Nafilah adalah seorang istri yg hanya kukuh pada ke setiaan meski tanpa di dasari cinta yg mendalam, baginya sebuah pernikahan adalah hubungan yg wajib saling menghargai dan jujur meski menyakitkan. Namun takdir berkata lain, seakan Tuhan memberikan ujian yg begitu ia benci, sang suami memiliki sifat yg sangat ia benci, yaitu tak setia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MilaFaqih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 34
"Ris, Hp kakak di mana?" teriak Nafilah dari dalam kamar sembari memakai kan baju Mifzal.
"Itu Kak , di meja depan Tv," sahut Risa dari ke jauhan.
"Ya ampun si Risa ne, mainin Hp terus," gumam Nafilah, ia melihat layar Hp nya namun tidak ada panggiilan balik dari suami nya.
"Kemana Mas Zafir neh, mungkin saja dia lagi tidur" gumam nya lagi. Nafilah menelpon lagi tapi hasil nya masih sama.
:
:
Di siang hari Zafir seperti biasa dia melakukan aktivitas nya. karena sudah merasa Zafir hanya masak mie instan untuk sarapan nya. ia mengecek ponsel nya, banyak sekali panggilan masuk.
"Ya allah Nafilah banyak banget nelpon." gumam nya , sembari menelpon balik Istri nya.
"Halo Naf, kamu nelpon banyak banger?" kata Zafir,
"Ya iya Mas, dari malam tadi aku menelpon, tapi enggak di jawab, " sahut Nafilah dalam telpon.
"Iya , ada apa Naf,?" ujar Zafir. tidak banyak kata.
"Ya enggak Mas, cuma mau tanya sudah makan apa belum," jawab Nafilah, ia merasa aneh, bukan nya seharus nya bahagia bila Istri nya yg nelpon.
"Iya Mas lagi makan ne , Mifzal gimana, rewel enggak dia?"
"Ya seperti biasa Mas, Oo iya , Mas baru bangun kah, dari tadi pagi aku telpon enggak di angkat nya.?" ucap Nafilah dari sebrang sana.
"Iya aku ke siangan Naf. Hp nya lg di cas, makanya enggak dengar ada yg nelpon."
"Ya sudah Mas, makan saja , nanti aku telpon lagi" Zafir pun menutup telpon nya , ia masih melanjutkan makan nya.
Zafir pun menelpon Umar lagi, sekedar mengisi waktu kosong saja. namun bukan Umar yg menjawab nya, melain kan suara Beyril.
Mendengar suaranya saja jantung Zafir mulai berdetak seperti tak ter arah, ia hanya mendengar kan suara Beyril saja.
"Iya halo, halo halo, "Suara Beyril dalam telpon karena Zafirbtak kunjung menjawab nya.
"Halo, " Tegas Beyril lagi dari sebrang sana.
"Iya halo, apa Umar nya ada?" ucap Zafir, terdengar seperti gugup..
"Iya, Umar nya enggak ada, dia ke tinggalan Hp nya di rumah tadi, Ini Mas Zafir kan ya!" ucap Beyril dengan suara yg begitu lembut, suara nya saja membuat Zafir merasa tenang, apa lagi berhadapan dengan Orang nya.
"Iya, saya Zafir, ini Beyril kan, senang banget bisa bicara dengan mu?" ucap Zafir tanpa basa basi.
"Mas ,Zafir bisa saja, hati hati Mas kalau muji wanita lain" kata Beyril, mereka masih ngobrol lewat ponsel.
"Maksud nya apa?, aku jujur kok" kata Zafir lagi. mulai menggoda Beyril.
"Ya enggak enak lah sama Istri nya, nanti kalau dia dengar" Zafir pun tersenyum dengan kata kata Beyril. bagai mana dia tau kalau diri nya sudah ber Istri. ," Pasti Umar yg memberi tau, kalau tidak bagai mana dia tau." gumam Zafir.
Zafir pun meminta No Wa Beyril, Beyril pun memberi nya tanpa ragu, ia juga merasa senang bisa ngobrol sama Zafir.
Zafir pun tersenyum senyum sendiri sambil mencatat No Bayril. ia lupa kalau tadi sedang makan.
"Fir. kenapa senyum senyum sendiri?" tiba tiba suara Tiya terdengar dari arah samping Zafir.
"Ya ampun Tiya, kamu mengagetkan ku saja" ucap Zafir. dengan ketus ia mengomelin Tiya.
"Ya allah Fir, gitu saja kaget, lagian kamu ngapain melihat Hp sampai segitu nya, sampai enggak dengar aku panggil panggil dari tadi?" kata Tiya,
"Ngapain kamu ke sini?" Tanya Zafir. Tiya merasa aneh dengar pertanyaan Zafir. bisanya dia senang ada Tiya ke rumah nya.
"Mau beli sabun cuci lah" kata Tiya.
Zafir menyuruh Tiya untuk mengambil sendiri ke dalam toko nya. Zafir masih asyik dengan ponsel nya. Tiya tidak heran karena sudah sering mengambil sendri apa yg Tiya butuh kan,
"Ngapain Fir senyam senyum sama Hp?" gumam Tiya, Ia mengira kalau Zafir lagi Chattingan sama Nafilah.
"Kapan Fir Istri mu pulang ke sini?" mendengar pertanyaan Tiya , Zafir hanya menggelengkan kepala nya. Kemudian Tiya pun pun pulang.
"Zafir, fokus bangt di Hp nya. seperti Orang pacaran saja, entar Nafilah juga pulang," gumam Tiya, ia masih mengira kalau Zafir SMS an sama Nafilah.
Zafir hanya tersenyum dengan gumaman Tiya. ia masih sibuk dengan Hp nya.
:
:
"Dari mana Tiy, keyra nangis ne dari tadi" gumam Ikrom, ia berdiri di depan rumah sambil menggendong Keyra menuggu Tiya.
"Habis beli sabun Mas, dari rumah Zafir. " ucap Tiya, ia mengambil Keyra dari gendongan Ikrom dan berusaha mendiam kan nya.
"Ada siapa di rumah Tiy,?" tanya Ikrom,
"Enggak ada siapa siapa Mas," jawab Tiya.
Ikrom pun mendatangi Zafir kebetulan Ikrom juga lagi libur.
Tiba di rumah Zafir Ikrom terkejut ada wanita cantik yg sedang duduk di depan toko Zafir ia sedang mengobrol dengan Zafir.
Ikrom datang mengahampiri nya, karena Ikrom mengira ia adalah pembeli yg lagi numpang Istrahat di rumah Zafir, Ikrom juga tidak melihat Zafir bertingkah aneh.
"Fir ," sapa Ikrom yg baru sampai, Ikrom pun duduk di dekat Zafir.
"Enggak kerja Ik?" Tanya Zafir.
Ikrom memberi tau kalau dia lagi libur, Zafir pun memperkenal kan Ikrom dengan Wanita cantik yg sedang duduk, Ikrom kaget lagi karena ternyata Zafir mengenal nya. Zafir memberi tau kalau dia adalah sepupu dari teman nya dulu se waktu sekolah.
Ikrom bersalaman dengan nya, Zafir pun membri tau nama Wanita itu adalah Beyril.
Zafir terlihat akrab dengan Beyril, Namun Beyril terlihat malu malu.
Zafir pun menyuguhkan minuman dan makanan ringan,.
"Dari mana mbak?" tanya Ikrom.
"Kebetulan lewat Ik, maka nya dia mampir ke sini!" bukan Beyril yg menjawab, tapi Zafir yg menjawab pertanyaan Ikrom. Zafir
Ikrom tertawa kecil dengan jawaban Zafir, Ikrom sudah sangat mengenal Zafir, Beyril juga tersenyum melihat Zafir yg secara reflek menjawab pertanyaan Ikrom.
□ □ □
Tbc...
🙄🙄🙄🙄🙄
kebiasaan buruk kok dipelihara. ckckck
😢😢😢😢😢
lanjut thor