Gara-gara ucapan nenek misterius yang entah darimana asalnya, Raya dan Rafa terpaksa menerima perjodohan oleh kedua orangtua mereka yang bersahabat.
NOVEL INI MASIH BANYAK YANG BELUM DIREVISI, MOHON MAAF BILA MASIH BANYAK KESALAHAN PENULISAN🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azra ziya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34 Bohong demi kebaikan
Ada kalimat berbohong lah, jika memang demi kebaikan. Raya mencoba memakai istilah itu sekarang, ntah benar atau salah hanya Tuhan yang tau pikir Raya.
"Itu hadiah dari teman-teman kampus." Alasan Raya agar Rafa tak curiga.
"Teman kamu orang kaya semua ya? " tanya Rafa yang penasaran, karna dilihat dari segi manapun barang-barang itu terlihat bukan barang KW.
"Mana aku tau, mereka kasih ya aku ambil, mereka cuma bilang punya barang kayak gitu banyak dirumah, jadi mungkin niat mereka cuma mau berbagi rezeki," Raya menambah alasan agar Rafa tidak curiga lagi.
"Ouh...baik banget ya, temen-teman kamu?" akhirnya Rafa mencoba percaya.
"Ya iya lah. Bukan kayak kamu, udah jarang ngasih kabar pulang gak bawa apa-apa lagi." protes Raya.
"Jadi kamu ngambek gara-gara aku jarang kasih kabar? bukannya kamu yang nyuruh aku untuk fokus belajar dan mandiri?" tanya Rafa meledek.
"Siapa bilang, udah ah sana keluar! aku mau istirahat. Nanti jadi fitnah kalo kamu lama- lama didalam kamar."
"Emang kenapa?di fitnah juga gak pa pa."
"Oh ya..kamu Koas (pendidikan untuk mendapat gelar dokter) dirumah sakit milik ayah Riana ya?" tanya Raya penasaran.
"Iya, kok kamu tau?"
"Ya tau aja, dari cerita temen kamu itu aku bisa menyimpulkan kalo dia pasti yang nyuruh kamu Koas di RS itu."
"Aku yang mau Raya, cuma RS itu yang Deket dari rumah, jadi aku lebih sering pulang liat Ghaisan."
Raya hanya manggut-manggut, tapi sedikit tak ikhlas jika Rafa terus berada didekat Riana.
"Itu apa?" tanya Raya yang melihat paper bag ditangan Rafa.
"Oh ini..tadinya oleh-oleh buat kamu, tapi kayaknya hadiah ku bakalan gak berharga jika dibandingkan dengan hadiah dari teman-teman kamu."
"Yang penting niatnya buka harganya, ikhlas gak kasih ke aku?" tanya Raya balik.
"Ya ikhlas la Ray, ini bukan sembarangan hadiah aku bikin nya susah. Sampe berbulan-bulan karna aku sibuk belajar dan cuma punya waktu sedikit," jawab Rafa sambil mengeluarkan benda yang ternyata sepasang gelas berwarna pink yang sudah ada gambar Raya, Ghaisan dan Rafa sendiri, tak lupa juga ada tulisan My Family.
"Ini beneran kamu bikin sendiri. Bukan beli? cuma mesen biar dikasih gambar?"
"Ya nggak la Ray, aku bikin sendiri biar hasilnya gak sempurna tapi aku puas." jawab Rafa.
"Gimana suka?" tanya Rafa lagi.
"Heem..lumayan lah." jawab Raya pura-pura padahal hatinya sudah berbunga-bunga.
"Kalo muji tu yang ikhlas!"
"Iya iya bagus, puas."
"Keluar yuk ada mama diluar, aku juga mau maen sama Ghaisan!"
"Ya udah yuk!" akhirnya Raya mengalah dan tak ngambek lagi.
"Ganti baju kamu! gak enak sama mama, liat kamu pakai baju ini keluar kamar." Suruh Rafa agar Raya memakai baju yang lebih sopan.
"Iya bawel, sana keluar dulu aku mau ganti baju!"
"Biasa aja Ray, sama aku juga."
"No no Rafa, jangan macem-macem. Kita sudah lama pisah walau masih menggantung," Raya memasang wajah galak menyuruh Rafa keluar.
"Ya udah cepetan aku tunggu diluar!"
Ceklek..bukk..suara pintu tertutup.
"Raya masih gak mau keluar Raf?" tanya Rahma.
"Bentar lagi katanya bun."
"Kalian masih marahan?"
"Gak kok ma udah baikan."
"Udah dikasih vitamin?" ledek Aima.
"Apa sih ma, orang gak ngapa-ngapain."
"Siapa juga yang bilang kalian ngapa-ngapain?"
"Jangan punya pikiran aneh ma!" Rafa mulai kesal.
Rafa bergabung dengan Aima, Rahma dan Ghaisan. Rafa juga mulai bercerita tentang masa kuliahnya diluar negeri. Raya pun ikut bergabung setelah keluar dari kamar dan wanita muda itu juga bercerita pengalaman nya selama kuliah, tentu saja tanpa cerita cintanya dengan Arjuna.
* * *
Kau dengar gosip aja udh marah berhari hari, pdahal cuma gosip.
Semantara drimu dgn sadar, dn sukarela berhubngan dgn laki2 lain bahkan smpai jumpa kluarganya disaat berstatus istri org