepian karena mengakhiri hubungannya dengan Karina. Kedewasaan Vanessa membuat Ari begitu nyaman dengannya.

Siapakah yang akan menjadi penghujung hati Ari? sang kekasih Karina atau sang janda Vanessa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon catatan kecil di sudut buku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 34

Vanessa melangkah dengan bimbang membawakan pesanan Ari. Kakap saus tiram ia bawa dengan sepirin nasi putih dan segelas air. Dengan perasaan gugup Vanessa menaruh makanan itu di meja Ari. Tatapan laki-laki itu yang memandangnya tak putus, membuat jantungnya berdegup kencang.

“Kamu mau makan, apa mau melihatku?” Vanessa merutui Ari dengan ketus untuk mengendalikan rasa gugupnya.

“Kalau aku bilang mau melihatmu, kamu pasti akan marah.” Jawab Ari dengan santai. “Sekarang duduklah! temani aku makan.”

Vanessa tak bergeming dengan ucapan Ari, ia memilih tetap berdiri dan melihat Ari yang mulai meneguk air putihnya sebelum makan.  Ari bersikap santai dengan sikap Vanessa, ia mengambil sendoknya dan mulai memotong ikannya untuk mencicipi makanan tersebut.

“Hmmmm! Enak … Masakanmu sangat enak, ini bisa membuatku ketagihan.” Ari kembali memotong ikannya dan memakannya bersama nasih putih untuk suapan kedua.

“Apa kamu hanya mau berdiri seperti itu dan melihatku sampai selesai makan?” Ari menoleh ke arah Vanessa dengan wajah kesal. Gadis itu ternyata cukup keras untuk ia taklukan.

“Bicarakan yang ingin kamu bicarakan denganku, aku tak punya banyak waktu, pekerjaanku masih banyak di belakang.” Jawab Vanessa.

Ari melepas nafas berat, ia mengedarkan pandangannya ke sisi lain restoran yang terlihat cukup ramai. Kemudian ia kembali menyendok suapan ketiganya. “Masakanmu benar-benar enak, apa kamu memasaknya dengan penuh cinta untukku?” tanya Ari dengan sedikit menggoda.

“Bukan aku yang masak, tapi juru masak di dapur.” Ketus Vanessa.

“Huk … huk …” Ari yang hendak menelan makanannya seketika saja tersedak. Vanessa lekas mengambil gelas Ari dan membantu Ari untuk minum.

“Makannya hati-hati dong,”

Ari tak menjawab, ia masih berusaha mengendalikan saluran pernafasannya yang terasa di masuki nasi. Kembali ia meneguk air minum di gelasnya hingga habis. Vanessa kemudian segera ke belakang untuk kembali mengisi gelas Ari.

Setelah Vanessa kembali, Ari kembali meneguk airnya lagi. Ia kemudian melepas nafas panjang setelah merasakan saluran pernafasannya sedikit lebih lega. “Kamu ini! makan itu hati-hati, entar yang lain ngira yang jelek-jelek sama restoranku karena ulahmu ini.” Seru Vanessa dengan kesal.

“Lagian kamu juga, sih. Aku minta kamu yang masak, kok malah disuruh orang lain.” Ari kembali menyuap nasinya dengan pelan.

Vanessa kemudian menarik kursi dan duduk disana. Seketika saja Ari tersenyum senang, karena akhirnya perempuan itu mau duduk di dekatnya. Ari mengunyah nasinya sembari melihat Vanessa yang tampak gelisah ada di dekatnya.

“Kamu nggak senang duduk sama aku?”

“Aku nggak mau Karina salah paham, yang kemarin saja saat dia melihat kita saat turun dari lantai 2, dia terkejut gitu.”

Ari seketika menghentikan kunyahannya, ia lekas meneguk air lagi dan langsung menelan makanan di mulutnya. “Jangan pikirkan apa-apa, aku sudah tidak hubungan apa pun lagi dengan dia, sekarang persiapkan saja dirimu, aku ingin memperkenalkanmu dengan orang tuaku.”

Deg, mata Vanessa seketika membulat melihat ke arah Ari yang kembali menikmati makanannya. “Ka… Kamu ngomong apa, Ri?”

Jantung Vanessa berdetak cepat, hatinya terasa berdesir hebat, tubuhnya terasa kaku mendengar apa yang diucapkan Ari Barusan.

“Aku rasa tidak ada masalahnya kalau aku ingin menunjukkan keseriusanku kepadamu, Nes. Aku tahu kalau kamu baru bercerai. Walaupun kamu dan suamimu tidak pernah lagi bersama sejak kamu ke kampung Arya dan Tomy, tetap saja kamu harus menjalani masa idahmu dulu.”

“Kita punya waktu untuk saling mengenal dulu dan kemudian melangkah ke arah yang lebih serius.” Ari mengusap bahu Vanessa untuk meyakinkan gadis itu.

“Nggak, Ri!” Tolak Vanessa. “Hatimu tidak tulus untukku, aku hanya pelarianmu saja, aku nggak mau gagal untuk kedua kalinya, Ri!” Tegas Vanessa.

Ari melepas nafas berat seraya menarik tangannya dari bahu Vanessa. Ia mengusap kasar rambutnya untuk sedikit menenangkan pikirannya. “Aku ingin mengenalkanmu dengan orang tuaku, Nes. Apa itu tidak membuktikan kalau kamu bukan pelarianku dari Karina. Lagi pula aku udah lama putus dari dia. Jadi ini bukan pelarian lagi, Nes.”

“Ini nggak benar, Ri!”

“Ok! Setidaknya jangan tolak ajakanku untuk mengenal keluargaku dulu, hanya kenalan saja, sebagai teman pun tak masalah buatku.” Pinta Ari.

Vanessa menelan salivanya, ia kemudian berdiri, “Akan aku pikirkan untuk itu, Ri. Tapi kalau untuk hubungan yang lebih serius, jujur, aku belum siap lagi untuk menikah.” Aku Vanessa, ia kemudian berjalan meninggalkan Ari yang hanya bisa berdecak kesal karena keadaan.

Mungkin benar kata Tomy, Vanessa masih trauma dengan masalahnya yang cukup berat saat bersama Irman dulu. Dan sekarang ia harus bersabar untuk menunggu Vanessa hingga siap. Ari lekas menghabiskan makan siangnya. Beberapa agenda lagi tengah menunggunya siang itu.

****

Karina melepas nafas kasar seraya menghempaskan tubuhnya ke kursi kerja. Ia melihat Dian yang tengah membuka 2 bungkus nasi untuk makan siang mereka hari itu. Sahabatnya itu tampak berbinar melihat nasi yang akan meredakan rasa keroncong di perutnya. Sementara Karina sendiri merasa hambar melihat makanan yang tadi mereka beli itu.

Bayangan kejadian di lokasi proyek tadi berputar-putar di ingatan Karina. Entah mengapa Ia begitu kecewa dengan keadaan itu, sama sekali tidak pernah terpikirkan olehnya dulu jika Ari akan seperti itu mengabaikannya dan tidak peduli dengan apa yang telah ia lakukan.

Nafas Karina menderu cepat, ia. melepas nafas panjang karena rasa kesal yang ia rasakan.

“Makan dulu, Rin. Baru nanti kerja lagi.” Ucap Dian mulai menyuap nasi dengan tangannya.

“Aku bisa gila, Yan.” Gumam Karina.

“Udah, jangan pikirkan lagi laki-laki itu, dia benar-benar tidak punya perasaan sama sekali.” Jawab Dian dengan terus melahap nasinya.

“Tapi ini tetap salahku, Yan. Aku yang dulu mengabaikannya, aku juga yang memancing cemburunya karena mas Rangga.”

Dian menghentikan sejenak suapannya dan meminum air dari Tupperware yang ia bawa.

Ia kemudian menatap lekat wajah Karina yang tampak gelisah.

"Sekalipun dulu kamu mengabaikannya, tapi jika dia benar-benar mencintaimu dia tidak akan pernah menyakitimu, Rin. apalagi mengabaikan pengorbananmu seperti tadi."

"Dan untuk masalah dr. Rangga, kamu tidak pernah menyelingkuhi dia kan, jika iya cemburu karena itu, itu berarti dia tidak percaya kepadamu." Jelas Dian.

Karina hanya bisa melepas nafas berat. Apapun yang diucapkan Dian, itu sama sekali tidak mengubah pemikirannya. Baginya, ia tetaplah bersalah. Karena dulu ia mengabaikan Ari dengan sikap egoisnya.

'Ya, Tuhan. ampuni aku yang dulu mengabaikan perasaan Ari.' Batin Karina.

Karina lekas mengambil nasi bagiannya. iya mencoba melahap makanan tersebut untuk sedikit mengisi perutnya sebelum kembali disibukkan dengan pekerjaan mereka setelah jam istirahat.

1
Rizqi_Achmad
lanjut
Suherni 123
ga Karina ga Mila pas udah nikah manggil suami namanya doang
apalagi Karina yang katanya didikan agama nya lebih dari Ari
Suherni 123
Vanessa,,sabarmu sungguh luar biasa
Suherni 123
kalau udah perjodohan mah susah
Suherni 123
udah tarik nes,,ari go move on
Suherni 123
ngakak pas akhir baca
utya .S. firdaus
hanya orang orang yg satu server ma dia yg bisa memahaminya....

dan itu sangat jarang...
Semi Ota Priyani
dtggu thot
Urnisah Febriansyah
masih nunggu kisah cinta nya Vanessa
mega keyna
tp mmg ari sbnrnya ngk cocok sm karina,karakter mereka jauh berbeda kayak air dan minyak,tp kl status,mereka memang cocok,jd ngk ada slhnya jg mereka ber 1,tnggl mereka saling melengkapi aja pasti bahagia,,,,
Mimi Fitriani
Thor upny kpn lgi
Muh Ali Suarno
thor kapan up lagiii
Muh Ali Suarno
lnjuuut
NurInna
kumenunggu thor jgn pakek lama²...
Semi Ota Priyani
lanjut thort
Semi Ota Priyani
lanjut thor
Mimi Fitriani
lanjut thor ditunggu tunggu
Urnisah Febriansyah
lanjutin kisah cinta Vanessa dong kak
mega keyna
hahaha lucu antara arya sm mila,kayak mila org suci aja nesehatin org,ya walau pun skrg mereka udh sm2 cinta,tp ngk hrs menasehati jg x secara si mila dlu udh slh besar nyakitin suaminya,,, eèe,,, glrg skrg udh ngmg kayak gt aja kyk mila itu manusia sempurna,,, ngk ngaca dia,untng vanessa sabar,,,,
Suherni 123: bener,mila sok bener
total 1 replies
bunda Thalita
bukan Salman Thor tp SARMAN klo ga salah 😁 lanjuutttt akuh tunggu up nya Thor❤️❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!