NovelToon NovelToon
Cinta Untuk Maya

Cinta Untuk Maya

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:319.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Deviss

Maya adalah seorang wanita biasa yang dijodohkan dengan pilihan orang tuanya. Dia berkali-kali menolak karena sudah memiliki kekasih.

Sedangkan lelaki pilihan orang tuanya, bernama Prawira. Dia seorang abdi negara yang baru saja dipindah tugaskan di Jakarta.

Pernikahan mereka berlangsung seminggu setelah tragedi itu. Maya terpaksa menjalani semua ini. Masa lalu yang datang kembali, membuat dirinya terguncang.

Bisakah Maya melewati semua ini, akankah dia mendapatkan cinta dihidupnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deviss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KOPI LAGI

😔😔😔 baca komentar bikin down. Jadi gak mood 😢😢, tapi gak apa-apa, mereka gak tau keadaanku.😊😊

Terima kasih reader yang sudah kasih dukungan dan doa nya 🙏🙏🙏🙏 Alhmdulillah, kesehatan udah mulai membaik, tapi belum sepenuhnya bisa pulih.

(drama banget sih lu thor)

😁😁😀😀😀hahaha, yuk ah di add fb autor yang banyak drama ini (Deviss/ Kang Deviss)

Part yang ini, klo kurang maksimal, mohon dimaklumi ya reader. 🙏😁😁🤗🤗

🌷happy reading🌷

Sesampainya di sana, Mereka langsung diajak makan malam oleh orang tua Prawira, selaku pemilik rumah. Maya merasa seperti dejavu, saat masuk ke dalam. Matanya memandang keseluruh arah, menatap benda-benda di sekitar yang tidak berubah letaknya.

Maya duduk di kursi meja makan, di atasnya sudah tersaji dengan berbagai macam makanan. Dia masih sedikit canggung, walaupun sudah resmi jadi bagian dari keluarga ini.

"Nak, makannya sedikit sekali. Ambil yang banyak! bunda sengaja masak banyak, biar calon cucu bunda juga sehat."

Maya langsung menoleh, menatap Prawira sembari menaikan kedua alis matanya. Meminta penjelasan dari ucapan bunda. Namun, suaminya itu pun terlihat seperti tidak mengerti.

"Maaf, Bun. Maya belum hamil."

"Justru itu, kita harus berkata positive, supaya kamu cepet dapet momongan," kata Bunda.

Maya hanya tersenyum masam. Dia harus menebalkan dinding-dinding telinga agar terbiasa menerima pembahasan yang seperti itu lagi dikemudian hari.

Tiba-tiba Maya merasakan usapan lembut dari jari-jari tangan. Dia menoleh ke sumber. Ternyata pelakunya adalah Prawira. Lelaki itu tersenyum manis sembari mengangguk kecil.

Selesai makan malam, Maya dan Prawira segera pamit dengan alasan ingin mempersiapkan keperluan besok. Namun, sebenarnya Prawira ingin menghindari pembahasan tentang pernikahannya.

Turun dari motor, Maya membuka pintu gerbang, lalu menutupnya kembali ketika Prawira sudah berada di dalam.

"Saya ke dalam duluan ya, cape banget." Prawira mengangguk.

Maya langsung melesat masuk. Menyapa Mbok Nah yang sedang bersantai. Kemudian, berlari kecil ke arah kamar. Menjatuhkan tubuhnya di ranjang sembari terpejam.

"Ck, bersihkan dulu, baru tidur!"

"Apanya?" tanya Maya yang masih terpejam.

"Dirinyalah. Cuci muka, cuci kaki, cuci tangan, ganti baju," jelas Prawira.

Mata Maya terbuka, mengembuskan napas kasar, lalu bangun. "Obat cacingnya gak sekalian?"

Prawira menatap Maya. "Kalau kamu perlu minum, saya siapin."

"Dasar, gelo," umpat Maya yang langsung beranjak pergi.

Tidak lama kemudian, Maya datang dengan segelas kopi dan air putih, lalu meletakan di atas meja tanpa mempedulikan tatapan Prawira yang menurutnya lebih dingin dari balok es.

"Kenapa masih ada kopi?"

"Sayang, kalau mau dibuang, biar saya yang minum semua ... punya kamu yang itu," ucap Maya menunjuk gelas berisi air putih.

Prawira memejamkan matanya sebentar, lalu mengambil gelas dan menengguknya hingga habis. "Dibilangin, kopi itu gak bagus buat kesehatan. Apalagi kamu wanita," ucapnya sembari mengambil kopi yang sedang diminum oleh istrinya.

"Em ... ngobrol donk kalau mau. Jadi kan bikinnya dua," ucap Maya

Maya menaikan alis matanya saat menerima gelas yang berisikan kopi tadi, kosong. Menatap Prawira yang sedang menatap dirinya. Kemudian, melangkah ke arah pintu.

"Mau ke mana?" tanya Prawira.

Maya berhenti. "Bikin lagi. Punya saya kamu minum sampai habis."

"Mau buat saya mati karena kebanyakan minum kopi?!" Prawira melipat kedua tangannya di dada.

"Maksudnya?"

"Kan sudah saya bilang, kopi gak bagus buat kesehatan."

"Terus? kan bukan kamu yang minum." Maya langsung berbalik meninggalkan suaminya. Namun, belum sempat melangkah, Prawira menarik tangannya hingga terjatuh ke atas ranjang.

🌷🌷🌷

Rangga dengan gusar menuruni tangga sembari menatap ponselnya yang terus berdenting. Dia tersenyum, membaca pesan yang terakhir. Kemudian, menghampiri orang tuanya yang sedang bersantai.

"Bun, Yah, rangga keluar bentar."

"Mau ke mana kamu malam-malam begini?" tanya Ayah.

"Ke kafe bentar, ketemu temen, Yah," jelas Rangga.

"Tunggu, bunda mau tanya. Kamu kemarin pas bunda telepon ada di Bandung ngapain?" tanyanya.

"Main, Bun. Ketemuan sama teman lama," jelas Rangga.

"Beneran? Kamu gak lagi nyembunyiin sesuatu kan, Dek?" tanya Bunda penuh selidik.

Rangga melihat orang tuanya bertingkah aneh. "Emang, pikiran Bunda, rangga di sana ngapain?"

"Ya ... siapa tau aja kamu ... tadi saat makan sikap kamu berlebihan ke may."

"Maksud Bunda, rangga punya perasaan sama maya?" Rangga melihat bunda tersenyum masam. "Bun, dia itu sekarang istrinya abang, gak mungkinlah," katanya langsung pergi. Namun, baru beberapa langkah dia kembali lagi.

"Bun, rangga memang saudara tirinya, tapi bukan berarti rangga bisa sesuka hati terhadapnya, apalagi punya perasaan dengan istrinya." Kemudian dia benar-benar pergi.

"Bukan begit ... Dek ... Dek ...." Dengan cepat Ayah mengejar hingga rangga berhenti. "Bukan begitu maksud bunda, Dek."

"Bukan begitu bagaimana, Yah. Jelas-jelas tadi bunda berkata seperti itu."

"Maafin ayah sama bunda, ya, Dek! kita sudah salah sangka."

"Sudah biasa. Rangga pergi dulu, Yah." Rangga melanjutkan langkahnya tanpa mempedulikan ayah yang masih ingin berbicara.

Beberapa meter dari rumah, Rangga menghentikan laju motornya. Membuang napas kasar sembari membuka helm. Terlintas dipikiran bayangan saat dimana hanya dia dan maya berdua.

Rangga memang selalu menggoda istri dari abangnya itu. Namun, kali ini dia memang benar-benar terlalu dekat. Sampai-sampai melakukan sentuhan.

Sentuhan seperti, mengusap lembut kepala Maya saat menuruti perintah Rangga dan menggosok-gosokkan telapak tangan ketika mencuci tangan.

Deringan ponsel mengalihkan lamunan Rangga, lalu dengan cepat menjawab panggilan.

"Udah dijalan, bentar ya, Viss."

"Jalan mana, Bang. Lumutan dari tadi nungguin."

"Iya, iya, tunggu sepuluh menit lagi. Oke cantik!"

"Hmm, ya sudah aku tunggu." Setelah menutup panggilannya Rangga segara menyalakan motornya lalu melaju dengan kecepatan tinggi.

🌷🌷🌷

Prawira meletakan satu lututnya di sisi Maya yang terhempas di ranjang. Dia mencondongkan tubuhnya hingga jarak beberapa senti meter.

"Turutin kata-kata saya atau ...." Prawira menghentikan ucapannya, menatap dalam Maya, lalu menggigit bibir bawahnya.

"Saya yang buat minumannya," kata Prawira sembari beranjak, "tolong, pelajari buku yang saya kasih tadi untuk besok!" Kemudian berjalan keluar kamar.

Maya yang melihat itu hanya terdiam menatap punggung suaminya itu sembari mengerutkan dahi. Dia ikut berdiri. "Orang aneh."

Bersambung ....

1
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
Tamat yaaaak...?
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
Ha...ha...ha...sukaaaaa...dech biar klepek klepek tuh Prawira ha...ha....ha....
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
Syukur prawira di panas2 in sama Rangga....se 7 Rangga biar Prawira klojotan pikiran nya bercabang 1000
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
Prawira edhaaaaaan....
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
Prawira gilaaaaaa....menduakan wanita...pnya anak malah malah seblm nikah dg Maya...gila pke bgts tuh Prawira.....😠😠😠
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
Baliiiiik...sama Juha aja lbih baik lbih setia , Prawira gombaaaaaaal....
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
Kerent bdn nya Prawira...he...he...he...
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
Hi...hi...hi...knp adek nya Prawira yg cemburu...aneh...
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
Waaah seruuuu...ha...ha...ha...
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
Hi...hi...hi...mnding Maya dpt Juha dech....wwwkkkk..
nggak di dua in.
Swis Indi
mana ini cerita Maya season 2 nya author 👍🥰 di tunggu ya
Adinda Wahyuni
hanya bisa berasumsi 🤔🤔
Adinda Wahyuni
😂😂😂
reader di prank ..
Novi Margaretha
gak seru klau nikahny hrs sm prawira,gak smua perjodohan itu bucin,bosen deh baca crita yg awal dijodohkan lm2 bucin,hrsny cintany yg diperjuangkan,cwe kok gak bs tegas sm pendirianny😡
Gogon
semangat thorrr
Pudi Astuti
sehat selalu thor
Crusiana Habiba
setia menantimu author cantik ❤️
Lina
ku setia menunggumu author cantik 🥰😊
Lovenia
stia menunggu mba😍
Yenny DA Yoesuf
selalu ditunggu kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!