Setelah di jatuhkan talak 6 tahun lalu dalam keadaan hamil yang ternyata tidak mengubah apapun dalam kehidupan Saffana.
Sakit hati yang dia terima membuat Saffana tetap mengakhiri pernikahan itu dengan laki-laki yang pasti dia cintai.
Semua keputusan itu di ambil dengan melibatkan sang pencipta.
Setelah 6 tahun. Saffana yang akhirnya hidup masing-masing dengan mantan suaminya. Tetapi hubungan mereka tetap baik. Karena mereka masih saudara dan juga masih ada anak yang bernama Alisha buah hati mereka berdua.
Hubungan mantan pasangan suami istri itu tetap baik dan kompak dengan merawat Alisha. Tetapi tetap harus berjarak.
Seiring berjalannya waktu, Saffana dan Aksa sama-sama menemukan pasangan hidup mereka masing-masing untuk memulai kehidupan baru setelah 6 tahun lebih sendiri.
Saffana yang sedang dalam proses perencanaan pernikahan.
Bagaimana kehidupan Aksa dan Saffana saat mereka berdua memutuskan untuk memulai kehidupan baru dengan pasangan masing-masing?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 34 Aksa dan Saffana.
Alisha yang ternyata sudah tertidur sangat lelap setelah dibacakan dongeng oleh Rachel. Rachel yang menutup buku dongeng tersebut dan menyimpan kembali pada tempatnya. Lalu Rachel menyelimuti Alisha dan tidak lupa mencium lembut kening Alisha.
Rachel yang melihat kearah jendela kamar yang masih terbuka. Rachel menghela nafas dan langsung melangkah menghampiri jendela yang menutup jendela itu. Tetapi mata Rachel yang melihat kearah bahwa dan melihat Saffana dan Aksa yang berdiri bersebelahan dengan Saffana yang masih memayungi Aksa.
"Seperti apa sebenarnya skenario dari takdir Allah. Saat Saffana sudah berpisah dan banyak kemungkinan akan bisa rujuk kembali dengan Aksa. Lalu sekarang Irene muncul yang menuntut pernikahan untuk secepatnya dilaksanakan. Padahal jika aku melihat sekarang, Saffana dan Aksa adalah 2 orang yang masih saling mencintai dan sama-sama saling mengandalkan satu sama lain," batin Rachel yang melihat ke-2 pasangan itu yang menyimpan perasaan yang sama.
"Apa mungkin mereka berdua memang tidak akan bisa bersama lagi. Jadi Alisha akan tetap seperti ini dengan ibu dan ayah yang akan memiliki kehidupan masing-masing," batin Rachel yang tampak harapan itu sudah pupus.
Mungkin Rachel sangat kasihan pada Alisha. Tetapi Rachel hanya seorang nenek yang tidak bisa melukai apa-apa. Rachel mengenal nafas dan menutup tirai jendela dan juga menutup jendela tersebut.
Sementara Saffana dan Aksa yang masih tetap pada posisi mereka masing-masing.
"Alhamdulillah selesai!" ucap Aksa yang bersyukur dan membuat Saffana tersenyum.
"Makasih Saffana!" ucap Aksa tersenyum.
Saffana mengangguk. Tiba-tiba angin kencang yang tertiup membuat payung yang dipegang Saffana hampir saja terbang dengan Saffana berusaha untuk mempertahankan payung tersebut. Melihat hal itu refleks membuat Aksa yang juga menahan payung itu dengan posisi mereka berdua yang saling berhadapan dan tangan mereka berdua yang menyentuh memegang besi payung itu.
Namun, situasi itu mendadak sangat canggung dengan mereka berdua yang sama-sama saling melihat satu sama lain, mata mereka saling menatap dengan debaran jantung yang tidak biasanya. Kedekatan yang terjadi diantara mereka menjadikan suasana itu panas dingin.
Sampai akhirnya Aksa dan Saffana menyadari dan Aksa yang refleks menjauhkan tangannya dari Saffana dan terjadi kecanduan diantara mereka berdua dengan sama-sama mengalihkan pandangan satu sama lain.
"Maaf!" ucap Aksa yang merasa sangat tidak enak dengan apa yang barusan terjadi.
"Tidak apa-apa," sahut Saffana yang kesulitan menelan salivanya yang sampai detik ini masih mengedarkan pandangannya yang melihat ke sekitar arah.
"Hmmm apa sudah selesai?" tanya Saffana yang begitu sangat gugup.
"Iya sudah selesai," jawab Aksa.
"Kalau begitu Saffana masuk terlebih dahulu!" ucap Saffana.
Aksa mengangguk dan Saffana yang langsung pergi dengan cepat. Dia bahkan baru bisa menghela nafas, setelah tadi merasa begitu gugup dan salah tingkah di depan Aksa.
Aksa yang juga terlihat sangat gugup yang beberapa kali menghela nafas dengan mata yang terpejam sebentar. Aksa juga meninggalkan mobil itu dan langsung pergi yang memasuki rumah menyusul Saffana.
*********
Aliyah yang ternyata terjebak hujan deras yang sekarang berada di tempat perteduhan yang di pondok kecil berada di pinggir jalan yang sangat sepi. Aliyah berdiri dengan memeluk tubuhnya untuk mengurangi rasa dingin.
"Kenapa hari ini aku begitu sial, mobil mogok dan sekarang hujan deras, ponsel mati, aku sekarang benar-benar terjebak yang tidak bisa menghubungi siapa-siapa!" protes Aliyah yang tidak bisa berpikir
"Apa-apa jangan-jangan aku kualat lagi pada mama. Karena sudah mematikan telepon begitu saja," Aliyah yang menyadari kesalahannya dengan wajah sangat cemberut dan penuh kegelisahan. Karena sekarang dia merasa mendapatkan karma yang terjebak dalam hujan dan tidak ada yang bisa membantunya.
"Bagaimana ini? kenapa tidak ada sama sekali orang yang lewat yang bisa menolong ku. Paling tidak dia memberikan ponsel kepadaku, agar aku bisa menghubungi orang di rumah untuk menjemput di tempat ini. Mau sampai kapan aku berada di sini, malah jalanan sangat sepi dan bagaimana jika hujannya tidak berhenti-berhenti. Masa iya aku sampai pagi harus di sini," Aliyah yang terus mengoceh dengan mengeluhkan keadaan yang dia jalani.
"Ya Allah aku mohon kirim bantuan untukku," ucap Aliyah yang sekarang melihat ke atas langit yang sangat gelap.
"Bagaimana jika aku yang membantumu!" tiba-tiba terdengar suara berat yang membuat Aliyah perlahan menoleh ke arah kiri.
Mata Aliyah yang terbelalak kaget sampai bola mata itu ingin keluar yang tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Suara seorang pria yang berjarak 5 meter darinya yang ternyata dia adalah Andre. Jantung Aliyah ingin copot dengan tubuh yang bergetar dan mendadak sangat takut dengan pria yang menatapnya sangat nakal.
"Kau..." lirih Aliyah yang melihat pria itu sekarang sedang tersenyum miring.
"Kamu ingin diantarkan ke mana. Aku akan membantumu!" ucap Andre dengan seringai nakal di wajah itu yang membuat Aliyah kesulitan menelan salivanya.
"Mau apa kau?" tanya Aliyah yang semakin panik.
"Menginginkan dirimu!" jawab Andre yang membuat Aliyah benar-benar terkejut.
"Bukankah selama ini kau selalu mencampuri urusanku. Aku berpikiran jika kau melakukan semua itu, karena kau sebenarnya menyukaiku diam-diam," ucap Andre sinis.
"Jangan terlalu percaya diri. Aku sama sekali tidak tertarik dengan orang sepertimu!" tegas Aliyah dengan suara bergetar yang berusaha untuk berbicara tegas namun tidak bisa bohong jika dia sangat takut.
Andre menyunggingkan senyum dan melangkah mendekati Aliyah yang membuat Aliyah semakin panik dan refleks untuk mundur.
"Jangan mendekat!" tegas Aliyah.
"Jangan terlalu galak Aliyah. Kau akan menjadi milikku malam ini. Kau akan mendapatkan konsekuensi atas semua yang sudah kau lakukan. Kau terlalu mencampuri urusanku juga Saffana dan semua ini terjadi karena perbuatanmu.Jadi sekarang kau harus membayar semua itu!" tegas Andre yang menunjukkan wajah seperti monster yang ingin menerkam mangsa.
Aliyah yang begitu panik dan melihat di sekelilingnya yang sama sekali tidak ada orang membuat Aliyah mengambil tindakan yang langsung berlari dengan kencang melewati hujan deras tanpa peduli apapun.
"Kau tidak akan bisa lari Aliyah!" teriak Andre yang langsung mengejar Aliyah yang tidak akan melepaskan wanita yang sudah mencampuri urusan rumah tangganya.
Andre yang memang masih dalam pengajaran polisi yang ternyata mengambil kesempatan untuk memberikan pelajaran kepada Aliyah.
********
"Lepaskan aku!"
"Lepas!" Aliyah memberontak saat Andre berhasil mendapatkannya dengan memeluk tubuh kecil itu dari belakang yang tidak membiarkan wanita yang penuh dengan ketakutan itu lepas begitu saja.
"Jangan menyentuh ku lepaskan aku bajingan!" teriak Aliyah.
"Kau diamlah!" sentak Andre dengan suara menggelegar yang membuat Aliyah semakin takut. Namun, Aliyah tetap memberontak di tengah hujan deras melawan pria yang penuh amarah itu.
Andre bahkan membanting tubuh Aliyah yang sekarang berbaring di aspal dan melayangkan tamparan ke pipi Aliyah. Andre yang benar-benar laki-laki kasar yang tidak punya perasaannya sekarang ingin melecehkan Aliyah dengan mencengkram kedua lengan Aliyah. Saat Aliyah berusaha untuk memberontak dari keganasan pria yang sangat kejam itu.
"Lepaskan aku!"
"Aku mohon!"
Aliyah yang terus memohon dengan air mata yang sudah jatuh. Namun, Andre yang ternyata tidak peduli dan bahkan merobek bagian baju depan Aliyah melanjutkan aksi bejatnya untuk memperkosa Aliyah.
Aliyah hanya berusaha untuk mempertahankan harga dirinya di tengah kebuasan laki-laki itu dan tidak ada sama sekali orang yang bisa menyelamatkan dia.
Bersambung.
please lah...