NovelToon NovelToon
Stranger From Nowhere

Stranger From Nowhere

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Petualangan / Roh Supernatural / Horor / Dokter Genius / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:6.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: juskelapa

(Buku ini sedang direvisi penulis untuk pengalaman membaca lebih baik)

*****

Shena yang baru ditinggal menikah oleh pacarnya pergi ke Afrika Selatan untuk bersafari menghibur diri. Dalam perjalanan, Shena satu pesawat dengan seorang dokter bedah tampan yang akan melamar pacarnya yang juga seorang dokter dan bekerja di Afrika.

Malangnya, pesawat yang mereka tumpangi mengalami kerusakan dan mendarat darurat di hutan belantara sesaat sebelum mereka tiba di Johannesburg.

Firza, sang dokter bedah berhasil membawa Shena keluar dari pesawat.

Dan di tengah kekacauan dan kesulitan mereka untuk bertahan hidup sambil menunggu bantuan, ternyata ada sosok makhluk yang mengintai mereka.

Akankah para penumpang yang selamat berhasil bertahan hidup?
Mampukah Shena bertahan dari makhluk hutan dan pesona Firza yang telah memiliki pacar?


Originally Story by juskelapa
Insta

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon juskelapa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33. The Crew

2 bulan sejak kepulangan Shena ke Jakarta

Coffee shop sudah soft launching, beberapa orang sudah mulai berdatangan ke tempat itu untuk sekedar ngopi atau makan.

Coffee shop itu memiliki jam operasional dari jam 11.00 siang hingga jam 11.00 malam. Shena hanya memiliki 4 orang pegawai saat ini, seorang barista dan dua orang waiters, seorang wanita dan seorang pria. Mereka semua adalah mahasiswa yang bekerja part time.

Shena membagi jam kerja mereka sefleksibel mungkin bergantian agar mereka tetap bisa berkuliah dan tidak ketinggalan pelajaran di kampus.

Karena sudah pernah mengalami masa-masa kesulitan keuangan saat berkuliah dulu, Shena berharap dirinya bisa membantu orang lain yang bernasib sama.

Waiter-nya bernama Deni, usianya 20 tahun, asal Sukabumi. Pemuda itu sering ngobrol bersama Shena menggunakan bahasa Sunda.

Sedangkan waitress-nya bernama Tia, usianya 21 tahun, asal Cirebon. Tia seorang gadis manis dengan pembawaan kalem yang dalam dua minggu saja sudah kebal terhadap gombal-gombal indie yang berasal dari mulut Fajar.

Dan chef-nya bernama Bang Zul, seorang chef berusia 38 tahun asal Lampung yang dulunya bekerja di sebuah restoran mall di Jakarta Pusat. Bang Zul tinggal dikontrakannya di daerah Jakarta Selatan bersama istri dan dua orang anaknya.

Shena mengharuskan mereka untuk saling membantu jika coffee shop sedang dalam kondisi ramai karena ketersediaan SDM mereka yang masih terbatas saat ini.

Sebagai sebuah coffee shop perintis yang masih harus ketat dalam pengeluaran, Shena meminta kepada para pegawainya untuk saling bahu-membahu agar coffee shop itu mampu bertahan di tengah persaingan usaha sejenis. Shena juga ikut turun ke dapur membantu Bang Zul jika situasi benar-benar ramai. Shena tidak mau para tamu coffee shop-nya menunggu hidangan terlalu lama.

Shena saat ini cukup puas melihat para pegawainya yang bekerja dengan semangat. Tak lupa Shena mengatakan akan memberi mereka bonus jika profit sebulan melebihi target profit yang harus mereka capai.

Siang itu di jam makan siang kantor, personel di coffee shop sedang lengkap. Situasi sedang ramai, tapi para pegawainya masih bisa meng-handle semua tamu. Shena duduk di bangku tinggi meja bar tepat di depan Fajar yang sedang terlihat menggiling kopi. Siang itu langit agak mendung, meski tidak terlalu gelap seperti akan hujan.

"Jar...mendung nih." Shena melipat tangannya sambil mengamati pekerjaan Fajar. Fajar tidak menoleh.

Tangan Barista itu sibuk menuangkan biji kopi ke dalam mesin. Setelah mengisi satu tabung penuh, Fajar menutup puncak mesin dan menekan tombol on. Mesin kopi itu pun bergetar. Aroma kopi disangrai pun menyeruak di udara.

"Hmmm...memangnya kenapa kalo mendung?" Fajar masih memegang mesin kopi yang bergetar pelan.

"Ya gak apa-apa, biasa kalo mendung gini inspirasi lu banyak soal semesta. Gua lagi pengen denger." Shena tersenyum jahil.

Mumpung kak Shinta belum datang menemuinya di sana, Shena menganggap ngobrol bersama Fajar adalah sebuah hiburan.

"Lagi gak selera aku berpuisi Kak. Masih banyak kerjaanku. Kalo gak ada kerjaan mending Kakak cuci gelas-gelas itu." Fajar menunjuk bak cuci piring yang bergelimpangan beberapa gelas kotor.

"Keur harorèam ah. Tunduh pisan" Shena menjawab lagi malas dan sedang mengantuk.

Fajar mengangkat pandangannya dari mesin kopi dan melihat ke arah jendela.

"Itu kak Shinta udah dateng." Fajar menunjuk ke arah luar dengan memonyongkan mulutnya.

Shena membalikkan tubuh untuk melihat ke arah pagar. Tampak kak Shinta yang usia kehamilannya sudah delapan bulan berjalan dengan tegap dengan tas tangan yang tak lagi terjepit di lengan. Tas itu ditenteng seperti membawa plastik kresek yang sekarang sudah dilarang pemakaiannya.

Kak Shinta tiba di sebelah Shena dan duduk di bangku tinggi. Shena yang takut kak Shinta tergelincir, turun dari bangkunya untuk memapah kak Shinta duduk.

"Gak apa-apa duduk di sini? Semua meja lagi penuh soalnya. Atau ke kantor dalem aja? Kaki kakak gak apa-apa posisinya kayak gitu?" Shena menatap kaki kak Shinta dengan was-was.

"Kakakmu ini cuma sedang hamil tua Shen...bukan lumpuh." Kak Shinta mengatakan hal itu tanpa melihat Shena. Ia lalu menoleh Fajar dan berbicara. "Jar, bikinin es teh manis dong. Haus banget gue. Tadi agak lama berdiri nunggu taksi dari depan kantor."

"Shen ... Ramon nanya soal coffee shop kamu pas aku lagi masuk nganter surat permohonan cuti hamil. Dia nanya letak coffee shop kamu. Ati-ati lho dia bisa dateng." Kak Shinta memandang Shena yang duduk menopang dagu menatap susunan gelas-gelas di depannya.

"Ya biarin aja dia dateng, gak ngaruh." Shena menjawab tak acuh.

"Kalo dateng ama bininya?" Kak Shinta menuangkan gula ke dalam es teh manis yang baru disodorkan Fajar padanya.

"Ya dilayani kayak tamu lain. Emang kenapa? Dia kan customer juga. Ngasi uang tipnya juga pasti gede ke waiter." Shena menjawab kak Shinta tak acuh masih menopang dagunya.

"Kalo yang datang abang itu Kak?" Fajar ikut menimpali percakapan mereka.

"Abang yang mana? Abang halu-nya si Shena yang kerja di Afrika itu?" Kak Shinta terkekeh.

"Iyala .... Abang mana lagi pula? Eh kok kayak mirip abang-abang yang baru masuk ke pagar itu ya...." Fajar menunjuk ke arah pagar, diikuti kak Shinta yang ikut menoleh ke belakang dan melihat ke arah yang Fajar maksud.

"Eh iya Shen ... ciri-cirinya mirip cowo yang kamu ceritain." Kak Shinta masih menoleh ke belakang.

Shena masih tak acuh pura-pura tak mendengar apa yang dikatakan dua manusia yang berada di dekatnya.

"Apa sih .... Jangan bercanda mulu. Aku lagi ga mood Kak. Lagi PMS nih." Shena sekarang melipat tangan dan meletakkan dagu di atasnya.

"Eh serius deh Shen ...." Kak Shinta turun dari duduknya dan berdiri menghadap luar. Shena menegakkan tubuh dan refleks menoleh ke arah luar.

Kak Shinta nyengir dan bilang, "Boong ding. Maaf yaaak ... abis kakaknya dateng dicuekin mulu."

Kak Shinta tertawa. Tawa Fajar yang merasa puas menjahili Shena, ikut terdengar.

"Hereuyna teu lucu! (Bercandanya gak lucu)" Shena cemberut mengatakan kepada Kak Shinta untuk jangan jahat kepadanya.

Kemudian Shena membalikkan badannya lagi menghadap gelas-gelas. Kak Shinta yang merasa bersalah memeluknya dari belakang sambil berkata dalam bahasa Jawa,

"Ibuku sering bilang, Ben akhire ora kecewa, dewe kudu ngerti kapan wektune berharap lan kapan wektune kudu mandeg. Yang artinya agar akhirnya tidak kecewa, kita harus mengerti kapan waktunya berharap dan kapan waktunya harus berhenti."

Kak Shinta masih memeluk Shena dengan sayang.

...***...

1
Kerin Qodarina
kakk njuss sepertinya ada yg d rubah alur ceritanya yaa aku baca ulang lagi ini Ada yg beda 🤭
Uci Gibran
baca ulang lagi. jadi inget Tini Suketi 😂. bisa pingsan terus kamu tin kalau ikut
Anonim
Udah 10000 kali baca ga bosen2 ama ceritanya🤭
Tami Andriani
belum kerasa kehilangan tu bang pirja
Tami Andriani
hh... rindu emang gelap
Tami Andriani
risa terlalu seloww
Tami Andriani
sedihhhh
Tami Andriani
sabar mb shen
Tami Andriani
part sedih menurut q
Tami Andriani
selalu luar biasa karya kak njus... debest pokoknya
baca ini sudah ke 3 kalinya 😍😍
Tami Andriani
💪
kusgrisela
baru selesai baca yg kedua kalinya ,tapi kangen mereka dan pingin baca tambahan part nya
kusgrisela
aku baca ulang sudah yg ke 3 ini ,,,,gara" liat story' IG nya Njus jadi terlope lope sama kang pirja dan teh Shena lagi 😍😄
𝙌𝙤𝙧𝙞𝙨𝙮𝙖
bagus banget cerita nya,,bikin degdegan🤭
𝙌𝙤𝙧𝙞𝙨𝙮𝙖
tegang banget baca nya🤭
Alesha Binara
ini baca yang kesekian kian kian kali .. kakkk .. novel kakak ini . walaupun serem , komedi , romantis tetap aja bikin pembaca "kebawa"
sri wahyuni
sangat menarik
kejora
aku tuh dah baca Shena&Firza berkali-kali, tapi pas baca part ini mesti tetep nangis😭😭😭
kusgrisela
setelah sekian lama akhirnya baca lagi novel ini kangen sama seina dan mas farzah 😍
Chrisentia Irene
baca ke2xnya..njusss
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!