cerita berbau dewasa, yg belum dewasa jgn coba coba baca , hehe 😅
seorang polisi muda yg sudah berpangkat komandan diumur yg masih muda 25 tahun yg sedang bertugas menangkap pelaku pemakai dan pengedar narkoba tiba tiba harus bertengkar dengan seorang gadis yg belum menginjak usia 20 tahun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Nilam Sarii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
THIRTY ( END )
Keadaan di dalam mobil menegang saat tangan Rey tidak sengaja menyentuh paha bagian bawah Marissa, baju tidur tipis marissaemcentak jelas iar yang keluar dari bagian bawah tubuh Marissa, Rey pernah baca buku panduan ibu hamil. Jadi dia tau itu air ketuban yang sudah pecah.
" BERAPA LAMA LAGI, HA ! " Teriakan Rey membuat supir pribadinya kalang kabut, pasalnya kecepatan mobil sudah sampai batas akhir.
" 2 menit lagi tuan, kita akan sampai depan rumah sakit " Ya, benar saja, mereka sudah memasuki halaman rumah sakit yang terlihat ramai. Rey turun setelah supir berhenti tepat didepan pintu masuk rumah sakit. Para perawat pria yang berdiri disitu langsung bergegas mengambil brankar rumah sakit. Rey segera meletakkan Marissa diatas nya, dia ikut mendorong brankar itu mengikuti perawat itu.
Dokter kandungan yang biasa menangani Marissa ketika cek kandungan langsung bergerak saat ada panggilan telpon dari supir pribadi Rey.
Menuju ruang persalinan menyusul beberapa perawat yang sudah menangani Marissa.
Dokter itu masuk dan sudah disambut jerit kesakitan Marissa. Dia tau jika jerit sakit yang sudah sampai dengan volume yang memekakkan telinga, berarti pembukaan untuk jalan lahirnya penerus keluarga El itu sudah hampir dekat.
Marissa yang sudah dipasang kan alat bantu pernapasan dan Rey yang setia disamping nya. Menggenggam tangan Marissa dan menciumi puncak kepala Marissa.
" Sudah bukaan berapa sus ? " Tanya dokter itu yang sedang memakai sarung tangan.
" Sudah full dok, sudah bisa proses persalinan" Dokter itu mengangguk, melihat kedalam selimut, ya benar sudah waktunya melahirkan dan harus cepat karena air ketuban sudah pecah, akan bahaya jika bayinya meminum air ketuban itu.
Dengan mendistribusikan Marissa agar terus menggenjan . Cukup lama, dan membuat Rey hampir frustasi, suara jerit kesakitan Marissa mambuat sudut matanya berair.
Genggaman Marissa yang semakin kencang ditangan serta teriakan paling kencang Marissa, langsung disambut dengan jerit tangis seorang bayi.
" Oekk....Oekkkk...Oekkk" Nafas Marissa yang tersengal perlahan beraturan dengan tertutup nya kedua mata Marissa membuat Rey panik.
" Tenanglah tuan istrimu hanya istirahat" Setelah mengatakan itu dokter memerintahkan suster untuk membawa Rey keluar, agar para medis lebih leluasa membersihkan bekas persalinan.
Didalam, salah satu suster membersihkan bayi. Sedangkan dokter membersihkan bekas persalinan serta menjahit kelamin Marissa yang pastinya sobek sedikit.
Setengah jam , pintu ruang persalinan terbuka dan Rey langsung berdiri, mengikuti suster mendorong Marissa serta baby girl yang terlelap seperti Marissa tepat disamping Marissa.
Rey terharu begitu cantiknya wajah putri mereka. persis mirip Marissa.
_-_-_-_-__-__
Sudah 30 menit setelah Marissa tadi dipindahkan dari ruang persalinan keruang rawat inap VVIP. Tapi Marissa masih belum bangun. Sedangkan Rey sudah memainkan jari mungil putri kecil mereka yang sedang membuka matanya.
" Eunghh..." Suara lenguhan Marissa membuat Rey mengalihkan pandangannya, dan benar saja Marissa sudah membuka matanya. Rey menghampiri Marissa ,dan menekan tombol merah diujung tempat tidur. Rey mencium kening Marissa yang masih mengerjapkan matanya menyesuaikan cahaya lampu yang menerangi ruangan itu.
Dokter datang dengan senyum ramahnya.
" Sudah siuman, baiklah kita periksa dulu "
" Sudah sangat baik kondisinya tuan, nyonya waktunya memberi makan baby girl nya " Kata dokter itu, dan suster yang bersama dokter membawa baby girl itu menuju Marissa yang sedang dibantu suster lain membuka baju pasien bagian depannya agar bisa menyusui baby-nya.
Suster meletakkan baby-nya tepat didepan dada Marissa dengan mulut baby-nya yang menghadap ****** Marissa, tidak butuh waktu lama karena put*ng Marissa langsung dilahap rakus oleh penerus keluarga El itu. Rey saja sampai terkekeh melihat nya.
Setelah itu dokter keluar dan diikuti susternya.
" Hey baby girl, tidak akan ada yang mengambil ini darimu" Rey beralih menatap Marissa dengan mata yang berkaca-kaca.
" Terimakasih sayang, kau membawa putri kita dengan selamat, terima kasih sudah berada dihidupku. I love You more and more " Rey mencium bibir Marissa, dan Marissa yang menangis haru.
Kening mereka yang saling menempel membuat pasangan orang tua baru itu terlihat sangat romantis. Rey menoleh kearah putri nya dengan kening yang masih menempel. Putri mereka yang masih setia menyedot air susu di payudar* Marissa.
" Baby Asta. El Asta Reynolds Aquarell .Bintang kita sayang "
" Asta ? " Rey mengangguk.
" Asta. Bersinar bagai bintang. Dan dia adalah bintang kita " Marissa terseyum, nama yang sangat indah untuk putri kecil mereka yang juga indah.
🌈🌈🌈🌈
Dua Minggu dirumah sakit, dan Rey yang selalu bersamanya, membuat Marissa bahagia.
Dan publik sedang digemparkan dengan berita pernikahan El Reynolds pebisnis nomor satu dunia. Pernikahan yang sudah berlangganan selama satu tahun 2 bulan itu membuat publik bertanya-tanya. Sehari setelahnya berita tentang telah lahirnya penerus perusahaan El groups semakin menggemparkan publik. Dan Rey memang sengaja mengeluarkan berita tersebut beserta buktinya agar tidak ada kesalahpahaman.
Hari ini Marissa akan kembali pulang ke mansion. Baju yang sedang dibereskan oleh Rey dan Marissa yang sedang menggendong putri mereka diatas kursi roda.
" Bersiaplah menyambut dunia nak " Kata Rey mendorong kursi roda Marissa keluar, saat sebelum nya memberikan tas kepada asisten pribadi nya, Brian.
Memasuki lift dan diikuti oleh Brian. saat mereka sudah sampai di lantai paling bawah banyak tatapan mengagumkan diperlihatkan orang orang disana. Mobil yang sudah menunggu Rey tepat didepan pintu masuk rumah sakit langsung saja Rey masuki, setelah membatu Marissa untuk duduk di dalam mobil.
Wajah bahagia Rey, terlihat jelas Dimata para wartawan, sudah banya potret keluarga baru itu. Percayalah dalam beberapa jam lagi pasti akan me jadi tranding topik dunia.
Mobil melaju menembus lautan wartawan yang ingin menghadang.
" Lihatlah, kau seperti bintang nak " Rey terkekeh, sedangkan Marissa terseyum.
bagus
sukses
semangat
semangat melawan pelajor