NovelToon NovelToon
Belenggu Cinta Tuan Kejam

Belenggu Cinta Tuan Kejam

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Mafia / Roman-Angst Mafia / Romansa / Tamat
Popularitas:108.1k
Nilai: 5
Nama Author: Joy Jasmine

Ayla pikir ia akan menjadi Alice dan hidup bahagia selamanya. Gadis itu tidak tahu kalau cerita novel Belenggu Cinta akan segera berakhir.

“Kamu tidak akan bisa menjadi Alice selamanya. Karena ini bukanlah dunia aslimu. Kembalilah dan cari kehidupan nyata mu sendiri.” ~ Alice Lawrence

“Kau adalah istriku sekarang. Katakan siapa pemilik kalung ini dan aku akan melepasmu.” ~ Marvelio Prado

“Aku tidak tahu, aku tidak mengingat apapun. Yang ku ingat kamu adalah Kakak Edric yang sangat menyayangiku.” ~ Ayla Navara

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Joy Jasmine, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33 ~ Gelap Mata

Beberapa saat Ayla menutup kedua matanya, menunggu kesakitan yang akan menerpa setelah singa jantan itu berhasil mencabik-cabik tubuhnya.

Namun setelah beberapa saat juga ia tidak merasakan apapun, bahkan suara auman pun tak lagi terdengar. Memberanikan diri, wanita itu mulai membuka matanya. Hal pertama yang ia lihat adalah Leo yang terkapar dengan beberapa obat bius yang tertancap di tubuhnya.

Ayla menarik napasnya lega, namun di saat itu juga kesadarannya berangsur hilang. Wanita itu juga terkapar di atas tanah yang dingin. Sayup-sayup ia mendengar suara beberapa orang dan kemudian merasakan tubuhnya melayang di udara.

.

.

.

"Kondisi nona Ayla baik-baik saja, tapi ada beberapa luka luar yang harus dirawat dengan baik agar tidak menimbulkan bekas," jelas Austin sembari membereskan alat-alat kedokterannya.

"Oh iya, biarkan dia beristirahat. Tubuhnya sangat lemah, saat sadar nanti hubungi saya kembali. Saya akan membawa teman saya yang seorang psikolog untuk memastikan bahwa nona Ayla tidak mengalami trauma."

Alya mengangguk patuh, mendengar dengan seksama penjelasan sang dokter tampan itu. "By the way, di mana Marvel?"

"Tuan Marvel sedang ada pekerjaan di luar, Dokter."

"Dasar gila, di saat kondisi istrinya seperti ini dia masih lebih mementingkan pekerjaannya?" geram Austin yang tidak habis pikir.

"Eh, bukan seperti itu, Dokter. Saat tuan pergi, Nyonya masih dalam keadaan baik-baik saja."

"Lalu bagaimana bisa Ayla diserang binatang buas seperti itu?"

"Itu ...." Alya tidak dapat menjawab, sudah menjadi peraturannya bahwa kejadian apapun yang ada di dalam mansion hanya akan tersebar di dalam mansion saja. Orang luar tidak perlu tahu dan Alya tentu tidak berani membantah aturan itu.

"Kau ini seorang dokter atau pengacara, Austin?" tanya Morgan yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar Ayla."

"Kau?" gumam Austin sembari mengingat-ingat, ia mengenal pria ini sebagai sahabat Marvel namun ia sendiri tidak begitu akrab dengan pria ini.

"Jika tugasmu sudah selesai, lebih baik kau kembali dulu. Bukankah kau bilang Ayla butuh waktu beristirahat?"

Austin terdiam. "Baiklah ... Alya, jaga baik-baik nyonya mu ini, dia sudah melewati banyak kesulitan. Jika ada sesuatu yang terjadi jangan sungkan untuk mengatakannya padaku."

Alya menatap Austin dengan takjub, apa pria ini tidak takut pada sang tuan? Tanpa sadar gadis itu mengangguk sembari tersenyum manis. Senyuman yang entah kenapa membuat pria yang berdiri di depan pintu merasa sedikit panas.

"Sudah bicaranya?" ketus Morgan sembari membuka pintu lebar-lebar, seakan menjadi kode bahwa Austin sudah boleh pergi.

Austin mengangguk, sedikit merasa aneh juga. Entah kenapa Morgan seperti memusuhi dirinya yang bahkan belum pernah berbicara pada pria itu sebelumnya. Lantas pria itu berjalan keluar walau banyak pertanyaan yang bersarang di kepalanya, terutama mengapa Ayla bisa diserang binatang buas secara mendadak seperti itu.

Melihat beberapa pelayan yang lewat dan membungkuk padanya membuat pria itu merasa bisa bertanya pada mereka. Namun ia harus menelan kembali pertanyaan itu sebab Morgan yang ternyata terus mengikuti dari belakang seakan mengantarnya untuk keluar.

"Anda tidak perlu mengantar saya, Tuan ...." Austin sengaja menggantung kalimatnya karena ia memang tidak tahu siapa nama pria ini.

"Tidak perlu sungkan, Dokter Austin. Saya sudah menganggap rumah ini sebagai rumah saya sendiri, jadi anggap saja saya adalah tuan rumah yang sedang mengantar tamu yang akan pulang," jawab Morgan panjang lebar, sengaja tidak menyebutkan namanya karena ia rasa tidak penting juga Austin tahu.

"Baiklah, tapi Anda tidak perlu mengikuti saya sampai ke mobil kan?" tanya Austin memasang wajah jenaka. Membuat Morgan sadar akan tingkah konyolnya yang kini berdiri di samping mobil Austin.

Baru saja akan menjawab, Austin sudah melajukan mobilnya yang membuat Morgan menatap dengan kesal walau wajahnya tetap datar.

Tapi setelah dipikir-pikir, ia jadi banyak bicara hari ini. Morgan menggeleng, memijat jidatnya sendiri dan kembali masuk ke dalam rumah.

Waktu terus berjalan, di pertengahan malam sebuah mobil melaju dengan kencang setelah gerbang utama terbuka lebar.

Di dalam Marvel bergerak gelisah, sungguh perjalanan ini terasa sangat memuakkan dan membuat sesuatu dalam tubuhnya semakin ngelunjak. Begitu juga dengan Kendrick yang duduk di samping kemudi. Jika sang tuan memiliki seorang istri sah yang bisa dijadikan pelampiasan maka ia sama sekali tidak memilikinya bahkan seorang kekasih saja tidak ada, memikirkan itu membuat pria itu merasa semakin pusing.

Saat mobil berhenti di depan teras mansion, Marvel turun begitu saja. Tak lagi menunggu seorang pengawal yang akan membuka pintu seperti biasanya. Pria itu berjalan dengan tergesa-gesa, masuk ke dalam lift dan langsung menekan tombol tiga sebagai tujuan. Sungguh tidak sabar lagi untuk bertemu sang istri tercinta, ya walaupun cintanya belum berbalas.

Sesampai di kamar, tidak terlihat keberadaan Ayla sama sekali. Pria itu berbalik keluar, turun ke lantai dua dan melihat Alya yang baru keluar dari kamar Ayla.

"Istriku di dalam?" tanya nya tidak sabaran.

Alya mengangguk, sementara Marvel langsung menyerobot masuk. "Tapi, Tuan. Nyonya ...."

Prang.

Pintu tertutup dengan kasar, meninggalkan Alya yang menatap dengan bimbang di sana. Apa ia harus masuk dan memberitahu sang tuan apa yang terjadi? Tapi ia juga tidak bisa bersikap tidak sopan seperti itu.

Pandangannya mengarah pada Morgan yang berjalan melewatinya begitu saja. Pria itu bahkan tidak memandangnya sama sekali.

"Ah ya, pria manekin itu sahabat tuan kan? Aku harus membujuknya untuk berbicara pada tuan," batinnya dan berjalan menyusul Morgan.

"Tuan," panggil gadis itu membuat langkah Morgan terhenti, pria itu menatap Alya seakan bertanya untuk apa perempuan itu memanggilnya.

"Tuan Marvel sudah pulang," ujar Alya menghentikan sejenak perkataannya.

"Lantas?"

"Ayla masih harus istirahat ...."

"Kau takut dia mencelakai istrinya sendiri? Tidak akan, dia tidak akan mencelakai Ayla. Ayla adalah teman masa kecilnya, Lala."

Sepersekian detik Alya hanya dapat terpaku, kedua telapak tangan ia letakkan di depan mulutnya. "Benarkah?"

Morgan mengangguk, setelah itu kembali berjalan pergi.

"Oh, iya ...." Pria itu berhenti sejenak.

"Aku akan menagih janjimu suatu saat nanti," ujar pria itu sembari tersenyum samar. Namun meski samar, Alya dapat melihat dengan jelas senyum tipis menyeramkan itu. Hiih, gadis itu jadi bergidik sendiri.

...

Di dalam kamar, Marvel tengah menatap sang istri yang tertidur nyenyak. Pria itu tersenyum, langsung melepas kemeja yang ia kenakan dan naik ke atas tubuh Ayla.

"Sayang," bisiknya tepat di telinga sang istri. Namun Ayla tak memberi respon apapun, wanita itu tetap lelap dalam tidurnya.

"Bangunlah, Sayang. Aku membutuhkan mu."

Tetap tidak ada balasan, sementara Marvel sudah tidak sabar lagi. Akhirnya ia memutuskan untuk memulai sendiri, ia yakin sang istri akan bangun setelah merasakan sentuhannya yang memabukkan.

Cahaya kamar yang temaram membuat ia tidak bisa melihat dengan jelas rupa sang istri. Hingga ia merasa bibir yang tengah ia ***** seperti menjadi lebih tebal.

"Ugh," desah Ayla yang membuat sang suami yakin bahwa perempuan yang tengah ia gauli adalah sang istri dari suaranya yang manis.

Sementara di alam bawah sadarnya Ayla memberontak ingin bangun, namun entah kenapa matanya sulit sekali untuk terbuka.

Hingga ia merasa sentuhan pria ini semakin berani dan semakin dalam. Sekuat tenaga ia memperoleh kembali kesadarannya, membuka mata perlahan dan langsung melihat pria yang ternyata adalah suaminya sendiri.

"Tuan," lirihnya ingin menolak. Suara wanita itu nyaris tak terdengar, mungkin karena terlalu banyak berteriak.

"Kau sudah bangun, baguslah," balas pria itu dan kembali ******* bibir sang istri.

"Tuan, jangan!" lirih wanita itu kala Marvel melepas tautan bibirnya. Namun pria itu tidak mendengar, terlalu lama menahan efek wewangian itu membuatnya gelap mata. Bahkan tak menyadari tubuh sang istri yang terdapat beberapa perban bekas cakaran.

"Jangan!" Air mata Ayla mengalir, tubuhnya terasa bergemetar, ingin menolak ia pun tidak punya tenaga lagi. Sedangkan pria iblis itu sama sekali tidak peduli akan kondisinya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

TBC.

🌼🌼🌼🌼🌼

1
Moreno
Good, La. Cowok red flag macam Lio memang tidak pantas diidamkan
Moreno
Ayla memang tidak punya ingatan sama sekali tentang kehidupan aslinya? sama sekali?!
Rafillah Kanza
aku bingung sendiri...yg di kubur siapa...dn sekarang yg istrinya sapa lagi....Ayla dahati kn...nah yg selamat tadi siapa...Alya kemana ...Lala tu sapa lagi...knp ketukar tukar bah..ndk ngerti aku...Ayla ad kembaran yh...Alya terus sahabat ny...ku kira saudari ny...nm ny 11 12 Soalny..maaf kak..sampe mati pun aku GK ngerti sumpaa /Sob//Sob/
Joey: Kalau Kakak baca season 1 yang Fake Antagonist, juga ada sedikit penjelasan.

Saat Ayla dituduh membunuh, dia sembunyi di desa masa kecilnya. Di sana dia menggunakan nama Lala, nama saat dia masih tinggal bersama nenek angkatnya.
total 2 replies
Rafillah Kanza
aku bingung sendiri...yg di kubur siapa...dn sekarang yg istrinya sapa lagi....Ayla dahati kn...nah yg selamat tadi siapa...Alya kemana ...Lala tu sapa lagi...knp ketukar tukar bah..ndk ngerti aku...Ayla ad kembaran yh...Alya terus sahabat ny...ku kira saudari ny...nm ny 11 12 Soalny..maaf kak..sampe mati pun aku GK ngerti sumpaa /Sob/
🌸💫Dhaniatree🔥🌻
bagus ceritanya
Nunung Elasari
good 👍
Indri Lestari
ceritanya bagus..
Joey: Terima kasih Kk, mampir di karya baru Author juga ya😁
total 1 replies
Nani Kurniasih
endingnya membingungkan. soale dari awal cerita dijudul sebelah khan namanya Ayla trus lanjut kejudul ini malah endingnya Lala
Nani Kurniasih
balikin Ayla asli ih.. dinovel aja Alice mati apalagi disini..
Rana Syifa
sehat selalu untuk authorx
Joey: Terima kasih, salam sehat untuk kk juga❤️❤️
total 1 replies
Berliannasya Sachiela
kak ini mksdnya apa cba aku bngung tolong jelasin kak please...Ayla dan Lala itu kan satu tubuh, Ayla adalah Lala yg di op tp skrng op lagi berubah wajah lgi jd Lala trus yg dikuburan siapa
Joey: Coba baca lagi bab 13 ~ Silent Sparta. Di sana dijelaskan kalau Ayla dan Lala duduk bersama di dalam bus sebelum kecelakaan. Yang selamat sebenarnya Lala, tapi karena wajahnya tidak bisa dikenali. Akhirnya pas di operasi menggunakan wajah Ayla.

Jadi yang di kuburan itu Ayla yang asli.
total 1 replies
Desi deshiny
udah dong kak author.jgn kelamaan nyiksa ayla nya..kalo ujung" nya jadi bucin
Yuliana Chandra
trus yg d kubur siapa? apa ayla pelayannya ayla.... kpan matinya?
Zelfiana
😍
Tutie Arkan
kasihan Ayla ya thor...
hrs menata hati dan hidup dr awal lgi...
Hu.. hu...
E H Mukti
Jadi kuat lg ayla 😇
cupa
sakit jiwa
RieNda EvZie
/Good//Good//Good//Good//Good/
Hanimun Hanimun
Luar biasa
falea sezi
yg dikubur td siapa
Berliannasya Sachiela: kak aku butuh penjelasan kan si Ayla itu Lala trus skrng udh di operasi wajahe brubah lgi jdi Lala trus yg dikubur itu siapa kan Lala dan Ayla satu tubuh?
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!