NovelToon NovelToon
Salah Tanggung Jawab

Salah Tanggung Jawab

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Mengubah Takdir
Popularitas:26k
Nilai: 5
Nama Author: devi oktavia_10

Terlukanya hati Istri dan Anak saat Ayahnya memilh lebih memperhatikan kebahagian saudara dan keponakannya, dan mengabaikan tanggung jawabnya kepada istri dan anak anaknya.


"Sedikit sedikit uang sedikit sedikit yang kalian minta, kalian pikir saya ini mesin pencetak uang." Bentak pak Galih kepada anak sulungnya yang minta uang bayar SPP.


"Ini lagi mama kalian nggak becus jadi ibu, taunya cuma nadang doang, nggak bisa usaha cari uang, bisanya cuma mengemis sama suami." hina pak Galih kepada sang istri.


Ingin tau kelanjutannya, ikuti terus cerita mamak ya..... 😘😘😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon devi oktavia_10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Enam Belas

"Loh loh loh.... Kamu bawa apa Lih? " kaget bu Hindun melihat anaknya ngos ngosan membawa dua kantong besar penuh ke dalam rumahnya.

Brukkk....

Pak Galih melepas kasar kantong berisi kain itu di lantai, lalu menghempaskan bokongnya di sofa.

"Apa itu Lih? " tanya bu Hindun lagi, dia makin penasaran dengan isi kantong besar itu.

"Baju kotor ku bu." keluh Pak Galih.

"Haaa.... Maksud mu gimana, kok baju kotor di bawa kesini? " kaget bu Hindun menatap horor dua kantong besar yang berada di depan mantannya itu.

"Istri mu kemana, kenapa nggak di cuci pakaian kamu? " ucap bu Hindun lagi.

Pak Galih memijit dahinya yang terasa pening dengan tingkah istrinya yang tiba tiba berubah.

"Haaa.... Gara gara aku menahan uang bulanannya, Soraya tidak mau mencuci pakaian aku dan juga nggak pernah menyediakan kopi dan makanan." adu pak Galih yang merasa paling tersakiti.

"Kurang ajar, istri macam apa itu, bisa bisanya dia nggak mengurus kamu, mau jadi istri durhaka." maki Bu Hindun dengan tatapan murka terhadap menantunya.

"Awas saja, besok ibu mau bikin perhitungan sama dia." geram bu Hindun.

"Sudah lah bu, nggak usah marah marah, nanti tensi ibu naik lagi, sekarang tolong cuci pakain ku ya bu, di rumah ini kan ada mesin cuci otomatis, jadi nggak terlalu berat mengerjakannya." pinta pak Galih.

"Heee.... M-maksud kamu apa, ibu yang kamu suruh mencuci pakaian kamu, aduhhh... Galih, kan kamu tau ibu itu nggak bisa kerja berat, ibu sudah tua loh, dan hari ini kita kan mau jalan jalan, gimana klau baju kamu di laundry aja, di depan ada tempat laundry." ucap bu Hindun mencari solusi.

Pak Galih berfikir keras, ada benarnya juga, cuciannya yang sebaknya itu mana sanggup sang ibu untuk mencuci, kasihan juga ibunya, nanti klau sakit dia juga yang repot, akhirnya pak Galih mengiyakan ucapan sang ibu.

"Baiklah, aku ke tempat laundry aja." ucap Pak Galih tidak semangat, mengangkat pakaian kotor itu keluar rumah dan kembali meletakan di atas motor, untuk dia bawa ke tempat laundry.

"Wahhh.... Tumben pak Galih bawa baju kotor ke rumah laundry, bu Soraya kemana? "Tanya tetangga yang kebetulan juga ada di sana, sedikit banyak tetangganya tau masalah keluarga pak Galih.

" Ohhh... Itu, dia lagi sibuk, jadi saya inisiatif bawa pakain kotor ke rumah laundry ini." kilah pak Galih dia tidak ingin tetangganya itu membuat gosip.

"Oo... begitu ya, memang sih bu Soraya lagi sibuk sibuknya, pesananya banyak, dan sekarang juga lagi kerja sama sama perusahaan, keren bu Soraya, dari ibu rumah tangga biasa jadi wanita sukses." puji tetangga pak Galih itu yang tau klau bu Soraya jualan masakan, bahkan dia salah satu pelanggan bu Soraya.

"Ahhh... Iya." sahut pak Galih bingung, sukses apaan, dia sendiri tidak tau, istrinya itu kerja apaan, secara istrinya cuma seorang ibu rumah tangga biasa, dan pendidikannya saja hanya tamat SMA, mana mungkin bekerja sama dengan perusahaan, mengada ada saja tetangganya itu.

"Dasar laki laki medusa, ternyata rumor itu benar juga, si anak ibu ini benar benar tidak tau siapa istrinya, dan tidak perduli sama keluarganya, tapi bagus lah, tinggi saja saat istrimu ada di puncak, kau akan mati kejang kejang." sinis tetangga pak Galih itu bergumam sendiri menaiki motor metiknya.

"Ehhh... Tapi tunggu dia tadi mau nge laundry baju ya, waahhh.... Ternyata bu Soraya sudah memulai perangnya, keren juga bu Soraya, akhirnya dia bisa melawan laki otak udang itu." kekeh tetangganya itu.

"Wahhh.... Parah banget mbak Soraya, perempuan udik itu benaran mau mengibarkan bendera perang sama abang." pekik Tia kaget mendengar ucapan sang ibu.

"Hhmmm.... Perempuan kampungan itu sudah sangat keterlaluan, sepertinya ibu harus menemui dia, biar ibu kasih pelajaran dia." kesal bu Hindun.

"Sudah lah bu, menurut ku apa yang di lakukan mbak Soraya ada benarnya, abang nggak memberi dia uang bulanan, tapi berharap mbak Soraya hormat dan melayani abang, ya mana dia sudi, dan kamu Tia, mas sudah berkali kali bilang sama kamu, jangan selalu bergantung sama abang mu, apa lagi soal anak anak, mas bisa membiayai mereka, jadi berhenti lah merong rong abang mu, dia punya anak istri yang harus di perhatikan, anak kita cukup kita yang mengurusnya." ucap Rian yang memang sudah saatnya tegas kepada istrinya itu.

"Kamu apaan sih Yang, wajar aja bang Galih membiayai dan memperhatikan anak anak kita, mereka itu keluarga kita, dan abang bisa berhasil seperti saat ini juga berkat do'a ibu dan kita kita ini, jadi wajar dong dia membahagiakan keponakan dan ibu yang sudah membesarkannya selama ini." ketus Tia tidak terima.

"Jadi klau aku lebih perhatian kepada anak kakak dan adik aku juga nggak masalah kan, karena mereka juga ikut andil atas kesuksesan aku selama ini, sepertinya cukup adil lah, bang Galih sudah mencukupi anak anak kita, aku pun harus perhatian kepada keponakan keponakan ku, apa lagi sebentar lagi sudah mau naik naikan kls, aku harus membelikan perlengkapan sekolah untuk keponakan ku." ucap pak Rian dengan santainya, seolah olah itu bukan masalah besar.

"Apa apaan kamu mas, mana bisa begitu, uang mu milik aku dan anak anak! " kesal bu Tia tidak terima.

"Loh... Nggak bisa gitu dong, aku kan juga punya orang tua dan juga punya adik dan kakak perempuan, yang selalu mendo'akan aku selama ini, aku kan belajar dari kamu." sahut pak Rian tenang.

"Apaan sih kamu Rian, kamu kepala keluarga kok tega sama anak istri kamu, yang harus kamu perhatikan itu anak istri mu, bukan saudara perempuan mu yang sudah berkeluarga." omel bu Hindun tidak terima.

"Tuh ibu ngerti, klau laki laki harus bertanggung jawab sama anak istrinya, tapi kenapa ibu jahat sama cucu dan menantu ibu, membiarkan anak laki laki ibu tidak menafkahi anak istrinya, seharusnya ibu nasehati bang Galih agar dia menafkahi anak istrinya bukan menghasut biar salah jalan, lihat sekarang mbak Soraya sudah mulai bertindak, jangan sampai bang Galih menyesal di kemudian hari."

Bu Hindun tidak tau lagi harus menjawab apa, menantunya ini habis makan apa sih, bisa bisanya membela Soraya dan anak anaknya.

"Ada apa ini? " tanya Galih yang baru masuk rumah, dia melihat wajah keruh semua orang, seperti ada masalah.

"Bang, aku mau bicara sama abang." ucap pak Rian.

"Sudah, nanti saja, katanya mau jalan jalan, ini sudah siang, nanti keburu macet, anak anak sudah nggak sabar mau berangkat." sela bu Hindun.

Pak Rian hanya menghela nafas berat, mertuanya sangat keras kepala, pintar sekali mendoktrin anak laki lakinya.

Bersambung.....

Haiii.... Jangan lupa like komen dan vote ya... 😘😘😘

1
JasmineA
udah kuduga...ngak kasi dia duit anaknya bakal ditendang🤭
Adi Sudiro
sendirinya ibu yg gak berguna cih... semoga pulang dari rumah sakit.. eeh ketabrak mati dehhh🤭🤭🤭🤣🤣
Erna Fkpg
punya orang kok durhaka banget sama anaknya ni anaknya lagi sekarat masih mikir uangnya
Erna Fkpg
emang minta dikarungin tu nenek lampir hindun👍👍👍
Shee_👚
setidaknya dalam keadaan terpuruk Bu Soraya di kelilingi orang² baik dan sayang sama dia.
Shee_👚
Alhamdulillah setidaknya perusahaan bertanggung jawab.
Shee_👚
lah di lawan aja mulutnya begitu, apa lagi gak dilawan semakin menjadi aja itu nenek lampir😏
Shee_👚
bagus kalau ada rasa bersalah, setidaknya kamu masih punya rasa empati Tia, jangan kaya ibumu dah mati hati nuraninya😭
Shee_👚
astaghfirullah denger anaknya sakit dan pulih lama dia malah gak da simpatinya sma sekali😩
Shee_👚
bener² ibu gak da hati, anaknya sedang sakit ko masih sempet² mikirin jatah uang bulanan😤
tenang jangan kawatir duwitmu di minta, bu soraya lebih dari mampu untuk mengobati pak galih😏
Shee_👚
nah disini kita liat seberapa peduli ibu yang selalu di turutin maunya. apa kah akan merawat seperti meminta uang dama galih yang terus menerus
Shee_👚
Alhamdulillah setidaknya pak galih selamat, walau luka di kaki parah tapi bisa pulih kembali
Ariany Sudjana
nah kelihatan kan si Mak Lampir ga peduli sama galih, hanya peduli sama uangnya galih. sekarang kecelakaan, pasti Soraya sama anak-anak yang urus, mana mau tahu si Mak Lampir uang dari mana buat RS
Ariany Sudjana
puji Tuhan, bos pa galih berbaik hati. benar sekali, untung si Hindun sudah pulang, kalau ga, pasti di ambil tuh uang dari bos pa galih
ryuka
dasar nenek gila si hindun ini
Muft Smoker
giliran lapar aj ngarepin cucu ny kasih mkn ,, dasar nenek akhlak less ,,
Shee_👚
semoga pak galih gpp, pliss jangan bikin pak galih amnesia atau meninggal kayanya gak seru jadinya😩
Shee_👚
dih gak tau malu, tadi menghina sekarang mau minta makan😏
Shee_👚
dih sirik aja, bilang aja kamu lapar😂
sana beli sendiri🤣
Shee_👚
lope lope sama gibran, walau masih kecil dia bisa menempatkan diri dengan baik🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!