NovelToon NovelToon
Istri Kedua

Istri Kedua

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:891.7k
Nilai: 5
Nama Author: triy

Rezza pria tampan dan mempunyai kehidupan cukup mapan sejak lahir dengan terpaksa harus menerima perjodohan dari ibunya dengan seorang wanita yang bernama Artiya sepupu dari kekasihnya sendiri,yang menurut Rezza wanita itu sama sekali tidak menarik dilihat dari segi manapun juga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon triy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MENEBUS KESALAHAN

Setelah selesai melakukan pemeriksaan dipuskesmas Rezzapun melajukan mobilnya kerumah sakit ternama dikota J untuk melakukan USG pada kandungan Tiya.

Kebetulan Rezza ada kenalan dokter bedah dirumah sakit ìtu,dan merekomendasikan seorang dokter SpOG wanita disana.

Rezza memang menginginkan istrinya diperiksa oleh seorang dokter wanita,dia tidak rela istrinya dipegang pegang oleh pria manapun meskipun seorang dokter sekalipun.

Diruangan pemeriksaan dokter sedang menyeken perut Tiya,untuk mengetahui perkembangan janin yang dikandung oleh Tiya.

Lewat USG 4D, Tiya maupun Rezza bisa melihat pergerakan janin mereka,Rezza merasa takjub dengan wajah calon bayinya dan pergerakanya,

Rezza sangat bahagia melihat calon bayinya yang terlihat aktif dan sehat dalam kandungan ibunya.

Tak terasa mata Rezzapun berkaca kaca saking bahagianya,Rezza sangat terharu dengan pemandangan yang ia lihat saat ini.

Rezzapun tak menyangka sebentar lagi dirinya bakalan menjadi seorang ayah.

Sepajang pemeriksaan Rezza maupun Tiya selalu mengukir senyum kebahagiaan.

Mereka berdua meluahkan rasa syukurnya dengan mengingat kebesaran Allah dan dengan memuji asma Allah berkali kali.

Rezza dan Tiya keluar dari rumah sakit dengan wajah bahagia,kemudian Rezza mengajak Tiya pergi bekeliling kota J yang terkenal dengan keindahan pariwisatanya.

Didalam mobil Rezza bertanya pada istrinya,

"sayang kamu pengin jalan kemana?"

"emang mas nggak capek apa?"Tiya balik bertanya sebab merasa cemas dengan kesehatan suaminya,

"enggak sayang!"

"sebelum kita balik ke kota S,kita nikmati kebersamaan kita disini ya?"ucap Rezza pada istrinya.

"emang kalo udah balik kesana,kita nggak ada waktu buat bersama apa mas?"

"bukan gitu sayang,maksudnya kalo kita udah balik kesana,pasti aku sibuk kerja lagi kan sayang!"

"lagian kasian si Aji,pontang panting sendiri ngurusin perusahaan" jelas Rezza,

"oohhhh iya ya mas,kasihan mas Aji",

"yang penting bagi aku itu...semoga mas Rezza dikasih kimanan yang kuat, kesehatan ,kebahagiaan,dan kelancaran dalam rizki aja udah cukup kok mas" ucap Tiya tulus pada suaminya,

"aamiin..,makasih ya sayang untuk do'anya",

"makasih juga udah mau jadi istri aku,yang selalu mendukung aku disetiap langkahku ,ya sayang" jawab Rezza penuh syukur.

"iya mas,tapi...jangan salah !"

"nggak semua langkahmu aku dukung lho..mas" jawab Tiya,

"maksudnya?"tanya Rezza penasaran,

"aku nggak mendukung sama sekali langkah poligami diam diam yang sudah kamu lakukan padaku lho...mas" ucap Tiya dingin.

Seketika Rezza terdiam dan wajahnya agak memucat,sebab terkena sekak mat oleh istrinya.

Sesaat kemudian,dengan berhati hati Rezzapun berkata pada istrinya "maaf ya sayang aku udah nyakitin hati kamu",

"waktu itu, aku bener bener nggak ada pilihan lain,sayang" ucap Rezz mengiba,

"iya aku bisa ngerti situasi kamu saat itu mas!",

"yang aku mau,setelah ini jangan lagi nyembunyiin masalah sekecil apapun dari aku ya mas?" ucap Tiya sedih.

"aku mau,kita ini saling berbagi satu dengan yang lain mas,baik disaat senang maupun susah",

"aku nggak mau,kamu memikul beban masalah sendirian",

"kita inikan suami istri,harus saling pengertian dan saling menguatkan "

"kamu itu adalah nafasku mas",

"dan aku mau, kamupun jadikan aku nafasmu juga mas",

"biar kita sama sama saling membutuhkan,dan semoga hanya ajallah yang akan memisahkan kita ya mas",ucap Tiya penuh kesenduan.

Mendengan ucapan dari istrinya,Rezzapun memandang Tiya penuh haru dan bahagia,

iapun tak bisa mengungkapkan rasa syukurnya memiliki seorang istri seperti Tiya,lalu Rezza menciumi tangan istrinya dengar penuh rasa cinta.

Rezza tak menyangka,orang yang pernah ia tolak diawal pernikahan dahulu itu,memiliki hati yang sebening embun.

Rasa bahagia dalam hati Rezza tak dapat ia gambarkan,

dalam hati, Rezzapun memanjatkan untaian untaian do'a yang terbaik untuk istri tercinyanya.

Kemudian Rezza memarkirkan mobilnya dihalaman sebuah rumah makan ,yang tampak asri dengan pemandangan alam ,taman buatan yang disuguhkan tampak menghiasai halaman rumah makan itu.

Rezza mengajak Tiya untuk mengisi perut disana, "sayang kita makan dulu ya,kamu pasti udah lapar?"

Tiyapun menganggukan kepalanya,dan merekapun berjalan beriringan,

tangan Rezza tak pernah lepas menggandeng istrinya,lalu iapun langsung menuju tempat duduk yang nyaman dan asri untuk mereka duduk.

Rumah makan itu terdapat dua pilihan ruangan,yaitu in door maupun out door,dan Rezza memilih yang out dor,supaya saat menikmati makanan Rezza dan istrinya merasa nyaman disana.

Para pelayan yang melihat kedatangan Rezza dan Tiyapun dengan ramah menganggukkan kepala lalu memberi salam pada Rezza.

Kemudian Rezza hanya balik menganggukkan kepala pada para pelayan itu.

"indah banget ya mas rumah makan ini!"

"rasanya kita menyatu dengan alam gitu" ucap Tiya sambil melihat sekeliling suasana rumah makan itu dengan takjub.

"kamu suka sayang?" tanya Rezza pada istrinya,

"suka,rasanya kita mau makan didalam hutan gitu ya mas!" jawab Tiya antusias,masih melihat suasana disekelilingnya,

Mendengar pejabaran tentang restauran yang mereka kunjungi,Rezzapun hanya tersenyum tanpa kata.

Tak perlu dipanggil pelayanpun datang membawa menu untuk mereka berdua lihat, "Silahkan menunya pak Rezza" ucap pelayan itu dengan sopan,

"hidangkan semua menu yang terbaiknya ya!"

"biar istri saya mencicipi semua hidangan!"

"satu lagi,untuk masakan yang pedas jangan dimasak terlalu pedas,untuk steak dagingnya harus dimasak dengan well done!" perintah Rezza pada pelayan itu,

"siap pak Rezza" jawab pelayan itu dengan patuh kemudian berlalu pergi.

"mas sering kesini ya?" tanya Tiya penasaran,

"nggak juga sayang" jawab Rezza santai,

"kok mereka bisa kenal sama mas sih?"

"ya mereka mesti kenal sama bosnya dong sayang!" jawab Rezza dengan penuh percaya diri.

"oohhh ternyata mas yang punya ya?"

"iya sayang" ucap Rezza lembut,

"horang kaya mah usahanya dimana mana ya mas",

"punyaku ya punyamu jugakan sayang!"

"yang namanya pembisnis itu,usaha apa aja bisa dilakonin sayang,asal halal" jelas Rezza,

"iya mas aku percaya,asal jangan lupa sama yang membutuhkan aja ya mas" ucap Tiya mengingatkan,

"siap nyonya Arezza Sastradinata" jawab Rezza sambil menundukkan kepalanya dan meletakkan tangan kanannya didada.

"nggak usah lebaylah mas!" jawab Tiya pura pura ketus, sambil tersenyum geli melihat kelakuan suaminya.

"aku ini lebaynya cuma sama kamu aja,lho sayang",

"ah masak sih..?" ucap Tiya menyangsikan.

"iya,nggak percaya?"

"mau aku buktiin sama kamu?"tantang Rezza pada istrinya.

"iya..iya..aku percaya" balas Tiya panik,takut Rezza bakalan melakukan hal hal yang konyol yang bisa membuat Tiya merasa malu diruang terbuka itu.

Sepasang suami istri itu larut dengan obrolan ringan mereka,dan terlihat sangat bahagia.

Mereka menikmati makan siang dengan suka riya,Rezza merasa sangat bahagi melihat istrinya makan dengan lahabnya.

Rezza menunjukkan rasa cintanya dengan berkali kali menciumi jari jemari istrinya.

Dan Tiyapun membiarkan suaminya itu melakukannya,sebab dia tak mau membuat suami tercintanya itu ngambek lagi,

walaupun sebenarnya Tiya merasa malu diperlakukan berlebihan seperti itu di tempat umum (menurut Tiya).

Selesai makan siang Rezza membawa istrinya kepusat perbelanjaan terbesar dikota itu,Rezza mengajak Tiya kekonter handpone untuk membelikan Tiya ponsel.

Kemudian Rezza membawa istrinya kebutik butik baju muslim untuk berbelanja disana.

Rezza dan Tiyapun tak lupa membelikan kakung dan utinya beberapa baju untuk mereka.

"kamu pengin belanja apa lagi sayang?" tanya Rezza,

"ini udah terlalu banyak mas,udah aja ya", jawab Tiya,

"aku udah capek banget mas,udah sore"

"kita pulang aja yuk mas !" ajak Tiya,

"ya sudah kita pulang",

Rezzapun melajukan mobilnya kejalanan kota J dengan kecepatan sedang,kemudian Rezza membelokkan mobilnya kesebuah hotel berbintang 5.

Tiya yang merasa heran dengan suaminya itupun langsung bertanya,

"lho..mas kok malah belok kehotel sih?"

"kenapa nggak langsung pulang aja mas?"

"pulang kekampung agak jauh sayang,tadi kamu bilang capek kan?"

"jadi malam ini kita istirahat disini aja yah",ajak Rezza,

"nanti kalo kakung sama uti nungguin kita gimana dong mas?"

"tadi kita pamitnya kan cuma mau cek up aja mas?"

"tadi mas udah bilang ke kakung kok sayang, kalo kita malam ini nggak pulang!" jawab Rezza santai.

"kok tadi aku nggak denger kamu bilang gitu sih mas?" tanya Tiya lagi,

"ya mas bilangnya pas kamu mandi tadilah ,sayang", jelas Rezza,

"oohhh",

Rezza memilih kamar suite room untuk mereka berdua menginap.

Rezzapun meminpin istrinya untuk masuk kedalam kamar yang ia pesan tadi.

"Sayang kamu istirahat dulu ya!" perintah Rezza pada istrinya,

"aku mau mandi dulu mas,gerah banget" ucap Tiya,

"ya sudah,aku bantu kamu mandi ya sayang"

"modus" jawab Tiya,

"modusnya sama istri sendiri,ya nggak pa pa lah sayang",

"itung itung ibadah,trus dapet pahala juga kan sayang?" ucap Rezza sumringah.

Sepasang suami istri itupun mandi didalam bathtub bersama,

Rezza yang duduk dibelakang istrinyapun memijit mijit bahu Tiya dengan lembut, supaya istrinya merasa rilex.

Tiya yang duduk bersandar didada suaminyapun menikmati perlakuan manis dari Rezza suaminya dengan memejamkan matanya dan kedua tangan berpegangan pada bibir bathtub.

Melihat istrinya yang menikmati pijatannya Rezzapun tak menyia nyiakan kesempatan itu,

Kemudian Rezza mulai mengalihkan tangannya kebagian dada istrinya yang padat berisi,lama Rezza bermain main diarea faforitnya itu.

Kemudian tangan Rezza tak berhenti bergerilya kesana kemari,sambil menciumi bibir yang kemudian menjalar kebahu istrinya yang sudah pasrah dengan perlakuan Rezza tersebut.

Lalu Rezzapun membalikkan tubuh istrinya menghadap dirinya,

Rezza yang sudah siap dengan sempurna memasukkan senjata tempurnya kedalam pusat kenikmatan istrinya,

mereka berduapun melakukannya dengan penuh rasa cinta,hingga mereka mendapatkan pelepasan bersama sama.

Tak puas dikamar mandi, Rezza kemudian membopong istrinya ketempat tidur,dan merekapun melanjutkan kegiatan suami istri itu disana,hingga mereka berdua merasa kelelahan dan tertidur pulas.

Ditengah malam Tiyapun terbangun karena merasa lapar,lalu iapun membangunkan suaminya,

"mas...mas Rezza bangun!"

Rezza yang sudah berada dialam mimpipun terbangun juga,

"iya ada apa sayang?" tanya Rezza dengan suara paraunya.

"aku laper mas!" ucap Tiya sambil nyengir kuda,

"ohh ,kamu mau makan apa sayang?"

"aku pesanin dari restoran dihotel ini ya?"tanya Rezza sambil mengelus pipi istrinya.

"aku pengin banget makan mie tek tek sama nasi goreng yang dijual sama abang madura mas!"

"yang biasanya keliling pake gerobak itu lho..!" jawab Tiya bersemangat,

Melihat istrinya yang sedang mupeng, Rezzapun jadi tak tega ,lalu iapun beranjak dari pembaringannya dan bergegas berganti baju untuk pergi ,

"aku keluar carikan dulu ya sayang",

"kamu istirahat aja dulu",perintah Rezza,

"tapi aku pengin ikut mas" jawab Tiya tak mau berpisah dengan suaminya,

Kemudian Rezza menghampiri istrinya dan menasehatinya dengan lembut "ini udah malem,angin diluar nggak bagus buat ibu hamil sayang",

"aku nggak mau kamu masuk angin nanti" lanjutnya,

"ya udah deh" jawab Tiya terpaksa,

Rezza merasa senang sebab Tiya menuruti kata katanya walopun tampak terpaksa.

"kalo bosen,kamu liat tv aja dulu ya sayang"

"iya" jawab Tiya singkat,

Sebelum keluar Rezza mencium kening istrinya dengan penuh rasa cinta,lalu dilanjutkan keperut Tiya yang sedang bersandar disandaran tempat tidur.

Sesampainya dilobi hotel,Rezza yang berjalan tanpa menghiraukan orang lain disekitarnyapun tak sengaja menabrak seorang wanita yang sedang berjalan tergesa gesa.

"bruk" wanita yang ditabrak oleh Rezza itupun terjatuh kelantai,sebab badannya yang kurus tak sebanding dengan badan Rezza yang tinggi besar berotot.

Rezza yang tak mengira hal itu akan terjadipun seketika terkejut dan sepontan meminta maaf pada wanita itu.

"maaf ya mbak,saya nggak sengaja" ucap Rezza merasa tak enak hati,

lalu Rezza membantù wanita itu untuk bangun dari jatohnya,

dan wanita yang ditolong oleh Rezza itupun menyambut uluran tangan dari Rezza tanpa menjawab ucapan maaf dari Rezza,

Lalu wanita itu melihat kearah Rezza dan ingin memaki makinya,

"kalo jalan itu mesti pake.." ucap wanita itu menggantung tak dilanjutkan,

"Rezza" panggil wanita itu pada Rezza,

Rezza yang merasa tak mengenal wanita itupun merasa heran kenapa wanita itu bisa tau namanya,lalu iapun menatap wanita itu penuh sekidik.

"Arezza Sastradinatakan?"

"alumni SMU N 1 dikota S?" ucap wanita itu memastikan,

"iya bener,mbak tau saya dari mana ya?" tanya Rezza penasaran,

"aku Meisya Wijaya temen satu kelas kamu,masak lupa sih?" ucap wanita itu balik bertanya,

Rezza tampak berpikir sejenak mendengar pengakuan dari wanita tersebut,

lalu iapun teringat dengan sosok Meisya yang mengejar ngejar cintanya dulu sewaktu di bangku SMU.

Namun saat itu Rezza sama sekali tak menghiraulannya,dan saat itu yang ada dibenak Rezza hanyalah belajar dan belajar sebab ia ingin segera membantu ibunya dalam menguruai perusahaan.

Setelah Rezza mengingat sosok Meisya dengan benar, iapun menyapanya dengan ramah "hai Mey,apa kabar?"

"aku baik Za..kamu gimana?" tanya Meisya dengan antusias,

"yah seperti yang kamu lihat" jawab Rezza ramah,

"kamu nginep disini juga Za?"

"iya"jawab Rezza singkat,

"dikamar berapa Za?"

"aku dilantai lima" jawab Rezza singkat,

"aku dilantai satu Za",

"oh iya...",

"eh..iya,tadi sorry banget ya Mey,aku nggak sengaja",

"oh..nggak pa pa kok Za" jawab Meisya tulus,

"eemm ya udah ya Mey,aku lagi buru buru ini",

"kita sambung ngobrolnya dilain waktu ya", pamit Rezza sebab sudah merasa tak sabar ingin segera pergi.

"tapi Za.."ucap Meisya yang belum sempet ia selesaikan,

"bay Mey" Rezzapun bergegas keluar dari lobi hotel menuju dimana mobilnya diparkirkan.

Rezza merasa lega sebab sudah terbebas dari Meisya,ia segera memacukan mobilnya untuk mencarikan makanan yang diinginkan oleh istrinya.

Dalam benak Rezza hanya teringat dengan istrinya yang sedang menunggui dirinya kembali,untuk membawa makanan yang diinginka oleh Tiya istrinya.

Rezza juga teringat mitos orang jaman dahulu,jika wanita hamil tidak mendapat makanan yang diinginkannya maka anaknya yang lahir bakalan ileran.

Walopun Rezza merasa tak begitu percaya dengan mitos itu,tetapi ia tetap berusaha memenuhi semua keinginan dari istri tercintanya.

Sebab Rezza sadar karna kesalahannya,dia telah melewatkan awal dari kehamilan Tiya istrinya,

dan walopun saat itu ia memang sedang dalam keadaan sakit dan hal itu memang diluar kuasanya.

Jadi untuk menebus semua rasa bersalahnya pada Tiya, Rezza akan melindungi dan berusaha memberikan yang terbaik untuk istri dan calon bayinya.

1
Safa Almira
singkat dan berkualitas
Anih Suryani
ayah sontoloyo
Anih Suryani
s rezza punya bini terllu bego polos polos oon
Anih Suryani
hilang satu tumbuh seribu pelkor
Anih Suryani
diih rumah tngga masih ngurusin mantan knpa g d masukin aja s surya ke bui
Anih Suryani
s rezza oon s tiya terllu dungu baik hati g gitu juga x
Anih Suryani
bpk s amel terllu bego y
Anih Suryani
orang tua s amel goblog atau bego masih aja ketipu dgn akl licik y orang tua bodoh
Anih Suryani
s tiya jgn jd orang bego lh tegas ke ke s amel walpun sodra
Anih Suryani
bego aja s rezza orang mantan ko d kasih tunjangan
Anih Suryani
itu nmnya istrinya bego lemah lma lama dia bisa d kancungi sma cewe laun s tiya itu oon
Alanna Th
tq bnyk", othor 👍😘😍🤣😂🙏👋👋👋
Alanna Th
amel sdh dcerai, bkn kwjbn rezza tuk mngurusny, kan msh ada ortuny; kabarin aja k ortuny agar mrk tau klakuan anakny 🤔😠😜
Alanna Th
beu, pelakor satu blm beres, udeh muncul pelakor baru! 😱😠😜
Alanna Th
thor, aq ngebut baca novelmu, penasaran bgmn akhirnya stlh bu sanusi tau kronologisnya n bgmn nasib s amel stlh 'dberi pljrn' oleh rezza? 😱😫😰😥😭💔💔💔
Anisa 977
kok gk enak yah bacanya. besok lan bukan besuk
Anisa 977
emang gk pake leging
Alanna Th
rezza mulai trgoda 😱😜
Sur yani
semangat rezza ..
Nur Ain
hahaha sayang tuh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!