Hamil di usia 16 tahun, karena diperkosa oleh seorang pria berusia 30 tahun. Membuat Mera terpuruk, hidupnya hancur berantakan dan ayahnya meninggal dunia karena serangan jantung setelah mengetahui anaknya hamil. Sedangkan ibunya bunuh diri, sebab tak sanggup mendengar gunjingan tetangga.
Tak berhenti di situ. Mera depresi selama hamil dan berniat membunuh anaknya yang baru lahir. Vano adalah ayah dari anak yang Mera kandung, dia menyesali perbuatannya dan meninggal karena overdosis meminum obat penenang.
Setelah melahirkan Mikayla, Mera meninggalkan bayi itu di rumah Vano.
Dia mengira hari itu adalah akhir segalanya. Ternyata salah, tujuh tahun kemudian, takdir memintanya kembali untuk bertemu dengan anaknya yang membutuhkan transplantasi sumsum tulang belakang miliknya.
Arga Aditama (adik kandung Vano) memaksa Mera kembali dengan cara menculik wanita itu. Memaksanya agar mau bertemu dengan Mikayla.
"Mama! Mama! Jangan tinggalkan Mika lagi. Mika janji akan jadi anak baik!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kisss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dia Menciumku? (Arga)
Mera terdiam mendengar pertanyaan Sandra. Dia tidak tahu harus menjawab apa, karena pada dasarnya dia memang mencintai Arga. Akan tetapi, semua perasaan cinta berubah menjadi benci, karena Arga merupakan adik dari pria yang telah menghancurkan hidupnya.
"Apa kamu cinta sama suamimu?" Sandra mengulang pertanyaannya.
Mera meyakinkan diri. Dia menggelengkan kepalanya ragu. Sang dokter tersenyum tipis. Dia tahu bagaimana perasaan Mera, dari mata dan cara wanita muda menjawab sangatlah ambigu.
"Saya tidak mencintainya, Dok."
"Kenapa?" Sandra menaikkan alisnya. Dia amat penasaran dengan kisah Mera sekarang. Sudah lama mereka tidak berjumpa. Terakhir kali saat Mera hamil sembilan bulan.
"Karena dia adik dari pria yang memperkosa saya," jawab Mera jujur. Dia ingin ada orang yang mendengar keluh kesah.
Sandra sangat pandai menarik kesimpulan. Sekarang dia mengetahui benang merah dari permasalahan Mera.
"Kamu mencintainya, tapi tidak jadi cinta, karena dia adik dari pria jahat itu …." Sandra menebak dengan sangat tepat membuat Mera memilin gaunnya gugup. Ah, pilihan mengunjungi Sandra sangatlah tepat. Tanpa bercerita banyak hal, wanita tua ini tahu apa yang dialami Mera. "Apakah itu adil untuknya?" tanya Sandra lagi seraya menatap intens wajah ayu Mera.
Mera menahan nafas sesaat. Terbesit raut wajah Arga yang sedih saat dia menolak cinta pria itu. Dulu Arga sangatlah baik dan lembut. Dia memperlakukan Mera layaknya permata uang harus dijaga.
Saat teman-teman KKN Arga dulu ingin menggoda Mera. Pemuda itu menjadi pelindung agar Mera tidak termakan bujuk rayu penggoda.
"Luka tidak akan sembuh, bila si pemilik luka tidak mau mengobatinya. Begitu pun dengan luka hati. Karena di masa lalu ada laki-laki jahat yang merusak mimpimu. Bukan berarti semua laki-laki itu jahat, Nak. Banyak sekali laki-laki yang baik di dunia ini. Mungkin salah satunya adalah suamimu."
Sandra menggenggam tangan Mera. Dia berusaha meyakinkan gadis muda yang sangat dia sayangi. Mera adalah pasien Sandra paling hebat. Di usia muda dia telah mengalami banyak kejadian pahit. Hebat sekali Mera bisa bertahan sampai detik ini.
"Buka hatimu. Biarkan dia masuk ke dalam dan mengobati luka yang pernah ditorehkan oleh pria di masa lalumu."
Wanita tua itu terus memberi masukan positif untuk Mera. Keduanya saling bertukar pikiran, hari ini Mera merasa lega. Seperti beban yang ada di pundaknya sudah terangkat.
Benar kata orang, bila hati sudah lelah. Telinga sangat berisik dan pikiran sangatlah berisik. Maka, berbicara dari hati ke hati dengan seseorang menjadi penawarnya.
*
*
Arga telah tiba di rumah. Dia berjumpa dengan Mikayla dan anak gadisnya meminta liburan ke Arab. Pria itu tidak langsung mengiyakan, karena dia harus bertanya pada dokter Mikayla terlebih dahulu. Apakah sang anak aman melakukan perjalanan jauh.
Sebab, selama ini Mikayla sering di rumah. Pria tampan itu duduk bersandar di tepi kasur. Dia melirik jam dinding, sudah jam delapan malam. Namun, Mera belum pulang. Ke mana perginya sang pujaan hati?
"Ck, dasar istri nakal. Pergi jalan-jalan nggak minta izin sama suami." Arga menggerutu kesal seraya meninju bantal guna meluapkan kekesalannya.
Suara pintu terbuka membuat Arga menoleh. Dia melihat Mera pulang dengan belanjaan di tangannya.
Arga tak menunggu lama. Dia langsung turun ranjang dan memborong pertanyaan. "Kamu dari mana saja? Kenapa tidak minta izin dulu sama aku? Kamu tahu, nggak. Kalau aku khawatir banget sama kamu!"
Arga terus mengomel di hadapan Mera. Wanita itu hanya diam saja, dia menatap intens wajah tampan Arga. Tersirat guratan kekhawatiran di sana.
"Buka hatimu, Mera."
Suara Sandra terngiang-ngiang di telinganya. Sorot mata Mera jatuh pada bibir tebal sang suami. Sangat menarik untuk dikecup, seperti ada magnet membuat Mera menjatuhkan barang belanja dan langsung menangkup rahang tegas Arga.
"Kamu–"
Cup.
Mata Arga terbelalak tatkala bibir mungil sang istri membungkam bibirnya.
Di-dia menciumku batin Arga kaget.
*
*
Yuhuu, author up lagi, nih. Yuk lah komentar banyak biar author lanjut dan kasih yang manis-manis 🥺
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰😘
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️
beda dari yang beda🤣
karena saya lama hilang dari peredaran jadi baru ketemu.
dulu terakhir baca cerita 'tiba² istriku berubah'
walopun bukan adik kembar cowok cewek, tapi tetap disyukuri saja..
sapa tau mama Mera masih mau hamil lg dan dikasih adik cowok..
syukurlah akhirnya happy ending, semua saling memaafkan dan hidup rukun..
makasih banyak kak sudah membuat kisah yg inspiratif..
mengangkat tema yg memang banyak berkembang di masyarakat..
semoga bisa bermanfaat bagi para reader semuanya..
sepertinya ini novel terakhir kakak yg bisa kubaca..
sudah habis dibaca maraton kecuali yg belum tamat..
semoga masih mau berkarya di sini lg suatu saat..
anyway, semoga sehat selalu ya kak..
tetap semangat untuk menghasilkan karya2 lainnya yg gak kalah luar biasanya..
semoga sukses selalu baik di dunia halu maupun dunia nyata.. 💪🏻🙏🏻😘🥰😍🤩💕
barokallah.. 🤲🏻