Mengandung adegan 21+ harap bijak dalam membaca cerita ini 🙏🙏🙏
Bahira Anjani wanita cantik berusia dua puluh tiga tahun,harus terjebak cinta seorang CEO yang memiliki perangai gila.
Kenapa dikatakan gila.? selain memiliki sifat yang tegas dan berwibawa,sang CEO juga memiliki sifat yang sangat humoris. Dan yang lebih mengagetkan lagi,dibalik sifatnya yang baik hati dan penuh kasih sayang,sang CEO memiliki sifat tempramental,egois dan sangat kejam.
River Bagaskara dialah CEO gila itu.Pria tampan berusia dua puluh tujuh tahun.Yang selalu ditinggalkan oleh para kekasihnya,karena perangainya yang gila itu.
Hanya Bahira Anjani lah yang mampu merubah perangai gila River Bagaskara.Walau pun banyak sekali konflik yang menguras airmata dan juga menciptakan kesakitan bagi keduannya.
Konflik apa saja yang mewarnai kisah cinta CEO gila dan wanita penyabar dan juga baik hati.?
Akankah kesabaran dan pengorbanan cinta Bahira Anjani akan membuatnya bersatu dengan River Bagaskara.?
Dan ada kisah apa yang membuat River Bagaskara memiliki perangai gila itu.
Hanya TERJEBAK CINTA CEO GILA yang mampu menjawabnya.
Jangan lupa untuk selalu memberi dukungan setelah membaca karya ini.Like pada setiap Babnya,Vote dan juga Rate.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delia Ata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TCCG 33
Entah bodoh atau terlalu mendambanya. Berulang kali tersakiti, tapi maaf itu selalu saja ada untuknya. Mulut ingin mengakhiri, tapi hati enggan untuk merestui.
~Keyra Anjani~
Setelah puas menikmati kebersamaan dengan para sahabat, River pun memisahkan diri dengan mereka untuk kembali kerumah.
"Aku nanti pagi berangkat ya queen.?" ucap River mencoba memulai pembicaraan dengan Keyra yang sedari tadi hanya terdiam saja.
"Iya.!" jawab Keyra singkat tanpa mau melihat River.
"Udah dong queen marahnya. Aku minta maaf, ak-----
"Aku bosen denger maaf kamu. Nyetir aja yang fokus, aku masih belum pengen pindah hunian." ucap Keyra memotong perkataan River.
River segera menepikan mobilnya kala melewati taman kota yang dulu menjadi tempat pertama kali mereka bertemu. Diubahnya posisi duduk menghadap Keyra, ia pun langsung meraih pundah kekasihnya itu dan memutarnya agar mau menghadap kearahnya.
"Aku sama pear cuma bersahabat, aku udah enggak punya perasaan apa apa sama dia. Aku cuma mau memenuhi janji aku sama dia." River pun menceritakan perihal janjinya kepada Camelia.
River juga menceritakan bagaimana kondisi kejiwaan Camelia kini, River hanya ingin membantu kesembuhan Camelia.
"Kamu enggak punya perasaan lagi sama Camelia, tapi kamu bisa lupain aku.? disaat kamu ketemu sama dia dan disaat kamu lagi bareng sama dia, sakti banget kamu.?" sahut Keyra.
"Aku cuma sahabat queen sama pear sekarang, kamu harus percaya itu. Jangan kamu kotori pikiran kamu dengan keegoisan kamu." ucap River.
Sontak saja ucapan River membuat darah Keyra mendidih, ditatapnya dengan tajam wajah tampan cintanya itu.
"Kamu bilang aku egois, enggak salah kamu.? sekarang apa aku salah cemburu.? setelah semua yang kamu lakuin sama aku disaat kamu lagi sama Camelia. Kamu sama Camelia itu pernah menjalin hubungan dimasa lalu king, dan kalian itu masih terikat karena tragedi itu. Aku yang jelas jelas cuma temenan sama laki laki tanpa embel embel mantan pacar aja kamu marahnya udah kaya apa." ucap Keyra dengan penuh kemarahan.
"Itu beda lagi queen----
"Bedanya apa.? mereka temen temen aku, tulus cuma sekedar teman. Bukan mantan pacar yang menjadi sahabat dan satu hal yang perlu kamu mengerti, tidak ada persahabatan antara pria dan wanita." pungkas Keyra dengan menekan kata kata diakhir kalimatnya.
River membisu, bibirnya terasa kelu kini. Ia sudah tidak bisa lagi membantah ucapan Keyra. Ya ucapan itu adalah ucapanya dulu yang ia tujukan kepada Keyra kala ia sedang marah dan cemburu dan kini kata kata itu justru berbalik diperuntukan bagi dirinya.
River kembali melajukan mobilnya tanpa bisa melanjutkan perdebatan dengan Keyra.
Sesampainya dirumah, Keyra langsung meninggalkan River tanpa mempersilahkan pria itu masuk kedalam Rumahnya. River pun akhirnya memilih untuk pergi dari sana dan menuju kekafe Bendino.
"Sekalinya nongol menampakkan wajah siluman kera, bosen banget gue." ucap Bendino setelah River duduk bergabung dengan mereka.
"Kenapa lagi loe.?" selidik Aezar. River pun akhirnya menceritakan masalahnya dengan Keyra tanpa titik dan koma.
"Heh, sapi bloon.!" umpat Bendino dan Aezar beserta Jaleswari dan Deveen.
"Besok bawa kejamban eyang loe kus, jadiin aja dia ini umpan lele disono. Bloon kok bisa sampe overload gitu, gue kupas juga kepala loe, gue ambil otaknya terus gue jadiin sup bareng kaki kambing." sarkas Aezar.
"Dengan senang hati gue mencicipinya nanti.!" timpal Bendino.
"Yang bagus dicincang campur ampas tahu untuk makanan babi.!" sungut Deveen
"SETUJU...!"
💕Like,Vote dihari senin dan kirimkan bungamu sebanyak banyaknya untuk River dan Keyra .Jika memiliki koin,boleh ya sikit sikit bagi kemeraka.💕