Sempurna... Wanita Cantik, sexy, keturunan dari keluarga terpandang. namun sudah hidup seorang diri, kini sudah memiliki suami, namun tidak di perlakukan selayaknya istri. Bagaimana cerita Divine mendapatkan cinta suaminya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marimar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
eps. 33
"Pagi Divi" sapa Ben.
Gara mengabaikan mereka terus melanjutkan sarapan nya.
Sarapan sudah tersedia di meja makan, sebenarnya ini sudah tidak pagi sudah jam setengah 10 hanya karena ada Ben di meja makan pelayan tidak membereskan makanan di meja.
"Pagi Nona" ucap kepala pelayan.
"Iya pagi pak"
"Tunggu sebentar Non, Akan kami buatkan sarapan yang baru"
"Tidak perlu pak, saya sudah lapar" Divine sudah duduk dan menarik piring yang sudah terisi nasi goreng dan telor mata sapi setengah matang tidak pecah kesukaannya.
Sedangkan Gara tersenyum hampir tidak terlihat saat mendengar Divine mengatakan ia sudah lapar.
Gara hanya diam saja tak berkata apapun begitu pun juga Divine.
"wuh apa yang aku lihat disini, semuanya diam saja tapi tadi aku merasakan aura kebahagiaan" gumam Ben dalam hati.
"Gara, kita mau melakukan apa hari ini?" tanya Ben pada Gara.
karena hari ini adalah hari minggu, mereka semua libur dan tidak memiliki jadwal apa-apa.
Gara diam saja tak menjawab pertanyaan Ben, membuat Ben semakin merasa serba salah di hadapan kedua orang ini.
Divine yang masih menikmati sarapan pun diam dengan tenang menghabiskan sarapannya.
"Divi, kamu ada rencana apa hari ini?" tanya Ben saat melihat Divi telah menyelesaikan sarapannya.
"oh aku tidak ada rencana apa-apa" jawab Divine setelah minum segelas air.
Gara hanya melirik Divine, dia hanya diam di tempat duduknya yang sudah sedari tadi menyelesaikan sarapan.
"Gara apa kamu gak mau mengunjungi nenek tua di desa?" ucap Ben.
"ya, aku sudah memikirkan nya, ayo tunggu apa lagi" ucap Gara seraya berdiri dari tempat duduknya.
Divine melirik Gara yang sedikit pun tidak melihat ke arahnya "dia gak mengajak ku" Gumam Divine dalam hati.
Divine masih terus duduk disana, menanti sebuah ajakan dari Gara, namun Gara tak berkata apa-apa padanya.
Ben juga sudah beranjak dari tempat duduknya dan meninggal kan meja makan bersama Gara.
"benar-benar dia tidak mengajak ku" akhirnya Divine beranjak kembali ke kamar saja, di sepanjang langkah Divine terus menggerutu "ya benar saja, inikan bukan novel, setelah melewati satu malam bersama semua akan berubah, huh untuk apa aku memikirkannya, setidaknya aku bisa tidur sepanjang hari, hari ini" Divine masuk ke kamar dan mengambil ponsel nya terlihat ada beberapa pesan belum dibaca.
Divine membuka pesan dan melihat ada nama Gara di sana "ada apa ini pertama kali dia mengirim pesan padaku" seraya membuka pesan dari Gara.
"pakai sweater dan bawahan panjang, ikut aku ke desa" bunyi pesan dari Gara.
"huaaaa dia mengajak ku" Divine tak sadar tiba-tiba merasa sangat senang membaca pesan dari Gara hingga ia berteriak. Divine pun bergegas mengambil sweater berwarna pastel pink, mengganti celana jeans dan mengambil sebuah topi serta tas kecil ia berlari keluar kamar dan menuruni tangga.
Gara dan Ben sudah berada di dalam mobil.
"apa kamu tidak mengajak Divi" ucap Ben.
namun Gara hanya diam duduk melihat ke arah luar jendela. akhirnya Ben menyalakan mobil bergegas untuk melajukan kendaraan nya tiba-tiba terlihat Divine sudah di teras rumah mereka menggunakan pakaian casual dan topi di kepala nya membuat Divine terlihat sangat manis.
"tuh Dia mau ikut" ucap Gara pada Ben.
"pasti kau mengajaknya kan, siapa yg paling mengerti kamu selain aku, huh dasar sebegitu gengsinya di depan ku" gumam Ben dalam hati.