NovelToon NovelToon
Takdir Cinta Kalisha

Takdir Cinta Kalisha

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Keluarga & Kasih Sayang / Tamat
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: Yani Wi

Bentuk tubuhku lebar ke samping, rambut gaya kuno dan wajahku tidak sebening kaca.
Sepotong blus potongan sederhana dan padanan rok menutup dengkul, hampir ketinggalan jaman. Gaya busana itu yang kupakai jika mengikuti ekskul di sekolah. Cuma tinggi badanku yang sedikit menolong walaupun tidak bisa dibilang tinggi seperti model.

Kebanyakan temanku lebih sering menggunakan jeans dan kaos saat mejngikuti ekskul. Berbeda dengan mereka, potongan pakaianku selalu sama dengan Minggu lalu. Rok di bawah dengkul dengan blus potongan biasa. Kata mereka aku ketinggalan jaman. Manusia purba dan langka.


"Kamu pikir kamu siapa? Kamu hanya mendatangkan malu untuk keluarga ini!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yani Wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Papan Ucapan.

"Bang, Bang tunggu Bang! Abang pasang apa di sini?" Tanyaku pada dua orang asing di jalan depan rumah

"Ma'af Mbak mau pasang papan bunga," jawab salah satu dari mereka berdua.

"Papan bunga punya siapa Bang? Nggak ada yang meninggal disini tuh."

"Papan bunga ucapan Mbak."

"Iya papan bunga pasti ucapan. Bentuk simpati untuk orang meninggal. Abang salah pasang ya, di sini tak ada orang meninggal bang." Tegasku lagi.

Si Abang berdua cuek saja tak menghiraukan diriku. Mereka sibuk menurunkan sebuah papan yang tidak terlalu besar. Bagi mereka tugas harus dijalankan. Apalagi dari pekerjaan inilah mereka mendapatkan penghasilan. Papan bunga itu diletakkan berdiri di rangka kayu yang mereka siapkan.

Dan aaakh mataku membulat sempurna membaca susunan bunga-bunga yang membentuk tulisan di papan. Jadi dia si pengirim papan ucapan ini. Ucapan selamat ulang tahun ke 17. Duh bagaimana jika Papa mengetahui papan bunga ini?

"Bang sebaiknya kembalikan saja papan bunga ini," pintaku.

"Loh dek papan bunga ini sudah dipesan seseorang. Itu namanya. Kami diminta mengirimkan ke sini. Adik ya namanya Klisha? Kok malah minta dipulangkan. Adik ucapkan terima kasih saja ke pengirim," Kata si abang yang berambut lurus. Aku mencebik mendengar usul si abang.

"Aduh gimana ini?"

"Dek dikirimi papan bunga dari pacarnya harusnya senang," kata si abang berambut berintik.

Diih siapa bilang Lion itu pacar aku. Aku hanya malu jika keluargaku mengetahui papan bunga ini. Juga jika teman-teman sekolahku tahu akan heboh di sekolah. Menjadi berita paling top.

"Dek ma'af ya kami diminta mengirim papan ucapan ini ke sini. Sekarang sudah selesai."

"Terus papannya kapan diambil lagi bang?"

"Setelah 4 hari," kata si abang rambut lurus.

"Apa?? Lama sekali." Papan bunga ini akan menjadi bahan gosip yang bagus di sekolah.

"Baik Bang kalau begitu. Saya minta papan diangkat saja besok karena saya ulang tahunnya cuma hari ini. Bisa ya Bang?"

Si Abang berpikir. Tampaknya mereka tak mau memenuhi permintaanku," Begini saja, adek beritahu dulu sama orang kantor, supaya kami tidak disalahkan. Kalau mereka sudah tahu, kami datang lagi dan angkat ucapan ini."

"Begitu ya Bang. Saya minta nomor telepon kantornya Bang.'

"Boleh. Ini nomornya. Saya kirimkan."

"Iya terima kasih ya Bang."

"Sama-sama dek. Kami pamit mau pulang ya."

Aku mengangguk dan mereka pergi. Aku tidak sadar jika bik Min dan mama telah berdiri di belakangku.

"Ya ampuuun anak mama dapat papan ucapan ulang tahun. Bagus sekali!"

"Mama... kapan mama datang?"

"Baru saja Icha dan itu papan ucapan baru dipasang ya?"

"Wah bagus betul mbak Cha. Benar-benar hari yang membahagiakan Mbak Icha. Papan ucapan dikirim khusus loh Bu."

"Bik Min uuuhh!" Aku melotot.

"Kamu sudah ngomong terima kasih belum sama si pengirim?" Tanya Mama padaku.

Aku menggeleng, "Belum Ma."

"Segera ucapkan terima kasih. Dia perhatian sekali ya. Apa mungkin nanti dia ke sini juga? Icha suruhlah dia main kemari ya."

"Iih Mama kenapa juga dipanggil kemari, kita kan nggak bikin acara apa-apa Ma."

"Rasa-rasanya Mama ingin memasak sedikit makanan dan mengundang teman kamu yang baik ini. Merayakan hari ini walaupun sederhana."

"Jangan Ma, jangan. Ica nggak mau. Icha tak ada rencana makan-makan walaupun kecil-kecilan. Apalagi memanggil teman."

Papa sedang berada di rumah. Acara makan-makan tidak boleh terjadi. Aku sungkan sama papa jika ada teman lelaki datang ke rumah dalam momen begini. Papa belum pernah bertemu dengan teman-temanku yang berjenis laki-laki.

"Baiklah kalau kamu tidak mau tapi segera ucapkan terima kasih kepada teman kamu itu ya."

"Baiklah mama. Sabar ya Ma. Icha cari dulu nomornya." Ku berikan Mama senyuman. Perasaanku lega mendengarkan mama mengucapkan ini. Kemudian aku menghubungi Lion

📱'Terima kasih papan ucapannya, Li.'

📱'Terima kasih kembali Icha. Semoga kamu suka.'

📱'Sebaiknya tidak repot begitu Li.'

📱'Tak ada yang repot Icha. Semoga bahagia hari ini ya dan besok juga ya.'

Dan emojinya membuat aku terkejut. Emoji love. Oh tidak aku tidak mau berprasangka lebih. Emoji love adalah emoji biasa. Emoji love bisa dikirim oleh siapapun yang ingin menggunakannya.

Aku baru saja merasakan jajanan yang ibu bawa dari pasar raya saat papa menyapa dari luar dapur. Kami menyebutnya pasar raya karena pasar terbesar dan terlengkap menyediakan kebutuhan sehari-hari.

"Eh Papa sudah pulang. Minum ya Pa." Aku mengambilkan segelas air minum untuk papa.

"Terima kasih sayang. Papan bunga itu bagus. Papa lihat tulisan nama Lion."

"Iya Pa. Lion teman sekolah Icha."

"Sepertinya bukan teman biasa."

Aku menjawab cepat," Bukan kok Pa. Teman biasa sama seperti yang lain."

"Teman biasa tak memberikan sesuatu yang sangat indah."

"Apa iya Pa? Menurut papa papan bunga itu indah ya?"

"Ya seorang lelaki tidak akan memberikan perhatian lebih jika tidak menginginkan sesuatu. Papan ucapan itu punya kesan istimewa. Kamu dan Lion berpacaran?"

Pertanyaan papa membuatku tergagap. Aku segera menjawab tidak, "Icha dan Lion tidak pacaran."

"Papa kok jadi ingin tahu yang namanya Lion. Suruh dia main ke rumah."

"Papa tak pernah lihat Lion. kadang-kadang Lion makan di warung Mama pulang sekolah Pa. Cuma Papa kan kerja jadi Papa nggak tahu, tak pernah jumpa."

"Beraninya dia menaruh hati padamu. Kenalkan dia sama Papa dulu. Papa ingin bicara dengan dia." Nah kan Papa sifat protektifnya kambuh. Aku harus ngomong bagaimana dengan Lion.

"Bagaimana mungkin Icha bawa ke rumah. Icha sama Lion teman sekolah saja. Nggak punya hubungan apa-apa Pa, kita teman sekolah saja Pa."

Tak mungkin aku membawa Lion ke rumah bertemu dengan papa.

Apa kata dia nanti? Lion sama sekali tidak pernah mengungkapkan isi hatinya kepadaku. Tiba-tiba saja aku mengajaknya berkunjung ke rumah. Wow!

"Benar hanya teman sekolah? Tak salah bukan kalau Papa ingin mengenal teman dekatmu."

"Iya Papa bener tapi Icha memang sedang tidak pacaran. Icha tidak punya pacar. Sudah ya pa?"

"Bisa dipercaya ya anak Papa belum punya pacar. Umur 17 tahun belum punya pacar?" Papa sangsi.

"Papa! Icha tidak bohong." Ku mulai kesal dan ku pikir wajahku tidak ramah saat ini.

"Hahaha baiklah kalau begitu. Papa percaya. Papa penasaran dengan wajahnya. Apakah ia ganteng seperti papa?"

"Ihihihii ganteng Papa sih. Sudah ah, Papa ganggu Icha terus. Icha mau ke kamar."

"Papa titip salam ya untuk Lion."

"Aaaaa Papa." Aku segera ngacir dari dapur menghindari keisengan papa lebih lanjut.

Ku buka handphone dan ku amati postingan teman-teman yang ada di sana. Lagi dua mataku terbelalak mendapati postingan milik Lion. Astaga papan ucapan itu juga diunggah Lion. Lihatlah lusa akan terjadi kehebohan di sekolah karena unggahan Lion. Aku segera kirim pesan kepada Lion untuk menghapus unggahannya. Aku tidak cukup percaya diri menerima ucapan dari Lion yang dilihat hampir semua teman di sebuah media sosial. Pesan yang ku kirim tidak dibaca Lion.

"Mbak Cha, Mbak Icha ada temannya menunggu di luar!

"Siapa Bik? Perempuan atau laki-laki?"

"Mbak Nai yang datang Mbak."

"Saya keluar Bik. Tunggu ya."

"Ya Mbak Cha."

Nai tak berjanji akan datang tapi ia muncul tiba-tiba. Nai telah mengirimkan aku ucapan selamat ulang tahun subuh tadi.

1
Embun Kesiangan
season dua Thor 🥰🌹🌹
🌻Yani Wi💕: 😘😘😘😘😘😘🤗😇🌹🙏
total 1 replies
Embun Kesiangan
ternyata dijodohin sama Icha ya Thor 😍
Embun Kesiangan
duh jgn sampai elang dijodohkan
Embun Kesiangan
semangat Icha ☺️
TK
bunga untuk semangat ✍️
TK
semangat othor hebat 👍
R.F
semangat kk
R.F
2like dan 1mawarku hadir k
semamgat
Bening 💫~^-^
semangat kkak 🥰
TK
bunga untuk Thor 🌷👍
IndraAsya
👣👣👣 Jejak 💪💪💪😘😘😘
🌻Yani Wi💕: terima kasih.💐
total 1 replies
R.F
2 like dan satu mawarku hadir
Semangat kaka
Neyna 🎭🖌️
semangat kak 💪💕💕
lina
cakep bner itu tempatnya.. bikin ngiler
R.F
2 like hadie. semangaf kak. lije balik iya
Bening 💫~^-^
terus semangat kkak 🥰
Bening 💫~^-^
semangat kak 🥰
TK
dua bunga untuk Thor 👍✍️
Irma Kirana
Semangat 😁😁👍
🌻Yani Wi💕
Aamiin. 😃😃😄

Terima kasih do'anya author Neyna.😘😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!