NovelToon NovelToon
Goresan Luka Masa Lalu

Goresan Luka Masa Lalu

Status: tamat
Genre:Romantis / Single Mom / Janda / Cinta Seiring Waktu / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Healing / Tamat
Popularitas:810.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Lyn malini

Di selingkuhi selama tujuh tahun, dan menjadi samsak hidup selama dua tahun oleh mantan suaminya. Cahaya mengalami Anxiety Disorder .

Kedatangan sang mantan membuatnya menerima pernikahan yang ditawarkan padanya dengan seseorang yang juga terbelenggu masa lalu. Hanya untuk keselamatan anak anaknya.

Tapi pernikahan itu malah menjadi pemicu gangguan psikisnya kambuh.

Bagaimana cara keluar dari hubungan rumit itu. Tentang masa lalu yang selalu membayangi setiap langkah mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lyn malini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perasaan bersalah

Doni mematut layar ponselnya dengan dahi yang mengkerut. Untuk pertama kalinya dia menerima notifikasi pemakaian kartu gold yang ada pada Cahaya. Sebulan sudah mereka menikah dan selama itu pula Cahaya tidak pernah menggunakan kartunya.

Tapi yang menjadi perhatian Doni bukan jumlah uangnya, melainkan untuk apanya. Klinik Jiwa Nadya, itulah yang tertera pada layar ponsel Doni. Setelah melakukan pencarian di internet tentang profil klinik itu Doni mendapatkan satu nama penanggung jawab di tempat itu.

Suara ketukan pintu memaksa Doni melepaskan pandangannya dari ponselnya. Aryo muncul dengan seringai tengilnya.

" Apa ponsel itu lebih menarik dari kertas kertas di meja mu itu. Jika iya aku akan mengadakan syukuran. Karena kamu tidak lagi gila kerja. " Aryo berceloteh sesukanya.

" Aku bukan kamu yang sukanya keluyuran di jam kerja. " Sarkas Doni.

" Kerja boleh santai yang penting banyak duit ." Seloroh Aryo.

Aryo menang bukan pekerja kantoran seperti Randi dan Doni. Dia memiliki sebuah perusahaan penyedia jasa seperti pengawal pribadi, mata mata, dan pengawasan dan lain lain. Jadi Aryo bekerja hanya mengandalkan ponsel. Tidak di belakang meja seperti Doni.

" Jadi apa yang menarik di ponselmu itu. Jangan bilang kamu sedang mesum online ." Aryo mencoba untuk mengintip ponsel Doni. Doni membiarkan Aryo melihat hingga puas.

" Kamu mengenal Dokter itu ? " Tanya Doni saat Aryo meletakkan ponsel Doni kembali.

" Tidak, mungkin Rose mengenal nya. Siapa dia ? Apa kamu sekarang berubah haluan menjadi pecinta wanita paruh baya ? " Doni hanya bisa memijit pangkal hidungnya. Aryo hanya menambah pusing kepalanya saja.

" Berhentilah bicara omong kosong, aku tambah pusing karena mu. " Ketus Doni.

" Sudah sebulan menikah, masih saja pusing. Apa kran kamu sudah berkarat ? Jangan bilang kalau kamu belum...

" Stop !! Diam lah "

" Sorry... " Aryo tersenyum kaku. " Ada apa ? Sepertinya kamu dalam masalah serius? " Melihat Doni dalam mood jelek akhirnya Aryo pun bicara dengan nada serius.

" Cari tahu tentang Dokter itu. Dan apa yang Cahaya lakukan di kliniknya. Jika memungkinkan aku mau isi rekam medis atau apa saja yang berhubungan dengan Cahaya. " Jelas Doni.

" Baiklah , tunggu sebentar. " Aryo mengetik beberapa pesan dan kembali menatap ke arah Doni. " Apa Cahaya melakukan kesalahan ? " Selidik Aryo.

" Tidak. Sudah satu bulan aku memberikan kartu gold, baru hari ini digunakan nya. Itu pun di klinik itu. Kamu tahu kan Cahaya pernah jadi pasien Psikiater. Dan sekarang dia kembali mengunjungi Psikiater. Apa menurut mu aku tidak khawatir. Apa lagi dia semakin kurus dan matanya seperti orang kurang tidur. Padahal setiap aku masuk kamar dia selalu tertidur, bahkan sedikitpun tidak terganggu saat aku pulang. Bukankah itu aneh ? "

" Kamu yakin dia tidur, bukan pingsan ? Aku rasa kamu keterlaluan. Pulang larut setiap malam dan menghabiskan waktu di Club dan minum pula. Menurut kamu apa seorang istri bisa menerima diperlakukan seperti itu, meski tak ada cinta ? Kalau itu Rose pasti dia sudah mencampakkan aku pada hari kedua pernikahan. " Perkataan Aryo mengusik hati Doni.

" Tapi Cahaya tidak keberatan, buktinya dia tidak protes sama sekali. " Balas Doni.

" Karena dia tahu di hatimu hanya ada Tiara dan dia hanya istri pajangan. Cahaya butuh perlindungan untuk anak anaknya. Jadi dia tahu diri untuk tidak banyak menuntut. Itu saja kamu tidak paham. " Aryo merasa jengkel dengan Doni yang tidak peka.

" Begitukah menurut mu ? "

" Kamu saja yang bodoh, istri cantik disia siakan. Buanglah ini... kamu punya istri yang nyata jangan terus hidup dalam dongeng masa lalu. " Aryo mendorong sebuah figura kecil kearah Doni. Figura berisikan foto Tiara dan Doni saat bulan madu. Foto yang selalu ada di meja kerja Doni.

" Kamu dan Ibuk sama saja. Kalian tidak akan pernah mengerti. " Ucap Doni lirih.

" Anggaplah kami memang tidak mengerti, apa menurutmu kami juga salah ? Ibuk , aku, Rania, Randi, Max bahkan Marinda. Semua orang ingin kamu bangkit dan melupakan Tiara. Apa itu salah ? Apa Tiara juga bisa hidup lagi dengan kamu melakukan semua ini ? Penyesalan kamu salah tempat, Bro ! Tiara juga tidak akan senang jika kamu hidup seperti ini. Dan sekarang... lihat kamu jadi pecundang tak bertanggung jawab. " Ucapan Aryo menyentil Doni telak.

" Aku harus bagaimana jika Tiara selalu ada di pikiran dan hatiku. " Doni menyugar rambutnya frustasi.

" Itu karena kamu sedari awal tidak mau mengikhlaskan nya. Rasa bersalah yang kamu agungkan itu yang menghancurkan. Eh... dengar ! Kau bukan Tuhan yang bisa memilih siapa dan kapan seseorang untuk mati. " Aryo terlihat jengkel dengan sifat keras kepala Doni.

" Andai saja aku membiarkan Tiara membatalkan penerbangan itu, pasti dia masih disini dengan ku. " Doni masih menopang kepalanya dengan kedua tangannya sambil tertunduk. Dia menyembunyikan matanya yang mulai memerah menahan air mata.

" Dan andai saja kau tidak terpaksa untuk menemui klient mu yang membatalkan kontrak itu, bisa dipastikan kau pun ikut mati hari itu. Sampai di sini apa kau masih tidak mengerti ? " Aryo mulai menurunkan nada bicaranya yang sempat meninggi.

Notifikasi beruntun dari ponsel Aryo memutuskan pembicaraan kedua sahabat itu. Terlihat senyum miring yang hambar tersungging dari sudut bibir Aryo. Matanya masih tetap menatap ponsel sambil me scroll layar pintarnya seperti membaca beberapa pesan.

" Cahaya jingga , tiga puluh tiga tahun mengidap anxiety disorder akibat KDRT. Gejala awal, ketakutan yang berlebihan, sedih tiba tiba, mimpi buruk, kesulitan untuk tidur. Pemicu, ketukan pintu di malam hari dan aroma minuman beralkohol. Reaksi terhadap trauma, tremor, kesulitan tidur, panic attack, mual / muntah. Efek lanjutan, kehilangan kesadaran dan depresi. Wow... bravo ! Kau sudah menjadi Fakhrul kedua, Bro. Dia yang menciptakan anxiety disorder dan kau memperparah nya. Selamat... selamat... ! "

Aryo tersenyum mengejek sambil bertepuk tangan. Seperti anak kecil yang bahagia mendapat hadiah. Sedangkan Doni diam terpaku dengan wajah menegang. Pikiran kosong yang terngiang hanyalah ucapan Aryo tentang Cahaya.

" Dokter Nadya adalah Psikiater yang menangani Cahaya sejak du'a tahun lalu. Tapi Cahaya berhenti setelah enam bulan karena tidak punya biaya dan dia mengutamakan Binar anaknya yang mengidap gangguan yang sama dan lebih parah. Sekarang kau tahu alasan kenapa dia mau menikah denganmu ? Karena anaknya. Sungguh ibu yang mulia hatinya. " Aryo menambahkan garam pada penyesalan yang terlukis di wajah Doni.

" Selamat sekali lagi, Bro. Selamat menyesal seumur hidupmu. Aku harap Cahaya segera sadar jika kamu tidak mampu melindungi nya karena kamu hanya seorang pecundang yang gagal move on. " Aryo pergi begitu saja tanpa pamit. Hatinya kesal melihat kebodohan Doni.

Tidak tahu apa yang Doni rasakan saat ini. Doni hanya ingin pulang cepat. Doni ingin bertemu Jingganya . Entah bagaimana Doni menatap wanita yang sebenarnya telah mengusik hatinya dari awal. Tapi Doni terlalu sibuk dengan masa laku yang sebenarnya tak perlu lagi untuk dipikirkan .

Doni keluar dari ruangannya, meninggalkan kantor begitu saja. Jam pulang masih satu jam lagi tapi Doni tak peduli. Doni memacu mobilnya menuju rumah. Tapi sesampainya di gerbang Doni berhenti dan terdiam beberapa saat seperti memikirkan sesuatu.

Doni mengeluarkan ponselnya dan mengetik beberapa pesan.

" Assalamu'alaikum Jingga. Aku sudah transfer uang bulanan. Pergilah belanja bulanan untuk keperluan rumah dan semua orang."

Pesan pertama yang Doni kirimkan pada Cahaya sejak satu bulan lalu. Keterlaluan... Aryo benar, Doni memang pecundang. Dan Doni menyadarinya saat ini. Setelah menunggu beberapa saat ponsel Doni bergetar.

" Waalaikumsalam, Bang. Baiklah besok aku belanja. Terima kasih transferan nya. Abang ada yang dibutuhkan ? Biar nanti Aya belikan sekalian. " Cahaya mengetik pesan dengan bibir penuh senyum. Entah mengapa dia begitu senang mendapatkan pesan dari Doni.

Hal yang sama terjadi pada Doni. Membaca pesan Cahaya seperti habis memenangkan tender besar.

" Bagaimana kalau kita pergi sore ini. Kebetulan Abang lagi santai , dan bisa pulang cepat ? " Doni masih mematut ruang pesan Cahaya yang sedang mengetik.

" Habis Ashar ya ? Aya tunggu di rumah. "

Doni ingin menangis rasanya. Istrinya tetap santun meski Doni mengabaikan nya selama ini. Jingganya yang membuat ibunya terlihat bahagia beberapa waktu belakangan ini. Dan mengurusi seisi rumah termasuk Doni.

Doni benar benar pecundang...

...****************...

Happy Reading 💕

1
Nureliya Yajid
menarik thor
Nureliya Yajid
ceritanya sangat menarik. tidak bosan baca berulang kali
fitri
bagus bgt nasehatnya..
azka myson28
emang bener yaa perempuan akan menunjukkan sisi lainnya pada orang yang bisa menghargainya dan mencintainya dengan tulus
RithaMartinE
luar biasa
RithaMartinE
semoga bahagia . dari awal bab bikin😭😭😭
D_Mayanti
Luar biasa
Wulan Purnama
bagus
Lovely Vivie
endingnya krng asik min, blm kejelasan miranda, amelia, max, dan tmn² yg lainnya
Jua Ria
Luar biasa
Jua Ria
Astagfirullooh geramnya aku
Jua Ria
aq mampir thor salam.lenal
Trissiyanah
mandinya aku tunda dulu , hbis penasaran ingin baca tetuus
Rima Verita
mungkin author sdg mempersiapkan kejutan buat kita sbg hukuman utk Amelia..😊
Rima Verita
Luar biasa
mama cumil
/Chuckle//Chuckle/
Ira arif
iyeessss... emang bodoh
Ira arif
emang Amalia sama Marinda ini saling kenal?
Ira arif
ular berbisa
Sumar Sutinah
thor knp anak" cahaya tdk d ungkit
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!