Diandra Anindya Satya, seorang anak angkat keluarga Brama. Ayah angkatnya sangat menyayanginya tapi tidak dengan ibu dan 2 saudara angkatnya. Awalnya semua perlakuan mereka yang terlihat membencinya tidak pernah jadi masalah, karena dia memiliki ayah yg selalu melindunginya. Tapi semua berubah setelah sang ayah meninggal. Dan ibu angkatnya dengan sengaja menjodohkan dia dengan seorang pria tua yang kaya untuk keuntungan pribadi.
Nasib mempertemukannya dengan seorang anak kecil bernama Lathan. Dia adalah anak laki-laki tampan dan pintar yang dibesarkan oleh seorang ayah bernama Raditya Reifansyah Nugraha. Pengusaha muda yang tampan, kaya, berkuasa dan dingin. Dia adalah salah satu cucu dari tuan Yudha Arya Kusuma.
Ditengah keputus asaannya mendapatkan perintah untuk menikah dengan pria tua, Andra mendapatkan tawaran dari Radit
"Menikahlah denganku, maka aku akan jadikan kamu ratu di dunia ini"
Bagaimana nasib Diandra selanjutnya? Akankah dia pasrah dengan keinginan sang ibu atau menikahi Radit?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Memilih Gaun Untuk Andra
Mata Andra kembali berbinar mendengar ucapan Radit. Dia kembali terharu dengan perhatian dan sikap Radit yang baik padanya
"Kenapa kak Radit sangat baik padaku? Kita belum lama ini saling mengenal tapi kakak selalu baik dan sopan padaku" Andra yang tidak pernah mendapatkan perhatian berlebih selama tinggal dengan Asya menjadi mudah terharu meskipun hanya perhatian kecil yang diberikan Radit padanya
"Jawabannya hanya satu. Karena kamu istriku dan kamu juga ibu dari anakku" Suara Radit terdengar datar dan dingin namun itu terdengar hangat ditelinga Andra
"Terimakasih" Andra bicara sambil tersenyum pahit pada Radit
"Ya, setelah ini kita akan pergi mencari gaun untukmu"
"Apa Lathan juga akan ikut dengan kita kesana?"
"Tentu saja mami. Papi tidak pernah meninggalkanku sendiri. Dia selalu membawaku pergi keluar kota. Apalagi sekarang ada mami, jadi aku tidak akan kesepian disana" Lathan langsung bicara dengan antusias ketika Andra bertanya pada Radit
"Pintar, jadi Lathan nanti bisa temani mami main ya?" Andra bicara dengan lembut dan penuh kasih
"Tentu saja mami"
Andra, Lathan dan Radit pun menikmati makan siang mereka bersama dengan tawa ceria setelah itu mereka pergi untuk mencari gaun Andra
"Kita pergi kemana dulu pih?"
Andra dan Radit berjalan bersama dengan Lathan berada diantara mereka. Mereka saling bergandengan tangan seperti keluarga bahagia yang membuat semua yang melihat mereka merasa iri dibuatnya
"Ya ampun. Lihatlah mereka harmonis sekali. Anaknya juga sangat lucu"
"Iya. Aku jadi ingin segera menikah dan punya keluarga seperti itu"
"Haah ... belum tentu kita bisa seperti mereka setelah menikah nanti"
"Kamu benar juga"
Andra, Lathan dan Radit masuk ke sebuah butik terkenal yang menyediakan berbagai gaun mewah
"Selamat datang tuan, nyonya. Ada yang bisa kami bantu?" Seorang pekerja butik menyambut kedatangan keluarga kecil itu dengan sangat sopan. Tentu mereka sudah mengenal siapa Radit"
"Bawakan gaun yang cocok untuknya. Sopan tapi anggun"
Radit meminta kepada penjaga toko dengan sikapnya yang dingin dan berwibawa
"Baik tuan"
"kamu bisa melihat-lihat sendiri gaun lain sambil menunggu pelayan toko membawakan gaun yang ku minta" Radit bicara dengan lembut pada Andra. Berbeda dengan cara bicaranya pada pelayan toko tadi
"Baiklah. Ayo Lathan, temani mami!"
"Baik mami"
Lathan pun menemani Andra melihat-lihat gaun dan meninggalkan Radit menunggu sendiri
"Halo, aku ingin kamu jatuhkan perusahaan milik keluarga Starla" Radit menghubungi Candra dan langsung mengatakan apa tujuannya
"Ada apa dengan dia? Bukannya selama ini kamu tidak pernah ambil pusing dengan nenek sihir itu?"
Candra dengan nada bicaranya yang santai kepada Radit berusaha menghilangkan rasa penasarannya
"Aku tidak ingin membiarkan rumput liar mulai menumbuhkan akar dan mencari tempat. Lebih baik disingkirkan sekarang sebelum nanti terlambat"
"Apa dia mengganggumu lagi?"
"Tidak. Dia sudah menghina Andra dan hampir menamparnya tadi. Jika aku terlambat sedikit saja sudah pasti Andra akan terluka"
"Apa?!Dia hampir menampar Andra? Bagaimana itu bisa terjadi?"
Candra sangat terkejut mendengar jawaban sahabat baiknya itu
"Aku tidak tahu apa cerita aslinya aku hanya mendengar kalau dia berkata kasar dan berniat menampar wajah Andra"
"Hahaha... sepertinya benih cinta mulai timbuh dihatimu? Tapi sebagai sahabatmu, aku ikut senang mendengarnya. Dan masalah Starla, kamu tenang saja. Aku akan segera membereskannya. Kamu tinggal tunggu kabar baiknya saja"
Candra berkata dengan sangat yakin. Seakan dia ingin menyombongkan diri atas kemampuannya dan mendapat pengakuan dari Radit
"Baiklah, sampai jumpa. Oh besok aku akan pergi menghadiri pesta Danu, jadi kamu urus masalah di kantor selama aku pergi. Jangan buat kantorku berantakan!" Radir memberi pesan dengan nada yang tegas
"Apa maksudnya membuat kantormu berantakan? Bukankah selama ini aku yang menyelesaikan pekerjaan di kantormu itu, hah?"
Perkataan Radit membuat Candra merasa kesal meskipun itu hanya cara bercanda diantara mereka
Tut tut tut
"Dit, Dit, Radit?! Dasar gunung es! Jika kita bukan teman lama aku pasti akan mencekikmu!" Candra yang kesal mencaci Radit di ponsel meskipun Radit telah menutup teleponnya
"Papi, lihat ini. Bagaimana penampilan mami?!" Lathan langsung berteriak memanggil Radit begitu Andra keluar dari ruang ganti dengan salah satu gaun.
Radit menatap Andra yang perlahan keluar dari ruang ganti dan mendekat ke arahnya. Andra terlihat cantik dengan gaun panjang dengan sedikit lengan, Raditpun terpesona melihatnya. Namun raut wajahnya berubah ketika melihat bagian dadanya yang terbuka dengan bentuk V. Hingga menunjukkan tulang selangkanya dengan jelas bahkan terlihat sedikit bagian dadanya
"Ganti yang lain"
Andra pun menuruti perkataan Radit karena memang baju itu bukan keinginannnya melainkan pilihan pelayan toko. Andra pun mengambil gaun kedua dan pergi keruang ganti
Tak lama Andrapun kembali dengan baju kedua. Kali ini bagian depannya tertutup dan bawahnya pun panjang dan terdapat sedikit lengan
"Waah... mami sangat cantik" Puji Lathan dengan ceria
"Coba berputar!" Ujar Radit dengan tenang. Andra pun berputar dan Radit kembali memperhatikan penampilannya. Raut wajah Radit kembali menunjukkan rasa tidak suka
"Ganti yang lain" Sambungnya setelah melihat bagian punggung Andra yang terbuka
"Carikan gaun yang sopan tapi elegan. Gaunnya tidak harus menunjukkan bagian tubuhnya. Karena bagaimana pun dia tetap cantik" Sambung Radit yang membuat Andra malu dan semua mata pelayan semakin menatap iri padanya
"Apa kak Radit baru saja mengatakan aku cantik?" Batin Andra bertanya dengan wajah yang terlihat merah karena malu
"Aku ganti dulu" Andra yang malu bergegas kembali ke ruang ganti untuk mencoba baju selanjutnya
"Aah aku juga ingin punya suami seperti pak Radit"
"Benar. Pak Radit terlihat sangat mencintai istrinya. Tapi, kapan mereka menikah? Aku belum pernah mendengar pak Radit menikah"
"Aku juga tidak tahu. Tapi siapa yang peduli? Yang penting aku bisa melihat wajah tampannya"
Radit bisa mendengar apa yang sedang para gadis pelayan toko itu bicarakan. Namun dia mengabaikannya. Radit tetap diam sambil membaca majalah fashion ditangannya
Lathan pun ikut mendengarkan apa yang mereka katakan
"Papi, sepertinya mereka sedang membicarakan papi?" Tanya Lathan sambil menoleh ke arah para gadis
"Biarkan saja. Mereka itu tidak penting, jadi tidak perlu pedulikan mereka!" Radit menjawab Lathan tanpa mengalihkan pandangannya dari majalah
"Tapi pih yang mereka bicarakan itu kan papi. Bagaimana jika mami mendengarnyadan marah?" Lathan yang penasaran terus bertanya pada Radit
"Kita tidak bisa melarang mereka untuk tidak membicarakan kita. Jadi satu-satunya cara adalah kita tidak perlu mempedulikannya. Keculi yang nereka katakan sudah berlebihan dan menyakiti kamu juga mami. Maka papi tidak akan tinggal diam"
Radit bicara dengan lembut sambil sedikit menyentuh ujung hidung Lathan
"Lathan, kak Radit, bagaimana dengan gaun yang ini?" Kedatangan Andra langsung mengambil alih perhatian Lathan dan Radit
"Mami sangat cantik" Ujar Lathan ceria
"Berputar"
Andra menuruti perkataan Radit dan berputar. Radit memperhatikan Andra dari ujung rambut sampai kaki. Kali ini Andra mengenakan gaun panjang berlapis furing dengan lengan pendek. Bagian dalam gaun bermodel kemben menjuntai hingga ke mata kaki dan dilapisi furing transparan membentuk dari dada dan bagian lengan hingga ke bawah. Bagian luarnya jauh lebih panjang daripada bagian dalam
Dag dig dug dag dig dug
Jantung Andra berdebar kencang karena takut kalau Radit juga tidak menyukai gaun ini
"Apa kak Radit juga tidak suka gaun ini?" Pikirnya menatap Radit dengan gugup
"Kita ambil yang ini. Kamu cantik menggunakan gaun ini?"
"Apa?!"