NovelToon NovelToon
Pura Pura Buta

Pura Pura Buta

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Nikahkontrak / Poligami / Tamat
Popularitas:33.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Nafsienaff

Demi membongkar perselingkuhan istrinya Marfel chandra seorang pengusaha kaya raya terpaksa harus bersandiwara dengan pura pura buta.

Namun siapa sangka istrinya Ariana chandra justru mengenalkanya dengan seorang gadis kampung bernama Laura yang harus di nikahi oleh marfel dengan alasan agar bisa merawat marfel dengan baik.

Laura lusiana datang dan dengan kebesaran hatinya mau di nikahkan dengan marfel demi kesembuhan nenek tercintanya tanpa mengharapkan apapun termasuk cinta.

Seiring berjalanya waktu marfelpun berlahan mulai bisa melupakan rasa kecewa juga sakit hatinya pada ariana berkat kehadiran laura di sampingnya. Hingga akhirnya marfel melupakan misi utamanya berpura pura buta dan terus melanjutkanya demi laura. Istri kecilnya.


Musim ke 2
Cinta berhasil membuat Marfel sadar bahwa tidak seharusnya Marfel terus menghindar dari masa lalu. Dan Trio kembarnya adalah jendela untuk Marfel berdamai dengan masa lalu yang sempat membuatnya terluka dan kecewa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nafsienaff, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 33

Menjelang sore laura baru pulang tentunya dengan nana yang mengantarkan. Laura menghela napas saat hendak membuka pintu gerbang yang tidak di kunci itu. Seharian mencari pekerjaan namun laura tetap tidak mendapatkanya. Lamaranya selalu di tolak. Entah kenapa laura sendiri tidak tau. Sejak menikah dengan marfel seluruh bidang pekerjaan yang ingin di lakoninya seperti menolaknya.

“Sore nyonya..”

Laura terkejut saat mendengar sapaan satpam penjaga gerbang di kediaman chandra. Laura mengusap usap dadanya karna kaget. Laura memang jarang berkomunikasi langsung dengan para pekerja di rumah megah suaminya itu karna terus terusan sibuk mengurus marfel. Yah.. Hampir semua waktunya 24 jam full laura benar benar berikan untuk marfel.

“Ya tuhan.. Pak satpam ngagetin saya saja..”

Satpam tersebut tertawa dan segera meminta maaf karna sapaanya yang tiba tiba membuat istri kedua dari bos besarnya itu terkejut.

“Iya pak nggak papa..” Senyum laura menaklumi dan tidak marah pada satpam tersebut.

Seteleh itu laura melangkahkan kakinya di halaman luas kediaman chandra. Laura mengeryit ketika mendapati mobil marfel sudah berada di depan rumah. Padahal laura pikir mungkin marfel mau menghabiskan waktunya bersama ariana sampai malam nanti atau mungkin sampai besok.

Laura menghela napas. Itu artinya laura tidak akan bisa istirahat setelah ini. Marfel pasti akan terus merepotkanya juga menyita seluruh waktunya hanya untuk mengurusnya.

Dengan langkah gontai laura memasuki rumah mewah itu. Sapaan 3 asisten rumah tangga disitu membuat laura tersenyum dan menanggapinya dengan ramah meskipun rasa lelah sedang mendera seluruh tubuhnya.

Tidak mau membuang waktu laura segera melangkahkan kakinya menuju tangga, menaikinya satu demi satu anak tangga itu menuju kamarnya dan marfel yang memang berada di lantai 2.

“Ya tuhan.. Hamba capek sekali..” Batin laura berkeluh kesah.

Laura tau menjalani kehidupanya sejak dirinya lulus dari sekolah nenengah atasnya memang sangat tidak mudah. Laura harus banting tulang kesana kemari demi orang orang yang sangat di sayanginya. Tapi laura selalu ikhlas melakukanya. Laura menyayangi adik juga neneknya. Laura ingin keduanya selalu ada untuknya. Dan laura ingin bisa terus membuat kedua tersenyum juga bahagia.

Pelan pelan laura membuka pintu kamarnya dan marfel. Senyuman di bibirnya mengembang ketika mendapati marfel yang sedang terlelap di atas ranjangnya.

“Huft.. Untuk saja dia tidur..” Gumam laura menghela napas lega sembari tersenyum menatap suaminya yang terlelap begitu damai bak balita di atas kasur besarnya.

Laura membantingkan tubuhnya diatas sofa. Kedua matanya terpejam. Rasanya sangat melelahkan mondar mandir kesana kesini dari toko sana ke toko yang lainya untuk mencari pekerjaan agar tetap bisa mencukupi semua kebutuhan nenek dan adiknya.

“Kuat kuat dan kuat.. Kamu kuat laura. Kamu bisa..” Tekad laura dalam hati.

Laura melayangkan tatapanya lagi pada marfel. Senyumnya mengembang. Laura kemudian bangkit dari sofa dan langsung mengunci pintu. Entah kenapa laura merasa sangat gerah sekarang.

“Nanti aja deh mandinya. Ngilangin keringat dulu.” Gumam laura.

Laura meraih remote AC yang ada di atas meja samping sofa tempatnya tidur. Laura kemudian mengatur suhu AC agar lebih dingin setelah itu membuka kaos pendek yang di kenakanya sehingga hanya menyisakan bra berwarna pink saja. Sedang untuk celana jinsnya laura tidak membukanya dan tetap membiarkanya membalut kedua kaki jenjangnya.

Laura merebahkan tubuhnya di atas sofa dengan posisi terlentang serta kedua mata tertutup. Senyuman di bibirnya mengembang begitu merasakan sejuknya udara dingin dari AC yang membelai belai kulit mulus juga putih bersihnya.

“Biarinlah. Toh tuan juga nggak akan bisa lihat apa apa walaupun membuka kedua matanya.” Pikir laura.

Namun ternyata apa yang di pikirkan laura sangat lah salah. Marfel masih mempunyai penglihatan tajam juga normal. Dan juga ternyata marfel tidak benar benar tidur. Marfel hanya sedang merajuk pada laura karna melihat laura bersama nana siang tadi. Dan kepura puraanya tidur adalah bentuk dari menghindarnya marfel dari laura.

Marfel membuka kedua matanya pelan kemudian mengangkat sedikit kepalanya dan menunduk untuk menilik laura yang tampak tenang tanpa suara gaduh apapun. Dan seketika marfel terdiam melihat laura yang tidak mengenakan baju dengan posisi seakan sedang pasrah padanya. Marfel menelan ludahnya melihat tubuh bagian atas istrinya. Kulitnya begitu bersih dan mulus tanpa cacat apapun. Dan marfel adalah pria normal sehingga ada sesuatu yang bangkit dari dirinya.

“Ya tuhan.. Apa gadis itu sedang menantangku?”

Marfel kembali meleletakan kepalanya di atas bantal. Kedua matanya kembali marfel tutup agat tidak melihat lagi apa yang memang tidak seharusnya marfel lihat sekarang.

Namun marfel tetaplah seorang pria yang tidak bisa menahan godaan jika sudah di suguhkan pemandangan menggiurkan di depanya oleh istrinya sendiri.

“Tahan marfel.. Jangan membuatnya takut padamu..”

Marfel terus membatin dengan kedua tangan mengepal erat. Marfel benar benar seperti tidak bisa menahanya. Laura terlalu sempurna untuk hanya sekedar marfel lihat jika sedang seperti itu.

Marfel mengeratkan pejaman matanya yang sepertinya menolak dan memaksa untuk terbuka hingga akhirnya marfel menyerah dan bangkit dari berbaringnya. Marfel duduk di tengah ranjang dengan pandangan lurus ke depan. Marfel sangat ingin menyentuh laura sekarang. Gadis itu benar benar berhasil membangkitkan birahinya. Tapi marfel juga tidak mungkin melakukanya. Marfel tidak mau memaksa meskipun memang laura adalah haknya.

“Jangan melakukanya jika kamu belum mencintainya marfel..” Marfel kembali membatin.

Marfel menghirup dalam dalam oksigen di sekitarnya kemudian menghembuskanya berlahan lewat mulut. Mendadak marfel merasakan dingin yang amat sangat. Padahal kepalanya sedang terasa panas juga jiwanya karna melihat laura yang begitu menggiurkan di seberangnya.

“Kenapa dingin sekali?” Tanya marfel lirih pada dirinya sendiri.

Marfel menatap pada pendingin ruanganya yang memang berada tepat di atas sofa dimana laura berbaring. Tiba tiba sebuah ide bagus melintas di otak pintarnya.

“Baiklah.. Kalau untuk menikmatinya mungkin belum waktunya marfel. Tapi untuk sekedar memelukmu aku rasa itu tidak di larang.” Senyum marfel penuh arti.

Marfel turun dari ranjang kemudian melangkah dengan sangat pelan ke arah sofa dimana laura berada. Marfel bahkan sengaja tidak mengenakan sandal rumahanya dan lebih memilih bertelanjang kaki agar laura tidak mendengar langkah kakinya.

Setelah sampai tepat di depan laura yang terlentang dan terus memejamkan kedua matanya dengan kedua tangan di rentangkan marfel tersenyum. Tubuh istri kecilnya benar benar sangat menggoda.

“Andai aku bisa menjadi yang pertama untuk kamu laura.. Aku pasti akan sangat bahagia..” Batin marfel dengan jakun naik turun.

Tanpa marfel sadari tiba tiba kaki laura bergerak dan tiba tiba menendangnya sehingga tubuh marfel ambruk dan langsung menimba tubuh laura.

Laura terkejut bukan main. Namun bukanya berteriak gadis itu justru terdiam karna wajah marfel yang tepat berada sangat dekat di atasnya. Hidung mancung marfel bahkan hampir menyentuh hidungnya.

“Laura apa ini kamu?” Tanya marfel mulai menjalankan aksi modusnya.

Laura menelan ludahnya. Laura ingin sekali menangis karna marfel menimpa tubuh setengah telanjangnya.

“I iya tuan..”

Marfel langsung tersadar. Ekspresi laura seperti orang yang sedang sangat ketakutan. Marfel langsung bangkit dari tubuh laura kemudian duduk di tepi sofa. Mendadak rasa bersalah hinggap di hati marfel.

“Maaf laura, aku tidak sengaja. Aku tadi hanya sedang mencari remote AC. Suhunya dingin sekali.” Kata marfel beralasan.

Laura ikut bangkit. Tubuhnya sudah tersentuh oleh marfel. Dan laura merasa malu karna itu.

“Iya tuan nggak papa. Kalau begitu biar saya kecilkan suhunya.”

Saat laura hendak turun dari sofa kakinya tersandung oleh pinggirang sofa sehingga laura terjatuh dan mengaduh kesakitan.

Marfel yang terkejut langsung bangkit dan hendak menubruk laura namun segera tersadar akan sandiwaranya.

“Laura kamu kenapa?” Tanyanya pura pura tidak melihat apapun.

“Saya jatuh tuan.. Pinggang saya sakit banget.” Kata laura merintih kesakitan.

“Kamu dimana? Biar aku bantu.”

“Saya di samping sofa tuan..” Jawab laura yang sudah tidak perduli dengan penampilan terbukanya.

Pelan pelan marfel melangkah ke arah laura. Saat kakinya menyenggol kaki laura marfel segera berjongkok dan meraih tubuh laura kemudian memeluknya.

“Sakit banget tuan..” Rintih laura.

Marfel tersenyum diam diam. Kulit tubuh istri kecilnya benar benar sangat halus dan lembut.

“Aku gendong kamu.. Kamu arahin jalanku ke sofa yah..” Bisik marfel tepat di telinga laura.

1
223
sukaaa
223
sukaa
evita19
udah baca sejauh ini blm ada tindakan yg pasti dari pura pura buta nya
Retno Palupi
Luar biasa
Retno Palupi
yg cari wanita lain kan kamu sendiri? kenapa jd g rela?
Zur Thoib
ceritanya bagus Thor..... semangat 💪
Zur Thoib
Kecewa
Zur Thoib
Buruk
Rhaniie
Luar biasa
Bang Ken
sangat sangat sangat menyentuh
Rosnaeni Ros
cerita nya bosankn / kurang greget
Rosnaeni Ros
ihh laura ny trllu munafik
Siti Nurlelah
kok aku jadi gereget sendiri sih?
si Ariana itu selingkuh kenapa gak terciduk coba. malah seperti tidak terjadi apa2.
harusnya si Jo itu selidiki setiap ariyana selingkuh dan rekam juga perbuatannya buat bukti.
Abis itu ya gimana kek si Marfel bertindak tegas gitu loh.
ceraikan sekaligus penjarain si David karna nidurin istri org🤦
plis deh Thor yg tegas gitu loh ceritanya jgn di situ2 mulu
Nur Lela
❤️❤️❤️❤️
Dewiefatmawati Istri Mohamad Kuswantoro
lha si david jg go*lok...udh tau noh ariana cinta mati m lakinya...elu cuma dimanfaatin doang...sadarrr
Dewiefatmawati Istri Mohamad Kuswantoro
lah si marvelnya jg gitu..udh ditantang ariana cere gc dikabulin...toh bukti" jg udh kuat...aneh
Hijrah Dwi Rahayu
kembar 3 knp ngk sc ya, resiko banget yak
Mami Ani Aryani
nana koq goblok banget sih..
mosok daffa pria yg hampir sempurna koq bisa bisanya di tolak jd menantu..
trus, yg mo dijodohin sm klara cowok yg sperti apa.
Mami Ani Aryani
😂😂😂😂😂😂😂
Mami Ani Aryani
laura, sosok ibu yg hebat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!