Adeeva harus rela menikah dengan pria yang bernama Arion demi membantu perusahaan ayahnya yang sedang di ambang kehancuran.
namun di balik itu Adeeva bisa bernafas lega karena biaa keluar dari tempat yang di bakalan rumah namun menurutnya adalah neraka.
akankah Adeeva biaa mendapatkan kebahgiaannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
034
Typo masih bertebaran di setiap sudut cerita. Harap di maklum
__
Adeeva mendukung dirinya di tempat tidur. Tumitnya terasa sakit karena terlalu lama menggunakan heels. Pesta baru selesai tengah malam.
Adeeva menatap Arion yang baru masuk kedalam kamar mereka.
“Mandilah, setelah kau baru Aku” seru Arion yang sudah merebahkan tubuhnya di sebelah Adeeva.
Adeeva segera berjalan memasuki kamar mandi, mungkin dengan berendam Air hangat akan membuat rasa lelah Adeeva sedikit berkurang. Namun sialnya Adeeva tidak bisa membuka resleting di bagian belakangnya.
Hampir setengah jam Adeeva mencoba meraih resleting nya namun tidak bisa sama sekali. Bahkan Adeeva hampir menyerah di buatnya.
Hingga Adeeva mendengar pintu di buka dan Adeeva langsung berbalik dan menatap Arion yang berdiri di ambang pintu.
“kau masih belum mandi?” tanya Arion pada Adeeva yang masih berdiri dengan gaun lengkap di depannya.
“aku tidak bisa membukanya” seru Adeeva pada Arion. Arion menghampiri Adeeva dan membalik tubuh istrinya.
“Mengapa tidak memberitahuku” tanya Arion. Namun adeeva tidak menjawabnya. Arion membuka resleting gaun Adeeva dengan perlahan bahkan satu jarinya ikut menyusuri kulit punggung Adeeva seraya resleting itu di tarik turun. Adeeva menahan nafasnya merasakan sentuhan lembut di belakang punggungnya.
“A” seru Adeeva. Namun tidak ada jawabnya dari Arion. Adeeva menatap sebuah cermin yang ada di depannya yang menampakan bayangan Arion dan dirinya. Adeeva hanya menatap Arion yang juga sedang menatapnya melalui cermin.
Arion menarik gaun Adeeva namun kedua tangan Adeeva sudah di silsngkan di dadanya menahan gaun itu agar tidak turun. Tangan Arion mulai menyusup mengelus kulit Adeeva dan Adeeva kembali menahan nafas akibat ulah nakal tangan Arion. Adeeva merasakan kecupan basah di pundaknya yang terbuka dan itu ulah Arion. Kedua tangan kekar Arifin bahkan sudah nelingkar indah di perut Adeeva.
Tanpa ragu Arion membalikkan tubuh Adeeva agar menghadap ke arahnya. Menatap wajah Adeeva dengan pandangan yang sudah di selimuti oleh gairah.
“Aku tidak bisa menahannya lagi” seru Arion dengan suara parau. Adeeva merasakan benda kenyal sudah melihat bibirnya dengan liar dan rakus. Bahkan Adeeva sedikit kaget dengan perilaku Arion namun semakin lama ciuman Arion mulai melembut dan menuntut.
“Jika kau tidak menginginkannya kau bisa menolaknya Sayang, dan aku akan berhenti “ seru Adeeva di sela-sela ciumannya.
Namun adeeva tidak mendengarkannya, Adeeva sudah terbuai dengan ciuman Arion. Arion yang seperti mendapat izin dari Adeeva segera meraih tangan Adeeva yang masih memegaini gaunnya.
“percaya padaku, sayang” seru Arion. Adeeva dengan ragu mengangguk dan melepaskan tangannya dari gaun. Gaun itu langsung meluncur ke kaki Adeeva hanya menyisakan pakaian dalam yang menutupi Adeeva.
Arion meraih tengkuk Adeeva dan kembali memperdalam ciuamnnya. Kedua tangan Adeeva sudah mengalung di leher Arion menopang kakinya yang sudah lemas.
Arion menarik Adeeva keluar dari kamar mandi tanpa melepas ciumannya dan langsung menuju kamar rahasia. Arion membaringkan tubuh Adeeva di tempat tidur bersama dirinya yang masih di atas Adeeva.
Mata Arion masih menatap wajah Adeeva yang mulai memerah akibat kehabisan oksigen.
“Kau yakin, kau bisa menyuruhku berhenti sayang jika-“ perkataan Arion terhenti karena Adeeva sudah menciun bibir Arion.
“Lakukan atau aku berubah pikiran” seru Adeeva setelah melepaskan ciumannya.
Dan malam ini adalah saksi di mana Adeeva menyerahkan semuanya untuk Arion dan Adeeva akan percaya pada Arion.
p.s
maaf jangan minta up cepet ya soalnya file yang udah aku simpen semua ilang dan aku ketik dari Awal.