Brenda Zalora Erlanggia, Putri Bungsu keluarga Erlanggia, pasangan dari Alex Erlanggia dan Alice Marquez. Memiliki seorang kakak laki-laki yang bernama Brian Zalora Erlanggia yang kini berstatus sudah menikah dan mempunyai seorang putra. Brenda yang yang selama satu tahun setengah sekolah di Jerman pindah ke Indonesia dan bersekolah di sekolah miliknya sendiri atas permintaan kedua orang tuanya. Brenda di kenal bad girl sejak kecil. Keluarga Erlanggia merupakan keluarga terkaya nomor 1 di dunia.
Betran Putra Bagaskara dikenal Bad boy, king mafia dari Black Devil, anak tunggal dari keluarga Panji Bagaskara dan Eva Monica, orang kaya nomor 2 setelah keluarga Erlanggia.
Gimana ceritanya yuk guys simak ya😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jeje Looo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PERANG
Pulang sekolah Betran langsung menuju ke markas Black Devil untuk menjalankan rencana, sedangkan Reno dan keluarga Erlanggia menuju ke markas The Blood Flower.
"Selamat datang, king! " sapa para mafioso ketika Betran memasuki markasnya dan tak lupa memakai topengnya karena Betran hanya menunjukkan wajahnya ke petinggi mafia saja.
Betran yang di sapa hanya melihat dan langsung berjalan dengan tatapan dinginnya. Mafioso sudah mengerti jika Betran datang dengan tatapan dingin pasti akan terjadi peperangan dan mafioso tentu saja selalu siap kapan saja dan dimana saja karena sudah di latih oleh Betran.
"Panggilkan para petinggi ke ruang rapat! " perintah Betran dengan nada dingin.
"I iya king! " jawab mafioso gagap.
Tak lama kemudian para petinggi sudah memasuki ruang rapat dan berdiri menghadap kingnya itu.
"Ada king memanggil kami kesini? " tanya Devano.
"Persiapkan semuanya sebentar lagi kita akan ada orang besar, dan kita akan bekerja sama dengan mafia nomor satu di dunia yaitu The Blood Flower. " jelas Betran dengan sikap wibawa dan nada dingin.
"Siapa lawan kita king? " tanya Alex.
Alex adalah ketua tim Alfa yang di bentuk Betran yang dimana tim Alfa hanya akan berperang di peperangan besar.
"Musuh utama Black Devil dan The Blood Flower! " jawab Betran.
"Apakah dia adalah orang yang menculik king waktu king kecil dulu? " tanya Devano.
"Ya! " jawab Betran.
"Bukankah king di culik bersama putri dari keluarga Erlanggia? " tanya Fahmi.
Fahmi adalah ketua tim Zilong, dimana tim Zilong adalah pasukan dengan gerak cepat di barisan depan.
"Ya! " jawab Betran.
"Apa hubungannya putri dari keluarga Erlanggia dengan mafia nomor satu di dunia? " tanya Fahmi.
"Karena queen The Blood Flower adalah tunangan ku.! " jawab Betran.
Semua petinggi kaget kecuali Devano karena Devano sudah mengetahui hal ini sebelumnya.
"Bukankah putri dari keluarga Erlanggia dikabarkan meninggal? " tanya Andre.
Andre adalah ketua tim Akai dimana tim tersebut dilatih di bagian tank saat berperang.
Betran yang mendapat pertanyaan itu hanya menatap tajam Andre dan Andre langsung ketakutan dengan tatapan dari king nya itu.
"Maafkan saya king! " ucap Andre merasa bersalah.
"Lalu apa rencana kita? " tanya Devano.
"Fahmi, kau jelaskan, 10 menit harus sudah siap beserta pasukan! " ucap Betran.
"Baik king! " jawab Fahmi.
Setelah mendapatkan jawaban dari Fahmi, Betran kekuar ruangan dan Fahmi pun menjelaskan rencananya. Kenapa Fahmi yang menjelaskan rencananya karena Fahmi selain ketua tim Alfa dia juga jendral perang jika terjadi perang besar.
Setelah Fahmi menjelaskan rencananya, semua para petinggi langsung bersiap-siap untuk perang besar.
Di gedung tua dimana tempat Betran dan Brenda di culik waktu kecil terdapat keluarga Erlanggia dimana keluarga Erlanggia sudah membuat perjanjian kepada seseorang yang dulu mereka percaya namun sekarang menjadi musuh besar keluarga Erlanggia.
"Akhirnya datang juga! " ucap seorang laki-laki berpakaian hitam.
"Apa maumu?" tanya Alex to the poin.
"Hahaha, jangan terburu-buru sahabatku! " ucap seorang laki-laki tersebut.
"Katakan! " ucap Alex menahan amarah.
"Hahahaa baiklah akan aku katakan, aku hanya menginginkan kehancuran mu lewat orang-orang yang kau sayang! " ucap seseorang itu.
"Kenapa? " tanya Alex
"Kau tanya kenapa? " ucap seseorang mengulangi pertanyaan Alex. "Kau telah merebut semuanya dariku Alex" tambah seseorang itu lalu mengangkat pistolnya.
Dorr.
Suara tembakan membuat semua orang kaget dan lebih kaget lagi ketika peluru itu ditangkap oleh jari dengan seorang gadis cantik.
"Bagaimana bisa kau menangkap peluru itu? " tanya seseorang itu menatap gadis cantik yang memakai topeng dan menangkap peluru itu dengan dua jarinya.
"Peluru seperti itu mudah sekali untuk di tangkap!" ucap gadis itu dengan nada dinginnya.
"Sudahlah tidak perlu banyak bac*t, serang! " perintah seseorang itu dan keluarlah pasukan orang itu dengan jumlah yang sangat besar.
Bersamaan pula datangnya The Blood Flower dengan pasukan yang sangat banyak dan juga pasukan Black Devil yang di pimpin langsung oleh Betran.
Hari ini terjadilah pertumpahan darah dimana pasukan dari orang itu banyak yang luka dan bahkan meninggal. Gadis itu menembak kedua kaki dan tangan dari orang itu dengan sangat cepat.
Dorr
Dorr
Dorr
Dorr
Akhhhh
Pekik orang itu kesakitan dan terjatuh karena sudah tidak seimbang. peperangan terhenti ketika melihat lawan yang sudah tumbang.
Gadis itu mendekati seseorang yang ia tembak tadi dengan tersenyum devil di balik topengnya itu. Orang itu kaget ketika melihat lambang pada jubah itu dan tulisan leader.
"Queen! " ucap orang itu lirih.
"Bahkan kau tak pantas memanggilku queen! " ucap gadis itu dingin.
"Kenapa queen menyerang ku? " tanya orang itu.
"Kau tanya kenapa? Apa kau tak merasa punya kesalahan kepadaku? Paman! " tanya gadis itu dengan menekankan kata paman.
"Apa salahku padamu?" tanya orang itu.
"Apa kau lupa Rio Koprath, dia adalah gadis kecil yang kau culik dulu! " ucap Alex.
"Apa? " pekik orang itu yang bernama Rio Koprath, sahabat Alex dulu. "Bagaimana mungkin? " tanya Rio tidak percaya pasalnya telah di kabarkan bahwa dia sudah meninggal.
"Mungkin saja paman! " ucap gadis itu yang tak lain adalah Brenda.
"Kau harus menderita! " ucap Rio emosi.
"Apa kesalahan keluarga ku dan keluarga Bagaskara sehingga kau ingin membunuh anak mereka! " tanya Brenda dengan nada dinginnya.
"Hahaha apa kau tidak tau, kalau Alex dan Panji sudah menghianati ku!" ucap Rio kepada Brenda.
"Kami tidak menghianatimu Rio! " ucap Panji.
"Lalu kenapa kalian membunuh Liora! " tanya Rio emosi.
"Kalau Liora tidak dibunuh, kau yang akan di bunuh oleh Liora! " ucap Alex.
"Omong kosong apa itu? " tanya Rio tidak percaya.
"Itu semua benar paman! " ucap Betran.
"Apa buktinya? " tanya Rio tidak percaya.
"Itu semua benar Rio! " ucap seorang wanita seumuran dengan Alex, Panji dan Rio yang tiba-tiba datang dengan air mata membasahi pipinya.
"Liona! " ucap Rio kaget.
"Liora pantas mati! " ucap Liona yang tak lain adalah saudara kembar Liora.
"Apa maksudmu? Dan bukankah kau pergi meninggalkanku demi laki-laki lain? " tanya Rio.
"Aku pergi karena Liora mencintaimu Rio! " ucap Liona.
"Apa maksudmu? " tanya Rio.
"Liora mengancam akan membunuhmu jika Liona tidak pergi meninggalkan kamu Rio! " jelas Alex.
"Jadi selama ini Liora bohong? Dia bilang Liona pergi karena laki-laki lain! " ucap Rio marah dan menyesal.
"Ya, dia hanya ingin hartamu makanya menyuruh kembarannya dan mengancamnya supaya pergi dari kehidupan mu, karena Liona adalah penghalang bagi tujuan Liora! " jelas Panji.
"Maafkan aku, aku salah, bunuhlah aku! " ucap Rio menyesal.
"Ya ampun, drama apa ini! " ucap Brenda malas.
"Iya sayang, serasa kita nonton drama percintaan yang payah! " tambah Betran.
"Diam kau bocil! " ucap Panji, Alex dan Rio bersamaan.
"Wah wahh kalian kompak! " ucap Brian.
"Kenapa tak jadi sahabat lagi saja! " ucap Reno ceplos.