NovelToon NovelToon
Berpindah Dimensi

Berpindah Dimensi

Status: tamat
Genre:TimeTravel / Romantis / Fantasi / Supernatural / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:4.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Nor Laila Rahmah Wati

Tidak tahu mengapa bisa seorang gadis biasa terdampar di zaman yang sangat aneh, padahal dia hanya membantu seorang pemuda yang tergeletak di depan rumahnya untuk kembali ke zamannya, tetapi alangkah sialnya si gadis ikut tertarik ke zaman yang aneh itu.

Ikuti terus ceritanya jika penasaran....

Cerita ini hanya imajinasi saya yaa dan ini murni dari pemikiran saya sendiri.

Jika ada yang ngikutin cerita saya, saya tak masalah asalkan tidak mengakui awal jadinya novel yang kemungkinan akan sama.

Gambar cover bersumber dari Pinterest

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nor Laila Rahmah Wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 34

Karena terlalu asik latihan mereka sampai tidak sadar bahwa mereka kedatangan tamu.

"Ekhm, apakah kami mengganggu?" kata Mu Yue dan Xiao Lan.

"Ehhh kalian kapan datangnya? Kok tidak memberi kabar terlebih dahulu, kan aku bisa menyiapkan sesuatu," kata Lily.

"Tidak apa Lily, kami juga kesini hanya untuk mengajakmu pergi ke pesta lampion di ibu kota malam ini," kata Mu Yue.

"Iya Lily ikutlah," kata Xiao Lan bergelayut manja di lengan Lily.

Hal wajar jika kelakuan mereka urak-urakan jika berkumpul.

"Kak Yue dan kak Xiao harus membuat kakak Lily cantik, karena akhir-akhir ini kak Lily selalu menggunakan pakaian pria dan jarang keluar kediaman," kata Li Min.

"Iya nona Yue kami di kediaman sampai lelah menasehatinya," kata Lin Sing.

"Benarkah, wah wah kalian benar sekali, sekarang aja penampilannya seperti pemuda tampan, jika tidak mengenalnya maka akan dikira pria asli," ejek Mu Yue.

Mereka tertawa terbahak-bahak kecuali Lily yang cemberut sebagai orang yang dibulli.

"Kalian ini, sudah selesai mengejeknya?" kata Lily yang mulai mengambil ancang-ancang menerkam mangsa.

Mereka yang melihat Lily dengan ancang-ancangnya langsung lari berhamburan kesana kemari.

Saat Mu Yue lari dia tak melihat kedepan dan terus saja mengatai Lily.

"Pemuda tampan ayo tangkap aku," kata Mu Yue.

Tapi tiba-tiba tubuhnya oleng setelah membentur sesuatu dia refleks memejamkan matanya untuk menahan sakit jikalau dia jatuh dan bokongnya mencium lantai. Tapi lama dia tidak merasakan sakit dia mencoba membuka matanya pelan dan menatap Lily yang sedang menutup mulutnya dan dalam keadaan mematung, Tentunya itu membuat Mu Yue bingung.

"Lily kamu kenapa? Dan kenapa ya aku tak merasakan sakit saat jatuh?" tanya Mu Yue.

Lily hanya diam dalam posisi semula, Mu Yue melihat keadaan yang sama pada teman-temanya yang lain dan dia memberi kode kepada Li Mo yang sedikit lebih dekat dengannya.

"Li Mu kenapa kalian begitu?" tanya Mu Yue.

Tapi tak ada tanggapan dan suara dari bawah Mu Yue menyadarkannya.

"Apakah sudah cukup duduknya?" kata yang di duduki Mu Yue.

Mu Yue pun melihat kebawahnya lebih tepatnya kebelakang bagian bawahnya.

Refleks dia langsung bangkit berdiri dan karena tubuhnya tidak seimbang dia terjatuh kembali.

"Maaf," lirih Mu Yue.

Yang lainnya mulai sadar dan mendekati Mu Yue.

"Maafkan Mu Yue kak, dia tidak sengaja," kata Lily pelan yang masih terdengan oleh semuanya dalam jarak dekat dan diangguki yang lain.

"Kalian ini sudah besar masih aja bermain, bagaimana ada pemuda yang mau dekan kalian jika kelakuan kalian urak-urakn begini," kata Yen Mo, yah dia Jenderal Mo.

"Maaf," mereka serempak.

"Pasti ini ulah Lily," tebak Yen Mo.

Tebakan Yen Mo yang benar membuat Lily cengengesan.

"Hehe, kakak tahu aja, kan kalau ada yang berteman denganku akan jadi gila seperti ku," kata Lily dengan cengengesan.

"Huhhh, sudahlah," kata Yen Mo pasrah.

"Jenderal Mo maafkan aku, ini bukan salah Lily aku yang tidak hati-hati," kata Mu Yue dengan tertunduk.

Terlihat wajahnya yang menahan malu, pasalnya Mu Yue memiliki perasaan pada Jenderal Mo.

"Tidak apa, kalian kesini untuk apa?" tanya Yen Mo.

"Kami ke sini untuk mengajak Lily dan yang lain untuk pergi ke pesta lampion di ibu kota malam ini," jelas Xiao Lan.

"Ohh, kalau begitu apakah aku boleh ikut juga?" kata Yen Mo yang membuat Mu Yue langsung mengangkat kepalanya sebentar dan kembali menundukkan kepalanya lagi.

"Tentu saja, lebih banyak orang lebih asik dan aku akan mengajak kak Jung dan Minghao juga" kata Lily menaik turunkan alisnya seraya menatap Mu Yue penuh arti.

"Kamu tuh, bersihkan dulu badan mu, kamu juga Lin Sing Li Mu dan Li Min badan kalian sangat bau," kata Yen Mo yang menutup hidungnya.

"Hehehe, kami pergi dulu, Mu Yue dan Xiao Lan tunggu kami ya," kata Lily pergi sambil menarik Lin Sing, Li Mu dan Li Min.

Mereka bertiga hanya mampu menggelengkan kepala mereka melihat kalakuan Lily.

"Nona Mu Yue dan nona Xiao Lan silahkan tunggu di ruang tamu," kata Yen Mo mengajak mereka berdua ke ruang tamu.

Terlihat wajah Mu Yue yang semakin merona karena berdekatan dengan Yen Mo.

"Nona Yue apakah kau tak enak badan?" tanya Yen Mo yang melihat wajah Mu Yue merah.

Xiao Lan hanya menahan tawanya, karena dia paham apa yang terjadi pada Mu Yue.

"Aku baik-baik saja Jenderal," kata Mu Yue.

"Berhentilah memanggilku Jenderal, panggil aku kakak saja seperti Lily," kata Yen Mo.

Mereka berdua pun mengangguk menyetujui.

Di tempat lain yang tepatnya kamar Lily sudah berkumpul Lin Sing, Li Mu dan Li Min dengan pakaian yang mengesankan masing-masing. Kecuali Lily yang masih memakai pakaian putih polos karena tak ingin menggunakan pakaian perempuan yang amat sangat ribet menurutnya.

"Ayolah Lily pilih antara pakaian ini," kata Lin Sing membujuk.

"Iya kakak, bagaimana kalau ini, putih bagus dan juga simple," kata Li Min dan Li Mu merayu seraya mengangkat pakaian yang berwarna putih.

"Baiklah aku akan memakai ini saja," kata Lily mengambil pakaian yang ada pada Li Mu dan Li Min.

Lin Sing pun langsung membantu Lily mengenakannya, tak lupa dia juga menata rambut Lily dengan hiasan sederhana, tapi di menolak saat akan di dandani.

"Tunggu, aku akan berdandan sendiri," kata Lily mengambil alih. "Kalian tunggulah aku di ruang tamu bersama Mu Yue dan Xiao Lan," pinta Lily.

Mereka bertiga pun menuruti dan pergi ke ruang tamu.

"Kak Jung Minghao," panggil Lily.

"Ada apa Lily?" kata Minghao.

"Kalian ikutlah dengan kami ke pesta lampion dan gunakan pakaian ini," kata Lily seraya menyerahkan pakaian kepada Min Jung dan Minghao.

"Baiklah," ucap mereka serempak.

Kenapa Minghao dan Min Jung jarang ada? Karena mereka diperintahkan Lily agar jangan terlalu mengawasinya saat berada di kediaman dan meminta mereka membantu Yen Mo saat di istana. Sebenarnya Minghao jarang ikut ke istana karena dia sering pergi kehutan atau ke masuk ke dimensi Lily untuk melatih diri dan biasanya Lily akan memberikan alasan kenapa Minghao selalu pergi.

+Di ruang tamu+

"Dimana Lily?" tanya Yen Mo yang sudah siap dengan pakaiannya.

"Kak Lily lagi dandan kak," jawab Li Min.

Mereka bertiga hanya mengangguk. 10 menit mereka menunggu orang yang ditunggu pun datang.

"Itu mereka sudah datang," kata Li Mu.

"Wahhh Lily, kamu sangat cantik," kata Xiao Lan.

Sedangkan Mu Yue yang biasa nya banyak bicara hanya diam karena ada Yen Mo.

"Benar kakak sangat cantik," kata Li Min yang mendekat dengan Lily. Dan Lily pun mengangkatnya ke gendongannya.

"Mulut adik kecil kakak ini makin hari makin manis ya," kata Lily.

"Kakak turunkan aku, aku sudah besar, malu dilihat orang kalau di gendong," kata Li Min.

"Oh ya, adik kakak sudah besar ya, kalau begitu kakak tidak akan gendong lagi," kata Lily seraya menurunkan Li Min.

"Bukan begitu kak, kalau hanya kita berdua tidak apa," kata Li Min malu-malu.

*

*

*

*

*

*

*

Terimakasih sudah menyempatkan membaca karyaku.

Happy Reading for You All.

1
Maya Sofha
lily kalau dh tidur kebluk.....kebo euy!!!! 😂😂😂😂😃
murniati cls
kok lily marah ma putra mahkota Feng,dia kan kakaknya,kt kakeknya,dia kan dikurung dipenjara bwh tanah
murniati cls
padahal udah dikasih tau tadi lebih baik berhati hati,apalagi sm huan
murniati cls
td diawal ktnyaputra mahkota kekaisaran lgit ini awan,oo jd yg benar awan ya
murniati cls
masa lily dewi tp pakaian n orgnya cantikan mu Yue,tak cocok
murniati cls
biar dia sm suaminya dewi
murniati cls
padahal tadi dia jual mahal,se enggaknya kan bisa gtu negosiasi,Krn dia titisan Dewi,mgkn uga dia reinkarnasi uga
murniati cls
Lily kan titisan Dewi cocoknya dgn yg kuat uga,tp keknya yg bertopeng BKN pgran k3 doang deh
Solekah: kamu jahat ly kacian tuh pngrn kedua salah mulu nyebut nama 😂😂
total 1 replies
murniati cls
pake cadar aja slalu,Krn bila bgtu dia suka kita sbb cantik,BKN tulus,yg bertopeng yg tulus,dia kan tak liat Lily yg tak bercadar,
murniati cls
yg pake topeng kmn
AN
Luar biasa
Wan May
ya ceritanya smkin menarik
Wan May
😍😍wah seru ceritanya.bikin penasaran.siapa yg di sukai lili.
Shinta Dewiana
huan tian hebat kuat...yp kok kayak gitu...hedeh...
Shinta Dewiana
akhirnya jia li jadi lebai
Shinta Dewiana
basmi selir
Shinta Dewiana
ya ..aturannya ada cerita mengenai dion mantannya...trus balas dendam terhadap keluarganya...jd engak guna ke dunia modern...udah hamil ketabrak mati deh...hmmmm
Shinta Dewiana
tamat.....hmmmm
Shinta Dewiana
lanjud thor..semangat...
Shinta Dewiana
gmn apa enggak ada yg tau kejahtan putri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!