Dian yang lagi sakit hati setelah mengetahui pacarnya berselingkuh dengan teman baiknya akhirnya pergi ke bar untuk mabuk - mabukan, setelah mabuk Dian memesan kamar hotel tapi Dian malah salah masuk kamar, Dian masuk ke kamar seorang CEO muda yang sangat tampan.
CEO yang sulit didekati oleh para wanita tapi malah jatuh cinta kepada Dian saat pertama kali melihatnya.
APA YANG AKAN TERJADI SELANJUTNYA ??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mutoharoh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Konflik dimulai
keesokan paginya terlihat Fadil yang berkunjung ke rumah orang tuanya Dian, Fadil langsung mengetok pintu dan terlihat papahnya Dian yang membukakan pintu untuk Fadil.
"Pagi Om." kata Fadil.
"pagi, cari siapa yah." kata papah Dian.
"Saya Fadil om anaknya Tante Naura." kata Fadil.
"oh." kata papah Dian.
"Tante Siska nya ada Om? tanya Fadil.
"Ada didalam lagi masak, silahkan masuk." kata papahnya Dian.
kemudian Fadil langsung masuk dan duduk diruang tamu bersama papahnya Dian, tidak beberapa lama kemudian terlihat mamahnya Dian yang datang dan langsung menghampiri Fadil.
"Nak Fadil apa kabar." kata mamah Dian sambil tersenyum.
"Alhamdulillah baik tante." kata Fadil.
"Kenapa gak sekalian ajak Dian kesini nya." kata mamah Dian.
"Dian nya lagi sibuk Tante." kata Fadil.
"Oh." kata mamah Dian.
"Tante, maksud kedatanganku kesini untuk bertanya sama Tante kira-kira berapa lama lagi aku bisa nikah sama Dian." kata Fadil.
"kalau kamu udah siap Dian juga udah siap penginnya Tante sih secepatnya kalian berdua menikah, Tante juga udah gak sabar pengin cepat punya cucu dari kamu sama Dian." kata mamah Dian.
"kalau aku sih udah siap Tante kalau misalnya disuruh besok pagi nikah sama Dian juga aku siap." kata Fadil sambil ketawa.
"nak Fadil suka banget yah sama anaknya Tante? tanya mamah Dian.
"iya Tante." jawab Fadil.
"kalau gitu nanti siang Tante akan ke apartemennya Dian, Tante akan menyuruh Dian biar secepatnya mau menikah dengan kamu." kata mamah Dian.
"terima kasih Tante, kalau gitu Fadil pamit pulang dulu, Fadil pengin ke rumah orang tua Fadil soalnya udah lama Fadil enggak pulang kerumah." kata Fadil.
"Iya nak Fadil." kata mamahnya Dian.
Fadil langsung Bersalaman sama mamah dan papah Dian kemudian Fadil langsung keluar dari rumahnya Dian.
papahnya Dian yang dari tadi diam tiba-tiba berbicara sama mamahnya Dian setelah Fadil keluar dari rumahnya.
"kamu berniat menjodohkan Dian dengan anaknya Naura? tanya papah Dian.
"Iya." jawab mamah Dian.
"Emang Dian mau sama anaknya Naura? tanya papah Dian.
"Mau enggak mau Dian harus mau dijodohkan soalnya Dian udah gak muda lagi umurnya juga udah 26 tahun." kata mamah Dian.
"kamu enggak boleh egois jadi orang tua, harusnya kamu kasih kebebasan buat dian supaya bisa menemukan jodohnya sendiri bukan malah dijodohkan sama anak teman kamu." kata papahnya Dian.
"udah mending sekarang papah diam aja urusan Dian biar mamah yang ngurus pokoknya sekarang mamah akan pergi ke apartemen Dian dan menyuruh Dian untuk secepatnya nikah sama Fadil, lagian yah Pah Fadil itu anaknya baik dan sangat cocok buat Dian." kata mamahnya Dian.
Papahnya Dian langsung diam dan tidak menanggapi omongan mamahnya Dian lagi.
Disisi lagi terlihat Dian dan Daffa yang sedang duduk diruang tamu rumah Dian sambil mengobrol.
"Nona, aku udah gak sabar pengin cepat-cepat bilang ke orang tua kamu buat melamar." kata Daffa sambil memeluk pundak Dian.
"sabar dong, kita kan baru mulai pacaran." kata Dian.
"Aku takut nona, takut kamu sama Fadil beneran menikah soalnya mamah kamu sangat mendukung kalau kamu sama Fadil bukan sama aku." kata Daffa.
"pasti aku akan langsung menolak kalau misalnya mamah aku nyuruh nikah sama Fadil soalnya cowo yang aku suka itu kamu bukan Fadil." kata Dian.
"bisa aja kamu nona bikin aku jadi salah tingkah." kata Daffa sambil tersenyum ke Dian.
tiba-tiba Daffa dan Dian dikagetkan dengan Dani dan Deni yang muncul dari belakangnya.
"mamah dan papah lagi ngapain." kata Dani dan Deni kemudian mereka berdua langsung duduk di tengah-tengah Daffa dan Dian.
"anak-anak apa yang sedang kalian berdua lakukan katanya mau dukung papah tapi kenapa malah gangguin papah." kata Daffa.
Dani dan Deni langsung ketawa setelah mendengar Daffa berbicara.
"kita berdua lagi senang banget pah karena akhirnya mamah mau menerima papah." kata Dani.
"apa yang sedang kalian berdua bicarakan." kata Dian.
"Mah, terima kasih yah akhirnya mamah mau menerima papah." kata Deni.
Dian langsung tersenyum dan mengangguk kan kepalanya kepada anak-anaknya.
tidak beberapa lama terdengar pintu rumah Dian ada yang mengetok dan Dian langsung berjalan ke depan pintu untuk membukanya, ternyata yang mengetuk pintu adalah mamah Dian.
"Mamah." kata Dian.
mamah Dian tidak menjawabnya dan langsung masuk kerumah Dian, mamah Dian terlihat kaget saat melihat Daffa dan anak-anaknya sedang duduk diruang tamu kemudian mamahnya Dian langsung menghampirinya.
"Daffa ngapain kamu kesini sambil membawa anak-anak kamu, Tante kan udah pernah bilang ke kamu kalau Dian itu calon istrinya Fadil." kata mamah Dian.
Dian langsung menghampiri mamahnya.
"mamah ngomong apaan sih emang siapa yang mau nikah sama Fadil, Dian juga tidak suka sama Fadil udah ada laki-laki lain yang Dian suka." kata Dian.
"mamah enggak mau dengar alasan kamu pokoknya kamu harus mau menikah sama Fadil, mamah kasih waktu kamu 6 bulan dari sekarang, setelah 6 bulan kamu harus menikah sama Fadil." kata Mamah Dian.
"Enggak mau." kata Dian.
"Dan kamu Daffa, Tante harap kamu dan juga anak-anak kamu jangan dekatin Dian lagi karena Tante tidak mau kalau Sampe Fadil salah paham setelah tau kamu dekat sama Dian." kata mamah Dian.
Daffa dan anak-anaknya hanya terdiam tidak berani menjawab mamahnya Dian.
"mamah ngomong apaan sih pokoknya Sampe kapan pun Dian tidak mau nikah sama Fadil." kata Dian.
"kalau kamu tidak mau nikah sama Fadil emang mau nikah sama siapa? tanya mamah Dian.
"Dian suka sama Daffa dan Dian pengin nikah sama Daffa." kata Dian.
"mamah tidak setuju kalau kamu sama Daffa, emang kamu enggak lihat kalau Daffa sudah punya dua anak sedangkan Fadil masih bujang dan belum memiliki anak." kata mamah Dian.
"pokoknya Dian tetap tidak mau menikah sama Fadil." kata Dian.
"mamah kasih waktu kamu 6 bulan setelah itu kamu harus nikah sama Fadil, mamah pergi dulu." kata mamah Dian kemudian langsung pergi meninggalkan Dian.
Dani dan Deni yang dari tadi terdiam tiba-tiba langsung berbicara sama Dian.
"ini semua salah mamah kenapa dari awal mamah tidak berani jujur sama nenek, kalau sebenarnya kita berdua bukan cuma anaknya papah Daffa tapi juga anaknya mamah." kata Dani.
"kalau udah kaya gini gimana, Nenek kira papah udah punya anak sedangkan mamah belum makanya nenek tidak menyetujui hubungan mamah sama papah." kata Deni.
terlihat Dian yang menangis tanpa berbicara apa-apa kepada kedua anaknya dan Daffa langsung menghampiri Dian dan memeluknya.
"kamu tenang aja pasti aku akan memikirkan caranya supaya mamah kamu menyetujui hubungan kita dan tidak memaksa kamu lagi buat menikah sama Fadil." kata Daffa.
"kita berdua juga pasti akan membantu papah." kata Dani dan Deni.
"Terima kasih anak-anak." kata Daffa sambil tersenyum.
Mampir juga dong di novel aku
"Pernikahan impian"
Makasih