Gadis berusia 18 tahun jauh-jauh merantau menuju ke kota besar untuk mewujudkan mimpinya. Impian untuk melanjutkan pendidikannya setinggi-tingginya. Namun saat ia ingin membuka jalan untuk mencapai itu, datang seseorang yang awalnya bersedia untuk membantunya tapi tidak cuma-cuma.
Pernikahan yang diinginkan orang itu, gadis ini menyetujui dan akhirnya mereka berdua jatuh cinta. Persyaratan diawal sudah tidak berguna. Tetapi untuk benar-benar bersatu perjalanan mereka tidak mudah. Banyak rintangan dan tantangan yang dihadapi.
Akankah gadis ini bisa menjalaninya dan mereka berdua bisa bersatu kembali ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clara Sety, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tigapuluh empat.
Setelah berbicara sedikit dengan Bening dan melihat kondisinya dari dekat, sekarang Dave sudah bersama dengan kakaknya dan Anissa di luar ruangan. Tiba-tiba Dave melempar kunci mobilnya kearah Dean. Dengan gerakan cepatnya Dean menangkap kunci mobil itu.
"Lo apa-apaan sih ?." tanya Dean.
"Pakai mobil gue, anterin Anissa pulang. Dia butuh istirahat. Bening gue jaga." jawab Dave.
Mendengar omongan dari Dave yang dirasa oleh Dean ada benarnya juga, Dean pun mengajak Anissa untuk pulang dan beristirahat. Awalnya, Anissa tidak mau untuk pulang ke rumah tapi ia berhasil dibujuk dan akhirnya mau untuk pulang.
Dean dan Anissa pun meninggalkan tempat itu meninggalkan Dave menjaga Bening sendirian.
Terlihat raut wajah lelah terpampang di wajah tampan Dave. Ya ia sangat lelah, kejadian setelah pesta ini membuat tenaganya terkuras habis.
Pesta tadi malam, Bening kecelakaan, mencari pelaku yang menabrak Bening semua ini sangat menguras tenaga Dave. Dave sama sekali belum beristirahat.
Sekarang sudah pukul tiga sore, besok pagi Dave akan bertemu dengan pelaku yang menabrak Bening dan juga berharap Bening terbangun dari tidurnya. Sangat lelah, Dave pun akhirnya tertidur di kursi ruang tunggu depan tempat Bening tergeletak.
...****************...
Dibawah alam kesadarannya Bening sedang berada di sebuah taman yang benar-benar sangat indah. Banyak kupu-kupu berterbangan, kelinci, kucing, burung-burung banyak sekali hewan lainnya. Bunga-bunga warna warni pun tumbuh dengan indah di taman ini. Banyak pohon yang berbuah juga ada di tempat ini.
Bening sebenarnya merasa bahagia karena berada di taman seindah ini tapi ia juga bertanya-tanya di benaknya kenapa ia bisa berada disini.
Bening pun berjalan-jalan sedikit di taman ini, ia juga sambil mengingat apa yang membuatnya berada disini. Menurut Bening taman ini sungguh sangat indah, semuanya ada di taman ini, Bening senang dengan keadaan taman tetapi ada yang membuat Bening tidak suka dengan taman ini. Taman ini sangat luas tetapi kenapa Bening sendirian berada disini. Bening tidak suka kalau dia harus tinggal ditempat ini sendirian.
Bening pun mencoba untuk keluar dari taman ini tetapi ia tidak menemukan jalan keluar apapun. Bening pun bertanya dalam hati kecilnya seberapa luas taman ini sampai ia tidak menemukan ujungnya ?. Bening mencoba mencari dan ia berusaha keluar dari taman ini meskipun indah tetapi ia tidak suka kalau ia harus sendirian seperti ini.
Saat sedang mencari jalan keluar dari taman ini, ia tiba-tiba mendengar suara seseorang laki-laki entah darimana asalnya. Seseorang itu berbicara seperti menyuruhnya untuk bangun. Bening sungguh sangat bingung kenapa suara itu menyuruhnya untuk bangun ? dan kenapa juga dia bisa berada di taman ini ?. Tiba-tiba setelah suara lelaki yang menyuruhnya bangun itu keadaan taman berubah hanya menjadi putih dengan dua pintu disisi kanan dan kirinya menghadap dirinya. Sebuah pintu besar seperti pintu sebuah istana terlihat di sana.
Pintu disebelah kanan Bening pun terbuka, di sana cahayanya sangat terang. Bening pun berfikir apakah ia harus pergi ke pintu yang terbuka itu ?. Sebelum Bening memutuskan ia melihat kearah pintu disebelah kirinya belum terbuka sama sekali, Akhirnya Bening memutuskan untuk pergi ke pintu yang terbuka itu mungkin pintu itu akan membawanya keluar dari semua keanehan ini. Bening pun berjalan mendekati pintu itu, tetapi saat ia akan masuk ke pintu sebelah kanan, pintu yang satunya terbuka Bening terkejut. Dilihatnya dalam pintu langit yang cerah berwarna biru. Bening pun bingung harus melangkah kemana.
Setelah berfikir panjang ia tetap memilih untuk masuk ke pintu disebelah kanannya yang memiliki cahaya sangat terang. Menurutnya pintu itu terbuka lebih dahulu pasti jalan keluarnya ada di pintu itu. Saat akan memasuki pintu bercahaya terang, sosok Anissa sahabat Bening muncul dari pintu yang berada sebelah kiri.
"Bening, aku memaafkan mu. Kembalilah." kata Anissa.
Melihat dan mendengar itu Bening pun berlari menghampiri Anissa dan memeluk sahabatnya itu dengan sangat erat.
"Anissa aku minta maaf bukan maksudku seperti itu. Aku sungguh minta maaf." ucap Bening.
Sosok Anissa yang berada disitu pun menggandeng Bening dengan kencang dan membawanya memasuki pintu yang memiliki langit biru cerah itu. Bening dan Anissa pun masuk ke pintu itu.
Bersambung...
Sesusah itu nyari novel yang bagus, terakhir baca novel yang bagus sekitar sebulan yang lalu, itu pun pembacanya dikit banget.
Judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung gini