NovelToon NovelToon
After Marriage

After Marriage

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:48.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: Mayangsu

Anha diceraikan tepat di malam pertamanya ketika suaminya mendapati dirinya yang sudah tidak perawan lagi.

Anha tidak pernah menyangka jika pergaulan bebasnya di masa lalu akan menjadi bumerang untuknya di masa depan.

Setelah bercerai, Anha mencoba untuk memulai hidup baru dan menemukan cinta yang baru. Tetapi apakah lelaki kali ini bisa menerimanya seutuhnya atau jangan-jangan Anha akan ditinggalkan untuk yang kedua kalinya?

***
Contact Person:
Instagram: Mayangsu_
Email: Mayangsusilowatims@gmail.com

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mayangsu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sesak

"Tapi nggak mungkin, lah, kalau kamu nggak perawan. Kamu, kan, cewek baik-baik," lanjutnya kemudian mendekatkan dirinya ke padaku kemudian mencium keningku.

Wajaku pias mendengarnya, seolah ada belati yang menyayat urat di tenggorokanku sehingga membuatku tidak bisa berkata apa-apa lagi.

Aku menggigit bibir dalamku, Cewek baik-baik? Aku cewek baik-baik? Ikram tersenyum lembut kepadaku, aku berusaha membalas senyumannya walaupun rasanya begitu kaku.

"Terus kalau seumpamanya aku udah nggak perawan lagi gimana?" tanyaku dengan penasaran. Apa kamu bakalan batalin pernikahan kita? Tambahku dalam hati. Ikram mengerutkan keningnya. Kemudian terdiam beberapa detik untuk memikirkan jawaban yang hendak ia berikan kepadaku. Aku *** rokku pelan. Jangan sampai dia tahu aku segugup ini.

"I don't know. Emang semua cowok mau, ya, dapet barang bekas?" hatiku mencelos ketika mendengar jawabannya, rasanya jantungku seperti diremas dan ditarik keluar melalui rongga mulutku. Apa tadi dia bilang? Ba—barang bekas? Apakah separah itu penilaiannya terhadap wanita yang sudah tidak perawan sebelum menikah? Bukannya perawan atau tidak perawan itu semua hanya perkara selaput dara saja? Semua hal seolah berputar-putar dalam kepalaku. Kepalaku rasanya mulai pusing dan hampir meledak. Detak jantungku masih tidak dapat kuatur agar kembali normal.

"Ah, hahaha. Ya, nggak mungkin, lah, aku kayak gitu. Kamu ada-ada aja, ih, nanya kayak gituan sama aku."

Aku memaksakan diri untuk tertawa dan kini dengan susah payah kucoba mengatur napasku serta ritme detak jantungku yang sudah tidak berarturan ini. Aku begitu bersyukur ketika Ikram menampakkan senyumannya seolah percaya dengan kebohongan yang baru saja keluar dengan mulus dari bibir merahku. Ikram merubah posisi duduknya yang semula berhdap-hadapan denganku menjadi posisi normal.

"Aku percaya, kok, sama kamu. Cuma..."

Cu—cuma apa? tanyaku dalam hati. Aku bisa gila! Kenapa posisi ketika seseorang sedang dalam keadaan berbohong tidak seenak ini, sih. Seolah seperti anak kecil yang sedang mencuri mangga tetangganya saja, hatiku penuh diselimuti rasa waswas seperti ini.

"Cuma... tadi waktu kita ciuman di rumahmu... kayaknya kamu udah berpengalaman banget gitu," kata Ikram sambil menutup mulut dengan tangannya dan menahan tawanya. Ya ampun! Padahal aku hampir saja mati ketakutan, kupikir dia ini mau bicara apa sampai wajahnya seserius itu dan sampai menggantungkan ucapannya seperti itu.

Aku terdiam sejenak, memikirkan jawaban apa yang harus aku pilih untuk menimpali perkataan Ikram barusan. Tidak mungkin, kan, aku mengatakan: "Jangankan ciuman, macam-macam gaya di ranjang saja aku hapal."

Aku menggelengkan kepala, tidak mungkin, lah, aku mengatakan hal tersebut. Bisa-bisa kami gagal menikah!

"Aku cuma lihat dari film, kok," kataku dengan asal sambil meremasi jemariku. Tawa Ikram menggema di udara, dia sampai menyeka sudut matanya karena mungkin jawabanku barusan begitu lucu baginya. Tetapi aku tidak. Wajahku pasti sudah sangat pucat pasi seperti mayat saat ini.

Tawa Ikram berbanding terbalik denganku yang menarik sudut bibirku untuk memaksakan senyum agar aku tidak terlihat aneh. Jauh di lubuk hatiku aku tidak tersenyum sama sekali, bahkan sudut mataku pun tidak berkerut.

Aku menatap lelaki yang berada di depanku ini. Lelaki yang dua bulan lagi akan menikahiku dan akan menjadi suami sahku. Aku menggelengkan kepalaku kuat-kuat. Aku tidak mau menceritakan hal tersebut kepada Ikram.

Aku...

Takut ditinggalkan.

Takut dia akan membatalkan pernikahan kami jika aku berkata sejujurnya bahwa aku sudah tidak perawan lagi.

Maafkan aku Ikram, jika aku berkata jujur bisa jadi pernikahan kita yang tinggal beberapa bulan lagi bakalan kamu batalin. Aku cinta sama kamu, bukan cuma karena materi kamu, tetapi karena aku udah nyaman dan udah benar-benar cinta mati sama kamu. Maafin aku.

Setelah pembahasan tadi, Ikram hanya terdiam dan mengecek ponselnya, beberapa detik dia menekuri ponselnya terus. Kemudian dia bergerak mengambil kunci mobilnya yang tergeletak di atas meja.

"Aku mau jemput Mama dulu, ya, di bandara. Kamu di sini dulu aja, ya. Biasanya Bibik di dapur kalau nggak, ya, ada di rumah bagian belakang. Kamu minta tolong aja kalau laper atau kalau ada apa-apa."

Ikram sekilas mengecup keningku dan berlalu pergi menjemput Mamanya di bandara. Aku mengambil kaca dari dalam tasku kemudian merapikan wajahku yang mulai kusut. Aku tidak boleh terlihat jelek apalagi sampai terlihat kumal di depan calon mertuaku nanti.

***

Sudah lebih dari lima belas menit aku menunggu kepulangan Ikram. Karena lelah menunggu, aku memilih mengamati ke sekeliling ruangan untuk mengusir rasa bosan.

Rumah ini sangat besar, bersih, rapi. Mungkin besarnya tiga kali rumahku. Semua ruangan di dominasi oleh cat berwarna putih serta beberapa peralatan seperti sofa meja, lemari yang dominan berwarna cokelat.

Aku melihat pigura kecil di atas lemari dengan gambar foto seorang Ayah, Ibu, dan dua anak kecil yang diapitnya. Tanganku terulur mengambilnya. Aku memiringkan kepalaku ketika mengamatinya, senyumku terukir, aku tahu itu foto keluarga Ikram yang diambil sewaktu dia masih kecil, dan di sebelahnya itu pasti adalah adiknya Naya.

Ketika aku sibuk mengamati foto tersebut, aku mendengar suara pintu terbuka, aku menaruh kembali pigura kecil itu ditempatnya semula. Aku melihat Ikram datang membawa dua koper hitam besar diikuti seorang wanita paruh baya yang mengekorinya, bisa kutebak perempuan paruh baya itu adalah ibunya—yang sebentar lagi akan menjadi calon mertuaku juga.

Perempuan paruh baya itu menenteng tas berwarna hijau tua di tangannya, nampak seperti tas mahal—terlihat dari seberapa mengkilatnya dan seberapa hati-hatinya dia ketika membawanya. Rambut perempuan paruh baya tersebut di gelung rapi ke belakang, anting mutiara besar bertengger di kedua kupingnya, serta hels lima senti di kaki jenjangnya—aku meringis melihat kakinya yang dihiasi hels tersebut, apakah itu tidak terlalu repot? Padahal jika dilihat calon ibu mertuaku itu sudah berumur lima puluhan. Walaupun sudah paruh baya, tetapi penampilannya benar-benar glamour sekali.

"Ini Anha, Ma. Cewek yang waktu itu pernah aku ceritain ke Mama. Dan Anha, ini Mama aku," kata Ikram mengenalkan diri kami bergantian.

"Anha Tante," kataku dengan lembut sambil menjabat tangannya. Ketika aku menyalaminya bahkan aku tidak melihat garis kerutan di sudut matanya. Botok menar-benar sangat membantu bukan hanya menyamarkan garis kerut seseorang namun juga menyamarkan usia seseorang pula. Aku yakin biaya perawatan yang ia keluarkan melebihi puluhan juga agar tetap terlihat awet muda.

"Cantik, kan, Ma, pilihan Ikram?" pipiku memerah mendengar Ikram memujiku di depan Mamanya. Kemudian kami duduk di ruang kaluarga ini. Dan Ikram juga duduk di sampingku.

Berbeda dengan reaksi Mamaku yang sangat bahagia ketika pertama kali melihat Ikram berkunjung kerumahku. Pertama kali Mama melihat Ikram, Mama sangat menyukainya sampai-sampai memeluk dan menciumi pipi Ikram ketika ia hendak pulang seolah Ikram adalah putra kandungnya yang sudah lama tidak pulang dari perantauan. Tetapi berbeda dengan reaksi Ibunya Ikram ketika melihatku. Ekspresi yang ditampilkan sepertinya tidak bersahabat sama sekali. Sepertinya... dia tidak menyukaiku...

1
Monica Lora
aduh hasan telat mulu lambat amat
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru merilis cerita berjudul : "In Between" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Mila tidak pernah menyangka kalau 'penghancur' masa remajanya akan kembali lagi jadi bosnya di kantor. Ini bukan cuma soal benci, tapi soal luka yang dipaksa sembuh saat pelakunya ada di depan mata.
total 1 replies
Monica Lora
mn bisa gt furgoso. mending pahit pahit dr mulut kita dr pd dr mulut org lebih sakit
Monica Lora
awal malapetaka..baca yg ke 4x 🤭
Nursamsi Mci
luarbiasa, udah baca berulang kali masih kerasa bnget dalam nya
Nursamsi Mci
di 2026 ku baca ulang lg
Tini Tini
ceritanya sangat menarik dan berbeda dr novel yg lain
⚞ል☈⚟ MymooN
maaf thor jd bingung nih. yg diceraikan dimalam pertama saya udah rapi baca. jd yg ini harusnya dibaca duluan ya ?
Cobain 77
Kecewa
Cobain 77
Buruk
Jannah Cantik
novel yg dulu selalu ak tunggu kelanjutannya sampe ak gak bisa tenang
⏤͟͟͞RAyyana
piye kabre tor ,izin baca lagi ,,dulu baca masih d tahun 2020 akhir kayanya
RithaMartinE
luar biasa
Nursamsi Mci
udah ngulang baca yg ke 3x nya,wlu ceritanya ber alur lambat,tp ttp setia baca ulang,krn benar2 ngena dan trasa nyata.lebih2 saat Anha di selingkuhi,ya Allah kerasa sakit nya smpe kayak tersayat hati ku😭
Ms. Belle
lanjutan dari bab ini mana lagi ya?
dulu pernah baca sampe udh punya anak Anha nya.. hehe

pengen baca lagi nihh, ada yg tau gak lanjutan nya dmn?
Mayangsu: hai kak. Lanjutannya judulnya: Diceraikan di Malam Pertama ya. Ada di akunku. Pencet aja profilku ini
total 1 replies
Adriana
9
Mayangsu
danmu danmu
Endah Dwika
udah jodohkan aja Anha dan hamkan thooorr
Endah Dwika
buat anha hidup bahagia nantinya toor dan buat ikram menyesal seumur hidup nya
Endah Dwika
kok aku deg degan ya baca bab2 ini jangan2 ikram memang selingkuh kasihan ana
Auristela Allisya
aku g' tau cara nya cari novel "dinikahi berondong kaya"
udah coba ta' ketik sana sini ko' g' bisa2.
author ayolah bantu aku yg hampir putus asa ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!