NovelToon NovelToon
Akulah Malaikat Penolongmu

Akulah Malaikat Penolongmu

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Balas Dendam / Cintapertama / Nikahmuda / Romantis / Chicklit / Tamat
Popularitas:256.3k
Nilai: 5
Nama Author: ummi asya

Alisa adalah gadis biasa yang berwajah jelek dan cacat. Dia juga mempunyai saudara kembar bernama Alena yang rupa dan wataknya berbeda dengan Alisa.
Karena suatu kejadian sewaktu masih kecil, wajah Alisa jadi cacat dan jelek.
Semua teman kampusnya tidak ada yang mau berteman dengannya, namun Alisa selalu percaya diri meski berwajah jelek, meski perlakuan ibunya selalu berbeda jauh padanya di banding kembarannya yang berwajah cantik.
Apakah Alisa bisa merubah dirinya menjadi cantik, setelah dia bertemu dengan Richard sang bintang kampus?
Bagaimanakah jadinya jika Alisa benar-benar berubah jadi cantik?
Cuus, pantau terus kisah Alisa si buruk rupa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ummi asya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34. Di Kejar Wartawan

Setelah mengecek ke dokter, ternyata memang benar tuan Rendra mengalami trauma pada api. Dia lalu di bawa ke rumah sakit untuk di rawat dengan gangguan psikologinya.

Hakim juga sudah menetapkan tuan Rendrad jadi tersangka, sementara ini belum bisa di tahan karena menyembuhkan rasa traumanya terlebih dahulu. Richard terus mengawal pamannya itu sampai sembuh agar dia masuk penjara, dia takut pamannya berdalih karena sakit jadi tidak bisa di tahan.

Makanya dia setiap hari memantau tuan Rendra agar bisa di kontrol dan tidak membuat alasan sakit.

Sementara itu, Alisa masih di kejar wartawan untuk di tanyakan tentang kebakaran itu. Dia harus bersembunyi setelah persidangan tuan Rendra karena wartawan masih saja bertanya tentang wajahnya kali ini.

"Kamu tidak bisa menghindar terus dari wartawan, Alisa." kata Raya.

"Aku tahu, tapi saat ini aku belum siap menjawab semua pertanyaan itu." jawsb Alisa.

"Nanti aku bantu kamu, tapi apakah perlu pers konsfres wartawan?" tanya Raya.

"Belum saatnya, nanti saja. Ini mungkin di manfaatkan orang yang ngga suka sama aku. Jika memang mereka terus mengejarku dan meminta keterangan tentang kebakaran itu, nanti aku akan katakan." kata Alisa.

Raya berpikir pasti Alena akan bertindak lebih cepat. Keduanya pun diam, pikiran mereka sama. Yaitu pasti Alena akan membuat ulah dengan kejadian seperti ini.

Raya sedikit kecewa ketika Alisa mau jadi saksi di persidangan pamannya Richard, tapi dia bisa apa. Karena memang Alisa saksi mata waktu itu.

Syuting pun di mulai lagi. Selagi Alisa syuting, wartawan masih saja menunggu di luar. Tak berapa lama, Alena masuk ke studio. Dia heran kenapa banyak wartawan.

"Mas, ada apa?" tanya Alena.

Mereka menoleh, dan melihat Alena. Sejenak memandang Alena dan mereka saling pandang. Lalu para wartawan itu mendekat padan Alena dan mewawancarainya.

"Mbak, anda kan saudara kembar Alisa. Anda tahu tentang kebakaran yang menimpa Alisa?" tanya wartawan itu.

Alena memincingkan matanya, kebakaran?

"Mbak Alena, benarkah wajah Alisa saudara kembar anda itu pernah cacat karena kebakaran?"

Pertanyaan demi pertanyaan terus di ajukan oleh wartawan. Alena bingung, namun kini Alena mengerti dengan menyimpulkan bahwa Alisa mempunyai cacat dan kelemahan. Dia pun tersenyum, lalu satu persatu dia menjawab sesuai apa yang ada di otaknya untuk menjatuhkan Alisa.

"Ya memang benar, Alisa itu pernah berwajah cacat karena kebakaran. Kemudian dia operasi plastik dan kalian tahu, sekarang Alisa lebih cantik karena bantuan operasi plastik di wajahnya." ucap Alena dengan senyum puas.

"Oh, jadi Alisa itu tidak murni cantik alami. Lalu bagaimana dengan kontes kecantikan yang di selenggarakan oleh rumah produksi Symonesta Stars? Bukankah Symonesta Stars selalu mencari model dengan penyeleksian sangat ketat? Kenapa Alisa bisa masuk? Kata anda Alisa operasi plastik untuk menutupi wajahnya?" kata wartawan yang selalu terus mencari sumber berita

"Yaa, seperti itu. Dia cantik karena bantuan teknologi. Sudah dulu ya, saya ada pemotretan sekarang. Daah."

Setelah mengatakan semua kebohongan pada wartawan, Alena melangkah pergi meninggalkan para wartawan. Senyum puasnya mengembang, dia sudah membayangkan kalau karir Alisa akan jatuh dengan pemberitaan itu.

_

promo novel baru punya teman othor nih, mampir ya, bagus lho ceritanya..😉😊

Setelah pernyataan Alena tentang Alisa, benar saja berita itu langsung turun dan menyebar di setiap portal media online. Ada head news bahwa Alisa operasi plastik untu memuluskan dia menjadi model, ada juga dengan memberitakan kalau Alisa menyogok di acara kontes model kecantikan waktu itu.

Tentu saja, Raya meradang. Siapa yang memberikan pernyataan palsu itu. Dan di televisi itu terlihat Alena dengan wajah senang di kerumuni wartawan mengatakan bahwa kecantikan Alisa tidak murni dan itu adalah hasil operasi plastik.

"Alisa bagaimana ini? Kamu siap untuk konfrensi pers?" tanya Raya.

"Aku tidak tahu, aku bingung. Kenyataannya aku itu awalnya jelek, dan sekarang cantik karena salon kecantikan." ucap Alisa lirih.

"Alisa, wajar saja semua wanita memerlukan perawatan kecantikan di salon. Kamu cacat karena kebakaran itu juga butuh perawatan. Yang cantik saja perlu perawatan, apa lagi wajah kamu dulu Alisa. Kamu tidak operasi plastik, hanya perawatan saja." kata Raya lagi.

Alisa masih menunduk, kini dia merasa malu setelah satu tahun lebih menjadi model terkenal baru kali ini dia di cecar dengan wajahnya yang dulu.

Anindya pun mendekat pada Raya dan Alisa, dia sangat geram sekali dengan pemberitaan yang membawa nama baik rumah produksi mereka dan juga pemenang kontes tersebut. Anindya menarik Raya untuk menjauh dari Alisa agar pembicaraan mereka tidak di dengar oleh Alisa.

"Raya, bagaimana bisa Alena berkata seperti itu. Dia lupa sekarang dia sedang bernaung di rumah produksi kita. Apa yang akan kita lakukan?" tanya Anindya yang masih kesal dengan pemberitaan itu terus bergulir setiap jamnya.

Di televisi terus saja berita tentang Alisa dan juga rumah produksi Symonesta Stars yang tidak kompeten mencari model. Kini head line newsnya itu tentang Symonesta Stars.

"Kita cari tahu kelemahan Alena kak, besok kita harus mengadakan konfrensi pers. Jika Alisa tidak mau juga tidak apa-apa, biar aku yang mewakili Alisa. Saat ini dia sedang syok dengan pemberitaan seperti itu, kepercayaan dirinya sedang turun." kata Raya.

"Suruh dia beristirahat dulu selama satu minggu. Biarkan kita bertindak dengan masalah ini, saya akan cari tahu tentang Alena juga. Aku sebenarnya punya kartu as Alena. Kita keluarkan nanti jika dia bertindak di luar batas." kata Anindya.

"Iya kak, nanti Alisa saya liburkan selama satu minggu. Aku juga akan memberi tahu Richard untuk memberinya semangat dan dukungan." kata Raya.

"Baiklah, sekarang kita bergerak cepat. Tim kita juga sudah bergerak untuk memblow up berita itu satu persatu, karena tidak sengaja berita itu memicu persaingan dengan rumah produksi lain yang merasa tersaingi oleh kita." kata Anindya lagi.

"Aku tidak tahu jika kak Simon tahu kalau rumah produksi kita tercoreng gara-gara Alena. Dia akan sangat marah dan akan bertindak di luar kendali kita. Aku takut itu terjadi." ucap Raya lirih.

"Kita selesaikan masalah ini dulu, setelah semua beres kita singkirkan Alena. Aku sudah punya beberapa bukti tentang kelicikannya masuk ke rumah produksi ini." kata Anindya.

"Baiklah kak, aku ke Alisa dulu."

"Ya."

Setelah pembicaraan serius itu selesai, Raya kembali menemui Alisa yang sekarang sudah melakukan pemotretan lagi.

_

Alisa kini sedang menikmati hari liburnya di rumah selama seminggu, dia menyibukkan diri dengan menyiram tanaman dan juga memasak di dapur. Pembantu Alisa senang kalau majikannya itu berada di rumah seharian dan memasak seperti dulu ketika Alisa libur.

"Non Alisa libur berapa hari?" tanya mbok Darmi.

"Cuma satu minggu mbok, lumayan sih satu minggu libur badan juga segar kembali." kata Alisa.

Terlihat satpam tergopoh masuk ke dapur memberitahu kalau Richard sudah berada di depan rumah Alisa.

Wajah Alisa berubah cerah, dia serahkan spatula pada mbok Darmi dan pergi menemui Richard yang ada di depan rumah.

"Kasihan ya, non Alisa. Kakaknya membuat sedih dan murung adiknya, tega benar ya non Alena." ucap mbok Darmi.

"Iya mbok, tapi bersyukur tuan Richard selalu menjaga non Alisa. Setiap malam di jemput sana tuan Richard pulangnya. Mereka juga sudah dekat banget." jawab satpam.

Keduanya pun memandang kepergian Alisa dengan rasa sedih dan kasihan.

_

_

_

\=> jangan lupa like dan komen ya..😊😊

1
Muna Junaidi
❤️❤️❤️❤️
Capricorn 🦄
keren
𝄟⃝Ruby࿐
terlalu lemah.. mls kali apalgi bakal jodph sama ricard.. iyuuhhh
melting_harmony
Luar biasa
Khalil Abraham Hardin
ceritanya bagus cuma tokoh ibunya ricard ga di munculin sampai nikah jg ga ada
ummi a-sya: meninggal kaka, kebakaran d gudang sm ayahnya..😊
total 1 replies
Lisna Wati
terimakasih ceritanya
ummi a-sya: sama2 kaka, boleh baca karya othor yg lainnya kaka. banyak yg udah tamat juga kok..😉😊
total 1 replies
Matus Cutee Wp
mampir juga di karya ku thor, mungkin seputar novel FIKSI REMAJA, tapi gak ada salahnya kan mampir di karya ku
langitsenja
sukakk banget sama PU cew yang tangguh tegar seperti ini 💕💕💕
мєσωzα
raya baiknya itu tulus kan?
agak takut sama orang yg baiknya sedikit over kaya gini 😥
мєσωzα
tega banget iiih 🥺
мєσωzα
punya pembantu ko kerjaan rumah dikerjain alisa? tega amat
widi
menuntutu : mentuntut
*~W¥^ Al~*
kok aku mikirnya dulu rata mau menjodohkan sama kakaknya ya

berjodoh gk ya
*~W¥^ Al~*
mengakui bahwa dirinya itu jahat
*~W¥^ Al~*
kenapa gk dijelaskan sih kak
Rachel Gurning
bagus ceritanya
Dede Rosnawati
bagus, suka dengan ceritanya
Nur Adam
smgt untuk krya mu thor
andin
alur maupun gaya bahasa lumayan bagus lho. bahkan tema nya. tapi napa like nya dikit ya. apa kurang promo
Mien Mey
ya ampuun ini mahasiswa tp ko klkuanya ky bocah sd ngbully teman sgutunya 😥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!