" sekarang, cepat tanda tangani ini disini." ucap Louis menunjuk pada surat cerai yang harus di tanda tangani Istrinya.
Agatha hanya menatap pada suami dan kekasih dari suaminya ini. Kekasih? Karena itulah kata yang cocok untuk mereka. Karena memang, bagi mereka- Agatha lah orang ketiga dalam hubungan mereka.
Ya, tak lain dan tak bukan karena hubungan Agatha dan Louis ada karena sebuah perjodohan. Kala Louis berumur 1 tahun ayah Agatha berjanji pada istrinya yang kala itu sedang mengandung Agatha dan keluarga Louis- jika yang lahir nanti adalah laki- laki, ia akan menjadi adik Louis dan jika perempuan akan menjadi mempelai Louis.
Hal itu bertujuan untuk mempererat hubungan keluarga Louis dan Agatha kala itu. Dan tepat pada saat Louis berumur 27 tahun dan Agatha 26 tahun mereka langsung di jodohkan. Agatha yang kala itu telah kehilangan ibunya hanya bisa menerima perjodohan yang di berikan ayahnya.
Namun, kata tidak tentu datang dari Louis yang kala itu telah memiliki Elena- kekasih Louis sedari 3 tahun sebelum ayah Louis meminta Louis untuk menikahi Agatha. Namun, pria itu terpaksa mengiyakan keinginan orang tuanya karena harta warisanlah yang menjadi ancaman kedua orang tua Louis.
“Jika kau tak mau menikahi Agatha, maka harta warisan ayah akan ayah sumbangkan sepenuhnya pada anak- anak yatim dan panti jompo.” Begitu ancaman ayah Louis.
Sebenarnya bagi Louis tak masalah, biar bagaimana pun masalah hati tak bisa di bandingkan dengan harta manapun dan sebanyak apapun. Namun kekasih hatinya, Elena- meyakinkan Louis agar mau menikahi Agatha.
“Aku yakin akan cintamu takkan terkikis meski telah menikahi wanita lain.” Begitu kata Elena meyakinkan Louis. Akhirnya, pernikahan antara Louis dan Agatha pun terjadi.
Dan kini tepat pada saat ayah Agatha meninggal, Louis datang bukan untuk ucapan belangsungkawa namun datang dengan surat cerai di tangannya. Karena memang perjanjian antara Louis dan ayahnya hanya menikahi Agatha selama setahun. Dan entah bagaimana nasib seolah mempermainkan seorang Agatha.
Tepat setahun setelah pernikahan Agatha dan Louis- ayah Agatha meninggal dan sekarang ia malah di hadapkan pada suaminya yang meminta cerai padanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon flowr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eun Jeong?
Tiga hari berlalu tanpa terasa. Sama seperti saat Louis menemani Agatha mengantar jagoan kecilnya pergi camping, Louis kembali menemani Agatha menjemput Axel.
“ mama, Axel kangen.” ucap Axel berlari memeluk Agatha.
“ aku lebih merindukanmu, jagoan kecilku.” ucap Agatha mencium pipi Axel.
“ pria tua.” ucap Axel juga memeluk Louis.
“ mulut tajammu.” geram Louis.
‘ bagaimana? Apakah sudah ada bayi dalam perut mamaku?’ bisik Axel.
‘ anak kecil, dari mana kau belajar kata- kata itu?’ ucap Louis sedikit terkejut.
“ belum ya? Kau payah.” ucap Axel meremehkan.
“ hei! Kau pikir membuat anak sama seperti makan mie? Begitu makan langsung kenyang?” geram Louis.
Begitu masuk langsung jadi- begitu? Begini kurang lebih maksud dari Louis.
“ Louis apa yang kau ajarkan pada anak berumur tiga tahun?” geram Agatha.
“ Ap? Aku tidak..” ucap Louis mengantung.
“ mama, aku memberimu kesempatan dengan paman Louis, karena kau mengatakan akan menjadikanku keluarga. Sekarang aku sudah merasakan kasih sayang seorang ibu dari mama. Aku juga ingin merasakan kasih sayang seorang ayah. Sementara aku tak percaya siapapun menjadi suamimu, mama.” ucap Axel.
“ Axel.” ucap Louis dan Agatha bersamaan.
“ kau masih bisa mendapatkan kasih sayang eorang ayah dari paman Louis- meski paman Louis tidak menjadi suami mama, Axel..” ucap Agatha mensjajarkan tinggi badannya dengan Axel. Sekali lagi Axel menatap Louis.
‘ payah. Aku bahkan sudah membantumu dan kau belum menaklukan mama.” ucap Axel dengan wajah di buat menyebalkan.
‘ anak kecil!’ geram Louis.
Meski begitu, pria itu memilih menarik nafas nya. Ia tahu maksud dari perkataan Agatha. Ia bisa melumpahkan kasih sayangnya kepada Axel meski mereka tak memiliki status suami dan istri.
Louis hanya bisa bersabar.
Ia tahu perasaan Agatha sekarang.
Ibarat gelas kaca yang pecah, bahkan meski mencoba di satukan sekalipun akan menimbulkan bekas retakan yang selamanya tak bisa di perbaiki. Dan perasaan Louis saat ini ibarat sang empunya gelas yang tidak sengaja menjatuhkan gelas kaca itu- yang berusaha menyatukan gelas kaca itu dan tanpa sadar serpihan dari kaca yang berusaha ia satukan malah melukai nya.
Yang bisa Louis lakukan- yang hanya bisa ia lakukan adalah..., mencoba membuktikan ketulusannya- membuktikan bahwa ia benar- benar mencintai Agatha agar suatu hari nanti ia bisa memperbaiki hubungannya dengan Agatha.
Setelahnya, Louis memilih hanya mengantar Axel dan Agatha ke Apartment mereka.
Sementara itu, Andre sedang berbincang dengan pemilik Hotel. Ia mencoba mencari tahu siapa wanita yang telah ia cumbu dan telah ia ambil darah pertamanya.
Berbekal hasil analisa nya, ia mencoba bertanya pada pemilik hotel untuk; siapa- wanita yang memiliki ciri yang sama dengan wanita yang memapah Andre kala mabuk.
Berdasarkan kesaksian resepsionist yang mengawasi daftar orang yang memiliki undangan untuk memasuki restaurant resmi itu hanya ada satu orang yang di pastikan sama persis dengan ciri yang di maksud Andre. Dan itu adalah...,
“ Eun Jeong? Orang korea?” heran Andre.
“ ya, namun saya rasa ia hanya keturunan saja dan tidak benar- benar berasal dari Korea, wajahnya perpaduan wajah Eropa dan Asia. Ia bahkan sangat fasih berbahasa Ingrish.” ungkap pemilik hotel tersebut.
‘ Eun Jeong?’ batin Andre. Ia merasa tidak asing dengan nama itu. Nama yang memiliki arti baik hati dan menawan serta Anggun...
Greisy Bell?
Ya, nama ini memiliki arti yang sama dengan Greisy.
Apakah..,
Wanita yang telah Andre cumbu adalah Greisy? Jika memang begitu...,
Lantas kenapa wanita itu bahkan tidak datang untuk meminta Andre bertanggung jawab? Bukankah wanita itu menyukai Andre? Jika wanita yang di cumbu Andre benar adalah Greisy- seharusnya wanita itu menggunakan kesempatan itu mengikat Andre.
Tidak! Greisy berasal dari Perancis- bagaimana mungkin memiliki nama Korea. Pikiran Andre seolah bertentangan. Ia yakin jika Eun Jeong adalah Greisy, namun Andre juga yakin jika Greosy bukanlah wanita keturunan Korea.
Dan.., di saat pikiran Andre kembali menemukan jalan buntu Andre menyadari ada nama keluarga Greasy yang ia lihat bersamaan dengan nama- nama tamu pengunjung restaurant yang lain.
Elan Bell? Bell? Siapa? Kakak dari Greisy? Tidak! Greisy anak tunggal dan ia hanya tinggal berdua dengan ayahnya. Atau jangan- jangan..., ayahnya sedangnya kencan dengan seseorang di hotel itu?
Andre memang belum pernah bertemu dengan ayah dari Greisy dan tidak tahu seperti apa rupanya.
Lupakan!
Setidaknya, Andre sudah menemukan siapa wanita yang ia cumbu dan Andre renggut darah pertamanya. Sekarang yang harus Andre cari adalah siapa itu Eun Jeong.
skiplah, gak mpod gw baca😪
dasar andre
sukurin
batu berharga di buang demi seonggok sampah yg menjijikan.
nyesel lo kan ..akan tuch cinta,
yg penuh kepalsuan dan keserakahan dari Elena
dasar siluman rubah yg mabok harta