NovelToon NovelToon
Jodoh Sang Dokter Duda

Jodoh Sang Dokter Duda

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Dokter / Tamat
Popularitas:7.3M
Nilai: 5
Nama Author: harsupi fakihudin

Suatu kehormatan, seorang gadis muda belia memilih menikah dengan seorang dokter duda tua, daripada menjual harga diri

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon harsupi fakihudin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sifa ngompol

Mereka berdua sudah sampai dirumah.

Setelah turun dari mobil, Sifa langsung lari terbirit birit menuju kamar mandi.

Ditengah tengah tangga, Sifa langsung membuka krudung dengan paksa, copot baju juga paksa, badan lengket, capek, dan yang terakhir kebelet pipis

Sampai dikamar mandi, Sifa langsung

Kracak kracak kracak

"Iyaaaa" Sifa melemah

Ilham yang mengikuti dengan langkah cepat, langsung membuka pintu kamar mandi

"Sayang, kenapa lari?"

Wajah Sifa terlihat sedih, dan kesal

"Ngompol" Tunjuknya pada CDnya yang basah akibat terkencing kencing tak bisa ditahan

Ilham melihat istrinya berdiri dengan baju masih menyampir dipundak karena satu lengannya belum terlepas, kakinya agak membuka, dengan paha sampai kaki masih ada air yang mengalir dari dalam CDnya

"Kalau kebelet pipis kan ngomong dulu sayang, tadi dijalan minta mampir kan bisa, kenapa ditahan? tadi kalau ngompolnya didepan, terus pak Dar lihat, apa sayang nggak malu?"

Ilham membantu melepas seluruh baju yang masih separuh melekat dibadan

"Ya sudah mandi, bau" Ilham meletakkan baju Sifa dikeranjang khusus baju kotor

Begitupun Ilham. Ia melepaskan seluruh pakaiannya dan menyisahkan boxer

"Sifa mau mandi, kenapa papa disitu? malah lepas baju"

"Papa juga mau mandi, kan sama sama lengket"

Bersamaan itu, Ilham melepas boxernya

"Sayang, berdirinya kayak power rangers mau terbang, gimana papa nggak bingung"

Ilham ngomong, tapi tangannya sibuk mengisi air hangat kedalam bethup "Pas" Ilham menambahkan wewangingan aroma terapy agar merelaxkan badan

Ilham langsung ngglosor menenggelamkan seluruh badan, kecuali kepala yang masih kering didalam bak mandi tersebut "Nyaman"

Ilham menoleh kearah Sifa "Kenapa mandi masih mengenakan daleman, ini kan bukan dikali"

"Memangnya kalau mandi dikali, Sifa makai beginian, papa membolehkan?"

"Memangnya mau mandi dikali mana? daerah sini nggak ada kali"

"Dibelakang rumah Sifa"

"Oh, maksudnya sayang kangen? terus ingin mandi dikali begitu? dan mau pakai bikini seperti itu?"

"Kalau mandi dikali pakai beginian, Jaka tarub yang akan nyulik" Celetuk Sifa yang sudah basah kuyup dibawah air shower yang mengalir

"Jaka tarub? mantan pacarkah?" Lirih ucapnya

Hati Ilham sedikit sakit, mendengar nama lelaki yang disebut istrinya tadi, tapi Sifa tidak mendengar ucapan yang keluar dari mulut suaminya

Sifa mendekat ingin ikut nyebur didalam bethup

"Oh sini" Ilham mendongak, dan memberi tempat untuk Sifa didepannya, dan membenahi diri agar bisa terisi dua orang

Sifa sudah nyebur, dan mendudukkan bokongnya agar terbenam oleh air

Klepaaatttt

Sifa langsung turun dari bethup

"Kenapa?" Ilham bingung

"Perih"

"Apanya?"

"Ah, jangan tanya tanya terus" Sifa sudah gejuk gejuk dengan badan yang penuh busa

Ilham yang belum paham, bangun dari bak mandi, berdiri disamping Sifa

"Sayang, apanya yang perih? ada yang terluka?" Ilham mengontrol seluruh tubuh Sifa

"Nggak ada apapun?" Ilham mengecek seluruh tubuh Sifa tidak menemukan luka, Ilham tambah bingung

Sifa melirik dan menunjuk biang keladi yang membikin perih pada tubuh intinya "Gara gara ini"

Tul

Ilham seperti singa tidur yang dibangunkan, akibat sentuhan jari mungil Sifa, Sijeki langsung berdiri kokoh

"Oh, karena siotong sengaja disentuh, dan siotong bangun, yang mau disalahkan siapa ini, hayo?" Ancamnya

"Mana sifa tau? Sifa mau bilas" Sifa sudah berdiri dibawah shower. Maksud hati ingin menyingkir dari terkaman singa ganas

"Oh nggak bisa" Ilham mematikan air showernya "Siapa tadi yang menyentuh? dia harus tanggung jawab"

Sifa sudah gejuk gejuk

"Kebangetan kebangetan, siapa tadi yang salah!? kenapa jariku tak tau malu hwahaha"

Ilham sudah mendekati Sifa dan merengkuh tubuh istrinya, Sifa hanya diam kaku. Karena perbuatan dia, dia harus menanggung akibatnya

Mereka sama sama polos, tidak mengenakan kain secuilpun. Yang masih mereka pakai, hanya berjaket kulit murni.

"Obatnya biar perihnya cepet sembuh, ponakan papa harus nengokin lagi, nanti perihnya otomatis sembuh, ok"

Dalam hati Ilham bersorak

"Modussssnya suksessss, yeessss!!!"

Sifa mencembik

"Ngaku salah, nggak ngaku salah. Nasib"

Ilham mulai menyium bibir Sifa yang sudah basah karena air, sesapan demi sesapan sudah mendarat diseluruh tubuh Sifa

Emmmuah

Emmmuah

Emmmuah

Ilham sudah membatik seluruh tubuh Sifa. Tak berapa lama, Ilham sudah menyetrum Sifa lagi.

Setelah selesai penyatuan usai, perasaan Ilham berbunga bunga.

Ia langsung membantu Sifa berdiri "Ayo bilas, papa bantu"

Setelah sudah main basah basahan, akhirnya mereka keluar dengan rambut yang basah semua.

Ilham sudah rapih menggunakan piyama yang serba panjang, sedangkan Sifa masih usreg dengan baju yang akan ia pakai

"Mau tidur nggak usah pakai BH"

"Nanti papa tergoda lagi kalau Sifa nggak pakai"

Dalam hati Ilham

" Iya ya, dada saja masih kayak tutup panci, badannya kecil, terus yang membuat aku tertarik apa? tapi aku juga suka, dan sangat butuh dia"

Ilham sudah menepuk nepuk kasur sampingnya

"Ayo sudah malam tidur" Ajaknya

"Rambut Sifa masih basah, ntar bantal Sifa basah"

"Iya, ntar bawahnya juga ikut basah" Goda Ilham

"Kalau begitu Sifa tidur diSofa aja, nggak mau deket sama papa"

"Kenapa?" Ilham masih sibuk dengan ponsel baru Sifa

"Takut basah"

"Memangnya kenapa takut basah?"

"Dengkul Sifa paaaah, capek"

Sifa sudah sujud diatas sofa, sambil punggung kakinya dihentak hentakkan disofa, persis kayak anak kecil yang lagi mogok melakukan apapun

Ilham tersenyum, dan berdiri terus berjalan menuju anak yang lagi protes

plok

Pantat Sifa sudah ditabok tangan besar Ilham

Sifa otomatis duduk dan mengusap pantatnya "Sakit"

"Hanya sedikit, itu tabokan dengan volume kecil. Makanya, jangan mogok. Berdiri" Titahnya

Sifa berdiri menjulang diatas Sofa dengan kedua tangannya mbaplang membentuk sayap

Ilham berdiri mendongak, dan kedua tangannya sudah berada dipinggang Sifa, dan siap mengangkatnya "Power rangersnya sudah nggak tahan ingin terbang?"

Tangan Sifa ia taruh dikedua pundak Ilham

"Hiyyyaaaakkk"

Ilham mengangkat Sifa dan mengemban Sifa, seperti emaknya menggendong anak usia TK

"Enteng banget, berapa kilo ini?" Ejeknya

Ilham terus menggendong Sifa didepan perutnya, dan ia pindahkan ketempat tidur

"Bilangnya enteng, gaya. Coba Sifa tantangin, kapan kapan Sifa digendong muterin lapangan, mampu nggak ?"

"Mampu, siapa takut"

Sifa sudah berdiri menjulang diatas tempat tidur, mereka berhadapan.

Ilham masih berdiri dilantai "Mau nantangin apalagi? mumpung papa besok masih cuti"

Sifa tersenyum sumringah, tangan Sifa menjulur dikedua pundak Ilham. Wajah Sifa semakin mendekat kewajah Ilham

Cup

Sifa mencium bibir tebal Ilham

"Yeaaaah Sifa menang"

Sifa menjauhi Ilham berdiri dan Sifa mengangkat satu tangannya bertanda dia menang, seperti pemain WCW diatas ring

"Oh, rupanya tidak jerah ya membuat ulah"

Sifa langsung berhenti dari kemenangan

"Memang papa mau apalagi?"

"Kalau sayang terus menggoda, malam ini juga, sayang nggak bakalan bisa tidur"

Sifa langsung membanting badannya diranjang

Dalam hati Sifa berteriakkkkk

N A S I I I I I B......

BERSAMBUNG......

1
Maulana ya_Rohman
ini yang terrrrrr melancolis....😞
Maulana ya_Rohman
wes lah.... ajur... ajut... ajur.. hati nya Entah...😂
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya.🙏

Hai Kak, Baca juga di novel ku yang berjudul "TABIR SEORANG ISTRI"_on going, atau "PARTING SMILE"_The End, Biar lebih mudah boleh langsung klik profil ku ya, Terimakasih 🙏
total 1 replies
Maulana ya_Rohman
gek mode kanhen karro cerito iki☺️...
Maulana ya_Rohman
nangkring di sini lagi thor...
kangen sama cerita lama...
Maulana ya_Rohman
nangkring disini lagi thor....
kangen pengen baca lagi...
sakjane ki aku kangen karro karrya mu thor...😩
gak buat karya lagi kah🤔
Maniak Tenis meja: Sama say aq jg bolak balik entah sdh brp kali
total 1 replies
Maulana ya_Rohman
mampir lagi yang kesekian kali nya thor.....😁...
kata *samoza* jadi kelingan sama novel ini🙈
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya🙏.

Kaka, Jika ada waktu luang, boleh coba baca karya ku yang berjudul "PARTING SMILE" ya, siapa tau Kaka suka.

Berkisah tentang penyanyi religi yang terjerat pernikahan kontrak dan cinta masa lalunya yang sangat rumit. Ditambah dia tipe yang gengsian dan menyebalkan, hiih dah lah.

Insyaallah seru ka... xixi
di tunggu ya ☺️🙏
total 1 replies
🅵🅰🅳🅸🅻🅰 3 𝓹𝓾𝓽𝓻𝓪
kangen baca lg cerita dokter ilham, dulu 4 atau 5th yg lalu lupa😂, pokoknya pas covid, baca cerita dokter ilham dan syifa menemani ku di saat WfH, seru cerita nya, dokter ilham punya anak kembar dan berlanjut sampe anak² nya punya rumah sakit di daerah jateng apa Jabar lupa, trs Pak Anan nikah lg sm ART setelah ibu Hamidah meninggal, lupa2 ingat😍
ATITUSMIATI
Aku baca lagi
Yudistira Ray
Aq baca lg dokterrrrrrrrrr
~no username🐨~
kaget 50 tahun?? 😭😭 kenapa gak 38 atau 40
Maniak Tenis meja: Tadinya aku juga kaget tentang usia dokter Ilham. tp lm2 candu kak
total 1 replies
indah
Keluarga besar yang Harmonis
Yudistira Ray
bc berkali kali jg tetap ngakak
Widia Aja
emang berapa usia nya dr. Ilham?
Febby Fadila
😄😄😄😄😄
Maniak Tenis meja
kangen doctor ilham lg..........
Febby Fadila
astaga teman2 ilham pada kocar ya 😉😀😀
Febby Fadila
ini gigi aku kering trus thorr....
Febby Fadila
ahahahahaha
klw suami di dunia nyata kayak bgtu.. ummmm senangx
Febby Fadila
belum di karuniai sama allah.. msh ingin kalian pacaran dulu
Febby Fadila
baper aku thor... romantis banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!