Edelweiss Javanica adalah seorang gadis cantik keturunan Jawa Eropa. El memiliki mata hazel sama seperti ibunya sehingga membuat banyak orang terhipnotis oleh tatapannya.
El juga seorang primadona kampus. Siapapun pasti mengenal si gadis cantik, pintar, kaya, ramah dan baik. Apalagi dia juga mempunyai kekasih yang tampan. Sungguh hidupnya terlihat begitu sempurna hingga banyak gadis yang iri padanya. Bahkan mereka memimpikan hidup seperti dirinya.
Namun ternyata hidupnya tak sesempurna yang terlihat. Kekasih tampannya sering membentak bahkan memukulnya jika ada pria lain yang menatap kagum padanya.
Akankah Edelweiss bertahan dengan kekasih posesif nya? Atau dia akan menemukan tempat bersandar yang baru dan lebih nyaman?
Baca kisah selengkapnya di SORRY, But I Love You.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isthiizty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hari Pernikahan 2
Kennan masih tidak menyangka jika sekertaris culunnya bisa terlihat berbeda tanpa kaca mata tebalnya. Bahkan wajahnya yang hanya di poles make up tipis membuatnya terlihat cantik natural.
Shit ... bukankah gadis ini yang pernah aku tolong saat hampir terjatuh di lobby perusahaan? Bukankah dia juga gadis yang berada di party Bisma saat di puncak.
Sial.... aku bahkan baru ingat jika gadis itu juga bernama Edelweiss Javanica.
Ternyata selama ini aku di bohongi sekertaris pribadiku sendiri dengan penampilannya yang berbeda 180 derajat dengan aslinya.
Tapi kenapa El menampilkan wajah culunnya di depanku? Apa sebenarnya dia sudah tau jika kita akan di jodohkan sehingga membuatnya merubah penampilan agar aku *t*idak tertarik dengannya dan menolak perjodohan ini.
Cih.. dasar wanita aneh. Sebenarnya kau itu tak perlu merubah penampilanmu, karena aku juga tidak akan pernah tertarik dengamu. Lagi pula aku sudah memiliki Megan sebagai kekasih yang sangat aku cintai saat ini.
Sebuah kilat lampu flash dari kamera menyadarkan Kennan dari lamunannya.
Sean memang sejak tadi mengabadikan setiap moment pernikahan mereka dengan kamera di tangannya.
Setelah kedua mempelai menanda tangani buku nikah sebagai syarat sah menjadi pasangan suami istri di mata negara. Kini tiba saatnya kedua mempelai saling bertukar cincin.
Kennan meraih jemari tangan mungil El. Dia menggenggam telapak tangan El yang terasa hangat, halus dan lembut, kemudian menyematkan cincin bertuliskan namanya di jari manis istrinya. Begitupun sebaliknya, El menyematkan cincin bertuliskan namanya di jari pria menyebalkan yang rencananya hanya akan menjadi suaminya selama 6 bulan.
Setelah memasangkan cincin di jari tangan Kennan, El meraih tangan kanan suaminya yang terasa begitu kokoh kemudian mengecup punggung tangannya seperti yang selalu dilihatnya saat menghadiri pernikahan.
Kennan terkesiap ketika merasakan bibir El menyentuh kulitnya. Dia langsung mengalihkan pandangan dari gadis di depannya. Namun siapa sangka pandangan matanya justru menangkap gerakan tangan Mom Mira yang seakan memberi kode agar Kennan mengecup kening El.
Setelah menghela nafas akhirnya Kennan mau tidak mau mengecup kening istrinya. Dan saat bibirnya menyentuh kening El, berhasil membuat dada keduanya berdegup sangat kencang.
Mereka semua berfoto bersama setelah para petugas KUA pergi meninggalkan ruangan tersebut.
"Sekarang kita makan siang bersama dulu sebagai perayaan kecil bersatunya kedua anak kita dan aku sudah mereservasi sebuah restoran," ucap Michael pada Aditya.
"Tentu saja kita harus merayakan hari bahagia ini, akhirnya kita sekarang benar-benar sudah menjadi besan," sahut Aditya.
"Kau benar kita sekarang sudah menjadi besan dan yang terpenting sebentar lagi kita akan sama-sama menjadi grandpa," ucap Michael dan berhasil membuat El dan Kennan salah tingkah.
Mereka pergi meninggalkan gedung pernikahan dan menuju restoran hotel yang sudah di reservasi Michael.
Kennan dan El masuk ke dalam satu mobil yang ternyata di dalamnya sudah ada Sean yang duduk di kursi kemudi.
"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Kennan menatap tajam asisten pribadinya. Sedangkan El sudah menundukan kepalanya karna merasa malu dengan keberadaan Sean di mobil yang sama dengannya dan Kennan.
"Saya yang akan mengantar kalian berdua menuju restoran," ucap Sean dan berhasil membuat Kennan berdecih sebal.
"Dan selamat atas pernikahan kalian berdua tuan dan nona. Semoga kalian menjadi keluarga yang selalu di limpahkan kebahagiaan dan semoga juga segera di berikan momongan. Saya benar-benar tidak menyangka jika tuan Kennan akan berjodoh dengan nona Edelweiss," ucap Sean panjang lebar.
"Kau itu brisik sekali?" ketus Kennan yang kesal dengan apa yang di ucapkan asisten pribadinya.
Bukannya menjawab ucapan Kennan, Sean justru kembali melanjutkan pembicaraannya. "Saya tidak menyangka ternyata nona Edelweiss benar-benar secantik di foto yang dulu di tunjukan tuan Michael kepada saya. Padahal awalnya saya mengira jika foto itu hanya editan atau hasil jepretan kamera jahat. Karna saat kita bertemu di kantor untuk pertama kalinya, penampilan nona sangat berbeda," ucap Sean sambil terkekeh dan kini sedang menatap El yang duduk di kursi belakang.
What... Daddy sudah menunjukan foto El yang seperti ini ke Sean. Tapi kenapa dia tidak menunjukannya padaku?
Sean yang kesal kini menatap tajam asistennya yang sedang tersenyum menatap El. "Jangan menatapnya seperti itu. Dan cepat jalankan mobilnya, apa kau ingin Dad Michael menunggu kita terlalu lama?" ucap Kennan ketus. Entah kenapa dia tidak rela saat Sean menatap istrinya terlalu lama.
Sedangkan El hanya menunduk karna dia masih begitu malu dengan keberadaan rekan kerjanya di perusahaan.
Mobil melaju menembus jalanan ibu kota. Di dalam mobil hanya ada keheningan. Kennan dan El yang fokus beradu dengan pikiran masing-masing. Dan Sean yang terlihat fokus menyetir.
Pandangan mata El menatap ke seisi ruangan restoran yang terlihat ramai. Ternyata papa Aditya mengajak Pak Arif, Bu Asih dan mbak Ira untuk ikut makan siang bersama mereka.
Sedangkan pandangan mata Kennan kini menatap beberapa orang yang sering di lihatnya di rumah. Tapi dia tidak hafal siapa nama mereka satu persatu karena di rumahnya memiliki asisten rumah tangga yang cukup banyak. Dad Michael bahkan memiliki 3 sopir, 2 tukang kebun dan 6 penjaga keamanan yang biasa bekerja di shif.
Sepasang pengantin baru itu melangkah mendekati meja khusus untuk keluarga. Sedangkan Sean memilih bergabung dengan para pekerja pria di rumah Kennan padahal Michael sudah mengajaknya bergabung namun Sean menolaknya.
Mereka makan siang dengan diselingi obrolan kecil dan canda tawa. Tapi tentu saja kecuali sepasang pengantin baru Kennan dan El. Mereka lebih memilih makan dalam diam.
"Kamu harus menjadi istri yang patuh pada suamimu sayang, karna sekarang tanggung jawab papa sudah beralih padanya," ucap Aditya sambil mengelus rambut putrinya yang kini sedang bersimpuh di hadapannya. Mereka sudah menyelesaikan makan siang dan kini sedang berada di parkiran.
El menatap wajah papanya yang kini sedang tersenyum dan memancarkan rona bahagia di wajahnya.
"El ikut papa pulang saja ya. Biar El bisa jagain papa 24 jam," ucap El penuh permohonan.
"Tidak sayang. Kamu sudah menikah. Sudah sepantasnya kau tinggal bersama suamimu. Kamu bisa sesekali menginap di rumah asalkan suamimu mengizinkan," sahut Aditya.
"Tapi papa janji ya sama El, papa harus jaga kesehatan. Jangan sampai drop lagi karna El sudah menuruti keinginan papa," ucap El yang kini air mata sudah membanjiri wajah cantiknya.
"Kamu tidak perlu khawatir sayang. Ada Pak Arif, Bu Asih dan Mbak Ira yang akan menjaga papa dirumah. Dan ini kenapa kamu malah menangis? Apa kamu tidak malu di lihat kedua mertuamu?" ucap Aditya. Jari jemari tangannya mengusap lembut air mata yang membasahi pipi putrinya.
Aditya sendiri sudah menahan sekuat tenaga agar tidak mengeluarkan air matanya. Karna jika itu terjadi, bisa di pastikan putrinya pasti akan khawatir dan tidak mau ikut dengan suaminya.
gimn Megan thort