NovelToon NovelToon
Akibat Perjodohan

Akibat Perjodohan

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:37.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Mei_Mei

Afsensa Faiha Azahra, perempuan cantik dengan paras ayu, biasa dipanggil Sensa. Dia gadis sederhana yang hanya hidup sebatang kara, orang tuanya meninggal 1 tahun yg lalu karena kecelakaan.

Arsel Dirga milard, CEO muda diperusahaan Milard Company. Kekayaan Arsel tidak akan habis tujuh turunan, apalagi dengan wajahnya yang nyaris sempurna selalu membuat wanita jatuh hati pada pandangan pertama 😊😊
Arsel pria dingin, sedikit kasar mudah terbakar emosi. Apalagi setelah ditinggal kekasihnya sikap Arsel semakin dingin tak tersentuh.
Kedua orang tua Arsel menjodohkan dengan Sensa, akankah keduanya bisa bahagia atau justru saling menyakiti?

Ayo ikuti kisahnya...

selamat mmbaca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mei_Mei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

part 34

Sebentar berdiri, duduk, lalu berdiri lagi, berjalan mondar-mandir. Tak berapa lama, ia berjalan menuju kejendela depan untuk mengintip keadaan diluar, ia ingin mengetahui apakah suaminya sudah pulang? dan ternyata belum. Sensa kembali duduk disofa, raut wajahnya menjadi sedih, rasa khawatir, kesal, namun ada juga rasa rindu.

Jam dinding yang menggantung indah itu terdengar berbunyi nyaring menandakan tepat pukul 12 malam. Dia sudah melewatkan jam makan malamnya, tetapi bukan, bukan melewatkan, melainkan dia tidak berselera untuk memakan makan itu.

Mbok Sum yang terbangun dan ingin kedapur untuk mengambil minum itu kaget saat melihat masih belum tidur.

Mbok Sum menghampiri Nona mudanya yang sedang duduk diruang depan.

"Non, belum tidur?" pertanyaan mbok Sum yang tiba-tiba itu mengangetkan Sensa juga.

"Astagfirullah mbok," Sensa memegang dadanya, dia sangat kaget saat mendengar suara mbok Sum barusan. Pasalnya dia sama sekali tidak mendengar langkah kaki mendekat.

"Hehee,,, maaf Non, kalau mbok Sum bikin Non kaget, tadi saya mau ngambil minum terus liat Non belum tidur jadi saya kesini. Memang kenapa sudah tengah malam begini Non belum tidur?" Mbok Sum bertanya penasaran.

"Aku sedang menunggu tuan Arsel, sampai larut begini belum pulang. Pergi kemana ya? aku jadi khawatir, Mbok." Sensa menunjukkan raut kecemasannya.

"Mungkin tuan sedang lembur Non, terus ketiduran dikantor." ucap mbok Sum ingin menenangkan Nona mudanya.

Sensa termenung mencoba berfikir positif, mungkin saja apa yang dikatakan mbok sum benar, kalau memang suaminya itu sedang lembur atau ketiduran di Kantor.

"Kenapa nggak ditelpon aja Non, biar tau tuan ada dimana?" mbok Sum memberi ide.

Sensa kembali duduk disofa, tubuhnya lemas dan mukanya terlihat sedih.

"Hah.. aku ini istri yang nggak berguna atau istri yang nggak dianggap ya, mbok? nikah sudah satu tahun lebih tapi nomor handphone suami sendiri tidak tau." keluh Sensa. Dia menggenggam handphone jadulnya, handphone yang sudah tidak ada tipenya. Tombol-tombol keyboard yang sudah tak terlihat, ada yang sudah hilang. Kalau ada telfon masuk cuma berbunyi ting-ting tanpa adanya nada dering yang indah.

Handphone itupun hadiah dari almarhum ayahnya sewaktu dia lulus SMA, sudah banyak tahun handphone jadul itu menemaninya.

Bahkan jika dibandingkan, masih bagusan handphone milik Ayu anaknya mbok sum yang sudah memiliki android. Padahal dialah yang berstatus majikan.

Sensa yang memiliki kartu Black Card pemberian Arsel itu tak pernah menggunakan kartu itu untuk kepentingan pribadinya.

Dia hanya wanita yang begitu awam, polos, dan sederhana. Tidak pernah menggunakan Black Card untuk bersenang-senang, dia hanya menggunakannya untuk berbelanja bahan dapur.

"Non, malah melamun? sudah larut malam sebaiknya Non istirahat saja. Mbok yakin, den Arsel pasti baik-baik saja."

"Mbok Sum tidur duluan saja, biar Sensa tunggu sebentar lagi." lagi-lagi Sensa menolak, dan masih bersikukuh ingin menunggu Arsel pulang.

Aduh, Mbok Sum menjadi bingung, dia tidak tega membiarkan Nonanya sendirian. Tapi dia sendiri juga sudah mengantuk, dari tadi pun mulutnya sudah menguap.

Sensa melihat Mbok Sum tidak bergeming dan diam mematung.

"Sudah Mbok Sum istirahat duluan saja ya, nanti saya juga istirahat kok." Sensa menyuruh Mbok Sum untuk istirahat lebih dulu.

Akhirnya Mbok Sum mengalah, menuruti perintah dari Nona mudanya.

"Baiklah Non, Mbok pamit kekamar dulu. Non jangan lama-lama dan harus cepet istirahat." pesan Mbok Sum. Sensa hanya tersenyum dan mengangguk.

************

Ditengah malam Arsel merasa kedinginan. Suhu AC yang dingin itu membuat matanya yang berat langsung terbuka, dilihat selimut hanya menutupi bagian pinggang kebawah saja dada bidangnya terekspos bebas.

Dia ingin menarik selimut, tetapi merasakan ada sesuatu yang memeluknya. Tangan putih mulus sedang mendekap perutnya.

Masih belum sadar, Arsel berfikir itu adalah Sensa. Tetapi tunggu! sedikit ingatannya mengingat kejadian semalam saat dia pergi kerumah Bella.

Arsel langsung terduduk, dia berharap ini mimpi, jika menjadi mimpi pun bisa dipastikan ini mimpi buruk.

Wanita disampingnya tertidur pulas, keadaanya tidak jauh berbeda dengannya tidak mengenakan baju. Baju-baju sudah teronggok dilantai, mungkinkah?.

Arsel memegangi kepalanya.

"Astaga... apa yang sudah aku lakuin! Sial, bangs*t!! kenapa aku bisa melakukan itu dengan Ella? Aku sudah menghianati Sensa, padahal aku sudah berjanji tidak akan menyakiti dia lagi tapi apa yang aku lakukan! Aahk'...." Arsel berteriak marah. Frustasi dengan dirinya sendiri atau dengan keadaan, apapun itu semua sudah terjadi dia tak bisa merubahnya.

"Arsel, kamu sudah bangun?" Bella terbangun karna mendengar suara Arsel.

"Ella! katakan, apakah semalam kita melakukan itu?" Arsel bertanya, dia menahan emosi.

"Kamu lupa, semalam kita memang melakukan itu. Tadi malam kamu bilang sedikit pusing aku membantumu berbaring supaya pusingnya bisa hilang, tapi kamu malah menciumku dan mengajakku untuk melakukan itu." Bella memberikan keterangan palsu.

"Kenapa kamu tidak menolaknya!!" suara Arsel meninggi.

"Awalnya aku sudah menolak Sel, tapi kamu terus mendesakku jadi aku diam dan terpaksa melakukan itu." Bella berpura-pura sedih.

Arsel tidak lagi mengajukan pertanyaan, dirasa semuanya percuma karna sudah terjadi. Dia turun dan mengambil baju-baju yang berserakan, memakai pakaiannya dikamar mandi.

Setelah selesai dia keluar tanpa berbicara apapun lagi dia mengambil kontak mobil dan ingin segera pulang.

Jalanan begitu lenggang, karna waktu menunjukan jam 4 pagi dia bisa menguasai jalanan.

Sampai didepan gerbang Arsel membunyikan klakson agar satpam segera membuka gerbang.

Satpam yang terlelap mimpi harus terganggu untuk membuka gerbang besi tinggi itu.

Arsel membuka pintu depan pemandangan pertama, melihat Sensa yang tertidur disofa.

Sungguh Arsel merasa bersalah telah membuat Sensa menunggu dan tertidur disofa.

Menunggu suami yang sedang selingkuh? sungguh jahat!!! suami macam apa aku? neraka jahanam dengan senang hati menerimaku.

Arsel memindahkan Sensa kekamar tamu. Ada alasan Arsel selalu membawa Sensa kekamar tamu, jika dia membawa Sensa kekamarnya dia takut Sensa akan mengingat kejadian buruk itu.

Arsel melepas jas dan sepatu, dia ikut berbaring disamping Sensa.

Dia mengecup kening Sensa dan membelai pipi mulus itu.

Masih memikirkan kesalahannya.

Arsel berdo'a, agar kedepannya nanti tidak ada kesalahpahaman dengan masalah yang dia ciptakan sendiri. Itu do'a pertamanya karna selama ini dia tidak pernah berdo'a.

********

Pagi hari Sensa terbangun dipelukan Arsel, saat kulitnya bersentuhan dia merasakan suhu badan Arsel yang sedikit panas.

Mengetahui Arsel demam, Sensa langsung terbangun.

Sensa pergi kedapur mengambil air hangat yang diisi kedalam baskom dan mengambil handuk kecil.

Sensa kembali kekamar tamu dia langsung menempelkan handuk tadi kedahi Arsel.

Merasa ada yang mengganggu, Arsel terbangun disamping nya ada Sensa yang tersenyum manis.

Arsel memegang handuk didahinya, kepalanya terasa pusing.

"Tuan sudah bangun, badan mu sedikit panas jadi aku kompres." kata Sensa, Arsel mengangguk.

Sensa memperhatikan leher Arsel yang terdapat suatu keanehan.

"Tuan, kenapa di leher mu ada bekas merah-merah seperti itu?" Sensa bertanya, dia tidak tahu itu bekas apa.

Arsel sendiri sudah sangat gugup mendengar pertanyaan dari Sensa. Dia takut dan bingung, tidak tahu harus menjawab apa. Arsel hanya diam saja, tidak menjawab.

"Tuan digigit apa? apa itu sakit?" Sensa mengajukan pertanyaan lagi.

Arsel sedikit bernafas lega untung juga punya istri polos yang nggak ketulungan atau bodoh!. Biar saja apa sebutannya yang terpenting saat ini dia berada diposisi aman.

"I,ini bekas gigitan serangga! ya, ini bekas gigitan serangga tadi malam." ucapnya gugup dengan asal menunjukan bekas kemerahan itu.

"Sampai seperti itu, apa itu tidak sakit tuan?"

"Tidak, ini sudah tidak sakit hanya bekasnya saja yang belum hilang." Arsel menjelaskan dengan kebohongan.

"Oh, tapi bekas itu bukan dileher sebelah kiri tuan, bekasnya ada disebelah kanan."

"Ah, iya-iya aku lupa." Arsel sendiri tidak tau jika Bella meninggalkan bekas tanda bercinta dilehernya, dia sendiri belum sempat bercermin.

1
Sumi Sumi
aku kembali akak mei ,,
Erni Bae
Kecewa
Wahyu Kasep
Thor pertanyaan ' ana belum antum jawab
yang gubug itu
Wahyu Kasep: soal gubug derita
emang di jaman modern ini masih ada gubuk derita
total 2 replies
Wahyu Kasep
Wati baik sama sensa 😏 biasanya akan di usahakan di kasih tempat yang layak dan pekerjaan ya' misal buruh cuci/ lainya?
ini terlalu mengada " ceritanya
Wahyu Kasep
Ansel akan ber hijrah dan mengenal Sunnah ☝️ serta akan meninggalkan semua urusan dunia winya Demi ber hijrah di jalan Allah SWT
inayah machmud
ya ampun kelakuan nya Sensa sama Arsel...🤭🤣🤣🤣
DALAM yang paling DALAM...
🤔🤔🤔🤔
Yuni Youn
Luar biasa
Sumi Sumi
kalau udah sampai sini sebentar lagi pasti mewek berjamaah
Sumi Sumi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣rese bnget bos somplak nih kasian kan babang angga ga jadi jadi belaj duren nya🤣🤣🤣🤣🤦🤦🤦
Sumi Sumi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Sumi Sumi
ini tuh cerita yang ga nanggung ,, dari mulai menguras air mata sampai mata ku bengkak gara gara kesadisan suami ,, ketemu kebahagiaan pasangan yang harmonis dan romantis nah sekarang kocaknya sampe bikin sakit perut kebanyakan ketawa emang nih cerita ga ada habisnya pokonya seribu bintang pollll
Sumi Sumi: iya aka mei rindu certa taka aku
total 2 replies
Sumi Sumi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣kasian ayamnya kamu cabutin bulu nya taka taka
Sumi Sumi
ulah apa yang baklan d laku kan ci kembar
Sumi Sumi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Sumi Sumi
🤣🤣🤣🤣🤣 asli ini mah keluarga unik
Sumi Sumi
untung ada saka pintar
Sumi Sumi
akhirnya sesa sadar juga
Putriani Putriani
oh di sini kok banyak banget bawangnya😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Sumi Sumi
sensa jangan lama lama bbo nya kasian saka dan s
baby twins
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!