Hans seorang pemuda yang giat belajar. Berteman dengan dua orang Andika dan Febri.Mereka seperti saudara saling membantu dan menolong.
Tiba-tiba persahabatan itu sedikit tergoyahkan setelah datang seorang gadis jelmaan.Dia adalah cucu angkat dari nenek yang ditolong oleh Hans dan gadis yang sudah lama hilang.
Bagaimana persahabatan mereka selanjutnya,nantikan karyaku yang kedua ini
Nantikan detik-detik terkuaknya misteri Gedung Tua ini.
Terimakasih sudah membaca novelku yang kedua ini kritik dan saran dangat author harapkan agar menjadi naskah yang sempurna
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Utiks, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penemuan Akhir
Terlihat sangat memanjakan kucing Miminya. Seolah -olah hanya miliknya tidak melihat sekitar yang menatapnya dengan pandangan heran dan curiga, Terutama Andika yang mengetahui sifat sahabatnya itu,Dia bersaha mengalihkan perhatuan Hans supaya tidak terfokus pada kucingnya.
Pak Hasan yang mengetahui situasi itu segarea meraih kucing yang ditangan Hans. Bereaksi Hans terlihat marah dan menatap tajam kepada pak Hasan dan ada yang merasukinya.
" Berikan kucing Mimi padaku !!"
" Tidak !! Hans sadarlah !!! sadarlah nak !!"
Andika mendekat dan meraih bahu Hans dan menariknya menjahuh dari pak Hasan. Sedangkan nenek Asih yang dari tadi diam berdiri mendekati Andika dan menatapnya tajam. Ia mengatakan janagn mencegah Hans memalui sorot matanya .
Apa yang terjadi mengapa jadi begini , Apa Hans kerasukan makluk halus. Ah aku benci hal seperti ini. Mereka haris keluar dari tubuh Hans .
" Pak Hasan,tolonglah sahabat saya sepertinya ia kemasukan makluk halus di sini !! Cepat pak tolonglah lakukan sesuatu !!
" Iya bapak mengerti ini berusaha melepaskan hawa dari tubug kucing ini "
😺" Meong , apa yang terjadi pak denganku ?"
" Sepertinya ada yang memaksa rohmu tidak lepas dari anak itu , diamlah aku aku akan coba melepaskan kalian"
😺" Meong , separah itukah ? "
" Ya ,ada yang terlibat selain kamu dan anak itu. Mereka memanfaatkan kedekatanmu jadi jangan banyak bicara dulu "
Kucing itu menuruti perintah pak Hasan . Merapalkan sesuatu yang membuat keduanya terasa panas di tubuhnya. Kucing menggeliat ditangan pak Hasan mengeluarkan gerakan yang memancing birahi seekor kucing .
😺" Meong ... meong .... " jika itu sesama kucing pasti akan terpancing hasrat untuk kawin dengan Mimi. Tapi yang pegang pak Hasan .Seandainya Hans tidak tahu lagi apa yang terjadi.
Sedangkan Hans yang dipegang oleh Andika berteriak-teriak kepanasan. Entahlah apa yang dirasannya wajah merah penuh amarah menatap tajam pada gerakan kucing Mimi di depannya.
Mereka melihat kedua makluk beda jenis itu saling menatap tidak rela dipisahkan. Sesaat terdiam dan berangsur-angsur tersadar. Napas memburu yang tadi Hans alami kini sudah mulai tenang. Andika dan pak Mardi menatapnya dengan lega. Situasi yang gawat sudah mereka lalui.
" Alhamdulillah "
Pak Mardi kembali membawakan minum untuk Hans yang dibimbing Andika duduk kembali di kursinya. menagtur nafas dan melihat bingung kepada orang sekelilingnya.
" Hans apa yang kamu ingat "
" Aku tadi bersama kucing Mimi, kita bermain seolah sepertinya saya pacaran dengan seorang gadis "
" Hah !!!"
Andika tercengang mendengar Hans mengira kucing itu seorang gadis " gila kamu ya Hans, masak pacaran sama kucing "
Sedangkan kucing Mimi marah mendengar perkataan Andika
Memang aku sorang gadis memang kenapa. dasar anak gak tahu di untung bisa-bisanya dia merendahkan aku, belum tahu wujud asliku saja, bisa klepek-klepek kamu melihatku. Awas ya kalau aku sudah berubah wujudku ...
" Yang kulihat dua gadis yang sangat cantik Andika, bukan kucing "
"Nampaknya kamu sudah mulai masuk ke dalam dunianya Hans ,baiklah kita akan mulai penelusuran kita minggu depan .ini hari sudah sore ,banyak kejadian yang kita alami hari ini , saya rasa sudah cukup . "
" Meong, kunci masalah ini ada di gedung tua itu pak tapi kita harus menolong orang-orang yang ada di goa sana, seperti nenek Asih ini "
" Oke baiklah Mimi sekarang masuklah ke dalam lagi bersama nenek Asih "
Kucing Mimi dan nenek Asih kembali ke kamar sedangkan Hans, Andika dan pak Ustad berpamitan pulang karena hari sudah mulai sore .
.
.
Hari sabtu berikutnya mereka barjanji kembali ke air terjun. Di sana di rumah pak Mardi mereka berkumpul. Hans tidak melupakan cincin pembuka pintu goa.
" Ayo tunjukkan pada bapak goa itu. Penasaran sekali sudah bertahun-tahun tinggal di sini tidak tahu ada goa yang penuh misteri"
" Mari pak "
Hans segera mengeluarkan cicin dari dalam sakunya dan bergetarlah area air terjun dan namapak batu pintu goa terbuka perlahan. Pak Hasan sangat takjub melihat keajaiban ini. Bagaimana tidak hanya dengan mengeluarkan sebuah cicin yang entah terbuat dari apa bida membuka pintu goa.
Mereka segera maju dan berjalan perlahan setelah air terjun mulai surut. Pak Hasan berada di belakang mereka karena belum pernah masuk ke goa itu. Hans yang berada di depan kemudian disusul Andika kemudian pak Mardi dan pak Hasan. Febri tidak ikut karena selama seminggu badannya kurang sehat.
Mereka tiba di dalam Goa dan mulai beruding untuk melakukan pencarian bukti yang dapat di gunakan untuk melawan malkuk itu. Sesuai petunjuk kucing Mimi mereka berpencar . Hawa mistis dan auranya nampak di dalam goa itu . Bau busuk yang menyengat dulu kini sudah tidak ada lagi. Hans dan yang lain juga penasaran.
Apa mungkin bau itu sudah mengering dan tidak dapat dicium lagi.
Hans dan Andika yang penasaran segera masuk dan kearah dalam . Sedangkan pak Hasan dan pak Mardi masih melihat suasana ruangan goa itu dengan seksama. Tampak suasana berbeda lagi, Kali ini terlihat lebih bersih dari yang terakhir mereka datangi.
" Pak kemarilah masuk !" Hans yang sudah ada di dalam ujung goa berteriak menyuruh pak Hasan dan pak Mardi masuk ke dalam goa tempat mereka. Dan mereka menemukan sisa-sisa tulang yang beserakan di lantai goa.
" Apa ini ?" bulu kuduk merinding rasanya pak Hasan mencoba merapalkan ayat-ayat dan tiba-tiga desiran angin datang meewati tubuh mereka. Tampak samar sosok bayangan hitam berdiri di hadapan mereka.
😈" Kenapa kalian mengusik ketenanganku ?"
" Maaf kami bukan mengusikmu tapi apa yang kamu seembunyikan di sini ?"
😈" Ha ... ha ... apa perdulimu aku ha ... ha ... aku mecari tambahn kekuatan untuk diriku !!"
" Kenapa kau jerat roh mereka ? mereka tidak bersalah !"
😈" Kata siapa mereka tidak bersalah, aku membebaskan mereka aku membantu masalah mereka !"
"Bebaskan mereka !!! atau kuhancurkan dirmu !!"
Dan terjadilah pertempuran sengit antara makluk bayangan hitam dan Pak Hasan . Mereka yang ada di sana segera menjauh . Pak Hasan menggunakan tenaga dalamnya mengekuarkan sinar biru darui telapak tangannya, dan makluk itu dengan kekuatannya membaut bola api panas menyerang tubuh pak Hasan .
" Hiatttt !!! "
😈" Auuuu !!!"
Bayangan hitam itu semakin lama semakin brutal menyerang ,dan tiba-tiba datanglah kucing Mimi meloncat meloncat berhamburkan tubuhnya pada pak Hasan untuk menambahkan kekuatannya.
" Meoonngggg!!!"
😈" AAAA.!!!! wuuusss !!!😈
Bayangan itu akhirnya memudar perlahan dan kucing itu perlahan berubah wujud menjadi gadis yang sangat cantik. Pak hasan masih memburu nafasnya berusaha menetralkannya. Baru menyadari perubahan kucing yang perlahan-lahan. Semua yang ada di situ terpana melihat kucing Mimi . Air liur Andika sampai menetes keluar.
" Ka .. kamu Mimi ? kucing Mimi itu ?"
Kucing Mimi yang berbah wujud mengannguk , terdengar batu perlahan bergeser " Ayoo cepat kita keluar kalau tidak kita akan terkurung di sini selamanya !!!"
Semua yang bengong melihat Mimi akhirnya tersadar dan berlari keluar goa. Hans tidak sengaja di gandeng tangannya oleh gadis cantik itu yang tersenyum simpul. Setelah sampai di luar tidak juga dilepaskan tangannya dari genggaman.
" Pak kita harus ke Gedung tua disana. Banyak jiwa-jiwa yang terbelenggu !! ucap Mimi melangkahkan kaki segera menuju rumah pak Mardi untuk mengambil sepeda mereka. Tentunya Mimi minta di bonceng Hans untuk menuju ke Gedung tua itu.
***
Sesampainya di gedung tua mereka langsung masuk, tampak bayangan -bayangan putih seling mengelilingi di sana. " Astaghfirulloh begitu banyaknya mereka "
Nampak dua sosok bayangan datang kepada pak Mardi . Sesaat pak Mardi terdiam agak takut tapi ketika melihat sekilas akhirnya ia dapat mengenali bayangan itu anak dan ibunya yang telah lama hilang. Ternyata mereka memang di jebak dan menjadi mangsa para makluk itu.
Seperti mersakan kesedihan yang dialami pak Mardi . Mimi mendekatinya " Ikhlaskan pak biarkan mereka tenang di dunianya "
Pak Hasan segera merapalkan sebuah ayat dan akhirnya semua banyangan putih yang ada di gedung tua itu pun hilang tidak berbekas yang ada hanya debu dan kelelawar.
" Oh, jadi gedung ini yang menjadi pusat penyimpanan roh mereka. Ini dulu yang mempunyai memang penuh misteri. Tidak ada yang tahu ia berasal dari mana dan akhirnya hanya terlihat kosong tidak berpenghuni.
" Hans , Andika , pak Mardi sekarang semuanya sudah selesai. Dan pulanglah kalian belajar menjadi anak baik . Jangan lagi nyerempet bahaya seperti ini.Kasihan orang tuamu "
" Iya pak terimakasih banyak "
Dan akhirnya kisah gedung tua itupun tamat. Hans dan Andika kembali belajar. Sedangkan Pak Mardi hidup bersama sang nenek Asih yang belum juga kembali ingatannya. Sedangkan Mimi sesekali mendatangi mereka untuk bisa melihat Hans setiap harinya lewat depan rumah pa Mardi. Dunia mereka berbeda tapi cinta mereka sama.
🌼🌼🌼🌼
Terimakasih sudah membaca novel karyaku like dan koment sangat author harapkan untuk lebih baik dalam menulis.
I love you All💖💖💖📖✒
Salam ceria.. 😄😄😄😄
tetap semangat thorr.💪
Thanks thorr udah mau mampir🙏🤗😁