NovelToon NovelToon
Bad Fate By Mistake

Bad Fate By Mistake

Status: tamat
Genre:Komedi / TimeTravel / Perjodohan / Balas Dendam / Chicklit / Tamat
Popularitas:348.9k
Nilai: 5
Nama Author: Grilly

Mengalami Time travel ke jaman kuno masa kerajaan Qin, memasuki tubuh seorang putri yang sangat di incar kematian nya karena ia selalu menggagalkan rencana busuk sang selir.

Hingga roh gadis masa depan memasukinya pun masih tetap mengincar dirinya, meskipun ia sudah tau jika gadis itu tak seperti dulu lagi...

Apakah gadis itu mampu membongkar rencana busuk mereka? atau justru menemukan fakta lain dari sebab dirinya berpindah ke masa ini?

___________________
♡Grilly.luv
♡Chan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Grilly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

[ Chapter 34 ] Pembunuh bayaran

Chan dan Chen sangat menikmati kenikmatan perjalanan menuju hutan bersama peserta lainya.

" Chen kau tidak ragu dengan keinginan mu ini ? " Tanya Chan memastikan

" Ya aku yakin Chan tidak mungkin aku meragukan keyakinan ku sendiri " jawab Chen sangat matang.

Semua berkumpul kembali memberi arahan kepada para peserta, setiap wilayah diberi batas untuk tidak melebihi batas itu sesuai perintah sang kaisar.

" Kalian dilarang melewati kain merah ini, jika kalian sampai melewati itu kalian yang harus menanggung atas apa yang akan terjadi pada kalian semua " tegas seorang jendral patuh baya tetapi jiwa kepemimpinan nya tidak luntur termakan usia.

" Jika sudah mengerti kalian bisa melakukan perjalanan kalian selama tiga hari penuh, dan berkumpul kembali di tempat ini tepa di antara dua pohon kembar ini " tegasnya kembali.

Chan tidak peduli pada batasan karena Chan tau itu merupakan wilayah terlarang tapi Chan bebas mau melewatinya atau tidak yang jelas Chan akan lebih aman jika melewati garis merah itu.

Satu persatu meninggalkan kerumunan termasuk Chan memacu kuda dengan cepat disusul Chen dengan tawa kebebasan yang keras.

" Ahkkkk aku senang akan terbebas dari keluarga munafikkk ituu ahkkkk " teriak Chen melepaskan beben dalam hatinya

" Yaaaaa aku terbebas dari Priaaaa si*l*n ituuuuuu aku tidak akan percaya pada pria baya dan permaisuri ular ituu.... "Chan ikut berteriak keras melepaskan kesedihan akan kenyataan pahit semalam.

Kruyukk kruyukk

" Chen kita cari buruan yu aku sangat lapar belum sempat sarapan pagi " teriak Chan mengimbangi kecepatan kuda Chen.

" Apaaa aku tidak mendengar ucapan muuu " teriak Chen tidak dapat mendengar jelas.

" KITA CARI BURUAN UNTUK MAKAN AKU SUDAH SANGAT LAPAR BELUM SEMPAT SARAPAN " Chan kembali berteriak lebih keras.

" Ayo tetapi kita akan mencarinya di dekat pantai kau mau ? " Usul Chen mengingat jika di ujung hutan yang lebat ini ada sebuah laut penuh dengan batu batuan.

" Yaaa aku mau ayoooo " ucap Chan antusias

Perjalanan mereka terhambat tatkala sebauh belati hampir mengenai pinggang Chan, jika tidak sigap menghindar mungkin Chan akan terluka parah.

" Chen hati hati ada pembunuh bayaran seperti nya " Ucap Chan melihat sekeliling hutan, benar saja di setiap pohon ada banyak pria berbaju serba hitam.

" Chen mari kita bersenang senang seperti nya ada yang sangat menginginkan kematian kita saat ini " ucap Chan begitu dingin ditambah sorot mata tajam.

Chen dan Chan mengeluarkan pedang kesayangan mereka masing masing .

" KELUARRR LAHHH KALIANNN AKU TAUUU KALIAN INGIN MEMBUNUH KAMII " Teriak Chen tidak sabar jika harus menunggu mereka memulai duluan.

Syut syut syutt

Satu persatu orang-orang berpakaian serba hitam turun dengan pedang yang terapung siap mengayun untuk menyerang lawan.

" Hahaah ternyata aura kami dapat terbaca olah dua putri lemah ini ahk bukan dia wanita tak ter anggap keluarga nya " ejek pria bertubuh besar

Emosi Chan seketika membuncah mendengar kata putri lemah begitu dengan Chen sama halnya .

" Kalian yang salah kalian justru yang lemah, lihatlah melawan dua orang putri lemah saja harus bergerombol seperti ini apa ini tidak bisa disebut pengecut pakaian hitam hemm " balas Chan santai.

" Si*l*n kau bunuh mereka sekarang jugaaaa jangan beri ampun apapun untuk mereka " tegas pria itu terlihat sangat terbakar emosi atas perkataan Chan tadi.

" Chen mari kita menari yang indah....hiyaaaaa " Seru Chan tersenyum misterius.

Pedang Chan seolah mempermudah gerakan ayunan pedang Chan, seperti hidup dan menyatu dengan diri Chan sendiri.

" Kau pedang yang pengertian ayo kita berpesta darah pedang kesayangan ku " gumam Chan mengagumi pedang di pegangannya ini.

Hiyaaaa hiyaaa Trang trangg crashhhh krakkk ahkkkkk

" Hahahahah anak buah lemah mu sudah terbabat habis oleh pedang cantik ku ini bahkan kita sangat suka akan pesta darah ini benar kan pedang " ucap Chan merasa sangat paus.

" S**l*n kau b*b*h j*l*Ng kau, kau membunuh semua anak buah ku yang ku latih sekuat tenaga kau, mati kauuuu " marah pria itu wajahnya terlihat merah seperti terbakar amarah yang membuncah.

" Cihh percuma kau menyerang ku akhirnya kau yang akan mati dasar pria tua b*d*h harusnya kau marah pada orang yang membayar mu, karena perintah nya dengan bayaran tak seberapa kau kehilangan semua orang orang mu " santai Chan menerima setiap serangan pria itu.

" Cihh tapi kau dan teman mu lah yang membunuh anak buah ku " teriak pria itu semakin brutal.

" Kau masih menyalahkan kami cihh sadarlah pak tua, Jika kami diam saja maka kami akan mati maka dari itu kami melawan anak buah mu, andai misi pembunuhan ku kau tolak kau tak akan mengalami kehancuran ini " jelas Chan lagi.

Pria berbaju hitam itu tiba-tiba bersujud di hadapan chan tidak peduli pada pedang Chan yang seperti akan memenggalnya.

" Kenapa kau tiba-tiba bersujud? Aku bukan seorang yang pantas kau beri sujud seperti itu " ucap Chan sangat tidak terima .

" Maaf kan saya putri yang anda katakan sangat benar, tetapi percuma jika hamba memberi protes maka pangeran song dan selir yang yuhuan akan membunuh ku " ucap pria itu sangat ketakutan.

" Jadi mereka yang ingin membunuh mu Chan ? Tega sekali dia " Chen angkat bicara begitu mendengar kata selir yang yuhuan.

" Sudahlah aku tau kau melakukan ini karena mendapat ancaman dan keperluan organisasi mu bukan? Ini terimalah gunakan untuk membeli kebutuhan organisasi mu dan rekrut beberapa remaja mau itu pria atau wanita mengerti? " Ucap Chan mengelus tiga kantong sedang berisikan koin emas.

" B-benarkan putri terima kasih putri terima kasih " pria itu sangat berterima kasih atas kebaikan Chan padanya.

" Jangan operasi kan organisasi itu sebelum aku kembali ke markas mu, kau mengerti dan latihlah dengan tangkas gunakan buku ini untuk melatih bela diri mereka " ucap chan menyodorkan sebuah buku tebal.

" Kau beruntung pak tua jika bukan Chan yang baik hati mungkin kau sudah....ups " seru Chen merasa bangga pada kebaikan hati Chan.

" Terima kasih tuan putri hamba akan selalu setia pada anda putri " ucap pria itu terharu dengan kebaikan nya.

" Kau jangan beri tahu mereka jika aku seorang putri sebut aja aku nona Alya mengerti? " Ucap Chan tersenyum tulus.

" Terima kasih nona nama saya Fei Fei " pria itu membuka cadar nya menampakan wajah tampan meskipun tapi terlihat menakutkan dari sorot matanya tetapi wajah sesungguhnya sangat menawan.

Chen terpana melihat wajah itu sangat terpana mengingatkan nya pada mantan kekasih nya di masa depan.

" Kau bukan seorang paruh baya tua ? Huuh aku sudah terkecoh " ucap Chen menatap wajah Fei Fei.

" Kami memang selalu menyamarkan diri putri dengan membalut tebal kain pada bagian bagian tertentu " jawab Fei Fei tertunduk.

" Hemm kau pergilah sebelum ada yang melihatmu aku dan saudara ku akan melanjutkan berburu " ucap Chan.

" Baik putri saya pamit undur diri " ucap Fei menunduk hormat .

Chan menatap punggung Fei yang semakin menjauh dari pandanganya, lalu tatapan nya beralih pada Chen raut wajahnya tersirat kerinduan pada seseorang.

" Chen aku tau dia mirip mantan kekasih mu kan ? " Tebak Chan pernah tau kisah cinta Chen dulu karena selalu terpampang di majalah majalah.

" Ya mirip sedikit dari seulas senyum dan lesung pipinya Chan " jawab Chen dengan sendu.

" Tenang lah kau pasti bisa melupakan mantan terindah mu aku yakin karena akan ada yang baru setelah dia aku yakin " ucap Chan menenangkan Chen.

" Kita lanjutkan perjalanan kita " ucap Chan tetapi di cegah oleh Chen .

" Mayat mayat ini bagaimana? " Chen melihat sekitar begitu kacau banyak mayat berserakan disana.

" Tenanglah.....

...****************...

1
Ibuk'e Denia
kapan balas dendam nya
lorasha
👍🏻👍🏻🙏🏻🙏🏻
lorasha
y
Jjlynn Tudin
woww bestnya fikir Aja suda siap 🤣
Arief Budiman
Cukup menarik
Hotlas Memel
Lanjutt nya mana thor?? /seryuu
Ayu Mokoginta
nama'y ngegosip g lht jaman, dr dl sampai skrg gosip paling banyak penggemar'y.....😂😂😂
Lala Kusumah
lanjuuuuutttt....
Lala Kusumah
Chan emang keyyyeeeennnn....
sumardani yati ori
kok gada ilustrasi gambar chan,Chen,dlll
sumardani yati ori
hujan hujanan Chen....indah
sumardani yati ori
beda nih keleeen
sumardani yati ori
🙃😁😅🦋🦋🦋🦋
Desi Faizah
lnjuttt
Vera M
Ratu terdahulu Chan ya sekaligus jdi Putri dari dunia atas
Vera M
bukan kingkong. tpi Qing Gong
anna listiya
msh ada typo,msh ada klimat yg krg nyambung/co2k.cth;
kasim zhong" putri sdh sadar..."
cha "aku msh berhrp bs dekat dgn putri chan?"tanya cha.

trs kasim zhong jwb :" tentu saja...."

itu mksdnya apa,tb2 bs ngomong gt.krn yg diomongke kasim zhong ln,yg dijwb cha jg lain.

saran gw,sblm dipost,cb dibc ulang lg,sx jd lah.br kt th letak kekurangan n kelebihan alur yg sdh kt bt.maaf kl thor tersinggung
anna listiya
lucu critanya,dy time travel ke ms lalu,gr2 doanya keinginanny sendiri,trs langsung nyadar kl udah pindah tubuh.br x ni bc alurnya kayal gini walaupun genre sperti ni byk😁
anna listiya
msh ada typo,trs klimat yg hrs pakai koma gk diksh.
anna listiya
critanya bagus,cuma byk narasinya😔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!