NovelToon NovelToon
Silent Love

Silent Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Contest / Pelakor
Popularitas:346.8k
Nilai: 5
Nama Author: Priska

⚠️Bijak memilih bacaan

“Kuharap ini bukan satu kesalahan, meskipun mereka berkata sebaliknya !.”

Lim Abraham dan Carmel Abigail.
Kisah yang mereka miliki bukan kisah cinta sederhana. “Dimana sang pemeran utama akan hidup bahagia dengan tokoh pria yang dicintainya.”

Di saat, Lim sudah mengikat janji bersama sahabat sejatinya. Takdir malah membawa nya bertemu dengan wanita bernama Carmel, yang membawa mereka terlibat dalam hubungan gelap penuh intrik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Priska, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

My Partner in Bed 32

Sorry guys berhubung sekarang kesehatan saraf tangan author lagi bermasalah, jadi update akan lama. Mohon dukungannya selalu untuk karya author ya. Thanks you 🙏🏻❤🙏🏻❤🙏🏻❤

Oke kembali ke Carmel dan Lim....

Lim tiba di kediaman Chen Xu. Tapi ia tidak membiarkan Carmel ikut dengannya ke dalam.

“Kau tunggu disini...” Tegas Lim.

“Aku ikut. Bagaimana jika terjadi sesuatu padamu.” Kekeh Carmel.

“Percaya padaku ! Aku akan kembali dalam beberapa menit.”

“Tapi Lim... Disana sangat banyak penjaga. Bagaimana jika mereka melakukan sesuatu padamu.” Carmel tetap memaksa ikut.

“Tidak...Tidak...Tidak...Kau tetap disini...” Lim menekan bahu Carmel perlahan agar wanita itu kembali duduk dengan tenang dan menunggunya dimobil.

“Lim !!.” Carmel menahan tangan pria itu lagi.

“Aku tidak ingin ada pria lain diantara kita, untuk alasan apapun ! Jadi biarkan aku menyelesaikan masalah ini. Lihat aku, tidak akan ada yang berani melakukan sesuatu padaku. Bahkan sebelum mereka melakukan itu, akulah orang yang akan menghabisi mereka terlebih dahulu.”

“Tapi kau sendiri ! Aku tidak mau Lim. Aku ikut..”

Lim menatap Carmel, dari matanya, ia sangat mengetahui bagaimana wanita itu sangat mengkhawatirkan dirinya.

“Hufffft...” Lim mengendus panjang.

“Baiklah, Ayo...” Ucap Lim, yang mau tidak mau harus membawa Carmel bersamanya.

....

Beberapa orang yang melihat kedatangan Lim dan Carmel, buru-buru menghadang jalan mereka.

“Maaf Tuan apa anda sudah membuat janji?.”

“Aku tidak perlu membuat janji apapun padanya. Mana Bos kalian !.” Ucap Lim dengan nada tinggi.

“Lim...Jangan seperti itu. Bagaimanapun ini tempatnya, bersikaplah lebih ramah.” Tegur Carmel, berbisik.

“Siapa ini....” Sahut suara dihadapan mereka, yang ternyata adalah Chen Xu.

“Lim dan Nona Abigail... Hahaha. Kebetulan sekali aku mendapat tamu istimewa. Biarkan mereka masuk !.” Titah Chen, sehingga orang-orang yang sempat menghalangi mereka, kini serentak memberi jalan untuk Lim dan Carmel.

“Tidak perlu. Kami tidak perlu masuk !.” Tandas Lim.

“Aku hanya ingin menyelesaikan ini...” Lim melempar selembar cek kosong pada Chen Xu.

“Apa ini?.” Tanya Chen Xu, tersenyum aneh.

“Bukankah kau sangat ingin itu, dari wanita ini. Tuliskan berapa yang kau inginkan.”

“Lim apa sekarang kau ingin menjadi pahlawan ! Nona Abigail, apa pria ini sedang mencoba menjadi pahlawan untukmu?.” Chen melempar pertanyaan pada Carmel.

“Kau dan aku tahu, seperti apa pria yang ada di samping mu itu. Jika dia memang pria yang ingin melindungi wanitanya, seharusnya dia juga bisa menjaga hatimu waktu itu. Apa dia melakukannya?.”

“Tuan Chen...”

“Stttss...Itu benar kan ! Jika harus ada yang dikorbankan bukankah dia selalu mengorbankan dirimu !.” Sanggah Chen lagi.

“Tutup mulut mu brengsek !.” Geram Lim. Mengepalkan tangannya kuat. Rasanya dia sudah ingin menghabisi orang itu sekarang. Tapi saat tangan Carmel menyentuh dirinya. Ia tidak bisa melakukan itu, karena wanitanya tidak ingin ia melakukan hal itu.

“Tuan Chen. Aku sedang tidak membela dan memihak pada orang ini. Tapi dia kekasihku. Apapun yang ku jalani bersamanya, itu sudah menjadi pilihanku. Dia mungkin selalu mengorbankan ku, tapi aku, tahu Lim tidak pernah benar-benar berniat melakukannya....Kekasihku sudah meyelesaikan semua masalah kita, setelah ini antara aku dan kau, kita sudah tidak terikat perjanjian apapun lagi...”

“Carmel kau tidak menger.....”

“Aku permisi Tuan Chen...” Carmel memberi hormat, dan menarik Lim untuk pergi dari tempat itu. Karena ia tahu, semakin lama ia berada disana, semakin ia tidak bisa mengontrol emosi Lim.

***

Di perjalanan pulang, Lim dan Carmel hanya diam tanpa kata. Lim hanya berpikir mungkin. Carmel sedang kesal padanya sekarang.

Cukup lama mereka saling membisu, akhirnya Lim menyerah, ia benar-benar tidak tahan dengan diamnya Carmel.

“Aku minta maaf sayang.” Ucap Lim pasrah.

Carmel menatap bingung.

“Aku tahu aku salah. Kau pasti sangat kesal pada ku. Kau benar yang dikatakan Chen tadi, memang....”

“Sayang... Aku mengerti. Dan aku tidak masalah dengan itu semua.” Carmel memberi senyum termanisnya pada pria itu. Tentu saja ia tidak bermaksud untuk diam.

“Justru...Apa kau tahu ! Entah kenapa aku merasa menjadi sangat diperhatikan olehmu. Lim kau melakukan sesuatu yang sangat beresiko, tapi kau tetap melakukannya untukku. Apa aku begitu menyusahkan mu...Aku benar-benar ragu jika, kau akan bertahan dengan wanita yang selalu mempersulit dirimu, sepertiku” Lanjut Carmel lagi.

“Hei...Kau ini bicara apa. Tarik semua ucapan mu itu ! Kita sudah membahasnya. Aku tidak ingin kau menyembunyikan apapun dariku lagi Carmel ! Kau dengar... ini yang terakhir kalinya, kau menyembunyikan sesuatu dariku. Yang membuat ini sulit adalah jika kau hanya diam tanpa memberi tahuku apapun !.”

“Maafkan aku...”

“Itu sama sekali bukan kesalahan sayang. Aku hanya ingin kau mengerti. Aku begitu membutuhkanmu, kau juga seharusnya sangat membutuhkanku. Aku bukan orang lain kan !.” Seru Lim.

Carmel hanya mengangguk patuh, membenarkan ucapan Lim padanya.

Cup💕

“Mmmb...” Carmel mendorong Lim menjauh.

“Lim, hentikan bagaimana jika ada yang melihat kita !.”

“Bukankah itu bagus, jadi kita tidak perlu menjelaskan apapun lagi pada semua orang !.” Goda Lim.

“Kau pikir semudah itu !.”

“Kau pikir itu tidak mudah!?.” Seru Lim lagi.

“Aku bisa melakukan apa saja... Sekarang ayo kita turun...” Lim keluar dari mobilnya dan menggendong Carmel seperti membawa seorang bayi dalam dekapannya.

“Lim... Ayolah, turunkan aku, aku masih bisa berjalan...”

“Kaki mu itu, terlalu lambat untuk melangkah, biar aku membantu mu... Lagipula aku sudah melakukan banyak hal kan sayang, bukankah harus memberiku hadiah sekarang ! .”

Sambil melingkarkan tangan di tengkuk Lim, Carmel terus menatap wajah pria yang hanya berjarak beberapa senti dari wajahnya itu.

“Kau mau hadiah apa anak kecil ?.”

Lim tertawa karena, Carmel menyebutnya anak kecil.

“Apakah seorang anak kecil, bisa membawa wanita cantik bersamanya?.” Balas Lim.

“Bukankah anak kecil itu sangat luar biasa, jika ia bisa melakukannya.” Sahut Carmel lagi.

“Bantu aku membuka pintu ini dulu.” Pinta Lim saat mereka berada tepat di depan pintu.

Krek.

Carmel membuka pintu tersebut, sementara Lim belum juga menurunkannya.

“Turunkan aku sekarang ! Kita sudah sampai.”

“Tidak kita belum sampai...Sebentar lagi.” Langkah Lim menuju kamar.

Nyit.

Lim menjatuhkan Carmel di atas tempat tidur.

“Hei kau mau apa !.”

“Anak kecil mu ini, hanya menginginkan mu sekarang...” Ucap Lim. Kemudian membuka beberapa kancing kemejanya. Lalu dengan cepat menimpah tubuh Carmel.

“Apa aku masih seperti anak kecil saat melakukan ini dengan mu !.” Bisik Lim.

Cup.

“Mmmh...” Pekik Carmel.

“Apa seorang anak kecil bisa membuat, nona cantik mendesah semanis itu..” Lim terus menggoda Carmel dengan perbuatan nakalnya.

Cup.

Lim mencecap leher jenjang dan mulus milik Carmel, membuat wanita itu semakin gelisah dan menggelinjang dibawahnya.

“Ahhh....” Carmel akhirnya tidak bisa menahan suara itu lagi. Apalagi saat ini tangan Lim sudah masuk perlahan kedalam celah bajunya meremas dan mulai memainkan benda didalam sana dengan tangan perkasanya.

“Jangan ditahan sayang !.”

Tek...

Tek...

Tek...

Carmel melanjutkan melepaskan kancing kemeja Lim yang belum tuntas.

“Sekarang aku benar-benar tidak bisa menganggap mu anak kecil lagi.”

“Anak kecil tidak bisa melakukan ini kan...” Ucap Lim, kemudian melakukan lebih jauh lagi. Melepaskan semua benda yang menempel di tubuh wanita cantik itu.

💕

💕

💕

“Kau tahu Lim, aku hanya bercanda mengatakan hal itu. Tapi kau membuat ini menjadi permainan lain untuk ku.”

“Aku tidak sedang bermain-main sayang. Sudah ku bilang aku hanya menginginkan mu ! .” Balas Lim.

Bersambung...

1
Fr s
ini gak pernah up lagi kayaknya
Fr s
setahun sekali authornya update
Fr s
lanjut dong ka updatenyaaaa
Fr s
semangat updatenya kakak manisss
Rini Haryati
lanjut
Fr s
kereeeen penulisnyaaa, tapi kok dikit viewersnya mungkin kalo penulisnya cepet update pasti bisa lebih up lagi lebih bombastisss, dan sampe skrg pun blm update2
Fr s
cerita bagus gini kenapa malah sepi ckck
tweenz
bagus
Noona Han
Disini biang masalah emg Lim coba dari dulu tegas, dan gak menggantung perasaan perempuan,
Noona Han
Carmel, Carmel
ya coba tanya Lim nya jgn pas sendirian sekalian ajak ketemu bareng baru dtanya 😂 jgn ogeb ih
Noona Han
Rasakan Lim , Mel jdi sasaran kejahatan kan wkwkwk, aturan masalah itu selesaikan lebih cepat sebelum akarnya makin kuat.. kasian Carmel, wkwkwk eh pdahal Carmel yg jdi kedua ya wkwkwk terlepas Lim gak cinta sama.carol tp gak etis emg harusnya akhiri dulu baru menjalin dg carmel
Noona Han
Wkwkwk aku tuh sedih bacanya.
Gimana aku punya sahabat baik yg sudah seperti saudari sendiri.
Cantik, baik, pintar, dan segi materi juga bukan yg kurang,.
Jadi dia sempat mengagumi seseorang dan ternyta org yg dia kagumi sama dg org yg saya kagumi sebut saja A, cuma bedanya saya dulu gak tau Krn saya lebih dahulu bercerita, dia bilang nya kagum sama si B Krn gak mau bersaing sama sahabat sendiri (nah B ini tuh sahabatnya si A),. dan A sama B ternyata juga sama2 suka sama sahabat saya 😅😂 sedih bgt gak sih aku tuh, berjalannya waktu sahabat ku inshaAllah berjodoh dg si B, dan si A pun lambat laun mulai hatinya bertambat ke saya, tp bukan bahagia justru kadang saya sedih, Krn saya tau hati kecilnya masih mencintai sahabat saya yg akan menikah dg sahabatnya 😂 pingin ngajak serius kejenjang pernikahan, saya lebih baik mundur Krn terlalu sakit ketika kita menjalin hubungan dg org yg hatinya belum move on dar masa lalunya 😂
Umi Rara
kayakx authorx upx 1thn sekali deh,, laaamaaaa amat updatenya😴
Fitriani Fitriani
novelnya bagus bagus, tapi gk ada kelanjutannya
Iga Wahyusari
ya ampun thor
sudah lama aku menunggu update mu ini...
bahagianya setelah sekian purnama bisa baca karyamu lagi thor 🥰
semangat semangat thor 💪
Nicky
masih berharap Lim&Carmel

up nya lama

ketemunya jg lama mungkin....

yuk up lagi
AdeLina Simamora
berharap Carmel dan Lim berjodoh
juriah mahakam
apakah jodoh carmel adalah martin hhhmmm msh menunggu kelanjutan thor smngt up trz
Dian Amnesty
lanjut thor 🥰
Mak.lind
uhuuy jgn2 nanti ketemu nih.. semangat up nya kakak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!