NovelToon NovelToon
One Step Closer

One Step Closer

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:7.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Cut Ria

Tahap Revisi Typo 🙏🙏

Bagaimana jika yang melamarmu adalah dokter yang menangani sakit mu??


"Maukah kau menjadi istriku??" ucap Dokter evan menatap wulan.

Wulansari 26 tahun, gadis cantik pemilik toko kue Dr. Dessert yang terkenal akan kelezatan cakenya harus menerima kenyataan bahwa ia divonis tak bisa memberikan seorang anak untuk suaminya kelak.

Evan Sandres 39 tahun duda tampan berprofesi sebagai dokter obgyn (kandungan) yang memiliki dua anak kembar yang berharap memiliki seorang ibu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cut Ria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34

Terdengar suara getaran handphone dari dalam tas Wulan yang sepertinya sudah beberapa kali mencoba membangunkan pemiliknya.

Dan Wulan yang sedikit demi sedikit berusaha sadar dari tidurnya pun terkejut ketika melihat sosok dr. Evan yang tertidur dikursi sebelah ranjang Marwah.

Dan matanya melebar ketika ia menyadari telah tertidur bersama sikembar yang memegang lengannya.

" Ya Tuhan!!, " pekiknya dalam hati.

" Bagaimana bisa aku tertidur??, " gerutunya menyalahka diri sendiri.

Seraya mencoba menarik lengannya dari tangan Safa. Pelan tapi pasti Wulan mulai bergerak turun namun tiba-tiba hal itu membangunkan dr. Evan dari tidurnya.

Wulan yang panik melihat dr. Evan bangun tanpa pikir panjang reflek memberi kode dengan jari telunjuknya dimulut.

Bermaksud untuk dr. Evan juga jangan sampai mengeluarkan suara agar tak membangunkan Safa Marwah. Wulan yang telah berhasil turun dari ranjang pasien itu melangkah dengan telanjang kaki meraih tasnya dan merogoh isi dalam tas tersebut dan menemukan handphonenya.

Dan bertapa terkejutnya Wulan, jam di handphonenya menunjukkan pukul 6 pagi???

" Aku pasti udah gila??, " gumamnya sendiri dengan suara kecil.

dr. Evan mendekat kearah Wulan, dan menatap wajah Wulan yang terkaget.

" Dokter, kenapa gak bangunin Wulan??, " ucapnya dengan suara berbisik.

dr. Evan hanya tersenyum melihat wajah panik Wulan. Namun sedetik kemudian ia meraih tangan Wulan lalu ia pun beralih mengambil sepatu Wulan dan berjalan keluar pintu kamar sakura

" Ini, pakai dulu, " perintah dr. Evan seraya meletakkan sepatu Wulan tepat didepan kaki Wulan yang putih.

Wulan yang masih bingung dengan sikap dr. Evan dan ia hanya menurut saja dengan tanda tanya besar dikepala ya. " Mengapa dr. Evan tak membangunkan dirinya??".

" Hhhmm.., karena masih pagi, jadi kamu temani saya makan, " ujar dr. Evan dengan menatap wajah Wulan yang masih bingung.

dr. Evan pun berjalan menuju meja perawat, ia seperti memberi intruksi kepada perawat yang berjaga semalam, ia memberi catatan kepada perawat itu dan kini beralih menghampiri Wulan yang terlihat menatap layar handphonenya.

" Kita jalan, " kata dr. Evan.

" Ah, sebentar Dokter, Wulan mau ketoilet dulu, " sela Wulan yang berjalan melihat kearah ujung ruangan terdapat toilet.

dr. Evan pun mencoba menunggu Wulan dimeja perawat sembari membuka lembaran laporan pasien. Selang beberapa menit Wulan berjalan menghampiri dr. Evan.

" Dokter??, " panggilnya pelan kepada dr. Evan.

dr. Evan pun berpaling melihat kearah wulan yang kini lebih segar dengan mengikat rambut nya.

Dua perawat itu melihat Wulan dengan kagum.

" Saya jalan dulu, kalo ada apa-apa kabari segera!!, " kepada dua Perawat yang masih terbengong melihat wajah cantik Wulan yang natural alami tanpa make up.

" Ah, yaa Dokter, " jawab Perawat pertama cepat.

Dan dr. Evan pun berjalan diikuti Wulan yang menyapa ramah kepada kedua perawat dan berlalu mengikut dr. Evan dari belakang.

" Ya??, Itu cewek semalam yang dr. Evan bawakan??, " tanya teman Perawat pertama.

" Dia menginap disini sepertinya??, " sela Perawat pertama.

" Serius??, Waaaah, dr. Evan benar-benar kalo cari levelnya beda dari kita yaa, cantik banget, " tutur Perawat kedua.

" Hhmm, tapi kalo diinget-inget, cewek tadi itu kayak pernah dirawat disini kan ya??, beberapa bulan lalu??, " Perawat pertama mencoba mengingat.

" Masa sih??, " jawab Perawat kedua mencoba mengingat.

" Ah, benar!!, aku gak salah, kamu ingat gak??, Rendi??, itu rendi vendor ganteng itu looh??, dia yang jenggung cewek yang sekarang jalan sama dr. Evan, " jelas Perawat pertama.

" Yang mana??, aku gak inget??, " ujar perawat kedua yang mengerutkan dahi.

" Iiissss, dasar pikun!!!, " timpal Perawat pertama.

" Itu, Rendi yang punya WO yang terkenal itu looh yang baru-baru ini nikah sama dokter kita juga, " jelasnya lagi.

" Ah, iyaaa!!, " ucap Perawat kedua yang seolah mendapat ilham.

" Sakit apa yaa cewek ini kemarin??".

" Lupa gak inget, " jawab Perawat pertama yang masih melihat ke arah dr. Evan dan Wulan yang masih menunggu lift.

🍃🍃🍃

Didalam lift Wulan terdiam melihat punggung bidang dr. Evan yang membelakanginnya.

Ting..., suara lift itu menyadarkan Wulan yang lamunannya. dr. Evan pun berjalan keluar dari dalam lift dan diikuti Eulan yang ikut melangkah meninggalkan lift. Jalan mereka terus kedepan gedung rumah sakit menuju parkiran mobil dr. Evan.

Jalan raya masih sedikit lengang ketika mobil sedan itu keluar dari perkarangan rumah sakit.

" Kita mau kemana dokter??"

" Makan, " jawab dr. Evan cepat.

" Ya, Wulan tau makan, tapi kemana?, " tanya Wulan kembali yang penasaran dengan alur jalan yang dilewati oleh dr. Evan.

dr. Evan tak menjawab, laju mobilnya terus membelah jalan kota yang mulai padat. Dan pada akhirnya mobil itu terhenti di depan rumah makan yang terlihat ramai pengunjung.

Wulan melihat dengan sekilas, ia merasa tak asing dengan tempat makan ini. Namun ia mencoba mengikuti dr. Evan.

Mereka pun masuk kedalam rumah makan itu dan duduk di sudut ruang yang terlihat ramai dan menemukan meja yang baru saja ditinggal oleh pelanggan sebelumnya.

" Kamu mau pesan apa??, " tanya dr. Evan.

" Nasi campur aja, " jawabnya yang kini yakin tempat ini pernah ia datangi bersama Rendi dulu.

dr. Evan pun berlalu menuju gerobak penjual yang memakai sistem " Pesan sendiri, ambil sendiri".

Wulan yang melihat dr. Evan dari kejauhan sedikit tertawa kecil melihat keseriusan seorang Dokter Spesialis kini bergulat dengan pelanggan lain dalam menaruh menu makanan dipiringnya.

Namun sesaat tawa kecil itu hilang, ia menyadari dulu mas Rendi melakukan hal yang sama seperti dr. Evan lakukan, dan dulu ia tertawa seperti sekarang melihat wajah mas Rendi yang kewalahan menghindari pelanggan yang ingin menerobos mencuri start mengambil menu.

" Sadarlaah, Wulan!!, " ucapnya untuk diri sendiri. Seraya mengalihakan pandangannya kepada hal lain.

Beberapa menit kemudian dr. Evan kembali dengan dua piring nasi ditangannya yang telah berisikan lauknya. Dan terlihat kondisi dr. Evan sedikit lusuh karena lengan bajunya kini terlah terkena noda kuah kuning, dan beberapa noda merah dikemeja bagian dada.

" Waah, dokter baru siap perang yaa??, " celetuknya yang tertawa melihat kearah dr. Evan.

dr. Evan pun melihat kediri sendiri dan ia pun sedikit tertawa kecil menyadari kondisinya yang lusuh.

" Ah, benar-benar kacau disana, tapi yang lain juga gak mau mengalah, " ucapnya yang kini duduk berhadapan dengan Wulan.

Wulan memberikan beberapa tisu kepada dr. Evan untuk menyeka sedikit kotor dibagian dada.

Sesaat Wulan terpanah melihat dr. Evan, yang melipat lengan bajunya hingga setengah lengan, lalu membuka kancing baju atasnya hingga keras itu sedikit memperlihatkan sedikit jenjang leher dr. Evan.

Dan dengan santai ia menguk air putih hangat yang memang disediakan gratis untuk para pelanggan.

" Ckckckck...," Wulan berdecak yang disadari oleh dr. Evan yang kini melihatnya.

" Kenapa??".

" Ah gak, gak apa-apa, " jawab Wulan yang kini menyendokkan satu suap nasi kedalam mulutnya.

" Apa siih dr. Evan ini??, kerennya kebangetan," gerutunya dalam hati.

" Kamu tau??, Sewaktu pertama kali saya coba makanan disini, awalnya saya ilfeel".

" Kenapa??, " tanya Wulan dengan mengenyitkan dahinya.

" Di Jepang, gak ada orang yang main serobot gitu, semua ngantri, bahkan anak kecil aja dengan patuh ngantri, " jelas dr. Evan sedikit mengenang.

" Itu, karena dokter terlalu lama diluar negri, kadang yang terlihat aneh itu justru jadi daya tarik tersendiri dari tempat ini, buktinya dokter mau datang lagikan??".

" Iyya, " jawab dr. Evan seraya mengangguk.

" Hhmm, Dokter???, bagaimana rasanya jadi seorang dokter??, " tanya Wulan seraya melihat dr. Evan yang kini hampir menghabiskan makanannya.

" Kenapa??, " tanya dr. Evan kembali.

" Terkadang melihat Dokter ada rasa iri??, " jujur Wulan.

" Iri??, " dr. Evan sedikit bingung.

" Dokter punya kerja bagus, status bagus dan kehidupan bagus, setidaknya level pandangan orang tak menganggap remeh profesi dokter, " jelas Wulan dengan menjabarkan gambarannya.

Sesaat dr. Evan terdiam meletakkan sendoknya.

" Terkadang cover itu tak menjamin isi didalamnya, " ucap dr. Evan dalam

" Kenapa?".

" Ada banyak cerita yang pahit untuk bisa sampai diposisi sekarang, " jawab dr. Evan sendu.

" hhhmm, " gumam Wulan yang mengangguk paham. Hal itu juga ia rasakan, walau cuma tukang kue tapi hal ini juga sudah ia lewatkan dengan banyak air mata.

" Kamu sendiri??".

" Wulan??, " yang sedikit bingung dengan pertanyaan dr. Evan.

" Kenapa memilih menjadi pembuat kue??, " tanya dr. Evan seraya melihat Wulan.

Seketika, Wulan sedikit terkaget dengan pertanyaan itu.

" Mungkin karena hal ini yang berkaitan dengan kenangan ibu Wulan, ibu awalnya seorang pianis, namun karena kecelakaan jari-jarinya tak kuat lagi dalam memainkan tuts piano, sehingga ibu beralih mencoba membuat kue-kue yang awalnya hanya untuk menghilangkan kesedihannya karena tak bisa lagi menjadi seorang pianis. Cuma hal itu tak berlangsung lama, setelah kecelakaan yang menewaskan ibu, satu-satu kenangan yang Wulan ingat hanya membuat kue, " jelas Wulan dengan sedikit bercerita kisah hidupnya.

Sesaat dr. Evan memandang dalam wajah Wulan. Jantungnya bergetar melihat wajah Wulan yang sendu namun cantik diterpa sinar matahari yang kian merangkak naik dibalik selah-selah daun pohon yang terpancar sampai ke jendela tempat ia dan Wulan duduk.

" Bagaimana kalo setiap hari seperti ini???, " tanya dr. Evan.

"???" Wulan merasa bingung dengan perkataan dr. Evan.

" Makan bersama, berbicara bersama dan selalu bersama??, " jelas dr. Evan lagi.

" Selalu bersama??, maksud dokter??, " Wulan masih merasa bingung.

" Maukah kamu menjadi istriku??, " ucap dr. Evan menatap Wulan.

" Dokter??, " Wulan terpanah dengan perkataan dr. Evan.

" Aku sedang melamar kamu Wulan, " ucap dr. Evan serius menatap wajah Wulan lekat-lekat.

Wulan yang bingung juga terkejut menjadi diam seribu bahasa.

🌶🌶🌶🌶🌶🌶🌶

**Salam yorobun,,

asyiiiik akhirnya dr. Evan nembak mbak wulan, eh gak cuma nembak tapi langsung dilamar 😅

Nah sekarang mau vote nie baiknya mbak wulan jawab apa yaa**???

**hehehe,,

So tetap setia tinggalkan jejak like dan koment kalian agar kita saling berbagi greget sama cinta dr. Evan dan mba wulan.

Terima kasih yorobun.

1
ㅤㅤㅤ
terulang lagi berlahan harusnya PERLAHAN, relflek harusnya REFLEK, astaga banyak banget remed bahasa Indonesia 😭😭😭
ㅤㅤㅤ: kalau percakapan sebanyak gak usah /: terlalu boros😭
total 2 replies
Risa Apriyanti
nga ada bosan Nya buat ngebaca ulang
Safitri Agus
terimakasih Thor 🙏🥰
Safitri Agus
cafe nya Irwan suami Saskia
Violet
Chemistry karakternya benar2 dpt bgt. Benar2 real rasanya dgn sesama pejuang garis 2 (dulunya).
Hny kurang sdkit dr akhir cerita ini biar Wulan benar2 nyata bisa hamil, melahirkan & memeluk buah hatinya dgn perasaan mengharu biru karna sblomnya Wulan ga berani bermimpi indah bisa memiliki keluarga seutuhnya.
Terima kasih utk karyanya Kak 🙏🏻💐 semangat & sehat2 slalu ya Kak 🥰💪🏼
Maria Mahdalena Manalu
Lumayan
Yani Kustiti
Luar biasa
Satri Ani
palaku yg pusing baca hadilnya
Sri Udaningsih Widjaya
Ceritanya bagus
Vivi Zenidar
cerita yang bagus
oca rm
pertama baca cerita ini thn 2023 dan tahun 2025 kembali baca lagi😁
Nabil Az Zahra
harusnya wulan jjur aja ma rendy maupun dr. evan, biar rendy bisa melepasmu & dr. evan paham mau mu lan, jg diem" trus apa" di pndem sndiri😞
Nabil Az Zahra
seenggaknya dr. Evan & ibu dr. Evan nerima kmu Wulan, dri pda hidup dg cintamu tp kmu trluka🥺🥺
Nabil Az Zahra
aku tau jodoh Wulan dr.Evan, tp kok kasian ya ma Rendy😔
74 Jameela
rendi sutris yaaaa...kok bilg wulan miliknya..ente sadar bilg gt rend...🤔
74 Jameela
gpp wulan..awalnya mungkin sulit bwt kmu menitipkn hidupmu ke mas dok evan..tp seiring jln jemari author psti kmu bs mencintai evan scra ugal"an💃💃💃
74 Jameela
ayooo wulan trima lamaran mas dok ajja drpd rendi menghantui bgai momok di hidupnya...bkn jadikn mas dok pelarian tp paling gk kehormatanmu sbgai wanita Insyaa Allah terjaga..smngt wulan🥰
74 Jameela
nglamarnya bgai org diacungi pistol nyawa atau harta..walahhhh mas dokter mbokyao romantis dkit..yg dilamar model bgni yaa tertegun sejenak..ini serius opo guyon yiiioooo..👍🤭
74 Jameela
vivian oohh vivian..berani betul buka slengkimu bwt lelaki lain..pdhl kmu adl istri skaligus ibu 2 anak...kmu udh bgai jallang ajja🤮
74 Jameela
perceraian ortu..bw dampak efek ke anak diakui atau tdk tetap anak yg jd korban dibwt dilema..dewasa dg pemikiranny sndri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!