NovelToon NovelToon
Istri Kontrak Sang Mafia

Istri Kontrak Sang Mafia

Status: tamat
Genre:Obsesi / CEO / Dijodohkan Orang Tua / Mafia / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:541.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Nona Incy

Masih Dalam Revisi, mohon maaf kalau tidak nyambung 🙏🙏

Celine terpaksa harus menikah dengan seorang mafia kejam, hanya untuk mendapatkan biaya untuk ayahnya yang sedang kritis, pernikahan kontrak yang Caline terima ternyata membawanya kedalam penderitaan karena sang suami Gerald Smith tidak menganggapnya ada dan terus memberinya penderitaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Incy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

Bukannya merasa iba mendengar setiap perkataan putranya yang menyesal telah menyakiti Celine, Mr. Romero malah tertawa keras lalu berdiri dari duduknya, dan langsung memberikan sebuah bogeman keras pada rahang Gerald sehingga membuat pria tampan itu tersungkur akibat emosi yang sudah tidak bisa ditahan legi oleh Mr. Romero.

"Itu adalah balasan untukmu karena kamu telah berani menyakiti menantu kesayanganku, aku menyesal telah menikahkannya denganmu" Ucap Mr. Romero dengan suara serak dan tatapan tajam.

"Dad!" Demi apapun Gerald tidak akan melakukan hal seperti itu jika waktu bisa diulang kembali, dia juga menyadari kesalahannya karena menyebut nama Elana di malam panas mereka, pantas saja istrinya marah, karena tidak akan ada perempuan mana pun jika tengah memadu kasih pasangannya menyebut nama orang lain.

Mr.Romero kembali mendekati putranya, ketika melihat Gerald yang hendak berdiri, kaki kokoh milik sang Ayah langsung bersarang di dadanya, membuat Gerald terbatuk-batuk

"Aku hampir saja melakukan kesalahan untuk kedua kalinya atas permintaanmu yang menginginkan pernikahan seumur hidup, kamu ingin menyiksanya?" Detik kemudian, dia kembali melayangkan tendangan yang jauh lebih keras, Gerald bukan tidak bisa melawan hanya saja dia memberikan ayahnya meluapkan emosinya.

"Aku hampir melupakan sesuatu Gerald, bahwa kamu bukan manusia, kamu tidak menginginkannya bukan? Dan kamu hanya ingin perempuan yang kamu sebut namanya ketika menyentuh Celine? baiklah kamu akan mendapatkannya, menikahlah dengan perempuan pilihanmu dan ceraikan Celine" Pria tua itu mengeraskan rahangnya, sebelum menghajar putranya dia sudah mencari tau lebih dulu, anak buahnya meretas CCTV dirumah Gerald, tepatnya di kamar yang menjadi insiden tadi. Gerald memang beda dari yang lain, dia memasang CCTV dikamar semenjak istrinya hamil.

Mata Gerald membulat sempurna, rahangnya mengeras kedua tangannya mengepal dengan erat, jika dulu Mr. Romero mengatakan hal seperti itu maka Gerald akan dengan senang hati melakukannya, tetapi sekarang sudah berbeda keadaan, dia sangat menginginkan Celine.

"Sampai kapanpun aku tidak akan menceraikannya, dia akan menjadi istriku selamanya.. Akh!!" Seru Gerald dia kembali merintih karena Mr. Romero menekan dadanya.

"Tuan!!" Seru Andre dan Zian bersamaan, meskipun kecewa dengan sikap Gerald, tetapi mereka tidak tega melihat tuannya kesakitan.

"Kalian diam lah di tempat, jika tidak ingin pria bodoh ini bernasib sama dengan Celine yang terbaring didalam sana, sekali saja kaki kalian melangkah, maka benda ini akan melubangi kepalanya" ucap Mr. Romero tanpa menoleh, namun sebelah tangannya menodongkan pistol kearah keduanya.

Zian menahan tangan Andre yang hendak melanjutkan langkahnya, Zian menggeleng, pria tua yang berada di depannya tidak pernah main-main dengan ucapannya, meskipun Gerald adalah putranya sendiri.

Setelah puas membuat wajah Gerald babak belur, Mr. Romero memerintahkan anak buahnya untuk memperketat penjagaan, selain mencegah Gerald masuk, juga waspada karena tidak menutup kemungkinan situasi seperti ini akan di manfaatkan oleh musuh.

***

Mr. Romero masuk keruangan Celine, perempuan cantik itu masih terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit, mengetahui calon cucunya yang dinantikan selama ini dalam keadaan tidak baik-baik saja membuat emosi dan sesak di dadanya.

Tidak lama kemudian Celine bergerak pelan, perlahan membuka matanya, Mr. Romero yang melihat menantu kesayangannya sadar, langsung menghampiri dengan cemas.

"Jangan banyak bergerak dulu, istirahat lah nak, Daddy akan panggil dokter untuk memeriksa mu" ucapnya dengan lembut.

Celine mengangguk, lalu dia menyentuh perutnya sendiri, membawa pandangannya ke arah mertuanya. "Dad, bagaimana dengan bayi berudu ku?" Tanyanya penuh dengan kekhawatiran.

Mr. Romero terdiam dan bingung mau menjawab apa, dia sendiri saja tidak tau apa yang terjadi dengan calon cucunya, sebab ketika dokter akan menjelaskan tadi, dia selalu menyela dan lebih mementingkan keadaan Celine.

"Dad, apa yang terjadi? bayi berudu ku... " lirih Celine.

Mr. Romero tersenyum, "Bayi berudu mu, dia baik-baik saja, mungkin sebentar lagi akan berubah menjadi katak" kekeh nya.

Celine bernafas dengan lega, bayinya tidak kenapa-napa, tetapi tidak dengan mertuanya karena belum pasti dengan nasib janin itu.

"Istirahatlah nak, Daddy mau keluar sebentar untuk memanggil dokter" ucapnya dan Celine hanya mengangguk.

***

Andre dan Zian mengikuti langkah sang tuan, setelah mengobati Gerald, ketiganya kembali ke Mansion, karena ada sesuatu yang harus di urus.

"Tuan bagaimana keadaan nona?" tanya Sia ketika melihat sang tuan dan dua asistennya telah kembali.

"Nona baik-baik saja Sia" Jawab Andre karena Gerald hanya diam.

"Lalu bagaimana dengan bayi berudu nya?" Karena Celine sering mengatakan telur berudu maka mereka semua mengikuti panggilan itu, ketika mendapatkan pertanyaan itu, tidak ada yang menjawab.

"Dimana wanita sialan itu?" Zian bertanya dengan kilatan emosi, bahkan Sia seperti melihat orang lain pada diri Zian. pemuda manis itu seperti duplikat iblis.

"Masih dikamar nona Celine" Jawab Sia, merinding, tanpa menunggu perintah Gerald, Zian langsung berjalan melewati atasannya, dia tidak perduli setelah ini akan mendapatkan hukuman seperti apa dari Gerald.

Membawa langkahnya kearah kamar Celine, tetapi Gerald menghalanginya. "Biarkan aku saja yang melakukannya" Seru Gerald.

Zian berhenti di depan pintu "Anda akan menghukumnya seperti apa? Membuatnya mendesah sepanjang malam dibawah tubuh anda? Saya tidak yakin anda akan menyiksa perempuan yang belum anda nikmati tubuhnya" Ucapnya dengan nada mengejek, entah mendapatkan keberanian dari mana, Zian berani melawan Gerald, biasanya pemuda itu akan patuh.

"Kamu!!"

Zian tidak perduli dia langsung mendobrak pintu kamar Celine, membuat perempuan cantik dan sexy itu kaget, namun detik berikutnya perempuan itu tersenyum, karena ada Gerald dibelakang Zian.

"Tuan!!" Serunya hendak berlari kearah Gerald, namun dengan cepat Zian mencabut pistol yang tersimpan di punggungnya.

"Diam di tempatmu kalau kamu masih ingin bernafas" Tekan Zian,

"Kamu, apa yang kamu lakukan? apa salahku? Tuan Gerald tolong aku" ucap wanita itu dengan tubuh gemetar meminta pertolongan pada Gerald, namun pria itu diam saja.

"Kamu bertanya apa salahmu? kamu telah melukai nona kami, bahkan gara-gara kamu kami tidak bisa melihatnya" Amuk Zian, dengan keras menarik rambut panjang perempuan panggilan itu.

"Sakit tuan, tolong lepaskan aku, aku minta maaf, aku tidak sengaja melakukannya" Dia berusaha menghentikan tangan Zian yang semakin kencang menarik rambutnya.

"Zian, tenangkan dirimu, kita bisa menghabisinya di markas, jangan membuat kotor kamar nona" cegah Andre, ya Andre juga ingin memberikan hadiah untuk perempuan itu, namun tidak dikamar Celine.

Iya, Zian tidak boleh mengotori kamar nona nya dengan darah perempuan kotor ini, lalu dia menyeret tubuh itu keluar kamar sampai ke ruang utama disana sudah banyak para pengawal dan para maid. Mereka berkumpul karena mendengar keributan.

"Zian, hentikan!!" seru Gerald.

"Anda masih membelanya?" Zian memicingkan matanya

"Tidak, kita bawa ke markas, disana kamu beb.. "

Dor.. Dor.. Dor

Setelah terdengar tiga kali tembakan, Semua mata terpejam, darah segar mengalir dilantai. belum juga Gerald menyelesaikan kalimatnya Zian sudah menyela dengan letusan dari pistol yang dia pegang.

Bruk

Zian melemparkan tubuh yang sudah tidak bernyawa itu kearah Gerald, wanita malang tergeletak dibawah kaki Gerald. Bukan hanya Gerald bahkan Andre melebarkan mulutnya astaga Zian kejam sekali.

melubangi kedua matanya dan mulut sampai tembus kebelakang. Setelah melakukan semua Zian melangkahkan kakinya hendak keluar mansion.

"Zian, tunggu" ucap Gerald menghentikan langkah pemuda tampan itu.

"Apa istriku sangat berharga bagimu sampai kamu tidak patuh lagi padaku?" ucap Gerald, Zian menoleh lalu berjalan kearah tuannya.

Menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskan. "maafkan saya tuan, saya bukan tidak patuh, hanya saja saya bahkan yang lainnya juga sudah menganggap nona sebagai keluarga sendiri, kebaikan nona, perhatiannya pada kami, membuat kami ingin hidup lebih lama, ketika menjalani misi, kami ingin pulang dengan selamat, karena ada nona Celine yang selalu mengkhawatirkan kami" Jawab Zian dengan tatapan sendu,

"Dulu pertama kali anda menemukan saya di jalanan lalu membawa saya pulang, menjadikan saya sahabat, memberikan kasih sayang, mengajarkan saya bagaimana caranya untuk bertahan hidup, sampai saya memiliki segalanya, disaat itu juga saya berjanji akan setia dan patuh, rela mengorbankan nyawa saya untuk melindungi anda" lanjutnya menghela nafas panjang

"Saya bukan orang yang tidak tahu balas budi, ataupun orang yang tidak tau diri, mungkin pelayan rendahan seperti saya akan dianggap berlebihan untuk membela nyonya dirumah ini, tapi saya tidak perduli dengan pemikiran seperti itu, yang saya tau nona adalah anda, saya juga akan melakukan hal yang sama dengan orang yang melukai Anda tuan, maafkan saya yang lancang menganggap anda dan nona sebagai keluarga sendiri, anda bisa menghukum saya sekarang "

Gerald terdiam, iya dia memang memungut Zian kecil dulu di pinggir jalan, membawanya pulang dan dirawatnya, sampai tumbuh menjadi pemuda yang tampan dan kuat, namun Zian dulu tidak pernah perduli dengan Elena, tetapi sekarang dengan Celine, Zian berani menentangnya.

"Zian.. "

Gerald menghentikan kalimatnya ketika ponsel Zian berdering, pemuda itu langsung mengangkatnya ketika melihat nama anak buahnya yang diperintahkan untuk berjaga di luar rumah sakit.

[... ]

Raut wajah Zian berubah panik, "Zian ada apa?" Tanya Gerald.

"Ada penyerangan dirumah Sakit"

1
Anjani Manurung
baru Nemu novel ini.mafia kocaak
Ferdin Maduwu
mampir dulu
Nining Wahyuningsih
aduh karakter celine dibenahi
nobita
aku mampir kak
fatin Rahman
💪🤭😍🤣🤣
Stevi
𝔹𝕘𝕦𝕤
Suciati suci
ini yg ku cari perempuan tangguh gak hanya nangis2 dan lemah👍👍👍
Juna Dong
luar biasa
ZARA WIJAYA
bab pertama aku baca dulu👍
Yulia
kereeen 👍
Yulia
Mr Romero😘😘😘😘
Noorjamilah Sulaiman
mantap Aku suka,Ni 2 Kali sdh bacanya...
Noorjamilah Sulaiman
Aku sdh baca novel ini tp lupa Bila...😂😂
penajingga
/Grin//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ireneloong Irene
🤣🤣🤣🤣
Muchamad Ridho
baguus Celine..
merry
Lumayan
merry
Kecewa
Jennifer Jatam
Luar biasa
Jennifer Jatam
Biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!